Tidak ada yang Lebih Besar dari Klub (Kecuali Lionel Messi)

Tidak ada yang Lebih Besar dari Klub (Kecuali Lionel Messi)

JawaPos.com – Josep Maria Bartomeu dengan tegas menolak mundur meski FC Barcelona kalah 2-8 memalukan dari Bayern Munich di perempat final Liga Champions musim lalu (15/8).

Bartomeu selaku presiden Barca saat itu beralasan tidak ingin menyerahkan klub kepada pengurus sementara yang tentunya memiliki kekuasaan terbatas.

& # 39; & # 39; Hal termudah adalah mundur. Lalu, siapa yang mencari pelatih baru? Siapa yang menangani transfer? Siapa yang berjuang untuk membuat Leo (Lionel) Messi bertahan? Siapa yang menangani penyesuaian gaji? "" Kata Bartomeu saat itu di situs resmi klub.

Namun, mosi tidak percaya ditandatangani oleh 20.687 socios (dari kondisi hanya 16.250) untuk menjatuhkannya hingga kekalahan Barca yang terus meningkat sejak musim lalu memaksa Bartomeu mengambil pilihan mudah itu.

Pria 57 tahun yang menjabat sejak 23 Januari 2014 itu resmi mengundurkan diri pada Selasa malam waktu setempat (27/10). Semua anggota direksi juga mengundurkan diri.

Bartomeu mulai bergabung dengan Blaugrana pada masa kepresidenan Joan Laporta atau awal era milenial. Pria Catalan itu kemudian ditahbiskan sebagai presiden ke-40 Barca saat menggantikan Sandro Rosell enam tahun lalu.

Selama kepemimpinannya, Barca telah memenangkan semua kompetisi (La Liga, Copa del Rey, Supercopa de Espana, Liga Champions, Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub).

Sama seperti kesuksesan Barca di era Laporta bersama pelatih Pep Guardiola (2008-2012). Namun, dalam dua musim terakhir, Bartomeu gagal menjadikan Barca tim yang kompetitif. Padahal, Messi dkk menjadi juara musim lalu.

Bartomeu mundur 24 jam kemudian sebelum Barca menghadapi Juventus di Turin Hari pertandingan fase kedua grup Liga Champions hari ini (29/10). Atau dalam waktu tiga hari (24/10) setelah Barca kalah 1-2 dari rival klasiknya, Real Madrid, di Camp Nou.

Baca:  Menjadi Pemain Terbaik Europa League, Lukaku: The Fruit of a Long Journey

Itu (pengunduran diri Bartomeu, Red) sebenarnya tinggal masalah waktu saja, "kata Laporta kepada Mundo Deportivo." Sudah saatnya Barca melakukan perubahan, "imbuh calon presiden Barca itu bersama Victor Font, Jordi Farre, Lluis Fernandez Ala, dan Agusti Benedito.

Memang, perubahan paling mendesak bagi Barca adalah tidak mendapatkan pengganti Bartomeu. Pasalnya, dewan sementara yang kini diketuai Carles Tusquets punya waktu tiga bulan (hingga akhir Januari) untuk mempersiapkan pemilihan presiden baru.

Hal terpenting adalah memastikan Messi tetap seperti itu pria satu klub Barca. Tak bisa dipungkiri, megabintang Argentina itu seperti ikon bagi Barca. Saat pemain berusia 33 tahun itu meminta dilepas musim panas lalu, dunia sepak bola, khususnya Barcelonistas, seolah-olah dilanda tsunami.

Ungkapan bahwa tidak ada yang lebih besar dari klub (baik itu pemain, pelatih, atau manajemen) sepertinya dikecualikan dari La Pulga alias The Flea.

& # 39; & # 39; Messi pantas mendapatkan segalanya. Stadion dan sponsor baru harus dinamai menurut namanya. Barca harus mempertahankan ikonnya, ”kata Gerard Pique, bek tengah Barca, kepada La Vanguardia.

Kontrak lama Messi akan habis pada akhir musim ini. Ia pun sempat membuat kesepakatan dengan tim lain pada Januari 2021. Padahal, seiring kondisi keuangan Barca yang sedang kisruh, kebijakan memperpanjang kontrak sang pemain dibarengi dengan pengurangan gaji hingga 30. persen.

Meski begitu, Pique, kiper Marc-Andre ter Stegen, bek tengah Clement Lenglet, dan gelandang Frenkie de Jong sepakat menandatangani perpanjangan waktu karena kecintaannya pada materi pemukulan kepada Barca. Jadi, bisakah dewan interim memperpanjang kontrak Messi? Perlu diketahui, pemotongan gaji terkait dengan kontrak baru sang pemain pada tenggat waktu klub harus diselesaikan sebelum 5 November.