Tag Archives: PSG

PSG tertarik mendatangkan Messi, Tuchel: Semua pelatih pasti mengharapkannya

PSG tertarik mendatangkan Messi, Tuchel: Semua pelatih pasti mengharapkannya

JawaPos.com – Pelatih Paris Saint-Germain (PSG) Thomas Tuchel dengan antusias menyambut superstar Barcelona Lionel Messi bergabung dengan klub Paris. Namun, Tuchel menyadari penyerang Argetina tidak akan meninggalkan Blaugrana.

Messi bergabung dengan Barcelona pada usia 13 tahun. Hingga saat ini ia telah mencetak 634 gol dalam 730 pertandingan untuk Bercelona. Messi telah mengoleksi 33 trofi selama kariernya di Camp Nou. Saat ini ia memasuki tahun terakhir kontraknya.

  • Baca juga: Jurnalis Barcelona mengatakan Messi ingin pergi dan berlabuh di kedua tim ini

Laporan dari media Spanyol seperti diberitakan ESPN, Masa depan Messi di Barcelona memang belum jelas. Apalagi setelah musim ini yang sangat mengecewakan. Puncak kekecewaan Messi adalah saat Barcelona dibantai 2-8 oleh Bayern Munich di babak perempat final Liga Champions musim ini.

“Kehadiran Messi di Paris sangat ditunggu-tunggu. Pelatih mana yang tidak menginginkan Messi? Ucap Tuchel kepada BT Sport setelah timnya kalah 0-1 dari Bayern di final Liga Champions 2019-2020.

“Hanya saja, saya kira Messi akan menyelesaikan kariernya di Barcelona. Dia bos Barcelona, ​​"tambahnya.
Tuchel mengatakan klub akan membahas target potensial ke depan dan dia membutuhkan skuad yang lebih kuat untuk menavigasi musim baru. "Kami kehilangan banyak pemain untuk musim depan. Thiago Silva dan Eric Maxim Choupo-Moting akan meninggalkan klub. Kami harus memanfaatkan jendela transfer untuk membuat skuad lebih baik. Kompetisi tidak akan berlangsung tanpa istirahat," dia menjelaskan.

“Kami perlu membangun skuad yang kuat. Kami memutuskan untuk tidak membicarakan transfer pada periode ini. Kami akan duduk bersama keesokan harinya,” lanjut pelatih asal Jerman itu.

Selama Angel Di Maria mencetak gol, PSG tak pernah kalah

Selama Angel Di Maria mencetak gol, PSG tak pernah kalah

JawaPos.com-Absen karena akumulasi kartu melawan Atalanta BC di perempat final (13/8), Angel Di Maria kembali masuk memulai XI Paris Saint-Germain (PSG) di semifinal kemarin (19/8).

Untuk menampung Di Maria as penyerang luas Baik, entraineur PSG Thomas Tuchel menggantikan Mauro Icardi sehingga Kylian Mbappe dipercaya sebagai penyerang tengah.

Skema yang menjadi favorit Di Maria karena 21 assist dan 7 gol yang dihasilkan pemain Argentina itu musim ini. Bandingkan dengan saat mengoperasikan di sisi kiri. Di Maria hanya mencatatkan 1 assist dan 5 gol.

Taktik yang terbukti. Di Maria terlibat dalam semua gol kemenangan PSG atas RBL alias 2 assist dan 1 gol. Media Prancis pun menyebut Di Maria sebagai jimat keberuntungan untuk PSG. Pasalnya, klub berjuluk Les Parisiens ini tidak pernah kalah kala menyumbangkan gol.

  • Baca juga: Suksesi Pergantian Kapten di PSG Berjalan Sangat Mulus

Sepanjang karirnya tampil di Liga Champions, total El Fideo – julukan Di Maria – sudah mencetak 21 gol dan 27 assist. Khusus untuk assist, Di Maria menyamai rekor legenda klub yang pernah dibelanya, Manchester United, yakni Ryan Giggs.

Hanya Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi sebagai pesepakbola aktif yang membuat rekor membantu di atas Di Maria. 38 dan 33 masing-masing membantu.

Kini pemain berusia 32 tahun itu hanya menginginkan satu hal. Kembali menyumbang gol PSG di final. Pasalnya, saat tampil di final Liga Champions 2014 bersama Real Madrid, Di Maria tak berkontribusi selama 120 menit di lapangan.

Meski Real sukses menang 4-1 atas Atletico Madrid. "Saya ingin (penampilan) saya berbeda (di final musim ini daripada di final 2014, Red)," kata Di Maria di situs resmi klub.

Jawapos

Gulingkan Lyon, Bayern Munchen Bertemu PSG di Final Liga Champions

JawaPos.com – Kepindahan Bayern Munich di Liga Champions belum juga dihentikan. Kali ini giliran Olympique Lyon yang merasakan keganasan FC Hollywood – julukan Munich – di semifinal Liga Champions, Kamis (20/8). Laga di Estadio José Alvalade dimenangkan oleh Munich dengan tiga gol tanpa balas.

Wakil Jerman itu melaju ke final Liga Champions untuk bertemu Paris Saint-Jerman (PSG) yang menang atas RB Leipzig pada Rabu (19/8). Munich berhasil melaju ke final berkat gol yang dicetak oleh Serge Gnabry di menit ke-18 dan ke-33 serta satu gol dari Robert Lewandowski di menit ke-88.

Sejak pertandingan dimulai, Munchen berinisiatif membangun serangan. Di menit keempat, Munich mengincar sisi kiri Lyon yang diisi oleh Maxwel Cornet dan Marcal. Namun, masih bisa dimentahkan oleh lawan. Sementara itu, Lyon mencoba melakukan serangan balik melalui Memphis, namun tembakannya melebar dari Manuel Neuer.

Munchen tetap fleksibel membuka pertahanan Lyon. Melalui umpan-umpan pendek, umpan-umpan panjang, pergantian ke sisi lapangan. Tidak terpaku pada satu pemain atau sisi.

Pada menit ke-11, Lyon kembali mendapat peluang melalui serangan balik cepat, namun Toko Ekambi gagal mengubahnya menjadi gol. Setelah kegagalan itu, Lyon semakin menekan Munich. Les Gones -julukan Lyon- berhasil membuat ketidaknyamanan pertahanan Munich lewat permainan cepat.

Munich, yang terus di bawah tekanan, memimpin dalam 18 menit. Diawali dengan assist Joshua Kimmich, Serge Gnabry menyapanya dengan tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti. Bola bersarang di pojok kiri atas gawang Olympique Lyon. Munich sekaligus unggul 1-0.

Munich menggandakan keunggulan pada menit ke-33. Gol tersebut berawal dari cheat lambat Gnabry yang memanfaatkan bola muntahan dari tembakan Robert Lewandowski. Munich semakin nyaman dalam bermain setelah unggul dua gol. Sebaliknya, Lyon tidak bisa tampil sebaik awal pertandingan hingga babak pertama berakhir dengan skor 2-0.

Di babak kedua, performa Lyon meningkat pesat setelah Dembele dan Thiago Mendes masuk menggantikan Depay dan Bruno Guimaraes. Lyon mendapatkan peluang pertama melalui Marcelo. Bek Lyon berhasil mencapai sudut tetapi sundulannya dapat ditahan oleh Neuer di menit ke-55.

Lagi-lagi Lyon punya peluang bagus untuk memperkecil defisit di menit ke-58. Ketika Niklas Sule melakukan kesalahan, Aouar berhasil mengirimkan umpan ke Ekambi. Sayangnya, Ekambi gagal mengalahkan Neuer dalam duel satu lawan satu.

  • Baca Juga: Tanpa Ballon d'Or, Lewandowski Bisa Menangkan Pemain Pria Terbaik FIFA

Selama pertandingan, Lyon tidak bermain terlalu buruk. Mereka lebih sering menguasai bola ketimbang babak pertama. Namun Munich bermain lebih konservatif dengan menurunkan garis pertahanan mereka. Itu membuat Lyon tak bisa berbuat banyak.

Pada menit ke-79, Coutinho mencetak gol ke gawang Lyon, sayangnya gol tersebut dianulir wasit setelah Goretzka dianggap dalam posisi offside. Namun, petaka bagi Lyon benar-benar datang pada menit ke-88. Munich akhirnya mencetak gol ketiga. Tendangan bebas Kimmich dari sudut kiri kotak penalti Lyon disambar oleh sundulan keras Lewandowski.

Hingga pertandingan berakhir, skor tidak berubah. Munich unggul tiga gol tanpa balas dari Lyon. Di final, Bayern Munich akan bertemu PSG. Laga akan berlangsung di Estadio da Luz, Lisbon, Senin pagi (24/8).

Tonton video menariknya di bawah ini:

Jawapos

Kalahkan Leipzig, PSG Buat Sejarah ke Final Liga Champions

JawaPos.com – Sejarah itu akhirnya dicatat. Untuk pertama kalinya, Paris Saint-German (PSG) akhirnya merasakan final Liga Champions sejak berdirinya pada 12 Agustus 1970. Torehan sejarah ini didapat setelah membuang wakil Jerman, RB Leipzig dengan tiga gol tanpa balas di Estadio da Luz, Portugal. .

Di awal pertandingan, kedua tim berinisiatif menyerang satu sama lain. Di menit ketujuh, PSG nyaris membuka keunggulan lewat aksi Neymar. Berawal dari pergerakan Mbappe dari sisi kiri, ia melepaskan umpan terobosan manis kepada Neymar yang tampil dari lini kedua.

Hanya saja Neymar gagal mengonversi peluang emas menjadi sebuah gol dan hanya membentur tiang. Sambil menendang tepat sasaran pertama dari RB Leipzig dilepaskan oleh Sabitzer dari luar kotak penalti pada menit kesembilan. Namun, tembakan itu terlalu lemah untuk diamankan Sergio Rico.

Serangan PSG akhirnya membuahkan hasil. Pada menit ke-13, Marquinhos & # 39; Sundulan yang memanfaatkan tendangan bebas Angel Di Maria berhasil membawa PSG unggul sekaligus unggul satu gol atas RB Leipzig.

Tertinggal satu gol dan diserang berkali-kali, para pemain RB Leipzig berusaha keluar dari tekanan. RB Leipzig mendapat peluang emas saat mendapat tendangan bebas, namun tembakan Sabitzer masih membentur pagar pemain PSG.

Tak berselang lama, giliran Poulsen yang memiliki peluang emas untuk menyamakan kedudukan. Hanya saja penyerang RB Leipzig tersebut melepaskan tembakan yang masih tipis di sisi kiri gawang Sergio Rico.

Neymar mengalami nasib sial. Lagi-lagi, sepakannya di menit ke-34 dari jarak jauh kembali dibendung oleh tiang gawang. Menjelang akhir babak pertama, kualitas individu kedua tim terlihat jauh berbeda. Hal itu terlihat ketika aksi Angel Di Maria pada menit ke-42 melepaskan tembakan kerasnya dan menggandakan kedudukan menjadi 2-0 untuk keunggulan PSG.

Hampir sepanjang babak pertama, tim asuhan Julian Nagelsmann dibuat tak berdaya oleh Neymar cs. Skor babak pertama, RB Leipzig 0 vs 2 PSG.

  • Baca juga: Melawan RB Leipzig Bisa Bikin Neymar Benci

Babak kedua, PSG tak mengendurkan serangannya. Di sisi lain, RB Leipzig masih belum bisa lepas dari tekanan para pemain PSG. Mimpi buruk Leipzig bertambah saat memasuki menit ke-54. Sundulan Juan Bernat merobek gawang Leipzig untuk ketiga kalinya. Meski wasit sempat mengecek VAR, gol itu akhirnya disetujui dan membuat keunggulan PSG dari Leipzig semakin menjauh.

Wasit memeriksa VAER karena pada awalnya Bernat tampak berada di posisinya offside saat mencetak gol ketiga PSG. Namun, VAR menyatakan dirinya dalam posisi yang tepat di sisi karena ada Upamecano yang terjatuh di sisi paling kanan pertahanan Leipzig.

Pada menit ke-70, Mbappe hampir saja menambah gol untuk PSG. Namun sundulannya yang memanfaatkan perut Di Maria masih menyamping dari gawang Gulacsi. Skor 0-3 bertahan hingga pertandingan usai. Di final, Senin 24 Agustus, PSG akan menghadapi pemenang pertandingan Lyon vs Bayern Munich.

Tonton video menariknya di bawah ini:

Jawapos

Atalanta vs PSG: Langkah demi Langkah Menuju Debut Hebat

JawaPos.com – Hanya bisa menginjakkan kaki di perempat final Liga Champions itu bagus. Apalagi melangkah ke semifinal dan sebagainya. Hal itulah yang dialami Atalanta BC dan Paris Saint-Germain (PSG) dalam duel di Estadio da Luz dini hari tadi (siaran langsung SCTV / Champions TV 1 pukul 02.00 WIB).

Maklum, selama dua dekade terakhir, tidak sekali pun dalam sejarah semifinal Liga Champions termasuk kedua klub tersebut. La Dea –julukan Atalanta BC– bahkan tinggal selangkah lagi menyusul rekor bersejarah Villarreal CF sebagai klub debutan di Liga Champions yang mampu melangkah ke empat besar.

Padahal, ada semangat yang diusung Atalanta seiring lolosnya Inter Milan ke babak semifinal Europa League kemarin (11/8). Ya, menempatkan Atalanta-Inter di semifinal Kejuaraan Klub Eropa berarti mengulangi kesuksesan klub-klub Wilayah Lombard pada 2002-2003. Saat itu Inter dan AC Milan saling berhadapan di semifinal Liga Champions.

Yang lebih membanggakan, Atalanta saat ini menjadi satu-satunya wakil Italia yang tersisa di Liga Champions 2019-2020. "Sekarang seluruh Italia mendukung Atalanta," tulis surat kabar lokal Bergamo L & # 39; Eco di Bergamo.

Allenatore Timnas Italia Roberto Mancini bangga dengan prestasi Atalanta dan meyakini klub Gian Piero Gasperini bisa sehebat CF Valencia milik Hector Cuper di musim 1999–2000. Yakni, saat Valencia CF bisa langsung menembus final di musim pertamanya di Liga Champions. Sebagai catatan, Los Murcelagos – julukan Valencia CF – menjadi korban Atalanta di babak 16 besar (kalah agregat 4-8). "Mereka (Atalanta) juga bisa menyingkirkan PSG dan akan terus melangkah di Liga Champions (musim ini)," kata Mancio, sapaan akrab Mancini, kepada La Gazzetta dello Sport.

Gelandang Atalanta Marten De Roon mengatakan kepada Sky Italia bahwa tidak ada yang tidak bisa dilakukan timnya saat ini. "Kami telah membuktikan bahwa jika kami menemukan hari yang baik, kami bisa mengalahkan klub mana pun," klaim De Roon.

Namun, musim ini PSG tak kalah percaya diri karena lolos ke perempat final berarti mengakhiri kesialan di babak 16 besar pada tiga edisi sebelumnya. Selama musim 2012–2013–2016–2016, klub penguasa Ligue 1 tersebut juga tertahan di perempat final.

Karenanya, sekaligus momentum Les Parisiens – sebutan PSG – mengakhiri penantian empat besar Liga Champions yang diraih terakhir kali pada 1994–1995. Uniknya, yang menghalangi PSG melaju ke final saat itu adalah klub dari wilayah Lombardia lain, AC Milan. PSG kalah agregat 0-3.

Pengusaha PSG Thomas Tuchel mengatakan kepada L & # 39; Equipe bahwa duel di Da Luz dini hari nanti akan menjadi adu produktivitas antara dua tim produktif di Eropa hari ini. Musim ini Atalanta telah mencetak 115 gol dalam 47 pertandingan. Artinya Papu Gomez dkk menghasilkan rata-rata 2,4 gol per pertandingan. Namun, PSG lebih beringas dengan 131 gol dalam 46 pertandingan (2,8 gol per pertandingan!).

Fans pantas berharap banyak (tentang jumlah gol) dalam pertandingan, kata Tuchel.

Ditambah format single leg, winger PSG Pablo Sarabia pun yakin laga bisa berakhir dengan banyak gol. Apalagi, pencetak gol terbanyak PSG musim ini, Kylian Mbappe, berpeluang dimainkan kembali meski harus memulai pertandingan dari bangku cadangan. Mbappe sudah mencetak 30 gol di berbagai kompetisi musim ini. Jauh meninggalkan rekan-rekannya dalam penyerangan untuk Les Parisiens seperti Mauro Icardi (20 gol) dan Neymar Jr (19 gol). Sarabia kemungkinan diproyeksikan akan mengisi tempat Mbappe atau berdampingan dengan Icardi dan Neymar.

Estimasi Pemain

Atalanta BC (3-4-2-1): 57-Sportiello (g); 2-Toloi, 3-Caldara, 19-Djimsiti; 33-Hateboer, 15-De Roon, 11-Freuler, 8-Gosens; 10-Gomez (c), 18-Malinovskyi; 91-Duvan
Pelatih: Gian Piero Gasperini

Paris Saint-Germain (4-3-3): 1-Navas (g); 4-Kehrer, 2-Silva (c), 3-Kimpembe, 14-Bernat; 27-Gueye, 5-Marquinhos, 21-Herrera; 19-Sarabia, 18-Icardi, 10-Neymar Jr
Pelatih: Thomas Tuchel

Wasit: Anthony Taylor (Inggris)
Stadion: Da Luz, Lisbon
Live Streaming: SCTV / Champions TV 1 pukul 02.00 WIB

Handicap Asia: ½: 0

Gaji Neymar di PSG setara dengan semua pemain Atalanta

Gaji Neymar di PSG setara dengan semua pemain Atalanta

JawaPos.com – Atalanta versus Paris Saint-Germain (PSG) ditulis oleh media Eropa sebagai representasi duel antara kesederhanaan versus kemewahan. Atalanta yang hanya klub kecil dari Bergamo ini menghadapi PSG yang merupakan klub kaya dari kota terkenal (Paris). Seperti David versus Goliath.

Jadi, bisa ditebak pundi-pundi uang kedua tim sangat berbeda. Contoh paling kentara adalah Neymar Jr sebagai pemain termahal dunia di bursa transfer. Bernilai EUR 222 juta (Rp 3,84 triliun) saat diboyong PSG dari FC Barcelona pada musim panas 2017 lalu, penyerang asal Brasil itu hanya mengantongi Rp 680 miliar dari market value Atalanta sebagai klub. Klaim Transfermarkt, La Dea – sebutan Atalanta, bernilai EUR 261,7 juta (Rp 4,52 triliun).

Gaji sepertiga Neymar semusim sudah cukup untuk menggantikan uang yang diejek pemilik Atalanta Antonio Percassi saat membeli klub satu dekade lalu. Saat itu Percassi membeli mayoritas saham Atalanta (70 persen) seharga EUR 13 juta (kini senilai Rp 224,8 miliar) dari keluarga Ruggeri. Gaji Neymar per musim sekitar EUR 36 juta (Rp 623,4 miliar).

Marca menyebut, Neymar juga bisa menggantikan peran Percassi dalam membayar skuat Gian Piero Gasperini. "Gaji Neymar sama dengan gaji musim untuk pemain Atalanta," tulis Marca. Pengeluaran gaji Atalanta pada akhir tahun lalu berkisar antara EUR 33 juta (Rp 570,1 miliar) hingga EUR 36 juta.

Total pengeluaran gaji Atalanta memang jauh lebih rendah dibanding klub elite Serie A lainnya. Juventus menjadi yang tertinggi dengan EUR 294 juta (Rp. 5,08 triliun), kemudian diikuti oleh Inter Milan dengan EUR 139 juta (Rp. 2,4 triliun), AS Roma dengan EUR 125 juta (Rp. 2,15 triliun), dan AC Milan dengan EUR 115 juta. (Rp1,98 triliun).

Pengeluaran gaji Atalanta juga hanya separuh dari SS Lazio, klub yang peringkat Serie A musim ini di bawah La Dea. Atalanta finis ketiga, sedangkan Lazio di urutan keempat.

Terlepas dari prestasi Atalanta di Liga Champions musim ini, Percassi memastikan klub tidak akan mengubah kebijakan anti pemain bergaji tinggi. Musim lalu kami menolak pemain yang meminta bayaran besar dan akan tetap seperti itu, katanya. Sebagai catatan, pemilik gaji tertinggi Atalanta atau EUR 1,2 juta (Rp 20,7 miliar) per musim adalah kapten tim Papu Gomez dan dua striker, Duvan Zapata dan Luis Muriel.