Tag Archives: Misi

Misi AC Milan Mempertahankan Tren Positif di Liga Domestik

JawapPos.com – Pimpinan Liga Italia AC Milan memiliki misi mempertahankan tren positif di liga domestik. Mereka akan menjamu Verona pada Minggu (8/11) waktu setempat.

Rossonerri baru saja menelan pil pahit di kompetisi Eropa yang menodai skor gemilang mereka. Menjamu wakil Prancis dari Lille, pasukan Stefano Pioli dipaksa takluk 0-3 pada Kamis (5/11) atau Jumat (6/11) dini hari.

Verona juga sedang dalam tren bagus dalam dua laga terakhirnya. Mereka menang adu penalti melawan Venesia di pertandingan Piala Italia, dan mengalahkan Benevento 3-1 di Liga Italia.

Untung saja Milan tidak mengalami masalah cedera yang berarti jelang laga melawan Verona. Sejauh ini, Pioli masih bisa mengandalkan pemain intinya. Artinya Milan masih sangat berbahaya bagi Verona.

Posisi Milan di puncak berpeluang direbut peringkat kedua Sassuolo. Sassuolo akan bermain lebih awal untuk menjamu tim terbawah Udinese, dan berpeluang meraih poin penuh.

Sassuolo juga punya modal semangat yang bagus untuk mengalahkan Udinese. Pada laga di babak sebelumnya, mereka mampu mengalahkan tim kuat Napoli dengan kemenangan 2-0.

Selain Milan, tim Italia lain yang harus pulih dari kekalahan yang memalukan adalah Atalanta yang berada di urutan keempat. Klub Bergamo itu dikalahkan 0-5 oleh raksasa Inggris Liverpool dalam pertandingan terakhir mereka di Liga Champions.

Sayangnya di pekan ketujuh Atalanta mendapat lawan tangguh, sesama tim biru-hitam, Inter Milan. Inter juga butuh suntikan moral setelah dikalahkan 2-3 oleh Real Madrid di Liga Champions, setelah penampilan terakhir mereka di liga domestik ditahan imbang 2-2 oleh Parma.

Tim ibu kota lainnya, AS Roma, sedang marak setelah mencatatkan kemenangan 5-0 atas CFR Cluj di Liga Europa. Pasukan Paulo Fonseca juga berpeluang melanjutkan tren kemenangannya saat dijamu oleh level bawah Genoa.

Torino, yang meraih tiga poin pertama musim ini pekan lalu saat dijamu Genoa, punya peluang keluar dari zona merah, saat menjamu penjelajah Crotone.

Misi Tintin untuk Menghapus Sederet Kenangan Buruk

Misi Tintin untuk Menghapus Sederet Kenangan Buruk

JawaPos.com – Pelatih baru, wajah lama, mewarnai jalannya penyisihan grup Liga Champions musim ini. Ya, Ronald Koeman sepertinya baru melakoni debutnya saat timnya, FC Barcelona, ​​menghadapi juara Hongaria Ferencvarosi TC di Camp Nou dini hari nanti. (Siaran langsung Champions TV 2 pukul 02.00 WIB).

Pelatih berjuluk Tintin itu sudah tampil di Liga Champions sebelas tahun lalu. Tepatnya, saat melatih AZ Alkmaar pada 2009−2010. Itu pun menjadi debut Koeman dengan hasil yang sangat mengecewakan. Bagaimana tidak, pelatih berkebangsaan Belanda itu tidak pernah menang dalam lima matchday dan dipecat jelang matchday keenam.

Barcelona tentu berbeda dengan AZ, apalagi materi pemainnya jauh lebih baik. Namun, Koeman kembali ke Liga Champions dengan kekalahan pertama Barcelona. Yakni, saat Lionel Messi dkk ditipu Getafe CF 0-1 dalam lanjutan La Liga di Coliseum Alfonso Perez (18/10).

Musim lalu, Barca juga mengakhiri Liga Champions dengan pahit. Pada babak perempat final di Estadio da Luz (Lisbon) dalam format pertandingan tunggal, Blaugrana dihancurkan oleh Bayern Munchen dengan skor 2-8.

Koeman tentunya tidak menyangka rekor kandang tak terkalahkan Barca dalam 36 pertandingan (32 menang dan 4 seri) atau sejak September 2013 akan tercoreng dini hari. "Pelajaran penting dari kekalahan sebelumnya (2-8 oleh Bayern, Red) adalah bermain sebagai tim," ucap Koeman kepada Barca Blaugranes.

“Kami juga tidak boleh menganggap ada lawan yang mudah di ajang seperti ini (Liga Champions, Red),” imbuhnya penyapu Barca menjuarai Piala Eropa edisi terakhir (1991−1992) atau sebelum berganti nama menjadi Liga Champions.

Berkaca pada kekalahan Getafe CF, Koeman menyebut Barca tidak bisa hanya mengandalkan Messi. Ansu Fati, Antoine Griezmann, Philippe Coutinho, hingga Ousmane Dembele diharapkan bisa berkontribusi lebih.

PRATINJAU Liverpool vs Arsenal: Misi untuk Memecahkan Rekor Tiga Kemenangan

PRATINJAU Liverpool vs Arsenal: Misi untuk Memecahkan Rekor Tiga Kemenangan

JawaPos.com – Liverpool FC telah menghentikan "kutukan" tidak pernah memenangkan Liga Premier musim lalu. Di awal musim ini, ada satu lagi kutukan yang dihadapi The Reds. Yakni, sang juara bertahan & # 39; klub berhasil mencatat rekor sempurna dalam tiga pertandingan matchweek pertama.

Liverpool telah melewati Leeds United di Anfield (13/9) dan Chelsea di Stamford Bridge (21/9) dengan kemenangan 4-3 dan 2-0 masing-masing. Tantangan berikutnya bagi skuad Juergen Klopp adalah Arsenal pada dini hari (Siaran langsung Mola TV pukul 02.00 WIB).

Meski berlangsung di Anfield, tak mudah bagi Liverpool mengatasi perlawanan Arsenal yang juga sempurna di dua laga. matchweek sebelumnya. Menang 3-0 di kandang melawan Fulham FC (13/9) dan mengalahkan West Ham 2-1 di Emirates Stadium.

Tantangan lain bagi Liverpool adalah The Gunners & # 39; status sebagai satu-satunya tim yang telah mengalahkan Liverpool dua kali dalam 100 hari terakhir. Masing-masing di matchweek ke-35 Liga Premier musim lalu di Emirates Stadium (menang 2-1) dan kemudian di Community Shield (29/8) melalui adu penalti 5-4. "Ini kesempatan kami untuk merespons," ujar Klopp kepada Liverpool Echo kemarin (27/9).

Hampir lima tahun bekerja bersama Liverpool, Klopp bahkan belum pernah kalah tiga kali berturut-turut oleh pelatih atau klub yang sama. Klopp tidak mengharapkan Mikel Arteta, ahli siasat Arsenal, yang baru saja melakukan debut kepelatihan pada paruh kedua musim lalu, akan menjadi biang keladinya.

"Sebelumnya (dua kekalahan, Red) bukanlah kami yang sebenarnya dan saya pikir mereka (Arsenal) tahu permainan akan berbeda," kata Klopp.

Kata-kata pelatih Jerman itu benar adanya. Kekalahan musim lalu, misalnya, terjadi karena Virgil van Dijk dkk tidak punya minat sama sekali. Liverpool telah mengunci gelar matchweek Posisi ke-31 setelah kekalahan rival terdekat mereka, Manchester City, oleh Chelsea.

Karena itu, dalam tujuh matchweek Terakhir, Liverpool bisa kehilangan delapan poin.

Begitu pula dengan kekalahan di Community Shield yang diklaim Klopp karena Liverpool masih dalam ritme pramusim. Padahal, pada laga di Stadion Wembley, Liverpool tampil dengan komposisi starting XI terbaiknya.

Tadi malam, kabar buruk datang dari Melwood. Kiper utama Alisson Becker dan gelandang baru Thiago Alcantara diragukan tampil saat melawan Arsenal karena cedera. Itu tidak disebut cedera apapun. Namun, Alisson dan Thiago absen pada sesi latihan akhir pekan.

Bola kini ada di tangan Arteta. Pelatih berjuluk Mister itu bisa termotivasi menjadi pelatih Arsenal pertama yang mengalahkan Anfield dalam lawatan pertamanya sejak Tom Whittaker pada Desember 1947. Sebagai catatan, Anfield di era Klopp hanya "ketinggalan" tiga kali imbang dalam 40 pertandingan kandang berturut-turut.

Kepada Evening Standard, Arteta menyebut pengurangan Liverpool hanya bisa dilakukan jika timnya menerapkan taktik dengan rapi dan benar. "Ini akan menjadi seperti ombak cepat yang tidak akan memberi kami banyak waktu untuk bernafas," kata pelatih dengan statistik 20 kemenangan, 6 seri, dan 6 kekalahan dengan Arsenal sejak 20 Desember 2019.

PRATINJAU: Liverpool vs Leeds United, Misi Bielsa untuk Menaklukkan Anfield

PRATINJAU: Liverpool vs Leeds United, Misi Bielsa untuk Menaklukkan Anfield

JawaPos.com – Pepatah bertahan lebih sulit daripada menang seperti yang dirasakan Liverpool FC di Premier League 2020-2021. Apalagi, ada motivasi yang akan dibawa lawan-lawan Liverpool musim ini. Yakni, mengalahkan The Reds. Terutama di Anfield.

"Kami dan 18 klub lain harus memiliki misi yang sama saat menghadapi mereka (Liverpool). Mengalahkan mereka, terutama di Anfield," kata Liam Cooper, kapten dan bek tengah Leeds United, di situs resmi klub.

Cooper dan klubnya sudah memiliki kesempatan di pekan pertandingan perdana musim ini. Leeds United akan menghadapi Liverpool di Anfield malam ini (Siaran langsung Mola TV pukul 23.30 WIB). Meski sempat dipromosikan, Si Putih bersama pelatih ternama dan berpengalaman seperti Marcelo Bielsa menjadi kandidat yang cukup menyulitkan The Reds.

"Mentalitas (Leeds) mereka akan meningkat 10 persen untuk mempermalukan kami," katanya fullback Hak Liverpool atas Trent Alexander-Arnold Sky Sports.

Pemain yang biasanya tertulis namanya TAA ini paham karena itulah mentalitas klub di awal setiap musim. Yakni, mengalahkan sang juara bertahan.

"Sama seperti saat kami menganggap (Manchester) City sebagai tim yang harus dikalahkan dalam dua musim terakhir," imbuh Pemain Muda Terbaik Premier League 2019-2020.

Terakhir kali Liverpool kalah di Anfield adalah tiga musim lalu. Yakni, ketika Crystal Palace mencuri tiga poin berkat kemenangan 2-1 pada 24 April 2017. Dan, hanya dua tim lain yang mampu melakukannya di era pelatih Juergen Klopp. Swansea City (3-2 pada 21 Januari 2017) dan Manchester United (1-0 pada 17 Januari 2016).

Dalam sejarah Liga Inggris, Liverpool tidak pernah kehilangan tiga poin di awal pekan pertandingan. Terakhir kali ini terjadi pada era Divisi Satu 1984–1985. Liverpool ditahan 3-3 oleh tuan rumah Norwich City.

Meski begitu, ada memori yang harus diperhatikan Liverpool. Yakni, on matchweek yang pertama di musim 2016-2017 ketika juara bertahan Leicester City dikalahkan 1-2 oleh juara Championship Hull City. Hanya, pertandingan berlangsung di kandang Hull City.

Salah satu keunggulan yang tercermin dari performa Leeds United musim lalu adalah mentalitas selalu ingin menang di kandang lawan. Dari 23 laga tandang, los blancos menang 13 kali dan jumlah kekalahan hanya 6 kali.

Pernyataan Bielsa seolah menegaskan bahwa Leeds United tak takut bermain di Anfield. "Anfield hanyalah Anfield. Tentang itu (ajaib Anfield, Red) hanya terjadi saat stadion penuh," kata Bielsa. Sky Sports.

Saat masih dalam pandemi Covid-19, pertandingan Liga Inggris musim ini masih berjalan tanpa penonton seperti saat ini. mengulang kembali musim terakhir.

Taktik bentrok dengan Bielsa yang merupakan debutan Premier League menarik perhatian Klopp. Kepada BBC Radio 5 Live, Klopp mengantisipasi "ledakan" The Whites kembali ke Liga Premier setelah 16 tahun.

"Mereka memiliki pelatih kelas dunia dan saya pikir ini akan menjadi pertandingan bersejarah bagi mereka yang akan sulit kami selesaikan," kata pelatih terbaik di dunia (Pelatih Pria Terbaik FIFA 2019).