Tag Archives: Musim

Messi menegaskan, musim depan akan banyak masalah di Barcelona

Messi menegaskan, musim depan akan banyak masalah di Barcelona

JawaPos.com – Bintang mega Lionel Messi dipastikan bertahan di Barcelona hingga kompetisi musim depan. Messi memilih bertahan meski kecewa dengan manajemen klub.

Namun, dengan bertahannya La Pulga, tim yang bermarkas di Camp Nou itu harus menghadapi sejumlah masalah musim ini. Dilansir dari Marca, setidaknya ada empat masalah besar yang harus dihadapi Barcelona musim ini setelah Messi memilih bertahan.

Pertama, masalah keuangan. Di tengah pandemi Covid-19, klub-klub di seluruh dunia harus berhemat. Dan Barcelona tentunya harus mengeluarkan banyak uang lagi untuk membayar gaji Messi. Barcelona harus merogoh kocek minimal EUR 100 juta atau setara Rp 1,75 triliun untuk membayar gaji Messi.

Rencana Barcelona mendatangkan Lautaro Martinez, Georginio Wijnaldum dan Memphis Depay terancam batal. Pasalnya, Barcelona tidak menjual Messi, rencananya dari uang penjualan Messi akan dibelanjakan oleh beberapa pemain yang berhubungan dengan Barcelona.

Kedua, akan ada konflik internal. Messi terang-terangan menilai manajemen Barcelona, ​​terutama Presiden Josep Maria Bartomeu, yang dianggapnya tak menepati janji. Dengan hubungan yang kurang harmonis ini bisa mengganggu persiapan Barcelona.

Ketiga, pendukung bisa terpecah. Drama Messi bersama Barcelona memecah belah pendukung Azulgrana. Sebagian mendukung Messi dan sebagian lagi membela klub. Situasi itu juga bisa menjadi masalah bagi klub.

Berikutnya adalah suasana di ruang ganti. Konflik di ruang ganti Barcelona juga bisa terjadi musim ini. Apalagi setelah pelatih baru Ronald Koeman sebelumnya mengatakan, kekuatan Messi di skuat Barcelona sudah berakhir.

Hubungan antara pelatih dan kapten akan menjadi kunci untuk menentukan bagaimana musim 2020/21 berjalan dengan baik untuk Barcelona.

Kabarnya, Manchester City menawari Messi kontrak tiga musim

Kabarnya, Manchester City menawari Messi kontrak tiga musim

JawaPos.com – Manchester City siap menawarkan kontrak tiga musim untuk Lionel Messi jika sang pemain memang hengkang dari Barcelona. Surat kabar olahraga yang berbasis di Madrid, Marca melaporkan.

Manchester City diklaim sebagai pelabuhan terbaik Messi. Pasalnya, hubungan La Pulga dengan manajer City Pep Guardiola sangat erat. Selain itu, City memiliki teman dekat Messi di timnas Argentina, Sergio Aguero.

  • Baca juga: Keinginan Messi Hengkang, Ibarat Gempa di Dunia Sepak Bola

Messi telah bersinar saat dilatih Guardiola saat berada di Barcelona pada periode 2008 hingga 2012. Mereka adalah sahabat yang sangat bersahabat baik di dalam maupun di luar lapangan.

Marca juga mengabarkan City bakal aktif di bursa transfer jika Messi bebas. Selain City, Messi juga dikaitkan dengan raksasa Serie A, Inter Milan. Namun, kabar yang beredar, Messi tidak tertarik dengan proyek yang dibangun Inter.

  • Baca juga: Alasan Lionel Messi Ingin Tinggalkan Barcelona

Sementara itu, klub kaya Prancis Paris Saint-Germain juga jadi pilihan menarik. Namun, PSG terkendala gaji Messi yang tinggi. Pasalnya, klub Paris tersebut sudah memiliki dua pemain dengan gaji selangit, yakni Neymar, Kylian Mbappe. Itu ditambahkan dengan Angel Di Maria.

Manchester United dan klub masa kecilnya di Argentina Newell's Old Boys juga disebut-sebut sebagai pelabuhan Messi. Namun, Marca mengatakan Messi tidak mungkin sampai di sana.

Antonio Conte: Saya tidak yakin masih menjadi Pelatih Inter musim depan

Antonio Conte: Saya tidak yakin masih menjadi Pelatih Inter musim depan

JawaPos.com-Pelatih Inter Milan Antonio Conte mengeluarkan pernyataan mengejutkan usai final Liga Europa 2020.

Untuk Sky Sport Italia, Conte mengakui masa depannya di Inter masih belum pasti. "Saya tidak yakin apakah saya masih menjadi pelatih Inter musim depan," kata Conte.

Inter mengalami kekalahan telak di final di RheinEnergieStadion, Cologne. Unggul lebih dulu di menit ke-5 lewat penalti Romelu Lukaku, Inter akhirnya tumbang dengan skor 2-3.

Ironisnya, gol kemenangan Sevilla datang melalui gol bunuh diri Lukaku pada menit ke-74.

Sevilla mencetak dua gol lagi melalui striker Belanda Luuk de Jong pada menit ke-12 dan 33. Gol Inter lainnya dicetak oleh bek Diego Godin pada menit ke-36.

“Bertemu Steven (Zhang, Presiden Inter)? Kami akan kembali ke Milan dulu dengan kepala dingin dan kami akan berbicara. Kami akan mengevaluasi musim ini dan mencoba merencanakan masa depan. Dengan atau tanpa saya, "tambah Conte.

Steven Zhang sendiri mengatakan bahwa menang atau kalah adalah bagian dari sepakbola. Namun, mencapai final Liga Europa 2020 adalah hal yang sangat positif. Ini meningkatkan tingkat optimisme dalam diri Inter.

  • Baca Juga: Dramatis, Sevilla Jadi Juara Liga Europa 2020

Lolos ke final Liga Europa adalah yang pertama bagi Inter di kompetisi Eropa dalam satu dekade. Sebelumnya, Inter berlaga di final Liga Champions 2009-2010. Saat itu, Inter mengalahkan Bayern Munich dengan skor 2-0.

Gelandang Sevilla Fernando (tengah) mengangkat trofi Liga Europa. (Lars Baron / POOL / AFP)

"Jika Anda melihat seluruh musim, saya pikir ini adalah hasil yang sangat positif. Kami mencapai final dan hampir memenangkan pertandingan. Beberapa tahun lalu, kami bahkan tidak dapat membayangkan ini bisa terjadi," kata Zhang. Sky Sport Italia.

Zhang membalas secara diplomatis tentang masa depan Conte di Inter. “Pelatih dan para pemain melakukan pekerjaan yang sangat bagus. Kami akan segera susun rencana demi rencana ke depannya, ”ujarnya.

[VIDEO] Mengenang Musim Terbaik Daniel Sturridge Di Liverpool

Daniel Sturridge Liverpool

Sepakbola.com, Liverpool – Daniel Sturridge tak akan bermain lagi untuk Liverpool musim depan. Sejatinya dia pernah menjadi salah satu pemain terbaik The Reds. Mari kita ingat musim terbaiknya bersama Raksasa Merseyside.

Sturridge telah menjadi salah satu pemain paling beruntung di Premier League, tapi waktu terbaiknya sebagai pesepakbola adalah bersama Liverpool.

Sejak lulus dari akademi Manchester City, pemain asal Inggris ini dengan cepat membuat penampilan impresif.

Talentanya seolah akan terus terlihat sepanjang kariernya, tapi dia tidak benar-benar mampu mencapai level terbaiknya.

Musim terbaik Sturridge sejauh ini adalah bersama Liverpool, klub yang ia tinggalkan di musim panas ini setelah enam tahun bernaung di Anfield.

Adalah musim pertama Sturridge dengan kostum Si Merah, dia menjadi partner ideal untuk Luis Suarez. Di musim 2013-14 season, Liverpool nyaris keluar sebagai juara Premier League.

Suarez sangat nyaman berduet dengan Sturridge. Striker Uruguay itu mencetak 31 gol dan 14 assist dalam 37 pertandingan. Sedangkan Sturridge punya 24 gol dan tujuh assist dari 33 pertandingan.

Pada era itu Sturrige adalah striker terbaik yang dimiliki Inggris, karena cepat, tajam, cerdik, dan bisa mencetak segala jenis gol.

Setelah mengumumkan akan meninggalkan Liverpool usai mengangkat trofi Liga Champions, belum diektahui kemana Sturridge akan melangkah selanjutnya. Sejumlah laporan menyebut pemain 29 tahun itu akan melanjutkan karier di Major League Soccer (MLS).

The post [VIDEO] Mengenang Musim Terbaik Daniel Sturridge Di Liverpool appeared first on Berita Bola, Livescore, Jadwal & Cuplikan GOL!.

3 Pemain Muda Arsenal Yang Bisa Mencuri Panggung Musim Depan

Sepakbola.com – Musim ini tidak sesuai dengan harapan Arsenal dan penggemar mereka, terutama setelah pergantian manajemen dan tambahan beberapa pemain. Akhirnya yang mengecewakan, mereka finis di urutan kelima dan kalah di final Liga Europa. Berarti tidak ada Liga Champions untuk Arsenal musim depan.

Hasil musim 2018-2019 menunjukkan Arsenal butuh perombakan besar, sementara itu beberapa pemain sudah melewati masa jayanya dan yang lain tidak cocok dengan gaya bermain Emery. Ada banyak posisi yang perlu diperbaiki musim depan agar mengakhiri kesengsaraan Arsenal.

Di tengah situasi seperti ini, Gunners membutuhkan darah muda yang masih mudah untuk dibangun gaya permainannya. Arsenal tidak boleh hanya mendatangkan pemain baru, tetapi mereka juga harus memunculkan pemain mudanya musim depan. Itu salah satu tanggung jawab Arsenal yang memang dikenal sering menerbitkan bintang-bintang muda. Tiga pemain berikut berpotensi dapat menit bermain yang banyak di musim 2019-2010:

1. Joe Willock

Arsenal Rela Kehilangan Ramsey berita arsenal joe willock liga inggris premier league

Hanya sedikit hal positif dari Arsenal di laga final di Baku, salah satunya adalah pemain muda mereka Willock. Pada pertandingan yang nama-nama beken seperti Aubameyang dan Ozil tenggelam, dia malah menunjukkan sinarnya. Willock hanya bermain 15 menit, tetapi dia sudah menunjukkan apa yang dia punya, ketenangan, kecepatan dan pandangan yang tajam. Momen paling menarik ketika dia menarik  beberapa bek Chelsea akan menciptakan ruang untuk rekannya. Pergerakannya cerdas.

Masa jaya Ozil sudah lewat dan Aaron Ramsey pindah ke Juventus, sehingga ada peran di lini tengah yang kosong, posisi yang sangat penting dengan formasi 3-5-2 Unai Emery. Willock bisa mengisi kekosongan itu baik dari bangku cadangan maupun starter.

2. Eddie Nketiah

Eddie Nketiah Arsenal

Mencetak gol kemenangan di menit-menit akhir di kandang debut impian bagi setiap pemain bola, tetapi hanya sedikit yang bisa mewujudkannya, Nketiah salah satunya.

Penyerang muda ini masuk menit 85 dan mencetaj dua gol melawan Norwich City di Piala Carabao Cup yang secara instan langsung diingat penggemar Arsenal. Sejak saat itu striker muda Inggris ini tampil beberapa kali di tim utama dan berhasil mengesankan banyak orang dan dia juga apik bersama U23. Selam musim 2018-19 Nketiah mencetak 9 gol dan 4 assist dari 10 pertandingan. Dan dia sudah mencetak gol pertamanya di Premier League melawan Burnley.

Duet Aubameyang dan Lacazette memang bagus, mungkin Nketiah tidak akan rutin menjadi starter. Walau begitu dia bisa melihat Danny Welbeck yang bisa memberikan dampak besar dari bangku cadangan.

3. Reiss Nelson

Pemain Muda Arsenal Musim Depan reiss nelson sky sports

Sejak kepergian Alexis Sanchez winger menjadi perhatian Arsenal. Pemain seperti Henrikh Mkhitaryan dan Alex Iwobi diharapkan bisa menutup kekosongan itu, sayangnya mereka secara keseluruhan belum begitu baik.

Itu salah satu alasan mengapa Arsenal dikaitkan dengan pemain seperti Wilfried Zaha dan Nicolas Pepe

The post 3 Pemain Muda Arsenal Yang Bisa Mencuri Panggung Musim Depan appeared first on Berita Bola, Livescore, Jadwal & Cuplikan GOL!.

3 Pemain Muda Arsenal Yang Bisa Mencuri Panggung Musim Depan

Sepakbola.com – Musim ini tidak sesuai dengan harapan Arsenal dan penggemar mereka, terutama setelah pergantian manajemen dan tambahan beberapa pemain. Akhirnya yang mengecewakan, mereka finis di urutan kelima dan kalah di final Liga Europa. Berarti tidak ada Liga Champions untuk Arsenal musim depan.

Hasil musim 2018-2019 menunjukkan Arsenal butuh perombakan besar, sementara itu beberapa pemain sudah melewati masa jayanya dan yang lain tidak cocok dengan gaya bermain Emery. Ada banyak posisi yang perlu diperbaiki musim depan agar mengakhiri kesengsaraan Arsenal.

Di tengah situasi seperti ini, Gunners membutuhkan darah muda yang masih mudah untuk dibangun gaya permainannya. Arsenal tidak boleh hanya mendatangkan pemain baru, tetapi mereka juga harus memunculkan pemain mudanya musim depan. Itu salah satu tanggung jawab Arsenal yang memang dikenal sering menerbitkan bintang-bintang muda. Tiga pemain berikut berpotensi dapat menit bermain yang banyak di musim 2019-2010:

1. Joe Willock

Arsenal Rela Kehilangan Ramsey berita arsenal joe willock liga inggris premier league

Hanya sedikit hal positif dari Arsenal di laga final di Baku, salah satunya adalah pemain muda mereka Willock. Pada pertandingan yang nama-nama beken seperti Aubameyang dan Ozil tenggelam, dia malah menunjukkan sinarnya. Willock hanya bermain 15 menit, tetapi dia sudah menunjukkan apa yang dia punya, ketenangan, kecepatan dan pandangan yang tajam. Momen paling menarik ketika dia menarik  beberapa bek Chelsea akan menciptakan ruang untuk rekannya. Pergerakannya cerdas.

Masa jaya Ozil sudah lewat dan Aaron Ramsey pindah ke Juventus, sehingga ada peran di lini tengah yang kosong, posisi yang sangat penting dengan formasi 3-5-2 Unai Emery. Willock bisa mengisi kekosongan itu baik dari bangku cadangan maupun starter.

2. Eddie Nketiah

Eddie Nketiah Arsenal

Mencetak gol kemenangan di menit-menit akhir di kandang debut impian bagi setiap pemain bola, tetapi hanya sedikit yang bisa mewujudkannya, Nketiah salah satunya.

Penyerang muda ini masuk menit 85 dan mencetaj dua gol melawan Norwich City di Piala Carabao Cup yang secara instan langsung diingat penggemar Arsenal. Sejak saat itu striker muda Inggris ini tampil beberapa kali di tim utama dan berhasil mengesankan banyak orang dan dia juga apik bersama U23. Selam musim 2018-19 Nketiah mencetak 9 gol dan 4 assist dari 10 pertandingan. Dan dia sudah mencetak gol pertamanya di Premier League melawan Burnley.

Duet Aubameyang dan Lacazette memang bagus, mungkin Nketiah tidak akan rutin menjadi starter. Walau begitu dia bisa melihat Danny Welbeck yang bisa memberikan dampak besar dari bangku cadangan.

3. Reiss Nelson

Pemain Muda Arsenal Musim Depan reiss nelson sky sports

Sejak kepergian Alexis Sanchez winger menjadi perhatian Arsenal. Pemain seperti Henrikh Mkhitaryan dan Alex Iwobi diharapkan bisa menutup kekosongan itu, sayangnya mereka secara keseluruhan belum begitu baik.

Itu salah satu alasan mengapa Arsenal dikaitkan dengan pemain seperti Wilfried Zaha dan Nicolas Pepe

The post 3 Pemain Muda Arsenal Yang Bisa Mencuri Panggung Musim Depan appeared first on Berita Bola, Livescore, Jadwal & Cuplikan GOL!.

3 Pemain Muda Manchester United Yang Patut Dipantau Musim Depan

Sepakbola.com, Manchester – Selain mendatangkan pemain baru, Ole Gunnar Solskjaer bisa memanfaatkan talenta para pemain muda Manchester United untuk bersaing musim 2019-20.

Meskipun mengalami kesulitan di musim 2018-19, ada harapan bagi Manchester United dengan pemain-pemain mudanya. Peningkatan yang dibutuhkan tim utama bisa memberikan jalan bagi para pemain ini untuk menjadi andalan tim utama.  Berikut 3 pemain muda Manchester United yang patut dipantau musim depan.

1. Axel Tuanzebe

Pesepakbola Inggris kelahiran Kongo bergabung dengan akademi Manchester United pada usia 8 tahun dan menonjol di antara jajaran pemain muda seangkatannya. Dia debut pada tahun 2017 pada putaran keempat Piala FA melawan Wigan dan saat itu manajer masih Jose Mourinho. Dia menjadi pemain pengganti pada saat itu.

Dia kemudian dipinjamkan ke Aston Villa untuk kedua kalinya pada tahun 2018. Dia bek serbaguna yang juga bisa bermain sebagai bek tengah dan juga kanan. Walau dia absen selama tiga bulan karena patah jari pada bulan Desember, Tuanzebe bangkit kembali masuk ke line-up Aston Villa dan membantu tim ini mencapai final playoff.

Manajer United Ole Gunar Solskjaer mengatakan kegembiraannya bekerja dengan Tuanzebe di tur para-musim mengingat buruknya pertahanan United beberapa musim terakhir.

2. Mason Greenwood

Pada usia 17 tahun 156 hari, Greenwood menjadi pemain termuda Manchester United yang tampil di Liga Champions. Greenwood dianggap sebagai salah satu talenta terbaik dari akademi United dalam beberapa dekade terakhir. Dia punya potensi menjadi pemain hebat mereka.

Pelatih tim muda mereka memberikan pujian untuk pemain yang mencetak 30 gol di 29 pertandingan di tingkat pemuda musim ini. Momen terbaiknya adalah hattrick pertandingan melawan Chelsea di Youth FA Cup.

Start Premier League pertamanya, Greenwood melepas tujuh tembakan ke gawang, tapi gagal mencetak gol. Secara keseluruhan penampilannya dinilai bagus karena satu-satunya titik terang bagi United pada pertandingan tersebut.

Greenwood punya potensi untuk duet dengan Marcus Rashford musim depan apa lagi status Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez tak jelas musim depan sedangkan Anthony Martial rentan cedera. Dia tentu saja mendapat kepercayaan dari Ole Gunnar Solskjaer.

3. Tahit Cong

Cong pindah ke Manchester United dari klub Eredivisie Feyenoord pada April 2016. Posisi alami pesepakbola Belanda ini adalah sayap kanan. Setelah bergabung dengan Manchester United dia mulai bermain untuk tim U-18 dan merupakan satu-satunya pemain tim United yang terkenal di Youth FA Cup, ketika skuat muda Setan Merah tersingkir lebih awal. Musimnya kemudian terpotong karena cedera ACL.

Setelah pemulihan 10 bulan dia kembali mencetak gol dan menunjukkan tajinya. Bermain di tim junior musim lalu, Chong mencetak delapan gol dan tiga assist. Dia dipanggil ke tim utama untuk pertandingan Liga Champions melawan Juventus, tetapi dia menjadi pemain ganti yang tidak digunakan. Dia kemudian debut sebagai pemain pengganti melawan Reading di FA Cup.

Sebagai winger dia punya kecepatan untuk menaklukkan lawan. Tipuan dan kecepatannya adalah gabungan yang membuatnya jadi pemain mematikan. Salah satu kemampuan lainnya adalah memasukkan bola ke kotak penalti. Dia juga sering memotong pertahanan lawan dan melepaskan tembakan dengan kaki kiri. Chong bisa menjadi pemain nomor 10 di Manchester United.

 

Penulis: Ricky Sulastomo
Editor: Avandi Wiradinata

The post 3 Pemain Muda Manchester United Yang Patut Dipantau Musim Depan appeared first on Berita Bola, Livescore, Jadwal & Cuplikan GOL!.

Pemain Dengan Kartu Kuning Terbanyak Di Liga Top Eropa Musim 2018-19

Sepakbola.com – Hanya ada dua tipe pemain sepak bola yang tugasnya di lapangan dominan bertahan, yaitu tidak sengaja dan sengaja dapat Kartu Kuning.

Wasit mengeluarkan kartu kuning dari sakunya jika seorang pemain melakukan hal-hal tertentu yang dianggap melewati batas. Selain paling sering karena pelanggaran keras, yellow card juga berlaku untuk pemain yang dianggap diving, menghina lawan, hingga protes berlebih.

Pemain-pemain bertahan di liga top Eropa terbiasa bermain keras, karena tuntutan menghadapi pemain menyerang lawan yang punya kualitas mumpuni. Tak jarang mereka sengaja melepas tackle keras untuk menghentikan laju pemain dan membuyarkan momen serangan lawan.

Berikut nama-nama pemain yang paling banyak mendapat kartu peringatan di tiga liga top Eropa.

Liga Inggris

Etienne Capoue – Watford (14 Kartu Kuning)

Etienne Capoue bisa berperan sebagai gelandang bertahan maupun bek tengah. Pelatih Watford Javi Garcia memberinya tugas utama, yaitu memutus serangan lawan. Selain 14 kartu kuning, pemain 31 tahun ini juga mendapat satu kartu merah. Dia turut berperan dalam keberhasilan The Hornets bertahan di Premier League, dengan finis di posisi 11 klasemen akhir musim 2018-19.

Liga Spanyol

Ever Banega – Sevilla (16 Kartu Kuning)

 

Sejak lama Ever Banega memang dikenal sebagai gelandang yang suka bermain keras. Pemain 30 ini mengoleksi 16 kartu kuning, lengkap dengan dua kartu merah sepanjang LaLiga musim 2018-19. Jebolan akademi Boca Juniors ini siap membela Argentina di Copa America 2019 yang berlangsung di Brasil pertengahan tahun ini.

Liga Italia

Thiago Rangel Cionek – SPAL (12 Kartu Kuning)

Thaigo Rangel Cionek adalah seorang bek tengah. Meski bukan tipikal bek raksasa (tinggi 1,84 meter) Cionek mengandalkan kekuatan fisiknya dalam mengganggu para penyerang Serie A termasuk Cristiano Ronaldo. Selain 12 kartu kuning, pemain asal Polandia ini juga dua kali diusir wasit akibat kartu merah. Performanya turut berperan dalam sukses SPAL terhindar dari zona merah, dengan finis di peringkat 13.

Fabio Depaoli – Chievo (12 Kartu Kuning)

Sama seperti Thiago Cionek, Fabio Depaoli juga mengoleksi 12 yellow card dan dua red card di Serie A musim 2018-19. Tapi gelandang 22 tahun asal Italia ini gagal membawa timnya bertahan di kasta tertinggi. Chievo finis di posisi terbawah dengan hanya mengemas 17 poin dari 38 pertandingan, serta tim paling banyak kebobolan dengan 75 kali.

(Sumber: Soccerway)

The post Pemain Dengan Kartu Kuning Terbanyak Di Liga Top Eropa Musim 2018-19 appeared first on Berita Bola, Livescore, Jadwal & Cuplikan GOL!.

5 Pemain Besar Yang Pensiun Musim 2018-19

Sepakbola.com – Setelah mencatatkan karier yang luar biasa sebagai pesepakbola profesional, musim 2018-2019 menjadi akhir perjalanan bagi beberapa pemain dengan nama besar.

Permainan terus berkembang setiap saat dan usia pemain tidak bisa dihentikan, akan terus bertambah dan raga mereka juga semakin menurun. Mau tidak mau, mereka akan terisisihkan dan digantikan pemain baru.

Memang ini cukup menyedihkan bagi penggemar mereka, tetap sepak bola tidak punya pilihan lain, merek tidak bisa mempertahankan pemain yang tidak bisa mengikuti perkembangan klub lagi.

Berikut 5 pemain yang menyatakan pensiun setelah musim 2018-2019:

5. Petr Cech

Final Liga Europa pertandingan terakhir Cech, tapi Arsenal kalah telak lawan Chelsea. Itu menandai akhir dari 20 tahun karier Cech, yang pindah ke London pertama kali tahun 2004 dari klub Perancis, Rennes.

Cech memenangkan Golden Glove Premier League empat kali dan masuk tim PFA dua kali. Dia tampil 494 kali untuk Chelsea – paling banyak untuk pemain dari luar Inggri. Cech juga merasakan empat kali juara Premier League, empat Piala FA, tiga Piala Liga, serta masing-masing sekali juara Liga Europa dan Liga Champions.

Cech pindah Arsenal pada tahun 2015 usai kehilangan tempatnya di Chelsea, dia memenangkan Piala FA dan mencatatakan 40 clean sheets dari 110 penampilan di Premier League. Total Cech mencatat 220 clean sheets selama kariernya di Premier League. Pada pertandingan terakhirnya, dia kebobolan empat kali melawan klub yang membesarkan namanya.

4. Andrea Barzagli

barzagli matuidi juventus Tottenham Hotspur Di Liga Champions

Apil 2019 Barzagli memutuskan pensiun dari sepakbola akhir musim 2018-2019. Debut profesionalnya adalah bersama klub semi-profesional Rondinella pada 1998. Barzagli lalu debut di Serie A bersama Chievo tahun 2003 dan akhirnya terkenal saat bermain untuk Palermo. Tahun 2008 dia kontrak Wolfsburg, dua setengah musim di sana dan dia memenangkan Bundesliga.

Tahun 2011 Barzagli kembali ke Italia, bergabung dengan Juventus dan kemudian memenangkan 8 gelar Serie A berturut-turut antara tahun 2012 dan 2019 termasuk empat gelar Coppa Italia antara tahun 2015 hingga 2018. Bersama Leonardo Bonucci dan Giorginio Chiellini mereka membentuk tembok kokoh di lini belakang Juventus.

Orang-orang menganggapnya terlambat berkembang karena pemain 38 tahun ini baru menonjol dalam beberapa tahun terakhir. Kecerdasannya, kemampuan dia udara dan kemampuan menghalau bola satu lawan satu membuatnya menjadi bek tangguh. Dia anggota tim kunci Juve dan timnas Italia.

3. Yaya Toure

Mantan pemain Manchester Citym Barcelona dan timnas Pantai Gading pensiun setelah kontraknya diakhiri klub Yunani Olympiakos musim 2018-2019. Toure bercita-cita menjadi striker saat muda, tetapi di menjadi bek tengah untuk Barcelona di final Liga Champions 2009.

Toure melewati sebagian besar kariernya sebagai gelandang box to box untuk klub dan negara, dia dianggap salah satu pemain terbaik dunia di posisinya. Salahs satu pemain Afrika terbaik sepanjang masa, Toure terpilih sebagai Pemain Terbaik Afrika tahun 2011, 2012, 2013 dan 2014.

Kekuatan utama Toure adalah jaangkauannya mengitari lapangan, ketajaman penglihatan dan kemampuan fisik. Dia berbakat dengan teknik dan kontrol bola yang baik dan dia juga sangat bagus menghancurkan serangan lawan dan merebut kembali bola. Dia juga finisher yang mumpuni, kekuatan dan akurasi tendangannya sering membobol gawang lawan dari luar kotak penalti.

2. Robin Van Persie

Legenda sepakbola dan sundulannya di Piala Dunia 2014 saat melawan Spanyol tidak akan terlupakan. Pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk timnas Belanda dan dianggap salah satu striker terbaik di generasinya.

Van Persie debut senior dengan Feyenoord musim 2001-02 dan dia memenangkan Piala UEFA dan diberi penghargaan Football Talent of the Year. Dia bergabung dengan Arsenal tahun 2004 dengan nilai transfer 2,75 poundsterling untuk menjadi pengganti Dennis Bergkamp. Setelah menjadi kapten Arsenal tahun 2011, van Persie bergabung dengan Manchester United dan dia dilepas ke Fenerbache tahun 2015 dan kemudian kembali ke Feyenoord Januari 2018 dengan gratis. Dia memenangkan Pial Belanda untuk pertama kalinya.

1. Xavi Hernandez

Gelandang paling luar biasa sepanjang masa, dia bersama jajaran Zinedine Zidane dan Pirlo dan merupakan generasi emas Spanyol yang memenangkan 2 Euro serta 1 Piala Dunia dalam waktu 4 tahun. Xavi bergabung dengan La Masia pada usia 11 tahun, debut melawan Malorca pada Agustus 1998. Secara keseluruhan dia bermain 700 pertandingan dan mencetak 85 gol. Xavi pemain pertama yang tampil 150 kali di kompetisi Eropa dan Piala Dunia. Dia adalah inti dari permainan tiki-taka Barca.

Bersama Barcelona Xavi memenangkan delapan gelar La Liga dan empat gelar Liga Champions. Dia memenangkan 31 trofi untuk Barcelona dan Spanyol, ini hanya dilampaui rekannya Iniesta. Dia posisi ketiga Pemain Terbaik Dunia FIFA tahun 2009 dan posisi ketiga untuk Ballon d’Or tahun 2010 dan 2011.

Xavi memiliki keakuratan dan kecerdasan umpan, pasising cepat dan memiliki skill individu yang apik untuk mengelabuhi bek-bek lawan. Pada 28 Mei 2019 secara resmi pensiun dan menjadi pelatih Al-Sadd dengan kontrak dua tahun. Xavi secara terbuka mengatakan dia ingin melatih Barca suatu saat nanti.

 

Penulis: Ricky Sulastomo
Editor: Avandi Wiradinata

The post 5 Pemain Besar Yang Pensiun Musim 2018-19 appeared first on Berita Bola, Livescore, Jadwal & Cuplikan GOL!.