Tag Archives: Liga

Tolak 5 pemain pengganti, Liga Inggris dituding tidak peduli dengan kesehatan

Tolak 5 pemain pengganti, Liga Inggris dituding tidak peduli dengan kesehatan

JawaPos.com-Perselisihan muncul di antara liga-liga elit Eropa saat memutuskan aturan pengganti untuk musim 2020-2021. Tetap dengan lima pemain. Atau, kembali ke format lama tiga pemain 90 menit.

Ligue 1 dan Bundesliga mengambil posisi pertama. Ligue 1 bahkan sudah menerapkannya dalam 32 pertandingan dalam dua pertandingan jurnalis (minggu) awal musim ini. Sementara itu, Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) dan Badan Liga Jerman (DFL) pekan lalu telah memukul palu untuk terus menerapkan aturan tersebut.

Serie A dan La Liga, yang juga akan menggelar liga mereka bulan ini, belum membuat keputusan.

Liga Premier adalah satu-satunya liga elit Eropa yang tidak akan menerapkan aturan tersebut saat kompetisi dimulai minggu depan. Pasalnya, proposal untuk mempertahankan aturan musim ini ditolak mayoritas klub kontestan Liga Inggris. Di antara 20 klub, 13 telah menolak proposal tersebut.

Dari tujuh klub yang setuju, sebagian besar adalah klub besar di liga utama Inggris. Terutama klub asal empat besar Musim lalu yaitu Liverpool FC, Manchester City, Manchester United dan Chelsea. Pemenang Piala FA musim lalu, Arsenal, juga menolak aturan mengganti pemain kembali ke aturan lama, tiga pemain.

  • Baca Juga: Resmi: The Next Zidane adalah pemain Jerman termahal dalam sejarah

"Aturan (pergantian lima pemain, Red) hanya akan menguntungkan klub dengan kekuatan finansial besar yang memiliki banyak talenta bagus di bangku cadangan," ujar laman Daily Mail dalam analisisnya.

Juara bertahan Liverpool, misalnya. The Reds, panggilan akrabnya, memiliki 35 pemain di skuat utama. Bandingkan dengan klub promosi West Bromwich Albion yang hanya memiliki kurang dari 25 pemain.

Dengan mampu berganti pemain hingga lima kali dalam satu pertandingan, klub-klub besar masih memiliki banyak pilihan dari pemain mudanya yang mungkin diambil dari klub lain dari seluruh dunia.

Misalnya yang terjadi di The Citizens, julukan City. Alasan klub pendukungnya, sederhana: faktor kesehatan para pemain yang berlaga saat pandemi Covid-19.

& # 39; & # 39; Saya tidak membahasnya dari sudut pandang itu (keuntungan klub besar). Saya tidak ingin mendapatkan keuntungan dari persaingan. Kami akan melakukan 38 matchweek dalam empat minggu yang lebih pendek (musim ini). Liga lain mungkin kurang lebih sama. Artinya, hal-hal seperti ini bisa sangat membantu. Tapi, saya tidak tahu apa yang dilihat klub lain, "kata Juergen Klopp, manajer Liverpool, di situs resmi klub.

Klopp mencontohkan situasi yang terjadi saat Premier League restart musim lalu. & # 39; & # 39; Saat itu mengalahkan City (0-4 pukul matchweek 32, 2/7), kami kalah meski kami melakukan lima pergantian pemain. Itu tidak pernah sepenuhnya menguntungkan. Ini semua tentang bagaimana kita bisa melewati musim ini. Ini bukan tentang: Oh, ada manfaatnya, & # 39; & # 39; Klopp mencibir.

Sekretaris Jenderal FIFPRO Jonas Baer-Hoffmann bahkan menilai Premier League sebagai kompetisi yang paling tidak mempedulikan kesehatan pemain. & # 39; & # 39; Faktanya, itu adalah sesuatu yang layak dilakukan. Dari prinsip keolahragaan, hal ini tidak membahayakan nilai kompetitif sepakbola. Sejujurnya, masalah (kesehatan) itu jauh lebih besar daripada mengkhawatirkan keseimbangan persaingan, "kata Hoffmann.

Di Bundesliga, aturan ini berlaku di semua kompetisi yang melibatkan klub di dua level teratas Liga Jerman seperti Bundesliga, 2. Bundesliga, Bundesliga Frauen, 2. Bundesliga Frauen, dan DFB-Pokal. Meski tidak semua klub menyetujuinya, salah satunya adalah Werder Bremen.

Aturan tersebut hanya cocok untuk digunakan dalam situasi darurat, tidak untuk saat ini, kata juragan Werder Florian Kohfeldt, seperti dilansir laman Sport1.

Wakil Presiden DFB Peter Frymouth mengatakan lampu hijau untuk penggantian lima pemain musim ini lahir karena pihaknya ingin meringankan beban para pemain dan klub. "Kami hanya ingin melindungi kesehatan para pemain," kata Frymouth di situs resmi DFB.

Jawapos

Kiss The Football, Pemain Liga Ekuador Didenda Rp 17 Juta

JawaPos.com – Galo Corozo benar-benar sedih. Gol bunuh diri tersebut membuat timnya, Macara, kalah dari Aucas pada laga Liga Ekuador, Jumat (28/8) lalu.

Tapi, meski berada di pihak yang menang, Sergio Lopez tak kalah sedihnya. Senin (31/8) lalu, gelandang Aucas asal Argentina itu dikenai sanksi senilai USD 1.200 (Rp 17 juta). Bukan untuk curang. Tapi, untuk mencium bola.

Mungkin Lopez sangat senang karena lawan telah mencetak gol bunuh diri. Masalahnya, penyelenggara Liga Ekuador sudah menerapkan aturan pencegahan Covid-19. Salah satunya adalah larangan mencium bola.

Sebelum Lopez, lima pemain didenda dengan jumlah yang sama karena berganti seragam. Klub tersebut juga didenda karena tidak memberikan kotak P3K dan pembersih tangan.

Ekuador saat ini mencatat 114 ribu infeksi virus corona. Dan, 6.600 kematian akibat pandemi yang dipicu oleh virus tersebut.

Tonton video menariknya di bawah ini:

Real Madrid akan berstatus sebagai tim dengan kandang terkecil di La Liga

Real Madrid akan berstatus sebagai tim dengan kandang terkecil di La Liga

JawaPos.com – SD Huesca gagal menjadi klub La Liga 2020-2021 yang memiliki kapasitas stadion paling kecil. Klub promosi berjuluk Oscar ini bertempat di El Alcoraz yang hanya mampu menampung 7.638 penonton.

Hanya, saat Real Madrid kembali menggunakan Estadio Alfredo Di Stefano untuk memulai musim ini, gelar tersebut menjadi milik juara bertahan La Liga.

Pasalnya, Estadio Di Stefano hanya berkapasitas 6 ribu penonton.

Real memutuskan untuk tinggal di Estadio Di Stefano karena rumah utama mereka, Estadio Santiago Bernabeu, belum selesai direnovasi. Minggu (30/8), misalnya, stadion berkapasitas 81 ribu penonton itu memasuki instalasi rumput baru.

Awalnya, renovasi yang dimulai awal April sudah bisa dimanfaatkan Mulailah La Liga musim ini pada 12 September.

“Saya pikir bermain di sini (Estadio Di Stefano, Red) juga bisa memberikan keberuntungan lebih bagi kami,” tandasnya entrenador Real Zinedine Zidane di situs resmi klub.

Sejak menjadi rumah sementara Real mengulang kembali Musim lalu di La Liga, Sergio Ramos dkk sukses menyapu bersih enam kali jornada dan lima di antaranya seprai bersih. Ini juga membantu Los Merengues memenangkan gelar La Liga ke-34.

Bukan tidak mungkin dewi Fortuna Estadio Di Stefano melebarkan sayap ke dua ajang lainnya, Copa del Rey dan Liga Champions. Kebetulan, penyebab utama Los Merengues & # 39; Kegagalan dalam dua event tersebut musim lalu kalah di Estadio Bernabeu.

Yakni, dikalahkan 3-4 oleh Real Sociedad di perempat final Copa del Rey (7/2), lalu dikalahkan Manchester City 1-2 di leg pertama 16 besar Liga Champions (27/2).

La Liga Mendukung Barcelona dalam Pertempuran Hukum melawan Lionel Messi

La Liga Mendukung Barcelona dalam Pertempuran Hukum melawan Lionel Messi

JawaPos.com – Keinginan Lionel Messi hengkang dari Barcelona mengalami babak baru. Kali ini, otoritas La Liga mengeluarkan pernyataan resmi bahwa mereka mendukung keputusan Barcelona dalam adu kontrak melawan Messi.

"Perjanjian saat ini masih berlaku. (Tim yang berminat) harus membayar klausul pelepasan senilai 700 juta EUR. Dan itu satu-satunya jalan keluar," tulis pernyataan resmi La Liga.

Presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu dan dewan direksi telah menyatakan bahwa mereka tidak akan membiarkan Messi pergi dengan status bebas transfer. Mereka siap bertemu Messi jika La Pulga ingin membahas kontrak baru.

La Liga mengatakan jika Messi ingin hengkang, maka ia harus menjunjung tinggi aturan klub.

Messi tidak bisa pergi begitu saja hanya dengan putus kontrak.

  • Baca juga: Messi hengkang, Spanyol bakal rugi pendapatan pajak Rp 868,1 miliar

Pada Sabtu (29/8), Barcelona memecat tim legal mereka. Pasalnya, salah satu alasan Messi mengajukan cuti dengan status bebas transfer ternyata berasal dari saran firma hukum Cuatrecasas.

Barcelona tahu ini. Mereka dilaporkan sangat marah. Para direktur Barcelona menganggap Cuatrecasas & # 39; keterlibatan menjadi tidak bisa diterima.

Munculnya sengketa hukum antara pemain dan klub tersebut membuat FIFA dan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) kemungkinan akan terlibat.

Jika Messi hengkang, efeknya tidak hanya akan dirasakan Barcelona. Tapi juga pesta di luar La Blaugrana.

Tanpa Messi, Barca bisa menghemat anggaran belanja untuk pos gaji sang pemain. Padahal, dari gaji pemain Barca EUR 391 juta (Rp 6,78 triliun) tiap musimnya, ada EUR 70,7 juta (Rp 1,22 triliun) yang atau hampir 20 persennya dihabiskan hanya untuk membayar Messi.

Pemerintah Spanyol, Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) dan Liga Sepak Bola Spanyol (LFP) juga merasakan dampaknya. Terutama otoritas pajak Spanyol.

Laporan surat kabar Spanyol Sport menyebutkan bahwa keuangan Spanyol per tahun akan kehilangan potensi pendapatan hingga EUR 50 juta (Rp. 868,1 miliar). Itulah jumlah pemotongan pajak yang dibayarkan Messi setiap tahun.

Dengan pandemi Covid-19 saja, nilai penawaran hak siar televisi yang semula ditargetkan mencapai EUR 2.111 juta (Rp36,6 triliun), hanya mampu mencapai EUR 1.915 juta (Rp33,2 triliun). Jika Messi pergi, jumlah itu akan sangat berkurang.

11 pertandingan, 11 kemenangan, Bayern Munich memenangkan Liga Champions 2020

JawaPos.com-Bayern Munchen menjuarai Liga Champions 2020 dengan rekor sempurna. Dalam 11 pertandingan di ajang ini, Bayern menang 11 kali.

Pada laga puncak di Estadio da Luz pagi ini (24/8), Bayern mengalahkan Paris Saint-Germain (PSG) dengan skor 1-0.

Ini adalah gelar keenam Bayern di Liga Champions. Raksasa Jerman berhasil mencapai 11 kali final. Sedangkan PSG belum berhasil mendobrak sejarah. Yakni menjadi debutan final ketujuh berturut-turut yang gagal menjadi juara.

Satu-satunya gol Bayern tercipta pada menit ke-59. Salib yang cantik dari punggung penuh Joshua Kimmich diselesaikan oleh sundulan Kingsley Coman. Skema tujuan yang sangat sederhana namun mematikan.

Striker Bayern Kingsley Coman merayakan gol yang dia cetak bersama Thomas Mueller di final Liga Champions 2020. Gol Coman mengantarkan Bayern meraih kemenangan. (Miguel A. Lopes / POOL / AFP).

Usai gol itu, PSG meningkatkan intensitas serangan. Terhitung, dua kali gawang Bayern Manuel Neuer tampil gemilang menyelamatkan gawangnya. Pertama dari Marquinhos di menit ke-69 dan Kylian Mbappe di menit ke-72.

  • Baca juga: Laga PSG Lawan Bayern Penghapusan Stigma Liga Tani

Menjadi juara Liga Champions 2020 membuat Bayern sukses pemenang treble. Bayern sebelumnya memenangkan gelar Bundesliga dan DFB-Pokal. Di sisi lain, PSG gagal meraihnya pemenang treble. Sebelumnya, Thiago Silva dkk berhasil meraih gelar Ligue 1 dan Coupe de France.

Penyerang Paris Saint-Germain Neymar berbaring di penghujung pertandingan. (Matthew Child / POOL / AFP)

Paruh pertama pertandingan final ini berlangsung dengan intensitas yang sangat tinggi. Skor masih imbang 0-0. Namun pertandingan yang berlangsung di Estadio da Luz, Lisbon berlangsung sangat seru.

Pada menit ke-18, PSG punya peluang untuk unggul lebih dulu. Bintang mereka, Neymar, berpeluang emas mencetak gol. Dia lolos dari serangan bek Bayern David Alaba. Neymar tinggal menghadapi kiper Bayern Manuel Neuer. Namun, sepakannya masih bisa ditahan oleh penjaga gawang timnas Jerman.

Pada menit ke-22, giliran Bayern mendapatkan peluang emas. Di kotak penalti, striker Robert Lewandowski berbalik dan melakukan tendangan. Namun, sepakannya masih membentur tiang kiri gawang.

Satu menit kemudian, melalui skema serangan balik cepat yang dimotori Neymar, PSG kembali punya peluang besar. Namun, tembakan Angel Di Maria di kotak penalti terlalu keras dan melayang di atas mistar gawang Neuer.

Di Maria berada dalam posisi sempurna setelah menerima umpan dari Ander Herrera.

Lewandowski kembali mendapatkan peluang emas di menit ke-30. Namun, sundulannya saat meleset di depan gawang PSG masih dengan gemilang diselamatkan kiper Keylor Navas.

Di menit-menit terakhir babak pertama, kedua tim terus melancarkan serangannya secara intens. Namun, skor tersebut masih sekuat 0-0.

Di penghujung babak pertama, Bayern mendominasi penguasaan bola di posisi 62 persen. Namun, PSG berhasil mencatatkan lebih banyak tendangan. Yakni enam berbanding lima milik Bayern.

Secara keseluruhan, Bayern mendominasi penguasaan bola dengan 62 persen. Bayern juga mencatatkan 12 tendangan dengan dua mengarah ke gawang. Sedangkan PSG memperoleh 10 tendangan (tiga mengarah ke gawang).

Daniele Orsato memimpin final Liga Champions

Daniele Orsato memimpin final Liga Champions

JawaPos.com – Panitia wasit UEFA telah mengumumkan bahwa wasit asal Italia, Daniele Orsato akan memimpin laga final Liga Champions antara PSG v Bayern Munich di Estadio da Luz, Lisbon, Portugal, Senin pagi (24/8).

Wasit berusia 40 tahun itu telah menjadi wasit internasional sejak 2010. Dan final akan menjadi kali pertama Orsato memimpin final, sebelumnya ia telah memimpin enam pertandingan Liga Champions musim ini.

“Anda memimpikan momen ini sepanjang karier Anda. Bagi saya, ini adalah mimpi seumur hidup. Perasaan pertama yang datang ke tubuh saya ketika saya diberitahu bahwa saya akan memimpin pertandingan final sangat bersemangat, ”ujar Daniele Orsato seperti dikutip dari situs resmi UEFA.

Orsato juga menjadi juri di babak perempat final Liga Europa. Sedangkan musim lalu, Orsato menjadi wasit keempat final Liga Europa antara Chelsea v Arsenal.

Baca juga: PSG vs Bayern Munchen: Menunggu Juara Baru

Di final Lisbon, Orsato akan didampingi dua asisten, yakni Lorenzo Manganelli dan Alessandro Giallatani. Daniele Orsato mengaku memiliki hubungan yang baik dengan kedua rekannya. Pasalnya, mereka bertiga sering belajar bersama soal detail pertandingan.

Selain didampingi dua asisten, UEFA menunjuk Ovidiu Hategan dari Rumania sebagai ofisial keempat. Sementara untuk VAR, federasi menunjuk Massimiliano Irrati sebagai perwira utama dibantu oleh Marco Guida sebagai asisten.

“Kami memiliki hubungan yang hebat. Kami selalu mempelajari setiap detail bersama dan saling mendukung baik di dalam maupun di luar lapangan, ”terangnya.

Baik pemain PSG maupun Munich harus bermain hati-hati. Pasalnya Daniele Orsato tak segan-segan mengeluarkan kartu kuning. Dari enam laga Liga Champions 2019-2020 yang dipimpinnya, tercatat 33 kartu kuning dikeluarkan dari sakunya.

Salah satu laga yang ia pimpin di Liga Champions 2019-2020 adalah saat Real Madrid menjamu Manchester City pada 16 besar Februari lalu. Dalam laga tersebut, Orsato mengeluarkan tiga kartu kuning dan satu kartu merah untuk Sergio Ramos. Ia pun memberikan penalti untuk The Citizens.

Tonton video menariknya di bawah ini:

Lopetegui optimistis Ocampos siap bermain di Final Liga Europa

Lopetegui optimistis Ocampos siap bermain di Final Liga Europa

JawaPos.com – Manajer Sevilla Julen Lopetegui optimistis penyerang sayapnya, Lucas Ocampos cukup fit untuk mengikuti final Liga Europa melawan Inter Milan di Stadion RheinEnergie, Cologne, Jerman, Jumat waktu setempat (Sabtu, 22 Agustus WIB).

Menentukan langkah Sevilla saat menyingkirkan Wolverhampton di babak perempat final, Ocampos hanya bermain hingga menit ke-56 dalam laga semifinal melawan Manchester United, Minggu (16/8) akibat cedera lutut.

Meski begitu, Ocampos tetap mengikuti sesi latihan Kamis bersama rekan-rekannya. Lopetegui berharap pemain berusia 26 tahun itu bisa menunjukkan perkembangan positif.

"Kami harus melihat bagaimana dia menanggapi sesi latihan hari ini," kata Lopetegui pada konferensi pers pra-pertandingan yang dikutip situs resmi UEFA. Antara.

“Besok semua yang turun harus dalam kondisi terbaik dan siap. Saya cukup optimis,” imbuhnya.

Meski menjajaki final dengan reputasi sebagai tim tersukses di Liga Europa, Lopetegui menegaskan bahwa timnya mendekati pertandingan dengan kerendahan hati dan rasa hormat kepada Inter Milan.

“Inter adalah tim yang sangat lengkap, dengan kualitas bagus dalam serangan dan pertemuan di pertahanan, tidak memberikan banyak peluang kepada lawan mereka. Kami akan memasuki pertandingan seperti biasa, berusaha tetap solid dan saling mendukung, ”pungkas Lopetegui.

Sevilla berpeluang menambah koleksi lima trofi Liga Eropa dan Piala UEFA jika mengalahkan Inter di final besok.

Jawapos

Gulingkan Lyon, Bayern Munchen Bertemu PSG di Final Liga Champions

JawaPos.com – Kepindahan Bayern Munich di Liga Champions belum juga dihentikan. Kali ini giliran Olympique Lyon yang merasakan keganasan FC Hollywood – julukan Munich – di semifinal Liga Champions, Kamis (20/8). Laga di Estadio José Alvalade dimenangkan oleh Munich dengan tiga gol tanpa balas.

Wakil Jerman itu melaju ke final Liga Champions untuk bertemu Paris Saint-Jerman (PSG) yang menang atas RB Leipzig pada Rabu (19/8). Munich berhasil melaju ke final berkat gol yang dicetak oleh Serge Gnabry di menit ke-18 dan ke-33 serta satu gol dari Robert Lewandowski di menit ke-88.

Sejak pertandingan dimulai, Munchen berinisiatif membangun serangan. Di menit keempat, Munich mengincar sisi kiri Lyon yang diisi oleh Maxwel Cornet dan Marcal. Namun, masih bisa dimentahkan oleh lawan. Sementara itu, Lyon mencoba melakukan serangan balik melalui Memphis, namun tembakannya melebar dari Manuel Neuer.

Munchen tetap fleksibel membuka pertahanan Lyon. Melalui umpan-umpan pendek, umpan-umpan panjang, pergantian ke sisi lapangan. Tidak terpaku pada satu pemain atau sisi.

Pada menit ke-11, Lyon kembali mendapat peluang melalui serangan balik cepat, namun Toko Ekambi gagal mengubahnya menjadi gol. Setelah kegagalan itu, Lyon semakin menekan Munich. Les Gones -julukan Lyon- berhasil membuat ketidaknyamanan pertahanan Munich lewat permainan cepat.

Munich, yang terus di bawah tekanan, memimpin dalam 18 menit. Diawali dengan assist Joshua Kimmich, Serge Gnabry menyapanya dengan tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti. Bola bersarang di pojok kiri atas gawang Olympique Lyon. Munich sekaligus unggul 1-0.

Munich menggandakan keunggulan pada menit ke-33. Gol tersebut berawal dari cheat lambat Gnabry yang memanfaatkan bola muntahan dari tembakan Robert Lewandowski. Munich semakin nyaman dalam bermain setelah unggul dua gol. Sebaliknya, Lyon tidak bisa tampil sebaik awal pertandingan hingga babak pertama berakhir dengan skor 2-0.

Di babak kedua, performa Lyon meningkat pesat setelah Dembele dan Thiago Mendes masuk menggantikan Depay dan Bruno Guimaraes. Lyon mendapatkan peluang pertama melalui Marcelo. Bek Lyon berhasil mencapai sudut tetapi sundulannya dapat ditahan oleh Neuer di menit ke-55.

Lagi-lagi Lyon punya peluang bagus untuk memperkecil defisit di menit ke-58. Ketika Niklas Sule melakukan kesalahan, Aouar berhasil mengirimkan umpan ke Ekambi. Sayangnya, Ekambi gagal mengalahkan Neuer dalam duel satu lawan satu.

  • Baca Juga: Tanpa Ballon d'Or, Lewandowski Bisa Menangkan Pemain Pria Terbaik FIFA

Selama pertandingan, Lyon tidak bermain terlalu buruk. Mereka lebih sering menguasai bola ketimbang babak pertama. Namun Munich bermain lebih konservatif dengan menurunkan garis pertahanan mereka. Itu membuat Lyon tak bisa berbuat banyak.

Pada menit ke-79, Coutinho mencetak gol ke gawang Lyon, sayangnya gol tersebut dianulir wasit setelah Goretzka dianggap dalam posisi offside. Namun, petaka bagi Lyon benar-benar datang pada menit ke-88. Munich akhirnya mencetak gol ketiga. Tendangan bebas Kimmich dari sudut kiri kotak penalti Lyon disambar oleh sundulan keras Lewandowski.

Hingga pertandingan berakhir, skor tidak berubah. Munich unggul tiga gol tanpa balas dari Lyon. Di final, Bayern Munich akan bertemu PSG. Laga akan berlangsung di Estadio da Luz, Lisbon, Senin pagi (24/8).

Tonton video menariknya di bawah ini:

Jawapos

Kalahkan Leipzig, PSG Buat Sejarah ke Final Liga Champions

JawaPos.com – Sejarah itu akhirnya dicatat. Untuk pertama kalinya, Paris Saint-German (PSG) akhirnya merasakan final Liga Champions sejak berdirinya pada 12 Agustus 1970. Torehan sejarah ini didapat setelah membuang wakil Jerman, RB Leipzig dengan tiga gol tanpa balas di Estadio da Luz, Portugal. .

Di awal pertandingan, kedua tim berinisiatif menyerang satu sama lain. Di menit ketujuh, PSG nyaris membuka keunggulan lewat aksi Neymar. Berawal dari pergerakan Mbappe dari sisi kiri, ia melepaskan umpan terobosan manis kepada Neymar yang tampil dari lini kedua.

Hanya saja Neymar gagal mengonversi peluang emas menjadi sebuah gol dan hanya membentur tiang. Sambil menendang tepat sasaran pertama dari RB Leipzig dilepaskan oleh Sabitzer dari luar kotak penalti pada menit kesembilan. Namun, tembakan itu terlalu lemah untuk diamankan Sergio Rico.

Serangan PSG akhirnya membuahkan hasil. Pada menit ke-13, Marquinhos & # 39; Sundulan yang memanfaatkan tendangan bebas Angel Di Maria berhasil membawa PSG unggul sekaligus unggul satu gol atas RB Leipzig.

Tertinggal satu gol dan diserang berkali-kali, para pemain RB Leipzig berusaha keluar dari tekanan. RB Leipzig mendapat peluang emas saat mendapat tendangan bebas, namun tembakan Sabitzer masih membentur pagar pemain PSG.

Tak berselang lama, giliran Poulsen yang memiliki peluang emas untuk menyamakan kedudukan. Hanya saja penyerang RB Leipzig tersebut melepaskan tembakan yang masih tipis di sisi kiri gawang Sergio Rico.

Neymar mengalami nasib sial. Lagi-lagi, sepakannya di menit ke-34 dari jarak jauh kembali dibendung oleh tiang gawang. Menjelang akhir babak pertama, kualitas individu kedua tim terlihat jauh berbeda. Hal itu terlihat ketika aksi Angel Di Maria pada menit ke-42 melepaskan tembakan kerasnya dan menggandakan kedudukan menjadi 2-0 untuk keunggulan PSG.

Hampir sepanjang babak pertama, tim asuhan Julian Nagelsmann dibuat tak berdaya oleh Neymar cs. Skor babak pertama, RB Leipzig 0 vs 2 PSG.

  • Baca juga: Melawan RB Leipzig Bisa Bikin Neymar Benci

Babak kedua, PSG tak mengendurkan serangannya. Di sisi lain, RB Leipzig masih belum bisa lepas dari tekanan para pemain PSG. Mimpi buruk Leipzig bertambah saat memasuki menit ke-54. Sundulan Juan Bernat merobek gawang Leipzig untuk ketiga kalinya. Meski wasit sempat mengecek VAR, gol itu akhirnya disetujui dan membuat keunggulan PSG dari Leipzig semakin menjauh.

Wasit memeriksa VAER karena pada awalnya Bernat tampak berada di posisinya offside saat mencetak gol ketiga PSG. Namun, VAR menyatakan dirinya dalam posisi yang tepat di sisi karena ada Upamecano yang terjatuh di sisi paling kanan pertahanan Leipzig.

Pada menit ke-70, Mbappe hampir saja menambah gol untuk PSG. Namun sundulannya yang memanfaatkan perut Di Maria masih menyamping dari gawang Gulacsi. Skor 0-3 bertahan hingga pertandingan usai. Di final, Senin 24 Agustus, PSG akan menghadapi pemenang pertandingan Lyon vs Bayern Munich.

Tonton video menariknya di bawah ini:

Jawapos

Menang 5-0 atas Shakhtar, Inter Bertemu Sevilla di Final Liga Europa

JawaPos.com – Inter Milan berhasil melaju ke final Liga Europa setelah membantai Shakhtar Donetsk lima gol tanpa balas. Lautaro Martinez dan Romelu Lukaku masing-masing memborong dua gol, dan satu gol lagi dicetak oleh Danilo D & # 39; Ambrosio. Di final Liga Europa, Inter akan menghadapi Sevilla di Stadion Energa, Polandia, Sabtu, 22 Agustus.

Awal permainan berjalan dengan tempo yang lambat. Inter lebih banyak mengambil inisiatif menyerang daripada Shakhtar yang lebih defensif. Namun, Nerazzurri -julukan Inter- tampak kesulitan menembus pertahanan lawan di awal pertandingan.

Tim Ukraina mulai berani menyerang saat pertandingan baru berjalan 10 menit. Mereka mengancam pertahanan Inter dari sisi kanan dan kiri. Tapi pertahanan Inter juga ditertibkan sehingga serangan selalu dipatahkan.

Gol pertama Inter tercipta dalam 19 menit. Berawal dari tembakan kiper Shakhtar yang terlalu lemah sehingga disambar Nicola Barella. Tak mau menyia-nyiakan peluang, ia langsung mengirimkan umpan silang dari sisi kanan yang disambut sundulan Lautaro Martinez. Bola ditembak ke samping gawang.

Pada menit ke-34, Inter mendapat peluang untuk menggandakan gol. Itu terjadi ketika Barella memberikan ancaman lewat tembakan kerasnya ke gawang. Namun, tembakannya berhasil diblok oleh kiper Andriy Pyatov dan hanya menghasilkan tendangan sudut.

Hingga akhir babak pertama, Shakhtar nyaris tidak punya peluang untuk membahayakan pertahanan Inter. Sepakan Marcos Antonio di menit ke-43 menjadi satu-satunya peluang emas Shakhtar untuk menyamakan kedudukan.

Di babak kedua, tim asuhan Antonio Conte tak lagi bermain menunggu. Mereka tampak menekan dan berganti untuk mengontrol aliran bola. Sayap juga merupakan serangan alternatif.

  • Baca Juga: Antonio Conte: Jangan Takut Dalam Kamus Saya

Alhasil, dua peluang hadir saat 10 menit babak kedua bergulir. Namun, upaya Lukaku dan Martinez masih belum membuahkan gol kedua bagi Inter.

Permainan Shakhtar hanya mampu merepotkan Inter di babak pertama. Di babak kedua, permainan Shakhtar berantakan. Inter terus mendorong melalui kedua sayap. Inter mendapatkan beberapa peluang untuk melakukan tendangan sudut. Pada menit ke-64, Inter menggandakan skor dengan sundulan Danilo D & # 39; Ambrosio.

Ketertinggalan dua gol membuat Shakhtar mulai kehilangan ritme permainannya dan hal itu dimanfaatkan dengan baik oleh Inter. Sepuluh menit kemudian atau menit ke-74, Martinez mencetak gol keduanya. Kali ini, tendangan kaki kanan Martinez meluncur mulus ke gawang Shakhtar. Skor menjadi 3-0.

Penderitaan Shakhtar belum berakhir. Inter kembali mencetak gol melalui Lukaku pada menit ke-78 setelah menerima umpan dari Martinez. Menjelang akhir pertandingan, permainan Shakhtar mulai berantakan. Bahkan seringkali umpan yang salah. Pada menit ke-84, aksi individu Lukaku membuahkan gol. Ia mencetak gol keduanya dengan tendangan akurat ke sudut gawang Shakhtar. Inter memperbesar kedudukan menjadi 5-0 hingga akhir pertandingan.

Tonton video menariknya di bawah ini: