Tag Archives: Inggris

Jawapos

Lampard Sebut Jadwal Liga Utama Inggris Tidak Masuk Akal

JawaPos.com – Manajer Chelsea itu menyebut jadwal Liga Inggris tidak masuk akal. Ia mengimbau pertandingan yang digelar Sabtu (21/11) sore waktu setempat beberapa bulan terakhir ini tidak lagi digelar.

Chelsea akan mengunjungi markas St. James & # 39; Park menghadapi Newcastle United dalam serangkaian pertandingan di Minggu 9. Sepak bola dimulai saat makan siang waktu setempat.

Menurut Lampard, hal tersebut tidak masuk akal karena memangkas waktu persiapan, terutama bagi sejumlah pemain yang baru kembali dari memperkuat negaranya pada Kamis (19/11) kemarin.

"Penjadwalannya benar-benar tanpa akal sehat," kata Lampard pada konferensi pers sebelum pertandingan Reuters, dikutip dari Antara.

“Ini jelas bukan cara yang baik bagi para pemain untuk mempersiapkan pertandingan sekelas Premier League. "Jika Anda menginginkan yang terbaik untuk liga ini, saya ingin para pemain saya dapat memberikan performa terbaik, tetapi tidak dalam situasi yang sulit," tambahnya.

Lampard juga digaet sejumlah pelatih yang mendesak Liga Inggris segera mengadopsi aturan pergantian pemain lima pemain seperti kompetisi papan atas lainnya di Eropa.

Manajer Liverpool Jurgen Klopp dan manajer Manchester City Pep Guardiola termasuk di antara pelatih yang vokal dalam menyuarakan desakan ini.

"Saya pikir ini adalah sesuatu yang harus saya suarakan lagi dengan klub lain. Perhatian utama saya adalah tentang keselamatan para pemain, mereka sedang dalam tekanan berat, terutama mereka juga tampil di kompetisi Eropa," ujar Lampard merujuk pada Liga Champions dan Liga Europa.

"Bukannya orang harus meneteskan air mata untuk para pemain, tapi di liga lain mereka semua memberi lima pergantian pemain, kami harus meninjau kembali masalah ini," pungkas Lampard.

Kompetisi Prestise, Inggris dan Skotlandia Berintegrasi di Euro 2020

Kompetisi Prestise, Inggris dan Skotlandia Berintegrasi di Euro 2020

JawaPos.com – Siapa kombinasinya fullback yang terbaik di dunia saat ini? Trent Alexander-Arnold dan Andrew Robertson di Liverpool FC, sepertinya, jawabannya. Dengan Trent di kanan dan Robbo di kiri, LFC memenangkan Liga Champions dan kemudian Liga Premier untuk pertama kalinya tahun ini.

Lalu, bagaimana jika kedua pemain itu berada di dua tim yang berbeda dan harus berhadapan. Itulah yang patut ditunggu di putaran final Euro 2020 tahun depan. Trent dengan Inggris, sedangkan Robbo membela Skotlandia. Bergabung di Grup D bersama Kroasia dan Republik Ceko.

Kemarin (13/11) Robbo mengikuti Trent akan merasakan atmosfer Euro 2020. Di Stadion Rajko Mitic, Skotlandia mengalahkan Serbia di final. babak penyisihan jalur C melalui adu penalti 5-4 (1-1).

Dengan ban kapten di lengannya, Robbo sukses membawa The Tartan Terrier kembali ke turnamen besar setelah terakhir kali di Piala Dunia 1998. Saat itu, Trent belum lahir atau baru lahir tiga bulan kemudian (7 Oktober).

  • Baca juga: Tindakan Konyolnya Seperti Luis Suarez, Bedanya Lionel Messi Tak Diberi Sanksi

Pertemuan Trent versus Robbo bukan hanya pertarungan antara dua bek sayap terbaik di dunia saat ini. Namun juga persaingan penuh gengsi dan prestise antara The Three Lions dan The Tartan Terrier yang ditahbiskan sebagai Auld Enemy. "Saya tidak sabar menunggu musim panas (tahun depan) datang," kata Robbo seperti dilansir The Independent.

Bagi Robbo, berkompetisi di Euro 2020 seperti menunggu enam tahun untuk Skotlandia. Dalam dua kualifikasi sebelumnya untuk turnamen besar, Euro 2016 dan Piala Dunia 2018, pemain berusia 26 tahun itu selalu gigit jari. Bandingkan dengan Trent yang langsung menjalani caps pertamanya bersama Inggris di Piala Dunia 2018.

"Butuh waktu 23 tahun bagi Skotlandia untuk merasakannya (turnamen besar) dan kami akan menjalaninya dengan sungguh-sungguh," tambah Robbo, yang memiliki koleksi 38 caps.

Meski bekerja sama untuk menjaga sayap pertahanan LFC, Robbo mengatakan kepada Daily Mirror bahwa dia dan Trent memiliki "persaingan".

Yakni, berlomba-lomba mencatatkan kontribusi assist untuk The Reds. "Ada persaingan di antara kami berdua sehingga kami bisa mengeluarkan yang terbaik dari satu sama lain," kata Robbo.

Musim ini, keduanya sama-sama sudah mencetak tiga gol untuk LFC. Trent memberikan tiga assist, sedangkan Robbo menyumbangkan satu gol dan dua membantu. "Kami & # 39; bersaing & # 39; di lapangan, tapi kami berhubungan sangat baik di luar lapangan," kata Trent. Ini adalah Anfield. Tahun ini, Trent dan Robbo berkolaborasi membuat serial digital di IGTV berjudul "Wingmen".

Pelarian Robbo dan Skotlandia ke Euro 2020 juga mendapat perhatian dan ucapan selamat dari ahli taktik Inggris Gareth Southgate. Skotlandia yang masih diingat Southgate adalah tim yang dikalahkannya saat bermain untuk Inggris di Euro 1996.

Saat itu, The Three Lions menang 2-0 di Stadion Wembley. Dan, pertemuan mereka di Euro 2020 akan digelar kembali di stadion. "Saya yakin pertandingan di Wembley akan luar biasa seperti tahun 1996," kata Southgate.

Secara keseluruhan, Inggris memiliki keunggulan atas Skotlandia dalam pertandingan Auld Enemy. Dari tujuh pertemuan sejak pertandingan mereka di Wembley 1996, misalnya, The Three Lions menang lima kali atau hanya kalah sekali.
Terakhir kali mereka bertemu adalah di kualifikasi Piala Dunia 2018. Yakni di Hampden Park (10/6/2017) dengan skor akhir 2-2.

Klasemen Liga Inggris Setelah Leeds Menghentikan Tren Sempurna Aston Villa

JawaPos.com – Leeds United menghentikan tren sempurna Aston Villa untuk menang dalam empat pertandingan pertama Liga Inggris musim ini. Bertandang ke Villa Park, Birmingham, Sabtu (24/10), Leeds menang 3-0 atas Villa berkat hat-trick yang dibukukan Patrick Bamford pada laga tersebut.

Leeds untuk pertama kalinya sejak 2002 memenangkan dua kemenangan tandang berturut-turut di Liga Premier Inggris. Hasil tersebut membuat tim asuhan Marcelo Bielsa itu melejit ke posisi ketiga klasemen dengan koleksi 10 poin.

Sedangkan Villa untuk sementara tertahan di peringkat kedua dengan hanya unggul dua poin dari Leeds.

Baik posisi Villa maupun Leeds masih belum aman mengingat empat laga di pekan keenam Liga Inggris akan dimainkan pada Sabtu malam hingga Minggu (25/10).

West Ham United akan menjamu Manchester City pertama kali di Stadion London pada Sabtu malam.

Ini kali pertama West Ham memasuki pertandingan lebih tinggi dari City di klasemen sejak Maret 2009. Saat itu, West Ham berhasil menang 1-0 atas City di Upton Park.

Setelah itu Fulham akan menjamu Crystal Palace di Craven Cottage, dengan harapan meraih kemenangan Liga Premier pertama mereka sejak memenangkan promosi.

Pertandingan selanjutnya berlangsung di Old Trafford dimana Manchester United akan menjamu Chelsea. Edinson Cavani berpeluang melakukan debutnya bersama Manchester United sejak didapat secara gratis jelang tenggat bursa transfer kemarin.

Jika menang, MU akan meraih tiga kemenangan beruntun melawan Chelsea untuk pertama kalinya.

Bagi Chelsea, kemenangan akan membuat tim asuhan Frank Lampard melonjak ke urutan ketiga, sedangkan MU bisa menyisakan peringkat ke-15.

Minggu keenam dalam pekan yang berlangsung malam ini akan diakhiri dengan juara bertahan Liverpool menjamu Sheffield United di Anfield.

Laga tersebut akan menjadi ujian lanjutan bagi Liverpool yang baru saja kehilangan pilar utama pertahanannya, Virgil van Dijk.

Positif Covid-19, Thiago Alcantara Absen dari Piala Liga Inggris

Positif Covid-19, Thiago Alcantara Absen dari Piala Liga Inggris

JawaPos.com – Liverpool telah mengonfirmasi bahwa Thiago Alcantara dinyatakan positif Covid-19. Saat ini gelandang Spanyol tersebut sedang mengisolasi diri dengan pengawasan ketat.

Pemain berusia 29 tahun itu tidak tampil saat Liverpool mengalahkan Arsenal 3-1, Senin (28/9). Saat itu, Thiago dikabarkan mengalami cedera ringan.

"Kami mengikuti semua protokol dan Thiago baik-baik saja. Dia akan mengisolasi dirinya dan mudah-mudahan segera kembali bersama kami," kata dokter tim, Dr Jim Moxon.

  • Baca juga: PRATINJAU Liverpool vs Arsenal: Misi Pecahkan Rekor Tiga Kemenangan

Lewat pengumuman ini, Thiago Alcantara dipastikan bakal absen saat The Reds bertemu Arsenal di Piala Liga Inggris. Bahkan, Thiago juga akan absen saat Liverpool bertemu Aston Villa, Minggu (4/10).

Diketahui, eks pemain Bayern Munchen itu melakukan debut sebagai pemain Liverpool saat menang 2-0 atas Chelsea pekan sebelumnya.

Jawapos

Setelah Argentina, Spanyol, Italia, dan Inggris Raya, El Pipita siap berangkat ke AS

JawaPos.com – Striker berjuluk El Pipita, Gonzalo Higuain, dikabarkan bakal segera bergabung dengan Amerika Serikat untuk bermain di MLS bersama Inter Miami. Tentunya akan menjadi petualangan baru setelah Higuain berkiprah di Argentina (negara asalnya), Spanyol, Italia dan Inggris.

Seperti diketahui, Higuain selama berkarir di sepak bola memperkuat River Plate, Real Madrid, Napoli, Juventus, AC Milan, dan sempat mencicipi Liga Inggris bersama Chelsea. Statusnya saat ini adalah pemain Juventus.

Hanya saja, Juventus dikabarkan telah melakukan kesepakatan dengan Higuain untuk mengakhiri kontraknya yang masih tersisa satu tahun. Itu membuka jalan baginya untuk pindah ke Inter Miami. Seperti dilansir Goal, Higuain akan menandatangani kontrak dua musim dengan Inter Miami.

El Pipita bergabung dengan Juventus pada tahun 2016 sebagai salah satu pemain termahal di dunia dengan nilai EUR 90 juta. Higuain direkrut dari Napoli setelah menjadi top skorer di Serie A. Dalam dua musim pertamanya bersama Juventus, Higuaian tampil produktif. Hingga saat ini, dia sudah tampil 105 kali bersama Juventus dan menorehkan 48 gol.

Higuain menghabiskan musim 2018-2019 dengan status pinjaman di Milan dan kemudian Chelsea setelah Juventus melakukan mega transfer saat memboyong Cristiano Ronaldo dari Real Madrid. Meskipun dia kembali ke Turin tahun lalu dan bersatu kembali dengan Maurizio Sarri, Higuain dikatakan tidak ada dalam rencana pelatih baru Andrea Pirlo.

Saat ini, Higuain terlihat hampir pasti bergabung dengan klub David Beckham di Florida setelah menyetujui kesepakatan pribadi dengan klub tersebut. Dia akan bergabung dengan mantan rekan setimnya di Juventus Blaise Matuidi, yang pindah dengan status bebas transfer bulan lalu.

Tonton video menariknya di bawah ini:

Tolak 5 pemain pengganti, Liga Inggris dituding tidak peduli dengan kesehatan

Tolak 5 pemain pengganti, Liga Inggris dituding tidak peduli dengan kesehatan

JawaPos.com-Perselisihan muncul di antara liga-liga elit Eropa saat memutuskan aturan pengganti untuk musim 2020-2021. Tetap dengan lima pemain. Atau, kembali ke format lama tiga pemain 90 menit.

Ligue 1 dan Bundesliga mengambil posisi pertama. Ligue 1 bahkan sudah menerapkannya dalam 32 pertandingan dalam dua pertandingan jurnalis (minggu) awal musim ini. Sementara itu, Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) dan Badan Liga Jerman (DFL) pekan lalu telah memukul palu untuk terus menerapkan aturan tersebut.

Serie A dan La Liga, yang juga akan menggelar liga mereka bulan ini, belum membuat keputusan.

Liga Premier adalah satu-satunya liga elit Eropa yang tidak akan menerapkan aturan tersebut saat kompetisi dimulai minggu depan. Pasalnya, proposal untuk mempertahankan aturan musim ini ditolak mayoritas klub kontestan Liga Inggris. Di antara 20 klub, 13 telah menolak proposal tersebut.

Dari tujuh klub yang setuju, sebagian besar adalah klub besar di liga utama Inggris. Terutama klub asal empat besar Musim lalu yaitu Liverpool FC, Manchester City, Manchester United dan Chelsea. Pemenang Piala FA musim lalu, Arsenal, juga menolak aturan mengganti pemain kembali ke aturan lama, tiga pemain.

  • Baca Juga: Resmi: The Next Zidane adalah pemain Jerman termahal dalam sejarah

"Aturan (pergantian lima pemain, Red) hanya akan menguntungkan klub dengan kekuatan finansial besar yang memiliki banyak talenta bagus di bangku cadangan," ujar laman Daily Mail dalam analisisnya.

Juara bertahan Liverpool, misalnya. The Reds, panggilan akrabnya, memiliki 35 pemain di skuat utama. Bandingkan dengan klub promosi West Bromwich Albion yang hanya memiliki kurang dari 25 pemain.

Dengan mampu berganti pemain hingga lima kali dalam satu pertandingan, klub-klub besar masih memiliki banyak pilihan dari pemain mudanya yang mungkin diambil dari klub lain dari seluruh dunia.

Misalnya yang terjadi di The Citizens, julukan City. Alasan klub pendukungnya, sederhana: faktor kesehatan para pemain yang berlaga saat pandemi Covid-19.

& # 39; & # 39; Saya tidak membahasnya dari sudut pandang itu (keuntungan klub besar). Saya tidak ingin mendapatkan keuntungan dari persaingan. Kami akan melakukan 38 matchweek dalam empat minggu yang lebih pendek (musim ini). Liga lain mungkin kurang lebih sama. Artinya, hal-hal seperti ini bisa sangat membantu. Tapi, saya tidak tahu apa yang dilihat klub lain, "kata Juergen Klopp, manajer Liverpool, di situs resmi klub.

Klopp mencontohkan situasi yang terjadi saat Premier League restart musim lalu. & # 39; & # 39; Saat itu mengalahkan City (0-4 pukul matchweek 32, 2/7), kami kalah meski kami melakukan lima pergantian pemain. Itu tidak pernah sepenuhnya menguntungkan. Ini semua tentang bagaimana kita bisa melewati musim ini. Ini bukan tentang: Oh, ada manfaatnya, & # 39; & # 39; Klopp mencibir.

Sekretaris Jenderal FIFPRO Jonas Baer-Hoffmann bahkan menilai Premier League sebagai kompetisi yang paling tidak mempedulikan kesehatan pemain. & # 39; & # 39; Faktanya, itu adalah sesuatu yang layak dilakukan. Dari prinsip keolahragaan, hal ini tidak membahayakan nilai kompetitif sepakbola. Sejujurnya, masalah (kesehatan) itu jauh lebih besar daripada mengkhawatirkan keseimbangan persaingan, "kata Hoffmann.

Di Bundesliga, aturan ini berlaku di semua kompetisi yang melibatkan klub di dua level teratas Liga Jerman seperti Bundesliga, 2. Bundesliga, Bundesliga Frauen, 2. Bundesliga Frauen, dan DFB-Pokal. Meski tidak semua klub menyetujuinya, salah satunya adalah Werder Bremen.

Aturan tersebut hanya cocok untuk digunakan dalam situasi darurat, tidak untuk saat ini, kata juragan Werder Florian Kohfeldt, seperti dilansir laman Sport1.

Wakil Presiden DFB Peter Frymouth mengatakan lampu hijau untuk penggantian lima pemain musim ini lahir karena pihaknya ingin meringankan beban para pemain dan klub. "Kami hanya ingin melindungi kesehatan para pemain," kata Frymouth di situs resmi DFB.

[VIDEO] CUPLIKAN GOL Inggris 0-0 Swiss (Pen 6-5): Tim Tiga Singa Amankan Peringkat Tiga

Video cuplikan gol Inggris vs Swiss UEFA Nations League 2019. Hasil Inggris vs Swiss Liga Nations. Skor Inggris 0-0 Swiss pen 6-5.

Sepakbola.com, Guimarães – Inggris memenangkan laga perebutan peringkat ketiga UEFA Nations League melawan Swiss di Estádio D. Afonso Henriques, Minggu (9/6/2019) malam WIB. Laga harus diakhiri dengan adu penalti setelah kedua tim gagal mencetak gol dalam 120 menit.

Kedua tim tak banyak mencetak peluang bersih di babak pertama. Peluang terbaik di interval pertama diperoleh Dele Alli sembilan menit sebelum turun minum. Ia berada dalam posisi bebas saat menerima umpan silang Trent Alexander-Arnold di depan mulut gawang. Sayangnya sundulan melambung jauh dari sasaran. Saat kedua tim masuk ke ruang ganti papan skor masih belum berubah, 0-0.

Babak kedua Inggris dan Swis masih kesulitan untuk menjebol gawang lawan. Gawang Yann Sommer nyaris jebol ketika bek Swiss tak cermat dalam menghalau sebuah umpan crossing, bola justru mengarah ke gawang sendiri. Beruntung bola kena tip ujung jari Sommer dan memantul tiang sebelum di jauhkan dari kotak penalti.

Peluang terbaik Swiss datang di menit ke-57 melalui sang kapten Granit Xhaka. Gelandang yang bermain untuk Arsenal itu melepaskan tembakan keras saat menerima sodoran di garis kotak penalti. Beruntung bagi Three Liones, kiper Jordan Pickford masih berhasil memblok tendangan Xhaka.

Inggris sempat berselebras di menit 84 ketika Callum Wilson yang menggantikan Harry Kane menceploskan bola rebound ke gawang Swiss. Sayangnya wasit kemudian menganulir gol setelah meninjau tayangan video assistant referee (VAR). Wasit Ovidiu Hațegan dari Rumania menilai Wilson melakukan pelanggaran karena menarik tangan bek Swiss Manuel Akanji sebelum menjangkau bola rebound.

Gol Wilson dianulir wasit

 

Hingga waktu normal usai deadlock masih belum berhasil dipecahkan oleh kedua tim. Skor imbang tanpa gol memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak extra-time.

Di masa perpanjangan waktu Inggris mendapatkan dua peluang bersih melalui Raheem Sterling dan Dele Alli. Sayang tembakan Sterling di menit 97 dan sundulan Alli di menit 99 masih bisa diblok Sommer. Menit 117, Sterling kembali melepaskan tembakan namun bola hanya membentur mistar gawang.

Hingga 2×15 menit waktu ekstra terlewati pertandingan masih buntu. Skor akhir 0-0 harus dilanjutkan dengan adu penalti. Enam eksekutor penalti Inggris yakni Harry Maguirre, Ross Barkley, Jadon Sancho, Raheem Sterling, Jordan Pickfod, Eric Dier berhasil mencetak gol. Sementara itu Swiss hanya berhasil menyarangkan lima gol melalui Steven Zuber, Granit Xhaka, Manuel Akanji, Kevin Mbabu, Fabian Schar. Eksekusi penendang keenam Swiss, Josip Drmic, berhasil digagalkan Pickford.

Video highlight Inggris vs Swiss

Video cuplikan gol Inggris vs Swiss (Penalti 6-5)

Susunan pemain Inggris vs Swiss

Inggris XI: Pickford, Alexander-Arnold, Maguire, Rose, Dier, Gomez, Delph, Delle Ali, Sterling, Lingard, Kane.

Swiss XI: Sommer; Elvedi , Akanji, Mbabu, Schar, Ricardo Rodríguez; Freuler, Xhaka, Shaqiri, Seferovic, Fernandes

The post [VIDEO] CUPLIKAN GOL Inggris 0-0 Swiss (Pen 6-5): Tim Tiga Singa Amankan Peringkat Tiga appeared first on Berita Bola, Livescore, Jadwal & Cuplikan GOL!.