Tag Archives: United

Istana Dipermalukan Man United, Tampil di Old Trafford Kalah 1-3

Istana Dipermalukan Man United, Tampil di Old Trafford Kalah 1-3

JawaPos.com – Manchester United memulai musim 2020-2021 dengan kekalahan yang memalukan. Bermain di Old Trafford, Sabtu (19/9), Man United mengalahkan tamu Crystal Palace dengan skor 1-3.

Di awal babak pertama kedua tim memainkan yang terbaik. Namun, Istana lebih dominan dalam penguasaan bola. Pressing Palace dan koordinasi pertahanan buruk Man United membuahkan gol ke gawang David De Gea di menit ketujuh. Umpan Jeffrey Schlupp dari kiri tidak disia-siakan oleh Andros Townsend.

Hingga turun minum skor tidak berubah. Di awal babak kedua, Palace sebenarnya punya beberapa peluang yang membahayakan gawang Man United, hanya saja penyelesaian akhir Ayew jauh dari ekspektasi.

Palace tak mengendurkan serangan, sebaliknya Setan Merah masih mendapat tekanan dari lawannya. Sebenarnya di menit ke-66, Palace bisa menggandakan posisi, serangan balik Palace membuahkan gol Wilfried Zaha, tetapi offside menyelamatkan Man United dari kebobolan satu detik.

Peluang Palace di menit ke-69 terbuang percuma karena operan Ayew tidak mengarah dengan baik ke Zaha, namun melalui Video Assistant Referee (VAR) terlihat handsball Victor Lindelof. Wasit memberikan penalti.

Sayang, penalti yang dilakukan Ayew tak mampu menambah keunggulan Palace. Bola yang diarahkan ke sudut kanan gawang diblok oleh De Gea. Namun, sepakan 12 pas diulang kembali saat De Gea seolah bergerak sebelum bola ditendang.

Zaha memanfaatkan peluang penalti kedua untuk membobol gawang Man United. Palace memimpin 2-0 pada menit ke-74.

Enam menit kemudian, Man United memperkecil jarak melalui Donny van de Beek. Pemain baru itu memanfaatkan rebound yang tidak sempurna dari pemain Crystal Palace yang ingin memblok umpan Timothy Fosu-Mensah.

Upaya Man United untuk bangkit dibendung oleh gol kedua Zaha pada menit ke-85. Meski dibayang-bayangi Lindelof dan Harry Maguire, Zaha mampu melepaskan tembakan mendatar yang tak bisa diantisipasi De Gea. Skor 3-1 untuk Crystal Palace tidak berubah hingga pertandingan usai.

Hasil tersebut membuat Crystal Palace mampu meraih dua kemenangan tandang berturut-turut melawan Man United untuk pertama kalinya. Sebelumnya pada musim lalu, Palace juga menang di kandang Setan Merah.

Sementara bagi Man United, ini adalah ketiga kalinya mereka kalah di pertandingan pertama di musim baru Liga Inggris saat menjadi tuan rumah. Man United sebelumnya kalah di kandang sendiri dari Everton pada pertandingan pertama musim 1992-1993 dan di kandang Swansea City pada pertandingan pertama musim 2014-2015.

Man United 1-3 Crystal Palace

(Van de Beek 80 – Townsend 7, Zaha 74-p, 85)

Susunan Pemain
Manchester United: De Gea, Lindelof, Maguire, Shaw, Fosu-Mensah (Ighalo 81), Pogba (Van de Beek 67), Bruno Fernandes, Daniel James (Greenwood 46), McTominay, Martial, Rashford

Crystal Palace: Guaita, Sakho, Lingkungan, Schlupp (Eze 75), Mitchell, McArthur, McCarthy (Milivojevic 90), Kouyate, Townsend, Ayew (Batshuayi 81), Zaha

PRATINJAU: Liverpool vs Leeds United, Misi Bielsa untuk Menaklukkan Anfield

PRATINJAU: Liverpool vs Leeds United, Misi Bielsa untuk Menaklukkan Anfield

JawaPos.com – Pepatah bertahan lebih sulit daripada menang seperti yang dirasakan Liverpool FC di Premier League 2020-2021. Apalagi, ada motivasi yang akan dibawa lawan-lawan Liverpool musim ini. Yakni, mengalahkan The Reds. Terutama di Anfield.

"Kami dan 18 klub lain harus memiliki misi yang sama saat menghadapi mereka (Liverpool). Mengalahkan mereka, terutama di Anfield," kata Liam Cooper, kapten dan bek tengah Leeds United, di situs resmi klub.

Cooper dan klubnya sudah memiliki kesempatan di pekan pertandingan perdana musim ini. Leeds United akan menghadapi Liverpool di Anfield malam ini (Siaran langsung Mola TV pukul 23.30 WIB). Meski sempat dipromosikan, Si Putih bersama pelatih ternama dan berpengalaman seperti Marcelo Bielsa menjadi kandidat yang cukup menyulitkan The Reds.

"Mentalitas (Leeds) mereka akan meningkat 10 persen untuk mempermalukan kami," katanya fullback Hak Liverpool atas Trent Alexander-Arnold Sky Sports.

Pemain yang biasanya tertulis namanya TAA ini paham karena itulah mentalitas klub di awal setiap musim. Yakni, mengalahkan sang juara bertahan.

"Sama seperti saat kami menganggap (Manchester) City sebagai tim yang harus dikalahkan dalam dua musim terakhir," imbuh Pemain Muda Terbaik Premier League 2019-2020.

Terakhir kali Liverpool kalah di Anfield adalah tiga musim lalu. Yakni, ketika Crystal Palace mencuri tiga poin berkat kemenangan 2-1 pada 24 April 2017. Dan, hanya dua tim lain yang mampu melakukannya di era pelatih Juergen Klopp. Swansea City (3-2 pada 21 Januari 2017) dan Manchester United (1-0 pada 17 Januari 2016).

Dalam sejarah Liga Inggris, Liverpool tidak pernah kehilangan tiga poin di awal pekan pertandingan. Terakhir kali ini terjadi pada era Divisi Satu 1984–1985. Liverpool ditahan 3-3 oleh tuan rumah Norwich City.

Meski begitu, ada memori yang harus diperhatikan Liverpool. Yakni, on matchweek yang pertama di musim 2016-2017 ketika juara bertahan Leicester City dikalahkan 1-2 oleh juara Championship Hull City. Hanya, pertandingan berlangsung di kandang Hull City.

Salah satu keunggulan yang tercermin dari performa Leeds United musim lalu adalah mentalitas selalu ingin menang di kandang lawan. Dari 23 laga tandang, los blancos menang 13 kali dan jumlah kekalahan hanya 6 kali.

Pernyataan Bielsa seolah menegaskan bahwa Leeds United tak takut bermain di Anfield. "Anfield hanyalah Anfield. Tentang itu (ajaib Anfield, Red) hanya terjadi saat stadion penuh," kata Bielsa. Sky Sports.

Saat masih dalam pandemi Covid-19, pertandingan Liga Inggris musim ini masih berjalan tanpa penonton seperti saat ini. mengulang kembali musim terakhir.

Taktik bentrok dengan Bielsa yang merupakan debutan Premier League menarik perhatian Klopp. Kepada BBC Radio 5 Live, Klopp mengantisipasi "ledakan" The Whites kembali ke Liga Premier setelah 16 tahun.

"Mereka memiliki pelatih kelas dunia dan saya pikir ini akan menjadi pertandingan bersejarah bagi mereka yang akan sulit kami selesaikan," kata pelatih terbaik di dunia (Pelatih Pria Terbaik FIFA 2019).

Malu, Busuk, Rusak: Reaksi Netizen terhadap New Jersey United

Malu, Busuk, Rusak: Reaksi Netizen terhadap New Jersey United

JawaPos.com-Jersey ketiga Manchester United pada musim 2020-2021 benar-benar menuai reaksi keras dari netizen.

Seragam yang disponsori oleh Adidas ini memiliki & # 39; zebra & # 39; pola. Dan jersey itu menerima olok-olok yang sangat kejam. Jersey tersebut dianggap sebagai jersey United paling jelek dalam sejarah.

Surat kabar olahraga Spanyol AS mengklaim bahwa di bulan ini, hanya ada satu topik di media sosial yang bisa menyaingi pemberitaan Lionel Messi yang ingin hengkang dari Barcelona. Dan itulah tadi peluncuran jersey ketiga terbaru Manchester United.

Mayoritas netizen yang merupakan fans United di seluruh dunia, tulis AS, mengatakan bahwa jersey bermotif zebra itu konyol.

  • Baca juga: Jika Depay Masuk, Dia Bakal Lengkapi Messi dan Griezmann yang kidal

Internet, terutama suara dari Twitter, terdengar begitu bengis saat melakukan pembantaian di akun resmi Manchester United. "Sungguh memalukan," "Ini hal yang busuk, jersey terburuk dalam sejarah United," "Ini adalah jersey compang-camping," "Adidas harus memecat tim desain mereka," "Itu & # 39; seperti menonton zebra bermain sepak bola. "

Meme Harry Maguire. (Indonesia)

Kalimat-kalimat ini hanyalah beberapa contoh kemarahan Twitter. Hanya sedikit netizen yang memberikan suara positif di akun resmi United.

Beberapa dari mereka bahkan melontarkan komentar sarkastik. Misalnya, jersey tersebut sebenarnya merupakan persembahan untuk Harry Maguire. Bek tengah utama United sempat tersandung hukum akibat perkelahian di Yunani. Motif jersey terbaru United menyerupai kemeja penjara berupa strip hitam putih.

Blunder di Manchester United, Jadi Man of the Match di Tim Nasional

Blunder di Manchester United, Jadi Man of the Match di Tim Nasional

JawaPos.com – Absennya Manuel Neuer membuat laga di Mercedes-Benz Arena kemarin (4/9) dipenuhi blunder kiper. Baik dua nama di skuad Spanyol (David de Gea dan Kepa Arrizabalaga) maupun tuan rumah Jerman (Kevin Trapp dan Bernd Leno).

Penampilan terakhir De Gea masih dikenang sebagai salah satu penyebab kekalahan Manchester United dari Chelsea di semifinal Piala FA musim lalu (20/7). Dalam laga tersebut, Kepa juga bukan yang menjaga mistar gawang Chelsea. Karena sering melakukan blunder, posisi Kepa digantikan oleh Willy Caballero.

Bagaimana dengan Trapp? Musim lalu adalah musim pertamanya sebagai penjaga gawang permanen untuk Eintracht Frankfurt setelah musim sebelumnya tampil bagus dengan status pinjaman dari Paris Saint-Germain. Namun, Eintracht menjadi klub dengan kebobolan gol terbanyak di antara sepuluh penghuni teratas klasemen Bundesliga 2019-2020 dan Trapp telah berkontribusi pada statistik negatif tersebut.

  • Baca Juga: Resmi: The Next Zidane adalah pemain Jerman termahal dalam sejarah

Leno adalah yang paling sengsara. Meski tidak separah tiga kiper lainnya, Leno saat ini terancam tergusur sebagai kiper nomor satu Arsenal. Hal itu sejalan dengan performa gemilang Emiliano Martinez saat menggantikan Leno di The Gunners & # 39; 12 pertandingan terakhir musim lalu.

Padahal, saat Arsenal menjuarai Community Shield pekan lalu (29/8), Emi lah yang bermain. Bukan Leno.

Di laga kemarin, Trapp dan De Gea terpilih untuk bermain. Dan, penampilan De Gea membuatnya mendapatkan banyak pujian. Tujuh penyelamatan gemilang dibukukan kiper berusia 29 tahun itu.

Tak hanya itu, De Gea juga tampil luwes saat memainkan libero-penjaga gawang. Pemilik 42 caps itu mencatat akurasi operan 80 persen (32 sukses dari 40 percobaan) dan diganjar gelar bintang pertandingan.

Nyatanya, masih ada Jose Gaya, bek kiri Spanyol, yang membuat La Furia Roja – panggilan Spanyol – terhindar dari kekalahan lewat gol di menit keenam. waktu terluka.

& # 39; & # 39; Banyak yang begitu vokal saat De Gea melakukan blunder. Ketika dia tampak hebat, tentu dia harus diberi pujian tinggi, ”puji entrenador La Furia Roja Luis Enrique seperti dilansir Marca.

Performa apik kemarin seakan menjadi penegasan De Gea bahwa dirinya masih layak menyandang status kiper utama United. Musim ini posisi De Gea terancam menyusul kembalinya Dean Henderson.

Dalam dua musim terakhir, Henderson tampil bagus sebagai penjaga gawang dengan status pinjaman di Sheffield United. Faktanya, statistik seprai bersih Henderson di Premier League musim lalu lebih baik dari De Gea (14 banding 13).

Manchester United dinilai menjadi orang yang tepat untuk merekrut bintang yang tidak pernah dilirik

Manchester United dinilai menjadi orang yang tepat untuk merekrut bintang yang tidak pernah dilirik

JawaPos.com – "Donny menjadi Dennis". Demikian unggahan dari akun Twitter Ajax Amsterdam saat mengunggah sebuah gol indah dari tembakan jarak jauh gelandang Donny van de Beek di De Toekomst (markas latihan tim) pada 11 Juli lalu.

Gol tersebut dinilai mirip dengan gaya Dennis Bergkamp, ​​mantan striker legendaris Ajax. "Ayah mertua Anda harus bangga," klub penguasa Eredivisie tweeted.

Ya, Bergkamp tidak hanya mendatangkan Van de Beek dari Jong Ajax (tim yunior Ajax) saat menjadi asisten pelatih De Godenzonen – sebutan Ajax – untuk periode 2011 hingga 2017. Mereka juga menjalin hubungan di luar lapangan karena Bergkamp. tak lain adalah ayah kekasih Van de Beek, Estelle Deborah.

Soccernews menulis, ada peran Estelle di balik keputusan Van de Beek bergabung dengan Manchester United. Kemarin (31/8) Ajax dan United menyepakati transfer fee sebesar GBP 39,3 juta (Rp 762,4 miliar) yang sekaligus membuat Van de Beek menyetujui kontrak berdurasi lima tahun di The Red Devils, United. nama panggilan.

  • Baca Juga: Bergabung dengan Rival, & # 39; Paksa & # 39; Untuk Menghapus Cintanya Untuk Arsenal

Musim ini ada rumor Bergkamp juga kembali ke Liga Inggris. Atau lebih tepatnya ke mantan klubnya, Arsenal (1995-2006). Bergkamp ditawari menjadi asisten Mikel Arteta.

Namun, sejauh ini hanya Van de Beek yang yakin. Gelandang berusia 23 tahun itu "menghilang" dari skuad Ajax saat mengalahkan Eintracht Frankfurt 2-1 dalam uji coba pramusim di Johan Cruijff Arena, akhir pekan lalu (29/8) karena fokus pindah ke United.

“Perkembangan (transfer ke United, Red) memang menjadi alasan kenapa kami tidak memasukkan dia (Van de Beek) ke dalam skuad,” tandasnya. taktik Ajax Erik ten Hag ke Ziggo Sport.

Di sisi lain, satu persatu pemain United memberikan "salam" kepada Van de Beek di media sosial masing-masing.

Itu wajar untuk mengingat di antara keduanya enam besar, hanya United yang paling lambat dalam merekrut pemain baru. Faktanya, The Red Devils pertama kali diasosiasikan dengan penyerang luas Borussia Dortmund Jadon Sancho. Namun, mahalnya harga yang dipatok BVB – sebutan Borussia Dortmund – membuat United beralih target.

Khas Van de Beek sebagai gelandang kotak ke kotak dan bisa bermain di semua posisi di lini tengah akan menambah kekuatan lini tengah United yang sudah memiliki Bruno Fernandes dan Paul Pogba.

"United sangat membutuhkan pemain seperti dia di tim mereka," klaim Rafael van der Vaart, mantan gelandang serang Ajax yang bermain di Liga Premier bersama Tottenham Hotspur, kepada Voetbal International.

& # 39; & # 39; Seorang bintang yang tidak pernah dilirik ". Itulah istilah yang diberikan Mauricio Pochettino saat bekerja bersama Tottenham Hotspur ketika dia menghentikan Ajax di semifinal Liga Champions 2018-2019.

& # 39; & # 39; Tidak ada yang membicarakannya. Namun, dia dinamis dalam pertandingan dan operasi serangan Ajax ada di tangannya, ”ujar Poche kepada El Pais.

Untuk Sky Sports, Mantan penjaga gawang United Mark Bosnich memahami keputusan pelatih United Ole Gunnar Solskjaer untuk menambah lineup gelandang kreatornya bersama Van de Beek.

& # 39; & # 39; Ole belajar dari pengalamannya saat berhasil menggendong tiga kali lipat untuk United (1998 –1999, Red). Saat itu United memiliki empat striker (Teddy Sheringham, Andy Cole, Dwight Yorke, dan Solskjaer) karena sangat penting untuk memiliki pemain. cadangan setara di setiap posisi, & # 39; & # 39; Bosnich menjelaskan.

Heroik, Bek Manchester United Gagalkan Aksi Begal

Heroik, Bek Manchester United Gagalkan Aksi Begal

JawaPos.com – Bek Manchester United kembali membuat sensasi. Setelah sebelumnya menjadi kapten tim Setan Merah, Harry Maguire ditahan oleh polisi Yunani pada Kamis malam (20/8) waktu setempat. Menurut media Yunani ERT TV, Maguire ditangkap karena diduga menyerang petugas polisi.

Kali ini giliran Victor Lindelof. Jika Maguire menyerang polisi, Lindelof bahkan akan membantu polisi. Dia menangkap seorang pencuri yang mencoba merampok seorang wanita tua. Insiden itu terjadi di kota tempat tinggal Lindelof, Vasteras, Swedia.

Menurut laporan surat kabar Swedia, Aftontbladet sebagaimana dilaporkan ESPN, saat itu tersangka sedang bersepeda lalu melewati seorang wanita berumur 90 tahun. Setelah itu, pencuri mengambil tas yang ada di tangan wanita tua itu.

Melihat kejadian tersebut, Lindelof mengejar dan menangkap pria tersebut sebelum menyerahkannya kepada pihak berwajib.

"Seorang pria di sekitarnya dikatakan mengejar tersangka, menangkapnya dan menahannya hingga polisi tiba di lokasi kejadian," kata polisi tanpa menyebut nama Lindelof.

“Polisi mengucapkan terima kasih kepada saksi atas intervensi yang cepat dan mengembalikan barang-barang tersebut kepada korban. Pencuri itu didakwa melakukan pencurian dan dia juga membawa narkoba, ”kata polisi setempat.

Sementara itu, kabar dari media telah dikonfirmasi oleh Manchester United Aftonbladet itu. (*)

Jawapos

Menggulingkan Manchester United, Sevilla ke Final Liga Europa

JawaPos.com – Sevilla mengamankan tiket ke final Liga Europa usai menumbangkan tim unggulan Manchester United 2-1. Gol Luuk de Jong pada menit ke-78 membubarkan Setan Merah ' perlawanan dalam pertandingan sengit di Stadion RheinEnergie, Koln, Jerman.

Meski tak disukai oleh bursa, Sevilla berinisiatif mengontrol pertandingan. Manchester United membalas perlawanan tersebut dan mendapat peluang melalui Marcus Rashford pada menit ketujuh. Namun, tembakan Rashford berhasil diblok oleh kiper Yassine Bounou.

Sayangnya, kaki Diego Carlos yang menghalangi cheat malah mengenai kaki Rashford dan menjatuhkannya. Wasit Felix Brych kemudian meniup peluit karena melakukan pelanggaran di kotak penalti Sevilla. Menit ke-9, Bruno Fernandes & # 39; Sepakan dari titik putih yang mengarah ke pojok atas membawa Manchester United unggul 1-0 atas wakil Spanyol itu.

Sevilla mencoba kembali mendominasi pertandingan. Upaya itu berhasil setelah Suso mencetak gol pada menit ke-26. Gol tersebut tak lepas dari pertahanan Mancheseter United yang gagal mengantisipasi umpan silang Sergio Reguilon.

  • Baca juga: Pulih dari Covid-19, gelandang Sevilla FC siap tampil maksimal

Peluang Manchester United untuk kembali unggul ada di menit ke-34. Namun, tembakan Anthony Martial dari luar kotak penalti gagal menjadi gol karena melesat tipis di atas mistar Sevilla. Babak pertama berakhir imbang 1-1 untuk kedua tim.

Di babak kedua, jual beli serangan semakin ketat. Pada menit ke-78, Sevilla berbalik unggul melalui Jesus Navas & # 39; salib yang dimanfaatkan Luuk De Jong dengan baik.

Hingga laga usai tak ada gol tambahan, dan Sevilla melesat ke final Liga Europa. Lawan Sevilla masih menunggu pemenang laga Inter Milan vs Shakhtar Donetsk yang akan dipertandingkan pada Selasa pagi (18/8).

Tonton video menariknya di bawah ini:

Ada Munir di Seville, di Manchester United ada Mase

Ada Munir di Seville, di Manchester United ada Mase

JawaPos.com – Belum ada pengakuan kepada bomber Manchester United Mason Greenwood atas musim sensasionalnya. Di usia 18 tahun 10 bulan 14 hari, Greenwood dan dua seniornya, Marcus Rashford dan Anthony Martial, menjadi mesin gol muda dengan koleksi 62 gol musim ini.

Mase, panggilan akrab Greenwood, menyumbang 17 gol dalam 48 penampilan di semua kompetisi. Tapi, rupanya belum cukup untuk memberinya penghargaan Pemain Muda Terbaik Premier League musim ini. Predikat pun didapat fullback Liverpool Trent Alexander-Arnold.

Baca juga: Jika Manchester United Disebut Penalti FC, Lantas Kenapa?

Karenanya, laga semifinal Europa League melawan Sevilla di RheinEnergieStadion, Koeln, dini hari WIB menjadi momen bagi Greenwood untuk membuktikan bahwa mereka juga bisa menjadi yang terbaik. "Saya pikir Mason akan mampu melakukan hal-hal luar biasa di masa depan," kata playmaker United Bruno Fernandes dalam wawancara dengan MUTV.

Satu hal yang ditunggu-tunggu di fase knockout setelah Liga Europa ini dimulai kembali. Ya, Greenwood belum menyumbang gol sejak leg kedua babak 16 besar melawan LASK (5/8).

Di antara trio M-M-M United, hanya Martial yang membuka kerannya. Terakhir kali, Greenwood mencatatkan namanya di papan skor saat leg pertama melawan LASK di Old Trafford, Manchester, 13 Maret lalu. Sebelumnya, pada 19 September, Greenwood tercatat sebagai pemain United termuda yang mencetak gol di kancah Eropa saat dia berumur 17 tahun 353 hari.

Baca juga: Sevilla vs AS Roma: Demi Reputasi Alumni Dragoes

Itu adalah rekor yang tidak diharapkan kapten Sevilla, Jesus Navas. Mantan bintang Manchester City itu yakin kecepatan Greenwood, Martial dan Rashford akan menjadi tantangan tersendiri baginya dan rekan satu timnya. "Yang perlu kami lakukan adalah fokus pada diri kami sendiri dan tahu apa yang harus dilakukan. Tetap tenang saat dibutuhkan lalu serang," jelas bek kanan berusia 34 tahun itu.

Jika United punya trio M-M-M, Sevilla punya Munir El Haddadi. Eks personel Barcelona tersebut sejauh ini mampu mengoleksi lima gol di Liga Europa, hanya terpaut dua gol dari Fernandes.

Tonton video menariknya di bawah ini:

Manchester United vs Kobenhavn: Solskjaer Melawan Teman Seperjuangan

Manchester United vs Kobenhavn: Solskjaer Melawan Teman Seperjuangan

JawaPos.com – Sepanjang perjalanan Manchester United di kompetisi Eropa, sudah delapan klub asal Skandinavia yang dihadapi. Dan, klub-klub Denmark paling sering jadi lawan United. Detailnya ada empat klub. Yakni, Brondby IF, Aalborg BK, FC Midtjylland, dan FC Kobenhavn.

Dari keempat nama tersebut, cuma FC Midtjylland dan FC Kobenhavn yang punya rekam jejak mengalahkan United. FC Midtjyland mengalahkan United pada first leg babak 32 besar Liga Europa 2015–2016 dengan skor 2-1. Lalu, FC Kobenhavn bertemu United di fase grup Liga Champions 2006–2007 dan menang 1-0.

Dini hari nanti (11/8) di RheinEnergie Stadion, United bertemu FC Kobenhavn dalam perempat final Liga Europa 2019–2020 (siaran langsung SCTV pukul 02.00 WIB). Pertemuan pelatih United Ole Gunnar Solskjaer dengan pelatih FC Kobenhavn Stale Solbakken pun menjadi highlight karena mereka merupakan ”teman seperjuangan”.

”Bukan hanya karena kami sama-sama orang Norwegia, melainkan juga karena kami mengambil lisensi kepelatihan di tahun yang sama, di Kopenhagen sekitar 13 tahun lalu,” kata Solbakken seperti dikutip di laman resmi UEFA. ”Kami masih saling bertegur sapa, bahkan berkirim pesan beberapa hari terakhir,” imbuh pelatih Wolverhampton Wanderers pada 2012–2013 tersebut.

Solbakken mengakui bahwa Solskjaer telah menemukan kenyamanan di United setelah 1,5 tahun menangani klub berjuluk The Red Devils tersebut. ”Bersama Ole (Solskjaer, Red), United mulai menemukan formasi dan susunan pemain terbaiknya,” tandas Solbakken.

Perkiraan Pemain

Manchester United (4-2-3-1): 1-De Gea (g); 29-Wan-Bissaka, 2-Lindelof, 5-Maguire (c), 53-Williams; 31-Matic, 6-Pogba; 26-Greenwood, 18-Fernandes, 10-Rashford; 9-Martial
Pelatih: Ole Gunnar Solskjaer

FC Kobenhavn (4-2-3-1): 21-Johnsson (g); 2-Varela, 25-Nelsson, 5-Bjelland, 20-Boilesen; 10-Zeca (c), 24-Mudrazija; 16-Biel, 23-Wind, 33-Jensen; 18-Santos
Pelatih: Stale Solbakken
Asian handicap 0:1 ½

3 Pemain Muda Manchester United Yang Patut Dipantau Musim Depan

Sepakbola.com, Manchester – Selain mendatangkan pemain baru, Ole Gunnar Solskjaer bisa memanfaatkan talenta para pemain muda Manchester United untuk bersaing musim 2019-20.

Meskipun mengalami kesulitan di musim 2018-19, ada harapan bagi Manchester United dengan pemain-pemain mudanya. Peningkatan yang dibutuhkan tim utama bisa memberikan jalan bagi para pemain ini untuk menjadi andalan tim utama.  Berikut 3 pemain muda Manchester United yang patut dipantau musim depan.

1. Axel Tuanzebe

Pesepakbola Inggris kelahiran Kongo bergabung dengan akademi Manchester United pada usia 8 tahun dan menonjol di antara jajaran pemain muda seangkatannya. Dia debut pada tahun 2017 pada putaran keempat Piala FA melawan Wigan dan saat itu manajer masih Jose Mourinho. Dia menjadi pemain pengganti pada saat itu.

Dia kemudian dipinjamkan ke Aston Villa untuk kedua kalinya pada tahun 2018. Dia bek serbaguna yang juga bisa bermain sebagai bek tengah dan juga kanan. Walau dia absen selama tiga bulan karena patah jari pada bulan Desember, Tuanzebe bangkit kembali masuk ke line-up Aston Villa dan membantu tim ini mencapai final playoff.

Manajer United Ole Gunar Solskjaer mengatakan kegembiraannya bekerja dengan Tuanzebe di tur para-musim mengingat buruknya pertahanan United beberapa musim terakhir.

2. Mason Greenwood

Pada usia 17 tahun 156 hari, Greenwood menjadi pemain termuda Manchester United yang tampil di Liga Champions. Greenwood dianggap sebagai salah satu talenta terbaik dari akademi United dalam beberapa dekade terakhir. Dia punya potensi menjadi pemain hebat mereka.

Pelatih tim muda mereka memberikan pujian untuk pemain yang mencetak 30 gol di 29 pertandingan di tingkat pemuda musim ini. Momen terbaiknya adalah hattrick pertandingan melawan Chelsea di Youth FA Cup.

Start Premier League pertamanya, Greenwood melepas tujuh tembakan ke gawang, tapi gagal mencetak gol. Secara keseluruhan penampilannya dinilai bagus karena satu-satunya titik terang bagi United pada pertandingan tersebut.

Greenwood punya potensi untuk duet dengan Marcus Rashford musim depan apa lagi status Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez tak jelas musim depan sedangkan Anthony Martial rentan cedera. Dia tentu saja mendapat kepercayaan dari Ole Gunnar Solskjaer.

3. Tahit Cong

Cong pindah ke Manchester United dari klub Eredivisie Feyenoord pada April 2016. Posisi alami pesepakbola Belanda ini adalah sayap kanan. Setelah bergabung dengan Manchester United dia mulai bermain untuk tim U-18 dan merupakan satu-satunya pemain tim United yang terkenal di Youth FA Cup, ketika skuat muda Setan Merah tersingkir lebih awal. Musimnya kemudian terpotong karena cedera ACL.

Setelah pemulihan 10 bulan dia kembali mencetak gol dan menunjukkan tajinya. Bermain di tim junior musim lalu, Chong mencetak delapan gol dan tiga assist. Dia dipanggil ke tim utama untuk pertandingan Liga Champions melawan Juventus, tetapi dia menjadi pemain ganti yang tidak digunakan. Dia kemudian debut sebagai pemain pengganti melawan Reading di FA Cup.

Sebagai winger dia punya kecepatan untuk menaklukkan lawan. Tipuan dan kecepatannya adalah gabungan yang membuatnya jadi pemain mematikan. Salah satu kemampuan lainnya adalah memasukkan bola ke kotak penalti. Dia juga sering memotong pertahanan lawan dan melepaskan tembakan dengan kaki kiri. Chong bisa menjadi pemain nomor 10 di Manchester United.

 

Penulis: Ricky Sulastomo
Editor: Avandi Wiradinata

The post 3 Pemain Muda Manchester United Yang Patut Dipantau Musim Depan appeared first on Berita Bola, Livescore, Jadwal & Cuplikan GOL!.