Tag Archives: Mampu

Mampu Menjadi Top Scorer Timnas Dunia? Ronaldo: Hanya Tuhan Yang Tahu

Mampu Menjadi Top Scorer Timnas Dunia? Ronaldo: Hanya Tuhan Yang Tahu

JawaPos.com – Cristiano Ronaldo dan Michy Batshuayi adalah pemain yang namanya sudah dua kali menghiasi papan skor Hari pertandingan keduanya Liga A UEFA Nations League 2020-2021.

Ronaldo justru menjadi sukses perwira (mencapai 100 gol) bersama penjepit melawan Swedia di Friends Arena kemarin (9/9). CR7 kini telah mengoleksi 101 gol dalam 165 caps bersama timnas Portugal.

Sejarah yang lebih besar menantinya. Yakni, menjadi pencetak gol terbanyak untuk timnas di dunia. Bomber berusia 35 tahun itu kini hanya berjarak delapan gol dari bomber legendaris timnas Iran, Ali Daei.

"Dia (Ronaldo) akan meraihnya di Euro 2021," tulis Goal. Bisakah Ronaldo? “Ke depan hanya Tuhan yang tahu,” jawabnya pencetak gol terbanyak Portugal sepanjang masa ke A Bola.

  • Baca juga: Bek Turki salah satu yang terbaik karena dia petarung

Dalam daftar jadwal yang harus diikuti oleh Seleccao das Quinas – sebutan timnas Portugal – sebelum Euro 2021, terdapat delapan pertandingan.

Seperti Ronaldo, penjepit Batshuayi bersama timnas Belgia melawan Islandia kemarin juga membuahkan rekor. Yakni, kesuksesan striker berjuluk Batsman yang selalu mencetak dua gol saat dipercaya menjadi pengganti Romelu Lukaku.

Sebelumnya, Batsman melakukannya saat Belgia mengalahkan Islandia 2-0 di ajang UEFA Nations League 2018-2019. Striker berusia 26 tahun itu juga mencetak dua gol saat Belgia melumat San Marino 4-0 pada kualifikasi Euro 2020 (6/9/2019).

Gol kedua Batsman kemarin viral di media sosial. Bukan hanya karena diciptakan melalui roda belakang yang cantik. Tetapi juga karena dalam satu sudut, Batsman terlihat sendirian menghadapi sembilan pemain lawan.

Ditolak, Buktikan Diri, dan Mampu Bawa Tim Ke Semifinal

Ditolak, Buktikan Diri, dan Mampu Bawa Tim Ke Semifinal

JawaPos.com-"" Bukan untuk Rudi Garcia ". Begitu tulisan itu terbaca spanduk yang disebarluaskan fans Olympique Lyon (OL) pada 14 Oktober 2019. Saat itulah OL mengumumkan Rudi Garcia sebagai penerus Sylvinho.

Spanduk itu disertai dengan 7.000 tanda tangan yang menolak Garcia.

Latar belakangnya sebagai mantan entraineur Olympique Marseille (OM) adalah alasannya. OL dan OM terlibat dalam persaingan yang disebut Choc des Olympiques. Persaingan yang tidak kalah bergema di Prancis daripada Le Classique (antara OM versus Paris Saint-Germain).

Sebelum Garcia, hanya Alain Perrin dan Lucien Troupe yang pernah menangani OL dan OM. Perrin mengalami final Piala UEFA 2003-2004. Prestasi yang diraih Garcia bersama OM di tahun 2017–2018.

Di musim keduanya bersama OM, Garcia mengantarkan klub berjuluk Les Phoceens itu ke final Liga Europa sebelum dikalahkan oleh Atletico Madrid.

“Dengan OL kali ini, dia (Garcia) akan belajar dari kekalahannya di Eropa dua musim lalu,” tulis La Gazzetta dello Sport, Senin (17/8).

Garcia yang pernah menangani AS Roma memiliki kunci sukses dalam pencapaian OL di Liga Champions musim ini. Yakni, selalu menyulut semangat klub underdog saat melawan Memphis Depay dkk.

"Kami perlu melakukan sesuatu yang besar lagi seperti ketika kami mampu mengalahkan Juventus dan (Manchester) City," kata Garcia di situs resmi klub.