Tag Archives: PRATINJAU

PRATINJAU Spanyol vs Jerman: PR Alvarito dan Turbo Timo

PRATINJAU Spanyol vs Jerman: PR Alvarito dan Turbo Timo

JawaPos.com – Masuk dengan klub baru itu menyenangkan. Namun, apakah hal serupa bisa dilakukan saat memperkuat timnas?

Itu pekerjaan rumah striker Spanyol Alvaro Morata dan striker Jerman Timo Werner di Estadio La Cartuja, Seville, dini hari nanti. (Siaran langsung Mola TV pukul 02.45 WIB).

Tindakan itu seperti "final". La Furia Roja dan Die Mannschaft berebut untuk memenangkan Grup 4 Liga A UEFA Nations League 2020-2021 sehingga lolos ke final (empat besar) pada 7-11 Oktober tahun depan. Jerman saat ini hanya unggul satu poin (9-8) atas Spanyol.

  • Baca juga: Performa Inggris Turun, Gareth Southgate Disandera Permintaan Klub

Musim ini, Alvarito – julukan Morata – telah mencatatkan 6 gol dan 2 assist dalam delapan pertandingan bersama Juventus. Namun, penampilannya bersama Spanyol tidak terlalu menggembirakan. Pemain berusia 28 tahun tanpa gol dalam setahun terakhir atau sejak membobol Malta pada kualifikasi Euro 2020 (16/11/2019).

Ini juga karena Alvarito menerima panggilan minimal dari La Furia Roja. Entrenador Luis Enrique dari Spanyol baru meneleponnya nanti. Enrique punya alasan untuk memberi striker itu kesempatan lagi dengan 17 gol dari 35 caps.

& # 39; & # 39; Morata adalah pemain yang berbeda setelah kembali ke Juve. Keyakinan dan nominal gol adalah buktinya, ”ujar Lucho – julukan Luis Enrique – kepada AS.“ Saya kira dia lebih baik dari periode pertamanya (di Juve pada 2014-2016, Red), ”imbuhnya.

Dibandingkan Morata, produktivitas Werner lebih seimbang baik di klub maupun di timnas. Striker berjuluk Turbo Timo itu telah mencetak 8 gol dan 3 gol membantu selama 12 kali membela Chelsea musim ini. Kemudian, bersama Jerman di ajang UEFA Nations League 2020-2021, penyerang berusia 24 tahun itu membukukan 4 gol dan 1 assist. "Saya sedang dalam kondisi terbaik saya," kata Werner pada Bild.

Masalahnya bagi Werner, dalam dua pertemuan melawan Spanyol, Turbo Timo tak mampu membawa kemenangan bagi Jerman. Alias ​​selalu bermain imbang 1-1 pada matchday pertama di Mercedes-Benz Arena, Stuttgart (4/9), meski mampu mencetak gol. Satu lagi dalam uji coba pada Maret 2018.

Sedangkan Morata baru sekali berhadapan dengan Jerman. Tepatnya enam tahun lalu dalam pertandingan persahabatan. Saat itu, meski bermain penuh, Morata gagal mencetak gol dan Spanyol kalah 0-1.

PRATINJAU Juventus vs FC Barcelona: Ujian Nyata Il Mio Calcio

PRATINJAU Juventus vs FC Barcelona: Ujian Nyata Il Mio Calcio

JawaPos.com – Andrea Pirlo adalah salah satu "siswa" terbaik Coverciano. Sebulan lalu, Pirlo menyelesaikan lisensi kepelatihan Pro UEFA sebagai lulusan terbaik kedua setelah Thiago Motta.

Pirlo lulus dengan skor 107 dari 110 poin. Terpaut satu poin dari Motta. Semua itu didapatnya berkat skripsinya yang berjudul Il Mio Calcio aka My Football.

Di Il Mio Calcio, Pirlo menginginkan sepak bola modern yang semakin cair dan mengandalkan penguasaan bola serta lini pertahanan yang tinggi. Dalam konteks permainan Juve, filosofi Pirlo adalah ingin La Vecchia Signora asuhannya tidak lagi bergantung pada Cristiano Ronaldo.

Untuk itu, Pirlo memberikan pemahaman kepada Ronaldo bahwa pemilik gelar CR7 tidak akan selalu dimainkan musim ini. Tanpa Ronaldo yang hingga tadi malam masih dinyatakan tak bisa tampil akibat terpapar Covid-19, Juve mengandalkan Alvaro Morata dan Dejan Kulusevski sebagai penghasil gol.

Sejauh ini, Morata sudah mencetak 3 gol dan Kulusevski mencetak 1 gol dalam tiga pertandingan terakhir Juve tanpa Ronaldo. Salah satunya saat Morata membuat catatan penjepit dalam kemenangan 2-0 atas Dynamo Kyiv (21/10). Klub asal Ukraina yang notabene diasuh oleh Mircea Lucescu, sosok yang melakukan debut Pirlo di Serie A 25 tahun lalu.

Meski mampu mengungguli pelatih senior sekaliber Lucescu, Il Mio Calcio dari Pirlo dinilai tidak sepenuhnya sukses. Pasalnya, Dynamo bukanlah tim dengan skuad level atas. Ujian sesungguhnya Il Mio Calcio akan datang saat Juve menghadapi kekuatan besar Eropa seperti FC Barcelona di Allianz Stadium dini hari nanti. (Siaran langsung SCTV / Champions TV 2 pukul 03.00 WIB).

"Apapun yang terjadi (Ronaldo bisa turun atau tidak, Red), kami sudah mengerti apa yang harus kami lakukan. Juve harus menunjukkan permainan terbaik mereka," ujar Pirlo dalam jumpa pers di JTC Continassa tadi malam kepada Tutto Juve.

Menurut pria berusia 41 tahun itu, melawan Barca dan head-to-head Dengan penyerang seperti Lionel Messi merupakan pertandingan penting karena filosofinya yang masih setua jagung. & # 39; & # 39; Ini bukan pertandingan penentuan turnamen. Tapi, ini adalah pertandingan yang menentukan seberapa besar kami mencetak gol, ”lanjut Pirlo.

Dari Barca, handicap yang dibawa skuat Ronald Koeman sama krusialnya dengan Juve minus Ronaldo. Yakni, Real Madrid hanya dipermalukan 1-3 pada El Clasico di La Liga (24/10). Ditambah statistik Messi yang selalu frustasi setiap berlaga di kandang Juve di ajang Liga Champions.

Di kaki kedua Perempat final 2016-2017 dan fase grup pada musim berikutnya, La Pulga gagal mencetak gol. Total, dalam tujuh laga tandang Barca di Eropa dalam dua musim terakhir, praktis Messi baru bisa dua kali mencatatkan namanya di papan skor.

PRATINJAU Bayern vs Atletico: Menunggu Dendam Luis Suarez

PRATINJAU Bayern vs Atletico: Menunggu Dendam Luis Suarez

JawaPos.com – Robert Lewandowski hampir menghapus semuanya menghadiahkan pribadi tahun ini. Tanpa Sepatu Emas Eropa, dia sudah berstatus pencetak gol terbanyak Bundesliga, DFB-Pokal, dan Liga Champions musim lalu.

Akhirnya, Lewy dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Pria UEFA.

Setelah musim berganti, perburuan rekor bomber Bayern Munich tak berhenti. Lawan Atletico Madrid (ATM) di Allianz Arena pada dini hari (Siaran langsung Champions TV 1 pukul 02.00 WIB), Lewy mengincar rekor pemain yang selalu mencetak gol dalam sepuluh pertandingan berturut-turut di fase grup Liga Champions.

Garis tujuan bomber 32 tahun dimulai dari Hari pertandingan ketiga 2018–2019 melawan AEK Athens ke quat-trick melawan Crvena zvezda musim lalu. Hal itu membuat Lewy bersanding dengan Cristiano Ronaldo yang melakukannya pada periode 2012–2013 hingga 2014–2015 saat masih membela Real Madrid.

"Akan sangat istimewa bisa memulai pertandingan pertama sebagai juara bertahan (Liga Champions, Red) dan bermain di sini (Allianz Arena, Red) mencetak gol," ucap Lewy seperti dilansir DPA.

Naluri gol torjaegerkannone Bundesliga selama tiga musim terakhir didukung oleh produktivitasnya yang tinggi. Dalam dua spieltag.dll terakhir, Lewy memborong enam dari delapan gol Bayern

"Sangat sulit untuk mencegahnya (mencetak gol, Red) saat ini," ujar Thomas Mueller, tandem Lewy di Bayern.

Rekor Lewy sebagai raja gol di fase grup Liga Champions menjadi pembeda dengan bomber baru Atletico musim ini, Luis Suarez. Sepanjang 60 penampilan di Liga Champions, rekor gol beruntun penyisihan grup terlama Suarez hanya bertahan empat pertandingan berturut-turut.

Meski begitu, di hadapan Lewy, Suarez tetap menjadi salah satu pelaku bom atom terbaik di dunia. El Pistolero sudah mengoleksi tiga gol dalam empat penampilan pertamanya untuk Atletico. Lumayan untuk penyerang berusia 33 tahun itu.

Di Allianz Arena, Suarez menghadapi tantangan mencetak gol di kandang lawan. Sejak membobol gawang AS Roma di Stadio Olimpico pada edisi 2015-2016, Suarez tidak pernah mencetak gol tandang dalam 22 kunjungan. Semuanya terjadi saat dia mengenakan FC Barcelona.

Dengan jersey Barca pun, musim lalu Suarez merasakan pahitnya dihancurkan Bayern di babak perempat final Liga Champions. Skor sangat bersih: 2-8. Media Catalan salah satunya kanal Noticias FC Barcelona mengklaim bahwa di hati Suarez masih ada bara api untuk membalas kekalahan memalukan tersebut. "Meski telah membela klub selain Barca, namun ambisi revans masih membara," tulis FC Barcelona Noticias.

& # 39; & # 39; Mereka (Bayern) adalah juara Liga Champions dan klub yang sangat tangguh. “Bisa mengalahkan mereka tentu menjadi tantangan sekaligus kebanggaan,” jelas Suarez El Pais.

PRATINJAU Milan Derby: Duel Raja Tua versus Raja Baru

PRATINJAU Milan Derby: Duel Raja Tua versus Raja Baru

JawaPos.com – Kedua striker tinggi besar dan kokoh. Kemudian, mereka memiliki produktivitas yang tinggi, salah satunya dibuktikan dengan predikat pencetak gol terbanyak sepanjang masa di negaranya masing-masing.

Mereka adalah bomber Inter Milan asal Belgia Romelu Lukaku dan bomber AC Milan asal Swedia Zlatan Ibrahimovic.

Head-to-head Lukaku dan Ibra Deep Derby della Madonnina edisi ke-297 di Stadio Giuseppe Meazza malam ini (Siaran langsung RCTI / Mola TV pukul 23.00 WIB) semoga bisa semenarik pertemuan sebelumnya.

Di edisi pertama bentrokan tajam derby Milan (10/2), Lukaku dan Ibra bisa dibilang sama kuat. Ibra mencetak 1 gol (sundulan) dan 1 membantu, sedangkan Lukaku hanya mencetak 1 gol (juga sundulan). Namun, Lukaku mampu membantu Nerazzurri mengalahkan Rossoneri 4-2.

Lukaku juga mencetak gol dalam debut derby Milan atau seterusnya giornata keempat di Serie A musim lalu (22/9/2019). Sekali lagi dengan sebuah header. Selain memiliki statistik sempurna dalam derby Milan (2 laga, 2 gol), penyerang berusia 27 tahun itu sesumbar bahwa dirinya adalah raja (gol) masa depan di Derby della Madonnina.

Hanya, dalam derby Milan pertama Lukaku, Ibra belum bergabung dengan Rossoneri. Ibra baru menduduki Milanello pada paruh kedua musim lalu atau per 8 Januari. Untuk urusan statistik di derby Milan, Ibra tak kalah berkelas. Apalagi sebagai penggawa Rossoneri. Lima kali, striker berjuluk Ibrakadabra itu mencetak lima gol.

& # 39; & # 39; Lukaku boleh jadi mengklaim sebagai raja masa depan (di derby Milan, Red). Tapi, dia harus membuktikan dia bisa mengungguli raja lama (Ibra, Red), ”tulis Forza Sepak Bola Italia.

Kapan head-to-head Pertama, Lukaku juga mendapatkan keuntungan dari performa stabil Nerazzurri bersama allenatore Antonio Conte. Kemenangan dalam derby Milan saat itu membuat Nerazzurri memenangkan capolista. Sebaliknya, Rossoneri justru terdampar di urutan 10.

Untuk laga malam ini, kondisi kedua tim relatif seimbang. Skuad Stefano Pioli sepertinya tengah berbulan madu karena berhasil melenyapkan tiga giornata. Mencetak tujuh gol dan tak pernah kebobolan gol Gianluigi Donnarumma. Alessio Romagnoli dkk juga positif sejak musim lalu, tak terkalahkan dalam 19 pertandingan.

“Memiliki seorang striker (Ibra) yang sangat berpengalaman dalam derby dan dalam kondisi yang baik (tidak terlibat dalam agenda internasional) akan sangat membantu kami,” kata Gigio – panggilan akrab Donnarumma – kepada La Gazzetta dello Sport.

"Bantuan itu akan sangat berharga," kata penjaga gawang nomor satu timnas Italia itu. Di sisi lain, Lukaku selalu bermain penuh dalam dua pertandingan melawan Belgia di UEFA Nations League 2020-2021.

Meski begitu, torehan tiga gol ke gawang Inggris dan Denmark, tampaknya bisa menghapus kelelahan striker yang akrab disapa Big Rom itu.

Namun, seolah itu jawaban klise Lukaku, memberikan kemenangan kepada tim lebih penting daripada urusan pribadi mencetak gol. "Target prioritas Inter musim ini adalah merebut Scudetto, artinya mengamankan poin penuh dalam derby merupakan bagian dari upaya memenuhi target," kata Lukaku seperti diberitakan. Sepak Bola Italia.

PRATINJAU Leeds vs Man City: Bielsa dan Pep Guardiola dengan cerdik

PRATINJAU Leeds vs Man City: Bielsa dan Pep Guardiola dengan cerdik

JawaPos.com – Ibarat murid, Pep Guardiola hampir selalu mendapat nilai "A" dari gurunya, Marcelo Bielsa. Tiga pertemuan melawan El Loco, julukan Marcelo Bielsa, Pep membukukan dua kemenangan dan satu hasil imbang.

Semuanya terjadi di Spanyol pada musim 2011-2012. Yakni, saat Pep menjalani musim terakhirnya bersama FC Barcelona dan masih berstatus Bielsa entrenador Athletic Bilbao. Pep menang di babak ke-31 La Liga di Camp Nou (2-0) dan di final Copa del Rey (3-0). Satu hasil imbang (2-2) di putaran ke-12 La Liga terjadi di San Mames.

Malamnya, Pep punya kesempatan lagi untuk bersaing secara taktis dengan mentornya. Di tim yang berbeda dan kompetisi yang berbeda. Di Elland Road, Pep bersama Manchester City akan menantang Leeds United dari Bielsa (Siaran langsung Mola TV / NET TV pukul 23.30 WIB).

Sama seperti di Spanyol, skuad Pep di atas kertas lebih baik dari tim yang dimiliki Bielsa. Namun, performa Si Putih – sebutan Leeds United – sedang naik daun dengan meraih dua kemenangan matchweek terakhir setelah kalah dari juara bertahan Liverpool FC di pertandingan pertama (12/9).

Berbeda dengan Pep, kelemahan City justru dieksploitasi setelah dihancurkan Leicester City 2-5 di kandang sendiri, Stadion Etihad, pekan lalu (27/9).

Namun, untuk Sky Sports, Bielsa mengatakan bahwa Pep akan menunjukkan permainan City yang sesungguhnya malam ini. & # 39; & # 39; Dia (Pep) adalah pelatih yang imajinatif. Dia pelatih yang selalu bisa langsung menciptakan solusi atas setiap masalah yang dihadapinya, ”ucap pelatih dengan ciri khas duduk di ember sambil mendampingi timnya.

Pria 65 tahun asal Rosario, Argentina itu menambahkan, Pep sudah menyiapkan antisipasi untuk Si Putih. gaya permainan. Yakni, kecepatan dan build-up serangan dari belakang. Bola-bola panjang yang langsung dilemparkan ke pertahanan lawan dalam skema serangan balik cepat telah menghasilkan 8 gol.

Sebuah langkah yang bisa merepotkan City meski The Citizens punya bek baru, Ruben Dias. Bek asal Portugal berusia 23 tahun yang berasal dari SL Benfica dengan nilai transfer GBP 62,1 juta (Rp 1,19 triliun) itu berpeluang melakukan debutnya. BBC Sport Pandit Ian Wright berpendapat tentang hal ini.

“Jika melihat pertandingan sebelumnya, City berada dalam situasi rapuh dan Leeds bergerak seperti Godzilla. Saya ingin tahu tentang apa yang akan dilakukan Pep, "kata Wright.

Di konferensi pers pra-pertandingan di Etihad Stadium tadi malam, Pep mengatakan bahwa setiap pelatih yang menghadapi Bielsa akan sangat diuntungkan dari segi pemahaman taktis.

"Levelnya (Bielsa) jauh (di atas)." Dia seperti hadiah terbesar untuk sepak bola Liga Premier, "kata pelatih yang telah menjalani musim kelimanya bersama City. Berita Malam Manchester.

PRATINJAU Liverpool vs Arsenal: Misi untuk Memecahkan Rekor Tiga Kemenangan

PRATINJAU Liverpool vs Arsenal: Misi untuk Memecahkan Rekor Tiga Kemenangan

JawaPos.com – Liverpool FC telah menghentikan "kutukan" tidak pernah memenangkan Liga Premier musim lalu. Di awal musim ini, ada satu lagi kutukan yang dihadapi The Reds. Yakni, sang juara bertahan & # 39; klub berhasil mencatat rekor sempurna dalam tiga pertandingan matchweek pertama.

Liverpool telah melewati Leeds United di Anfield (13/9) dan Chelsea di Stamford Bridge (21/9) dengan kemenangan 4-3 dan 2-0 masing-masing. Tantangan berikutnya bagi skuad Juergen Klopp adalah Arsenal pada dini hari (Siaran langsung Mola TV pukul 02.00 WIB).

Meski berlangsung di Anfield, tak mudah bagi Liverpool mengatasi perlawanan Arsenal yang juga sempurna di dua laga. matchweek sebelumnya. Menang 3-0 di kandang melawan Fulham FC (13/9) dan mengalahkan West Ham 2-1 di Emirates Stadium.

Tantangan lain bagi Liverpool adalah The Gunners & # 39; status sebagai satu-satunya tim yang telah mengalahkan Liverpool dua kali dalam 100 hari terakhir. Masing-masing di matchweek ke-35 Liga Premier musim lalu di Emirates Stadium (menang 2-1) dan kemudian di Community Shield (29/8) melalui adu penalti 5-4. "Ini kesempatan kami untuk merespons," ujar Klopp kepada Liverpool Echo kemarin (27/9).

Hampir lima tahun bekerja bersama Liverpool, Klopp bahkan belum pernah kalah tiga kali berturut-turut oleh pelatih atau klub yang sama. Klopp tidak mengharapkan Mikel Arteta, ahli siasat Arsenal, yang baru saja melakukan debut kepelatihan pada paruh kedua musim lalu, akan menjadi biang keladinya.

"Sebelumnya (dua kekalahan, Red) bukanlah kami yang sebenarnya dan saya pikir mereka (Arsenal) tahu permainan akan berbeda," kata Klopp.

Kata-kata pelatih Jerman itu benar adanya. Kekalahan musim lalu, misalnya, terjadi karena Virgil van Dijk dkk tidak punya minat sama sekali. Liverpool telah mengunci gelar matchweek Posisi ke-31 setelah kekalahan rival terdekat mereka, Manchester City, oleh Chelsea.

Karena itu, dalam tujuh matchweek Terakhir, Liverpool bisa kehilangan delapan poin.

Begitu pula dengan kekalahan di Community Shield yang diklaim Klopp karena Liverpool masih dalam ritme pramusim. Padahal, pada laga di Stadion Wembley, Liverpool tampil dengan komposisi starting XI terbaiknya.

Tadi malam, kabar buruk datang dari Melwood. Kiper utama Alisson Becker dan gelandang baru Thiago Alcantara diragukan tampil saat melawan Arsenal karena cedera. Itu tidak disebut cedera apapun. Namun, Alisson dan Thiago absen pada sesi latihan akhir pekan.

Bola kini ada di tangan Arteta. Pelatih berjuluk Mister itu bisa termotivasi menjadi pelatih Arsenal pertama yang mengalahkan Anfield dalam lawatan pertamanya sejak Tom Whittaker pada Desember 1947. Sebagai catatan, Anfield di era Klopp hanya "ketinggalan" tiga kali imbang dalam 40 pertandingan kandang berturut-turut.

Kepada Evening Standard, Arteta menyebut pengurangan Liverpool hanya bisa dilakukan jika timnya menerapkan taktik dengan rapi dan benar. "Ini akan menjadi seperti ombak cepat yang tidak akan memberi kami banyak waktu untuk bernafas," kata pelatih dengan statistik 20 kemenangan, 6 seri, dan 6 kekalahan dengan Arsenal sejak 20 Desember 2019.

PRATINJAU Leicester City vs Arsenal: Duel Seru Pelatih Anggaran Rendah

PRATINJAU Leicester City vs Arsenal: Duel Seru Pelatih Anggaran Rendah

JawaPos.com – Liga Premier 2020-2021 hanya tinggal dua kali matchweek. Leicester City dan Arsenal termasuk di antara empat tim yang mencetak poin sempurna. Meski tak bisa dijadikan acuan hasil di akhir musim, The Foxes dan The Gunners sudah menunjukkan bahwa uang bukanlah segalanya.

Ya, The Foxes dan The Gunners bukanlah klub yang memiliki tradisi mengeluarkan uang dalam jumlah besar di setiap bursa transfer. Leicester City, misalnya, hanya menghabiskan GBP 24,3 juta (Rp 461,5 miliar). Pengeluaran terendah sejak memenangkan Liga Premier 2015-2016.

Bahkan, The Foxes meraih banyak uang dari penjualan bek kiri Ben Chilwell ke Chelsea dan bek tengah Harry Maguire ke Manchester United musim lalu.

Kuartal tiga uang. Arsenal sejauh ini baru menghabiskan GBP 32,4 juta (Rp 614,9 miliar). Setelah era Arsene Wenger, ini adalah pertama kalinya The Gunners menghabiskan di bawah GBP 40 juta (Rp 757,2 miliar) musim panas ini.

Oleh karena itu, duel babak ketiga Piala Liga (Piala EFL atau Piala Carabao) di Stadion King Power pada dini hari esok (24/9) memberikan pekerjaan yang sulit bagi Brendan Rodgers. ahli siasat Leicester City dan Mikel Arteta (pelatih Arsenal).

Masing-masing dituntut untuk merumuskan skuad yang tetap kompetitif meski tidak berada di arena utama. Siapa yang lebih efektif pada pertandingan besok? (Siaran langsung Mola TV pukul 01.45 WIB).

Rodgers yang hanya mendapat dua pemain dari Serie A, bek kanan Timothy Castagne (eks Atalanta BC) dan pemain sayap Cengiz Under (pinjaman dari AS Roma), mengaku sudah terbiasa dengan minimnya kedalaman skuat.

"Kami akan mengambil pengalaman dari musim sebelumnya karena itu adalah pengalaman yang memperkaya kami," ucap pria asal Irlandia Utara itu kepada Leicester Mercury.

& # 39; & # 39; Saya selalu suka bekerja dengan skuad yang minim. Jadi, pemain menyadari peluangnya bermain masih besar, ”imbuh eks pelatih Liverpool FC itu.

Arteta, yang memenangkan Piala FA musim lalu dan Community Shield di awal musim, lebih beruntung. Meski tidak mengeluarkan banyak uang, Arsenal mendapat lebih banyak rekrutan dari Rodgers.

Dua pemain baru Gunners juga memberikan kontribusi nyata. Yaitu, pemain sayap Willian dan bek tengah Gabriel Magalhaes.

Willian mengumpulkan dua membantu dari dua matchweek, sementara Gabriel berhasil mencatatkan namanya di papan skor sekali. Penandatanganan baru ketiga adalah kiper Runar Alex Runnarsson. Eks kiper Dijon FCO ini diresmikan kemarin (22/9).

Pandit Sky Sports yang dikatakan mantan kapten Manchester United Gary Neville, Arteta adalah satu-satunya pelatih di antara klub Liga Premier yang melebihi banyak harapan.

Arteta disebut sebagai kesuksesan Neville menjadikan Arsenal tim yang kebobolan satu masa di Liga Inggris untuk tim yang sudah bermain di dua tim. matchweek. "Saya yakin Arteta akan membuat timnya semakin sulit dikalahkan musim ini," kata Neville.

PRATINJAU: Liverpool vs Leeds United, Misi Bielsa untuk Menaklukkan Anfield

PRATINJAU: Liverpool vs Leeds United, Misi Bielsa untuk Menaklukkan Anfield

JawaPos.com – Pepatah bertahan lebih sulit daripada menang seperti yang dirasakan Liverpool FC di Premier League 2020-2021. Apalagi, ada motivasi yang akan dibawa lawan-lawan Liverpool musim ini. Yakni, mengalahkan The Reds. Terutama di Anfield.

"Kami dan 18 klub lain harus memiliki misi yang sama saat menghadapi mereka (Liverpool). Mengalahkan mereka, terutama di Anfield," kata Liam Cooper, kapten dan bek tengah Leeds United, di situs resmi klub.

Cooper dan klubnya sudah memiliki kesempatan di pekan pertandingan perdana musim ini. Leeds United akan menghadapi Liverpool di Anfield malam ini (Siaran langsung Mola TV pukul 23.30 WIB). Meski sempat dipromosikan, Si Putih bersama pelatih ternama dan berpengalaman seperti Marcelo Bielsa menjadi kandidat yang cukup menyulitkan The Reds.

"Mentalitas (Leeds) mereka akan meningkat 10 persen untuk mempermalukan kami," katanya fullback Hak Liverpool atas Trent Alexander-Arnold Sky Sports.

Pemain yang biasanya tertulis namanya TAA ini paham karena itulah mentalitas klub di awal setiap musim. Yakni, mengalahkan sang juara bertahan.

"Sama seperti saat kami menganggap (Manchester) City sebagai tim yang harus dikalahkan dalam dua musim terakhir," imbuh Pemain Muda Terbaik Premier League 2019-2020.

Terakhir kali Liverpool kalah di Anfield adalah tiga musim lalu. Yakni, ketika Crystal Palace mencuri tiga poin berkat kemenangan 2-1 pada 24 April 2017. Dan, hanya dua tim lain yang mampu melakukannya di era pelatih Juergen Klopp. Swansea City (3-2 pada 21 Januari 2017) dan Manchester United (1-0 pada 17 Januari 2016).

Dalam sejarah Liga Inggris, Liverpool tidak pernah kehilangan tiga poin di awal pekan pertandingan. Terakhir kali ini terjadi pada era Divisi Satu 1984–1985. Liverpool ditahan 3-3 oleh tuan rumah Norwich City.

Meski begitu, ada memori yang harus diperhatikan Liverpool. Yakni, on matchweek yang pertama di musim 2016-2017 ketika juara bertahan Leicester City dikalahkan 1-2 oleh juara Championship Hull City. Hanya, pertandingan berlangsung di kandang Hull City.

Salah satu keunggulan yang tercermin dari performa Leeds United musim lalu adalah mentalitas selalu ingin menang di kandang lawan. Dari 23 laga tandang, los blancos menang 13 kali dan jumlah kekalahan hanya 6 kali.

Pernyataan Bielsa seolah menegaskan bahwa Leeds United tak takut bermain di Anfield. "Anfield hanyalah Anfield. Tentang itu (ajaib Anfield, Red) hanya terjadi saat stadion penuh," kata Bielsa. Sky Sports.

Saat masih dalam pandemi Covid-19, pertandingan Liga Inggris musim ini masih berjalan tanpa penonton seperti saat ini. mengulang kembali musim terakhir.

Taktik bentrok dengan Bielsa yang merupakan debutan Premier League menarik perhatian Klopp. Kepada BBC Radio 5 Live, Klopp mengantisipasi "ledakan" The Whites kembali ke Liga Premier setelah 16 tahun.

"Mereka memiliki pelatih kelas dunia dan saya pikir ini akan menjadi pertandingan bersejarah bagi mereka yang akan sulit kami selesaikan," kata pelatih terbaik di dunia (Pelatih Pria Terbaik FIFA 2019).