Tag Archives: kalah

Man City Kalah 2-5 di Etihad, Guardiola: Leicester enggan main sepakbola

Man City Kalah 2-5 di Etihad, Guardiola: Leicester enggan main sepakbola

JawaPos.com – Hasil mengejutkan terjadi pada pekan ke-3 Liga Inggris 2020-2021 di Stadion Etihad. Tuan rumah Manchester City kalah 2-5 dari tamunya, Leicester City, Minggu (27/9). Untuk pertama kalinya di era Josep Guardiola, gawang Man City dibobol lima kali oleh tim lawan.

Guardiola membeberkan penyebab kekalahan timnya. Selain itu, manajer asal Spanyol tersebut juga mengkritik Leicester City karena bermain terlalu defensif. Bahkan, julukan Pep – Guardiola, menyebut Leicester seolah tak mau bertanding, atau tak mau main sepak bola.

“Mereka (Leicester) tidak ingin bermain. Mereka bertahan jauh ke dalam dan hanya menginginkan serangan balik, ”ujar Guardiola seperti dilansir BBC.

Pep menilai tak hanya faktor pertahanan Leicester yang membuat timnya gagal menambah gol. Menurutnya, para pemainnya mulai kehilangan konsentrasi dan tidak sabar ketika Leicester mampu menyamakan kedudukan setelah timnya sempat unggul cepat pada menit ke-4 melalui kaki Riyad Mahrez.

"Gagal menciptakan peluang membuat kami gelisah dan cemas," tambah Guardiola.

Di laga ini, Man City justru tampil dominan. Namun, permainan mereka berantakan setelah striker Leicester Jamie Vardy menyamakan kedudukan dari titik penalti pada menit ke-37. Setelah itu, Vardy menambah dua gol untuk melengkapi hat-tricknya pada menit ke-54 dan 58. Dua gol Leicester lainnya dicetak oleh James Maddison dan Youri Tielemans. Total, Leicester mendapat 3 penalti di pertandingan itu.

Sementara itu, gol tambahan Man City dicetak oleh Nathan Ake pada menit ke-84, usai menerima asis dari Mahrez.

Absennya dua penyerang Sergio Aguero dan Gabriel Jesus akibat cedera membuat Man City tampak seperti macan ompong meski mendominasi penguasaan bola. Pertahanan mereka rapuh sehingga setiap kali Leicester melakukan serangan balik, gawang Man City yang selalu dijaga Ederson selalu terancam.

"Ini hasil yang sulit, tapi saya tidak akan menyerah. Saya akan mencari solusi agar tim ini stabil. Para pemain saya mungkin mengira mereka tidak bermain cukup bagus setelah kebobolan, tapi kami pada tahap itu mendominasi," kata Pep .

“Masalahnya kami memberikan tekanan ekstra pada diri kami sendiri untuk mencetak gol tambahan. Kami harus lebih tenang. Kami harus lebih sabar,” kata Pep.

Tonton video menariknya di bawah ini:

Istana Dipermalukan Man United, Tampil di Old Trafford Kalah 1-3

Istana Dipermalukan Man United, Tampil di Old Trafford Kalah 1-3

JawaPos.com – Manchester United memulai musim 2020-2021 dengan kekalahan yang memalukan. Bermain di Old Trafford, Sabtu (19/9), Man United mengalahkan tamu Crystal Palace dengan skor 1-3.

Di awal babak pertama kedua tim memainkan yang terbaik. Namun, Istana lebih dominan dalam penguasaan bola. Pressing Palace dan koordinasi pertahanan buruk Man United membuahkan gol ke gawang David De Gea di menit ketujuh. Umpan Jeffrey Schlupp dari kiri tidak disia-siakan oleh Andros Townsend.

Hingga turun minum skor tidak berubah. Di awal babak kedua, Palace sebenarnya punya beberapa peluang yang membahayakan gawang Man United, hanya saja penyelesaian akhir Ayew jauh dari ekspektasi.

Palace tak mengendurkan serangan, sebaliknya Setan Merah masih mendapat tekanan dari lawannya. Sebenarnya di menit ke-66, Palace bisa menggandakan posisi, serangan balik Palace membuahkan gol Wilfried Zaha, tetapi offside menyelamatkan Man United dari kebobolan satu detik.

Peluang Palace di menit ke-69 terbuang percuma karena operan Ayew tidak mengarah dengan baik ke Zaha, namun melalui Video Assistant Referee (VAR) terlihat handsball Victor Lindelof. Wasit memberikan penalti.

Sayang, penalti yang dilakukan Ayew tak mampu menambah keunggulan Palace. Bola yang diarahkan ke sudut kanan gawang diblok oleh De Gea. Namun, sepakan 12 pas diulang kembali saat De Gea seolah bergerak sebelum bola ditendang.

Zaha memanfaatkan peluang penalti kedua untuk membobol gawang Man United. Palace memimpin 2-0 pada menit ke-74.

Enam menit kemudian, Man United memperkecil jarak melalui Donny van de Beek. Pemain baru itu memanfaatkan rebound yang tidak sempurna dari pemain Crystal Palace yang ingin memblok umpan Timothy Fosu-Mensah.

Upaya Man United untuk bangkit dibendung oleh gol kedua Zaha pada menit ke-85. Meski dibayang-bayangi Lindelof dan Harry Maguire, Zaha mampu melepaskan tembakan mendatar yang tak bisa diantisipasi De Gea. Skor 3-1 untuk Crystal Palace tidak berubah hingga pertandingan usai.

Hasil tersebut membuat Crystal Palace mampu meraih dua kemenangan tandang berturut-turut melawan Man United untuk pertama kalinya. Sebelumnya pada musim lalu, Palace juga menang di kandang Setan Merah.

Sementara bagi Man United, ini adalah ketiga kalinya mereka kalah di pertandingan pertama di musim baru Liga Inggris saat menjadi tuan rumah. Man United sebelumnya kalah di kandang sendiri dari Everton pada pertandingan pertama musim 1992-1993 dan di kandang Swansea City pada pertandingan pertama musim 2014-2015.

Man United 1-3 Crystal Palace

(Van de Beek 80 – Townsend 7, Zaha 74-p, 85)

Susunan Pemain
Manchester United: De Gea, Lindelof, Maguire, Shaw, Fosu-Mensah (Ighalo 81), Pogba (Van de Beek 67), Bruno Fernandes, Daniel James (Greenwood 46), McTominay, Martial, Rashford

Crystal Palace: Guaita, Sakho, Lingkungan, Schlupp (Eze 75), Mitchell, McArthur, McCarthy (Milivojevic 90), Kouyate, Townsend, Ayew (Batshuayi 81), Zaha

Selama Angel Di Maria mencetak gol, PSG tak pernah kalah

Selama Angel Di Maria mencetak gol, PSG tak pernah kalah

JawaPos.com-Absen karena akumulasi kartu melawan Atalanta BC di perempat final (13/8), Angel Di Maria kembali masuk memulai XI Paris Saint-Germain (PSG) di semifinal kemarin (19/8).

Untuk menampung Di Maria as penyerang luas Baik, entraineur PSG Thomas Tuchel menggantikan Mauro Icardi sehingga Kylian Mbappe dipercaya sebagai penyerang tengah.

Skema yang menjadi favorit Di Maria karena 21 assist dan 7 gol yang dihasilkan pemain Argentina itu musim ini. Bandingkan dengan saat mengoperasikan di sisi kiri. Di Maria hanya mencatatkan 1 assist dan 5 gol.

Taktik yang terbukti. Di Maria terlibat dalam semua gol kemenangan PSG atas RBL alias 2 assist dan 1 gol. Media Prancis pun menyebut Di Maria sebagai jimat keberuntungan untuk PSG. Pasalnya, klub berjuluk Les Parisiens ini tidak pernah kalah kala menyumbangkan gol.

  • Baca juga: Suksesi Pergantian Kapten di PSG Berjalan Sangat Mulus

Sepanjang karirnya tampil di Liga Champions, total El Fideo – julukan Di Maria – sudah mencetak 21 gol dan 27 assist. Khusus untuk assist, Di Maria menyamai rekor legenda klub yang pernah dibelanya, Manchester United, yakni Ryan Giggs.

Hanya Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi sebagai pesepakbola aktif yang membuat rekor membantu di atas Di Maria. 38 dan 33 masing-masing membantu.

Kini pemain berusia 32 tahun itu hanya menginginkan satu hal. Kembali menyumbang gol PSG di final. Pasalnya, saat tampil di final Liga Champions 2014 bersama Real Madrid, Di Maria tak berkontribusi selama 120 menit di lapangan.

Meski Real sukses menang 4-1 atas Atletico Madrid. "Saya ingin (penampilan) saya berbeda (di final musim ini daripada di final 2014, Red)," kata Di Maria di situs resmi klub.