Tag Archives: Menang

Ayah Inzaghi, Haru, menangis karena kedua putranya menang

Ayah Inzaghi, Haru, menangis karena kedua putranya menang

JawaPos.com – Simone Inzaghi (SS Lazio) dan Filippo Inzaghi (Benevento Calcio) diklaim bersatu tak ingin saling mengalahkan saat berhadapan di laga terakhir pramusim dua pekan lalu (19/9).

Uji coba di Stadio Olimpico berakhir dengan skor pada kacamata.

Kekompakan Inzaghi bersaudara terus berlanjut saat mereka mengawali musim Serie A ini. Simo dan Pippo sama-sama mempersembahkan kemenangan, menang di kandang lawan, dan atas pelatih yang lebih berpengalaman.

Pelatih Lazio Simone Inzaghi saat pertandingan melawan Cagliari. (Filippo Monteforte / AFP)

Simo dengan Lazio, misalnya. Mereka menang 2-0 atas pemain Eusebio Di Francesco, Cagliari Calcio. Di Francesco delapan tahun di depan Simo sebagai pelatih. Pippo bahkan lebih epik. Benevento yang notabene klub promosi, mengalahkan Sampdoria dari Claudio Ranieri 3-2.

Ranieri adalah pelatih yang telah melakukan perjalanan di empat liga elit Eropa dengan kisah heroiknya membantu Leicester City memenangkan Liga Premier 2015-2016. Pippo? Gagal di Serie A saat menangani AC Milan 2014–2015 dan Bologna FC dua musim lalu.

Pada laga kemarin, Gli Stregoni tertinggal 0-2. "Saya melihat di televisi saat Lazio menang." Saya juga berpikir, kalau kalah saya masih sedikit senang karena ada anggota keluarga saya yang menang, "kata Pippo kepada Sky Italia.

Oleh karena itu, ketika saya menang, saya langsung menghubungi ayah saya dan dia menangis (karena dia senang, Red), tambahnya.

Menang Secara Dramatis Melalui Perpanjangan Waktu, Bayern Raih Trofi Keempat

Menang Secara Dramatis Melalui Perpanjangan Waktu, Bayern Raih Trofi Keempat

JawaPos.com-Bayern Munich memenangkan Piala Super Eropa 2020 dalam pertandingan yang sangat dramatis di Puskas Arena, Budapest. Pemenang Liga Champions 2020 itu mengalahkan juara Liga Europa Sevilla dengan skor 2-1 dalam pertandingan yang berakhir dengan waktu tambahan.

Sevilla memimpin lewat penalti Lucas Ocampos saat pertandingan masih berjalan selama 13 menit. Penalti diberikan oleh wasit Anthony Taylor karena striker Sevilla Luuk De Jong dijatuhkan oleh bek Bayern David Alaba.

Alaba mendapat kartu kuning. Ocampos tak menyia-nyiakan peluang emas untuk membawa Sevilla unggul.

Di belakang, Bayern terus melakukan serangan intens ke jantung pertahanan Sevilla. Setidaknya ada tiga peluang emas yang tercipta. Masing-masing melalui Thomas Muller di menit ke-22, kemudian Benjamin Pavard (26 & # 39;), dan Robert Lewandowski (30 & # 39;).

Terus menghajar pertahanan Sevilla, usaha Bayern membuahkan hasil saat Leon Goretzka mencetak gol penyeimbang di menit ke-34. Goretzka memanfaatkan umpan Lewandowski dengan baik.

Kedua tim kemudian gagal mencetak gol hingga babak normal usai. Di perpanjangan waktu, Bayern mengamankan kemenangan melalui sundulan Javi Martinez pada menit ke-104.

  • Baca Juga: Bandit dari Bilbao Akhirnya Kembali ke Bilbao

Ia melanjutkan bola muntah dari tendangan voli keras David Alaba. Kiper Sevilla, Bono, memblok tendangan Alaba. Namun, bola justru mengarah ke Martinez. Ia langsung mengarahkan bola ke sudut kiri gawang.

Martinez adalah pengganti. Ia baru masuk pada menit ke-99 untuk menggantikan Lucas Hernandez.

Bagi Martinez, gelar Piala Super Eropa kali ini sangat spesial. Pasalnya, Bayern sudah mengumumkan bahwa Martinez setuju mengakhiri delapan tahun kebersamaannya. Pada musim panas 2012, Martinez menjadi pemain Spanyol pertama yang membela Bayern.

Bild mengatakan bahwa Martinez akan mengembalikan kucing tersebut ke klub lamanya, Athletic Bilbao. Biaya transfernya adalah EUR 10 juta (Rp 173,1 miliar). Martinez menghabiskan enam tahun bersama Athletic Bilbao sebelum bergabung dengan Bayern.

Dengan kemenangan ini, Bayern berhasil meraih empat trofi sepanjang musim 2019-2020. Hebatnya, Bayern mencatat 23 kemenangan berturut-turut dan 32 pertandingan tak terkalahkan.

Manchester City Menang Dengan Buruk, Pep Guardiola: Hanya Tersisa 111 Poin

Manchester City Menang Dengan Buruk, Pep Guardiola: Hanya Tersisa 111 Poin

JawaPos.com-Manchester City mengawali Liga Inggris 2020-2021 dengan kemenangan meyakinkan. City mengalahkan tuan rumah Wolverhampton Wanderers dengan skor 3-1.

Musim lalu, Wolves menjadi momok City. Mereka menang di kandang dan tandang. Namun, kali ini anak buah Pep Guardiola lebih siap.

Pemain terbaik musim lalu, Kevin De Bruyne, mengantar City mengawali kemenangan dari titik penalti pada menit ke-20. Pemain Belgia itu mendorong ke kotak penalti Wolves yang memaksa Romain Saiss menjatuhkannya.

De Bruyne mengeksekusi penalti itu sendiri.

Gelandang Inggris Phil Foden menggandakan keunggulan City menjadi 2-0 pada menit ke-32. Dia melanjutkan umpan silang rendah dari Raheem Sterling.

Tuan rumah memperkecil kedudukan pada menit ke-78 melalui gol Raul Jimenez. Dia menuju salib Daniel Podence. Meski sudah bekerja keras, Wolves gagal menyamakan kedudukan.

Striker City Gabriel Jesus memastikan kemenangan untuk timnya dalam menit 90 + 5. Tendangannya mengenai Conor Coady. Namun, bola berbalik masuk ke gawang Wolves.

"Kami berhasil mengontrol permainan," kata manajer City Pep Guardiola usai pertandingan Sky Sports.

"Kemenangan ini sangat penting. Tapi ini masih pertandingan pertama. Sebelumnya tersedia 114 poin dan sekarang hanya tersisa 111 poin," tambahnya.

Jawapos

Menang 5-0 atas Shakhtar, Inter Bertemu Sevilla di Final Liga Europa

JawaPos.com – Inter Milan berhasil melaju ke final Liga Europa setelah membantai Shakhtar Donetsk lima gol tanpa balas. Lautaro Martinez dan Romelu Lukaku masing-masing memborong dua gol, dan satu gol lagi dicetak oleh Danilo D & # 39; Ambrosio. Di final Liga Europa, Inter akan menghadapi Sevilla di Stadion Energa, Polandia, Sabtu, 22 Agustus.

Awal permainan berjalan dengan tempo yang lambat. Inter lebih banyak mengambil inisiatif menyerang daripada Shakhtar yang lebih defensif. Namun, Nerazzurri -julukan Inter- tampak kesulitan menembus pertahanan lawan di awal pertandingan.

Tim Ukraina mulai berani menyerang saat pertandingan baru berjalan 10 menit. Mereka mengancam pertahanan Inter dari sisi kanan dan kiri. Tapi pertahanan Inter juga ditertibkan sehingga serangan selalu dipatahkan.

Gol pertama Inter tercipta dalam 19 menit. Berawal dari tembakan kiper Shakhtar yang terlalu lemah sehingga disambar Nicola Barella. Tak mau menyia-nyiakan peluang, ia langsung mengirimkan umpan silang dari sisi kanan yang disambut sundulan Lautaro Martinez. Bola ditembak ke samping gawang.

Pada menit ke-34, Inter mendapat peluang untuk menggandakan gol. Itu terjadi ketika Barella memberikan ancaman lewat tembakan kerasnya ke gawang. Namun, tembakannya berhasil diblok oleh kiper Andriy Pyatov dan hanya menghasilkan tendangan sudut.

Hingga akhir babak pertama, Shakhtar nyaris tidak punya peluang untuk membahayakan pertahanan Inter. Sepakan Marcos Antonio di menit ke-43 menjadi satu-satunya peluang emas Shakhtar untuk menyamakan kedudukan.

Di babak kedua, tim asuhan Antonio Conte tak lagi bermain menunggu. Mereka tampak menekan dan berganti untuk mengontrol aliran bola. Sayap juga merupakan serangan alternatif.

  • Baca Juga: Antonio Conte: Jangan Takut Dalam Kamus Saya

Alhasil, dua peluang hadir saat 10 menit babak kedua bergulir. Namun, upaya Lukaku dan Martinez masih belum membuahkan gol kedua bagi Inter.

Permainan Shakhtar hanya mampu merepotkan Inter di babak pertama. Di babak kedua, permainan Shakhtar berantakan. Inter terus mendorong melalui kedua sayap. Inter mendapatkan beberapa peluang untuk melakukan tendangan sudut. Pada menit ke-64, Inter menggandakan skor dengan sundulan Danilo D & # 39; Ambrosio.

Ketertinggalan dua gol membuat Shakhtar mulai kehilangan ritme permainannya dan hal itu dimanfaatkan dengan baik oleh Inter. Sepuluh menit kemudian atau menit ke-74, Martinez mencetak gol keduanya. Kali ini, tendangan kaki kanan Martinez meluncur mulus ke gawang Shakhtar. Skor menjadi 3-0.

Penderitaan Shakhtar belum berakhir. Inter kembali mencetak gol melalui Lukaku pada menit ke-78 setelah menerima umpan dari Martinez. Menjelang akhir pertandingan, permainan Shakhtar mulai berantakan. Bahkan seringkali umpan yang salah. Pada menit ke-84, aksi individu Lukaku membuahkan gol. Ia mencetak gol keduanya dengan tendangan akurat ke sudut gawang Shakhtar. Inter memperbesar kedudukan menjadi 5-0 hingga akhir pertandingan.

Tonton video menariknya di bawah ini: