Tag Archives: Penalti

Meski diberikan setelah peluit akhir, penalti United masih legal

Meski diberikan setelah peluit akhir, penalti United masih legal

JawaPos.com-Kemenangan dramatis diraih Manchester United pada lanjutan Liga Inggris 2020-2021. Menghadapi tuan rumah Brighton & Hove Albion di Stadion Komunitas American Express, United menang 3-2.

Gol kemenangan United terjadi dengan gaya & # 39; luar biasa & # 39; fashion dan momen. Padahal, wasit Chris Kavanagh sempat meniup peluit tanda pertandingan usai.

Namun wasit mendapat informasi dari ruang VAR dan akhirnya berhasil ulasan. Hasilnya, ternyata, adalah Neal Maupay dari Brighton bola tangan setelah Harry Maguire menuju ke gawang.

Wasit kemudian memberikan penalti. Gelandang Bruno Fernandes mengeksekusinya dengan sempurna. United menang 3-2. Pertandingan segera berakhir.

Berdasarkan pedoman VAR yang dikeluarkan oleh pasal 8.13 FIFA, sanksi yang diberikan kepada United memang sah. Karena, insiden bola tangan dari Maupay itu terjadi ketika wasit tidak membesar-besarkan permainan.

VAR berfungsi seperti asisten wasit. Jadi, mereka memberikan masukan kepada wasit di lapangan apa yang bisa dilakukan dan keputusan apa yang harus diambil.

"Jika itu terjadi setelah peluit akhir, maka wasit tidak mungkin melakukannya ulasan. Itu adalah hal mendasar dalam aturan ini, "kata Neil Swarbrick, mantan wasit yang kini menangani VAR Premier League. Cermin Irlandia.

Brighton membuka skor pada pertandingan tersebut dengan penalti ala panen Maupay di menit ke-40. United berbalik memimpin 2-1 melalui Gol bunuh diri bek Brighton Lewis Dunk pada menit ke-43 dan gol bunuh diri Marcus Rashford pada menit ke-55.

Secara dramatis, Brighton menyamakan kedudukan 2-2 di menit kelima perpanjangan waktu babak kedua dengan sundulan Solly March. Namun, Bruno Fernandes & # 39; Penalti menyelamatkan Brighton dengan satu poin.

Tambahan tiga poin menempatkan United di peringkat 13 klasemen Liga Inggris. Setan Merah meraih satu kemenangan dan satu kekalahan.

Kalau Manchester United Disebut Penalti FC, Memangnya Kenapa?

Kalau Manchester United Disebut Penalti FC, Memangnya Kenapa?

JawaPos.com – Penalti FC. Begitu ramai netizen di media sosial menyoroti penalti yang didapatkan Manchester United ketika mengalahkan Copenhagen 1-0. Apalagi, gol tunggal Bruno Fernandes itu jadi penentu lolos ke semifinal Europa League.

Pertanyaannya, apakah layak musim ini Manchester United disebut sebagai penalti FC? kalau melihat fakta yang ada, mereka layak. Masalahnya, kenapa mereka bisa mendapatkan begitu banyak penalti pada musim ini?

Ya, musim ini, ada 21 kali Manchester United mendapatkan penalti di semua ajang yang mereka ikuti. Paling banyak di antara seluruh klub di liga elite Eropa. Selain itu, mereka mencatat sekitar 15 persen gol penalti dari total 110 gol musim ini.

Di Premier League, Manchester United memimpin dalam jumlah perolehan penalti dengan 14 kali dan 10 di antaranya menghasilkan gol. Tetangganya yang berisik, Manchester City, berada di posisi kedua dengan 11 kali penalti.

Bruno Fernandes menjadi sang eksekutor utama. Sejak bergabung ke Manchester United pada Januari lalu, dia telah mencetak 11 gol. Nah, tujuh di antaranya dicetak bintang asal Portugal tersebut dari titik penalti.

Apabila situasi itu ini terjadi sebelum era VAR, bisa jadi kontroversinya akan lebih sengit terjadi. Perdebatan akan sah atau tidaknya penalti-penalti yang didapatkan tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu bakal sangat ramai.

Kenyataannya, sekarang ada VAR. Insiden yang terjadi di lapangan sudah melalui proses cek. Sehingga bisa dibilang, penalti itu layak mereka dapatkan. Ini kasus yang berbeda dengan penalti di Liga 2 Indonesia, Bung.

Jauh sebelum sebutan Penalti FC ini diberikan ke Manchester City. Jauh sebelum media sosial begitu riuh. Saya jadi ingat akan tim di Liga Indonesia yang disebut sebagai penalti FC. Raja penalti, Raja kandang. Klub itu adalah: Deltras Sidoarjo.

Pada 2010, saya sudah lupa jumlah pastinya. Namun, bagi para penonton dan peliput pertandingan Deltras di Gelora Delta, Sidoarjo, biasanya paham. Deltras tidak bisa dikalahkan di kandang. Dan, pada akhirnya akan ada penalti yang dihadiahkan kepada Deltras.

Fakta yang saya tulis di atas bukan membandingkan. Hanya menjelaskan soal ada klub di Indonesia yang pernah dapat julukan serupa, tapi dengan cara yang berbeda. Tentu berbeda dengan kualitas wasit dan teknologi VAR.

Terlepas dari jumlah, kenapa kok Manchester United begitu sering mendapatkan penalti pada musim ini? Tidak mudah menjelaskan fenomena ini. Namun, gaya bermain dan pergerakan dari para pemain depan Manchester United bisa jadi menentukan.

Manchester United memilih Marcus Rashford dan Anthony Martial yang mengandalkan kecepatan. Jadi, tidak serta-merta dituding mereka doyan diving. Gaya mereka tentu saja berbeda dengan Filippo Inzaghi di masa silam, yang bikin geregetan lawan.

Pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer dalam wawancaranya mengatakan bahwa tipe pemain yang dimilikinya memang membuat rentan dilanggar. ”Mereka memiliki kaki yang cepat dan skill yang bagus,” katanya sebagaimana dikutip Independent.

Bahkan, Solskjaer mengatakan, dari sebagian besar penalti yang mereka dapatkan, tidak perlu diperdebatkan lagi. Sebab, memang begitu kenyataannya. Taktik yang diterapkan mantan striker Manchester United itu juga bisa menjadi penyebab banyaknya penalti yang didapatkan.

Ulasan dari koresponden Independent, Mark Critchley, menghadirkan fakta yang menarik soal bagaimana gaya bermain Manchester United sejak era Solskjaer dan hadiah penalti. Perbandingannya dengan era Jose Mourinho.

Pada musim lalu, 15 kali Manchester United mendapatkan penalti. Pada awal musim ditangani Jose Mourinho, klub berjuluk Setan Merah itu mendapatkan enam kali penalti. Begitu di tangan Solskjaer, bertambah sembilan kali penalti.

Jadi, menurut saya, kalau ada yang menyebut Manchester United sebagai penalti FC pada musim ini, tidak keliru. Kenyataannya, angka penalti yang mereka dapatkan memang paling tinggi. Lagipula penalti bagian dari permainan, apa salahnya?