Tag Archives: di

Istana Dipermalukan Man United, Tampil di Old Trafford Kalah 1-3

Istana Dipermalukan Man United, Tampil di Old Trafford Kalah 1-3

JawaPos.com – Manchester United memulai musim 2020-2021 dengan kekalahan yang memalukan. Bermain di Old Trafford, Sabtu (19/9), Man United mengalahkan tamu Crystal Palace dengan skor 1-3.

Di awal babak pertama kedua tim memainkan yang terbaik. Namun, Istana lebih dominan dalam penguasaan bola. Pressing Palace dan koordinasi pertahanan buruk Man United membuahkan gol ke gawang David De Gea di menit ketujuh. Umpan Jeffrey Schlupp dari kiri tidak disia-siakan oleh Andros Townsend.

Hingga turun minum skor tidak berubah. Di awal babak kedua, Palace sebenarnya punya beberapa peluang yang membahayakan gawang Man United, hanya saja penyelesaian akhir Ayew jauh dari ekspektasi.

Palace tak mengendurkan serangan, sebaliknya Setan Merah masih mendapat tekanan dari lawannya. Sebenarnya di menit ke-66, Palace bisa menggandakan posisi, serangan balik Palace membuahkan gol Wilfried Zaha, tetapi offside menyelamatkan Man United dari kebobolan satu detik.

Peluang Palace di menit ke-69 terbuang percuma karena operan Ayew tidak mengarah dengan baik ke Zaha, namun melalui Video Assistant Referee (VAR) terlihat handsball Victor Lindelof. Wasit memberikan penalti.

Sayang, penalti yang dilakukan Ayew tak mampu menambah keunggulan Palace. Bola yang diarahkan ke sudut kanan gawang diblok oleh De Gea. Namun, sepakan 12 pas diulang kembali saat De Gea seolah bergerak sebelum bola ditendang.

Zaha memanfaatkan peluang penalti kedua untuk membobol gawang Man United. Palace memimpin 2-0 pada menit ke-74.

Enam menit kemudian, Man United memperkecil jarak melalui Donny van de Beek. Pemain baru itu memanfaatkan rebound yang tidak sempurna dari pemain Crystal Palace yang ingin memblok umpan Timothy Fosu-Mensah.

Upaya Man United untuk bangkit dibendung oleh gol kedua Zaha pada menit ke-85. Meski dibayang-bayangi Lindelof dan Harry Maguire, Zaha mampu melepaskan tembakan mendatar yang tak bisa diantisipasi De Gea. Skor 3-1 untuk Crystal Palace tidak berubah hingga pertandingan usai.

Hasil tersebut membuat Crystal Palace mampu meraih dua kemenangan tandang berturut-turut melawan Man United untuk pertama kalinya. Sebelumnya pada musim lalu, Palace juga menang di kandang Setan Merah.

Sementara bagi Man United, ini adalah ketiga kalinya mereka kalah di pertandingan pertama di musim baru Liga Inggris saat menjadi tuan rumah. Man United sebelumnya kalah di kandang sendiri dari Everton pada pertandingan pertama musim 1992-1993 dan di kandang Swansea City pada pertandingan pertama musim 2014-2015.

Man United 1-3 Crystal Palace

(Van de Beek 80 – Townsend 7, Zaha 74-p, 85)

Susunan Pemain
Manchester United: De Gea, Lindelof, Maguire, Shaw, Fosu-Mensah (Ighalo 81), Pogba (Van de Beek 67), Bruno Fernandes, Daniel James (Greenwood 46), McTominay, Martial, Rashford

Crystal Palace: Guaita, Sakho, Lingkungan, Schlupp (Eze 75), Mitchell, McArthur, McCarthy (Milivojevic 90), Kouyate, Townsend, Ayew (Batshuayi 81), Zaha

Cara Jauh untuk Melihat Penggemar di Tribune

Cara Jauh untuk Melihat Penggemar di Tribune

JawaPos.com – Liga Utama Inggris dan La Liga Spanyol kembali bergulir hari ini. Menyusul Ligue 1 Prancis yang berjalan lebih dulu.

Menyenangkan tentunya bagi para penggemar sepak bola. Namun, tampaknya hal ini tidak sepenuhnya melegakan.

Pasalnya, masih belum ada penonton di tribun Craven Cottage (markas Fulham), Selhurst Park (kandang Crystal Palace), dan Anfield (stadion Liverpool FC) malam nanti WIB. Tetap sepi saat kompetisi musim 2019-2020 diulang dua bulan lalu.

Atas nama pandemi Covid-19, Inggris hanya berencana mengizinkan penonton memasuki stadion mulai 1 Oktober. Itu dibatasi hanya 1.000. Orang Spanyol? Padahal, baru lakukan pada Januari tahun depan.

Bagi yang biasanya mendukung langsung ke stadion atau yang rutin menonton di televisi karena berada di belahan dunia lain, kenyataan ini jelas mengecewakan. Pasalnya, suasana pertandingan tanpa penonton jelas sangat berbeda dengan yang dimainkan langsung di depan sorak-sorai puluhan ribu pasang mata di tribun.

Tapi, apa yang bisa saya lakukan, pandemi yang tidak pernah berakhir memang menuntut kehati-hatian. & # 39; & # 39; Kami akan meninjau rencana pembukaan stadion. Tapi, bukan berarti kami akan membatalkannya, ”ujar Perdana Menteri Inggris Boris Johnson seperti dilansir BBC Sport.

Penggemar sepak bola di Prancis sedikit lebih beruntung. Ligue 1 memulai musim 2020-2021 pada 22 Agustus dengan penonton.

Baca juga: Penonton Dapat Hadir di Stadion untuk Menonton Liga Ukraina

Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) dan operator Liga Prancis (LFP) mengizinkan penonton ke stadion lima kali lebih banyak daripada yang diizinkan Inggris per 1 Oktober.

Bahkan, dua klub elite Liga Inggris, Tottenham Hotspur dan Manchester United, sama-sama sudah mengajukan proposal untuk bisa mendatangkan penonton di laga kandang pertamanya masing-masing.

Spurs menginginkan pertandingan melawan Everton di Stadion Tottenham Hotspur, London, besok malam WIB disaksikan oleh 8 ribu pasang mata. United bahkan lebih besar. Klub berjuluk The Red Devils itu berharap bisa mendatangkan hingga 12 ribu fans di Old Trafford saat menjamu Crystal Palace pekan depan (19/9).

"Hanya pelajaran yang kami dapat," bantah Christian Purslow, CEO Aston Villa, kepada BBC Radio 4 tentang batas 1.000 penonton.

Baca juga: Bonek Legawa Liga 1 tanpa penonton, namun berharap kompetisi terhenti

Kerugian nominal diperkirakan lebih dari GBP 100 juta (Rp 1,9 triliun) setiap bulan. Karena itu, kata juru bicara Liga Inggris, klub-klub belum bersedia menjalani uji coba pertandingan dengan 1.000 suporter pada awal Oktober sesuai permintaan pemerintah Inggris. & # 39; & # 39; Kami memilih untuk menundanya sampai diizinkan untuk mengembalikan jumlah penuh. Apa yang bisa kita pelajari dari pertandingan yang ditonton oleh 1.000 orang? Kata Liga Inggris dalam rilis resminya tadi malam.

Tapi, di tengah berbagai kabar tidak menyenangkan terkait pandemi, setidaknya kini ada tontonan berkualitas di lapangan hijau. Jadi, nikmati saja pertandingannya dulu. Mudah-mudahan suasana segera diimbangi dengan kembalinya penonton ke tribun.

Tonton video menariknya di bawah ini:

Bisa jadi ada 11 pemain Portugal yang bercokol di Wolverhampton Wanderers

Bisa jadi ada 11 pemain Portugal yang bercokol di Wolverhampton Wanderers

JawaPos.com – Wolverhampton Wanderers semakin identik dengan klub Portugal. Selain pelatih Nuno Espirito Santo, jumlah pemain nasional Portugal yang menghuni klub yang biasa disapa Wolves itu juga terus bertambah.

Jika gelandang serang muda FC Porto Vitor Ferreira alias Vitinha bisa didatangkan, itu artinya ada 11 pemain Portugal di skuad Wolves musim ini. Sepuluh pemain lainnya antara lain Bruno Jordao, Pedro Neto, Ruben Neves, Joao Moutinho, Daniel Podence (kelima gelandang).

Kemudian, Diogo Jota dan Fabio Silva (striker), Ruben Vinagre (bek sayap kiri), Roderick (bek tengah), dan kiper Rui Patricio.

Fabio Silva baru tiba akhir pekan lalu (5/9). Serigala sebenarnya juga mendatangkan bek kiri Portugis, Tote Gomes, dari Estoril Praia (2/9). Namun, pemain berusia 21 tahun itu langsung dipinjamkan ke klub Swiss Grasshopper Club Zurich.

Pada 7 Juli, Wolves juga lepas landas pemain sayap Helder Costa menjadi klub promosi Liga Inggris Leeds United. "Wolves benar-benar menjadi klub Portugis yang bermain di liga Inggris," tulis Sport Bible.

Jika Vitinha benar-benar menjadi pemain kesebelas Portugal, kecil kemungkinannya Nuno Santo akan membawa mereka semua ke starting XI. Dengan skema 3-5-2, komposisi trio bek tengah ini menjadi yang tersulit bagi pemain asal Portugal.

Roderick selalu dipinjamkan dalam dua musim terakhir karena kalah bersaing dengan kapten tim Conor Coady, Willy Boly, atau Romain Saiss atau Ryan Bennett.

Aleksandar Kolarov, Dua Klub Elit Ibu Kota, Kini Pilih di Milan

Aleksandar Kolarov, Dua Klub Elit Ibu Kota, Kini Pilih di Milan

JawaPos.com – Bermain di beberapa klub elit Serie A, apalagi bagi pemain asing, tentunya merupakan pengalaman yang luar biasa. Terutama di antara klub elit yang dibela adalah rival sekota. Itulah yang dialami pemain senior asal Serbia, Aleksandar Kolarov.

Bisa dibilang Kolarov berjalan mengikuti jejak Zlatan Ibrahimovic meski bersama klub berbeda. Ibra yang kini mengenakan AC Milan, sebelumnya memperkuat Juventus dan Internazionale Milan. Lalu, bagaimana dengan Kolarov?

Bek kiri berusia 34 tahun tersebut kini resmi mengenakan kostum Inter Milan. Dia ditandatangani dari AS Roma dengan transfer EUR 1,5 juta dan kontrak satu tahun dengan opsi untuk diperpanjang selama satu tahun.

Sebelumnya, Kolarov pernah memperkuat dua klub elite di ibu kota Italia, Roma, yakni Lazio dan AS Roma. Kini, ia mencoba peruntungan bersama klub di Kota Milan, Inter Milan. Bersama Lazio, Kolarov bermain pada 2007-2010. Ia mempersembahkan gelar Coppa Italia 2008-2009 dan Piala Super Italia 2009. Usai bermain untuk Manchester City pada 2010-2017, Kolarov kembali ke Italia dan memperkuat rival sekota Lazio, AS Roma. Di sana, Kolarov menjalani 3 musim pada 2017-2020 dan tanpa gelar pun.

Agen Kolarov, Alessandro Lucci, mengatakan pindah ke Inter menurut kliennya merupakan langkah besar. “Langkah fenomenal untuk pindah ke klub besar seperti Inter. Ini adalah kesempatan luar biasa untuk menunjukkan peran besar lagi, ”kata Lucci seperti dilansir Football Italia.

Menariknya, Inter mengonfirmasi kedatangan Kolarov lewat pernyataan puitis di situs resmi klub. Inter menceritakan kisah Kolarov menjadi pemain sepak bola profesional setelah tumbuh di Serbia yang dilanda perang.

“Kamu tidak pernah terbiasa bertarung. Tapi sirene bisa. Setidaknya, begitu pula Aleksandar Kolarov dan kawan-kawan. Sekolah ditutup. Jadi habiskan waktu bermain sepak bola, di jalan, menunggu suara itu (sirene). Gairah dan obsesi, dalam arti positif. Dari tim muda Bintang Merah hingga Inter Milan, melewati Cukaricki Stankom, OFK Beograd, Lazio, Manchester City, AS Roma, "tulis pernyataan resmi Inter.

“Dia Kolarov, seorang pencinta sepak bola, menyadari kemampuannya sendiri dan dengan keinginan, bahkan pada usia 34 tahun, untuk menambahkan babak baru dalam sebuah cerita, yang membuatnya menjadi kapten tim nasional Serbia, di mana dia menjadi sangat bangga. Inilah Aleksandar Kolarov, bukan hanya tendangan bebas, yang semua orang tahu betul. Dia sekarang menjadi Interista baru, "pungkas pernyataan resmi Inter.

Kolarov adalah rekrutan baru ketiga Inter untuk musim 2020-2021. Sebelumnya Inter telah mendatangkan pemain muda Yunani, Georgios Vagiannidis, dari Panathinaikos, dan merekrut Achraf Hakimi dari Real Madrid.

Messi menegaskan, musim depan akan banyak masalah di Barcelona

Messi menegaskan, musim depan akan banyak masalah di Barcelona

JawaPos.com – Bintang mega Lionel Messi dipastikan bertahan di Barcelona hingga kompetisi musim depan. Messi memilih bertahan meski kecewa dengan manajemen klub.

Namun, dengan bertahannya La Pulga, tim yang bermarkas di Camp Nou itu harus menghadapi sejumlah masalah musim ini. Dilansir dari Marca, setidaknya ada empat masalah besar yang harus dihadapi Barcelona musim ini setelah Messi memilih bertahan.

Pertama, masalah keuangan. Di tengah pandemi Covid-19, klub-klub di seluruh dunia harus berhemat. Dan Barcelona tentunya harus mengeluarkan banyak uang lagi untuk membayar gaji Messi. Barcelona harus merogoh kocek minimal EUR 100 juta atau setara Rp 1,75 triliun untuk membayar gaji Messi.

Rencana Barcelona mendatangkan Lautaro Martinez, Georginio Wijnaldum dan Memphis Depay terancam batal. Pasalnya, Barcelona tidak menjual Messi, rencananya dari uang penjualan Messi akan dibelanjakan oleh beberapa pemain yang berhubungan dengan Barcelona.

Kedua, akan ada konflik internal. Messi terang-terangan menilai manajemen Barcelona, ​​terutama Presiden Josep Maria Bartomeu, yang dianggapnya tak menepati janji. Dengan hubungan yang kurang harmonis ini bisa mengganggu persiapan Barcelona.

Ketiga, pendukung bisa terpecah. Drama Messi bersama Barcelona memecah belah pendukung Azulgrana. Sebagian mendukung Messi dan sebagian lagi membela klub. Situasi itu juga bisa menjadi masalah bagi klub.

Berikutnya adalah suasana di ruang ganti. Konflik di ruang ganti Barcelona juga bisa terjadi musim ini. Apalagi setelah pelatih baru Ronald Koeman sebelumnya mengatakan, kekuatan Messi di skuat Barcelona sudah berakhir.

Hubungan antara pelatih dan kapten akan menjadi kunci untuk menentukan bagaimana musim 2020/21 berjalan dengan baik untuk Barcelona.

Blunder di Manchester United, Jadi Man of the Match di Tim Nasional

Blunder di Manchester United, Jadi Man of the Match di Tim Nasional

JawaPos.com – Absennya Manuel Neuer membuat laga di Mercedes-Benz Arena kemarin (4/9) dipenuhi blunder kiper. Baik dua nama di skuad Spanyol (David de Gea dan Kepa Arrizabalaga) maupun tuan rumah Jerman (Kevin Trapp dan Bernd Leno).

Penampilan terakhir De Gea masih dikenang sebagai salah satu penyebab kekalahan Manchester United dari Chelsea di semifinal Piala FA musim lalu (20/7). Dalam laga tersebut, Kepa juga bukan yang menjaga mistar gawang Chelsea. Karena sering melakukan blunder, posisi Kepa digantikan oleh Willy Caballero.

Bagaimana dengan Trapp? Musim lalu adalah musim pertamanya sebagai penjaga gawang permanen untuk Eintracht Frankfurt setelah musim sebelumnya tampil bagus dengan status pinjaman dari Paris Saint-Germain. Namun, Eintracht menjadi klub dengan kebobolan gol terbanyak di antara sepuluh penghuni teratas klasemen Bundesliga 2019-2020 dan Trapp telah berkontribusi pada statistik negatif tersebut.

  • Baca Juga: Resmi: The Next Zidane adalah pemain Jerman termahal dalam sejarah

Leno adalah yang paling sengsara. Meski tidak separah tiga kiper lainnya, Leno saat ini terancam tergusur sebagai kiper nomor satu Arsenal. Hal itu sejalan dengan performa gemilang Emiliano Martinez saat menggantikan Leno di The Gunners & # 39; 12 pertandingan terakhir musim lalu.

Padahal, saat Arsenal menjuarai Community Shield pekan lalu (29/8), Emi lah yang bermain. Bukan Leno.

Di laga kemarin, Trapp dan De Gea terpilih untuk bermain. Dan, penampilan De Gea membuatnya mendapatkan banyak pujian. Tujuh penyelamatan gemilang dibukukan kiper berusia 29 tahun itu.

Tak hanya itu, De Gea juga tampil luwes saat memainkan libero-penjaga gawang. Pemilik 42 caps itu mencatat akurasi operan 80 persen (32 sukses dari 40 percobaan) dan diganjar gelar bintang pertandingan.

Nyatanya, masih ada Jose Gaya, bek kiri Spanyol, yang membuat La Furia Roja – panggilan Spanyol – terhindar dari kekalahan lewat gol di menit keenam. waktu terluka.

& # 39; & # 39; Banyak yang begitu vokal saat De Gea melakukan blunder. Ketika dia tampak hebat, tentu dia harus diberi pujian tinggi, ”puji entrenador La Furia Roja Luis Enrique seperti dilansir Marca.

Performa apik kemarin seakan menjadi penegasan De Gea bahwa dirinya masih layak menyandang status kiper utama United. Musim ini posisi De Gea terancam menyusul kembalinya Dean Henderson.

Dalam dua musim terakhir, Henderson tampil bagus sebagai penjaga gawang dengan status pinjaman di Sheffield United. Faktanya, statistik seprai bersih Henderson di Premier League musim lalu lebih baik dari De Gea (14 banding 13).

BREAKING: Lionel Messi Tetap di Barcelona

BREAKING: Lionel Messi Tetap di Barcelona

JawaPos.com – "Drama" superstar FC Barcelona Lionel Messi berakhir secara antiklimaks. Keinginan Messi hengkang dari Barca, klub yang dibelanya sejak awal karier profesionalnya 16 tahun silam, tak terwujud pada musim panas ini.

Kabar dari televisi Argentina yang dekat dengan keluarga Messi, TyC Sports mengungkap bahwa Messi belum beranjak. Dia tinggal di Barcelona. Setidaknya sampai musim panas mendatang.

Situasi kontrak yang rumit memaksa pemilik julukan La Pulga atau The Fleas itu bertahan satu musim lagi. Alias ​​menyelesaikan kontraknya dengan Barca yang habis pada 30 Juni 2021. Dengan begitu, Messi benar-benar bisa hengkang dengan gratis di akhir musim.

Sebelumnya, pihak Messi meyakini penyerang asal Argentina berusia 33 tahun itu bisa hengkang secara gratis pada musim panas ini. Pasalnya, ada klausul dalam kontrak yang menetapkan bahwa Messi bisa meninggalkan klub saat usianya 32 tahun, pergi atas kemauannya sendiri, dan meninggalkan kontraknya dengan semusim.

Namun, pemikiran Barca berbeda. Messi masih terikat klausul pelepasan kontrak senilai 700 juta euro (Rp 12,2 triliun). Otoritas La Liga (LFP) pun mendukung Barca bahwa memang harus ada klub yang menebus klausul kontrak Messi jika La Pulga ingin hengkang dari Blaugrana – istilah Barca lainnya.

Manchester City, yang paling siap menerima Messi, memang punya pundi-pundi kekayaan untuk menebus klausul ini. Tapi, belakangan ini City juga memikirkan ulang karena bisa tersandung aturan Financial Fair Play (FFP) jika bertekad menebus Messi.

Apalagi, City baru saja terbebas dari sanksi berlaga di kancah Eropa selama dua musim yang diputuskan UEFA karena dituding memanipulasi dana sponsorship dalam laporan FFP.

Termasuk rencana City mengakali FFP dengan memberikan kontrak lima musim kepada Messi namun terselubung. Yakni, tiga musim bersama City dan dua musim berikutnya bersama klub MLS New York City FC yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh CFG (City Football Group), pemilik City.

Titik terang yang dipilih Messi untuk dipertahankan sebenarnya muncul tadi malam. Wartawan Italia yang tweetnya kerap dijadikan acuan bursa transfer, Tancredi Palmeri, menuliskan bahwa Messi setuju menyelesaikan kontraknya di Barca.

"BOOM! Jorge Messi (ayah dan agen Messi, Red) berkata kepada Cuatro (salah satu media di Spanyol, Red)" ya "untuk pertanyaan tentang (Messi) bertahan satu musim lagi di Barcelona," tweet Palmeri seperti yang dilaporkan Bintang Harian.

Hal itu diungkapkan Jorge saat berkendara ke tempat parkir sebelum bertemu dengan pengacara biasa keluarganya. Pertemuan itu disinyalir membahas langkah-langkah yang harus segera diambil pihak Messi usai kebuntuan perundingan saat Jorge bertemu dengan Presiden Barca Josep Maria Bartomeu, Rabu (3/9).

Kebuntuan negosiasi menyiratkan bahwa Messi sulit meninggalkan Barca. TyC Sports sendiri sebelumnya menulis bahwa 90 persen Messi akan selamat dari kebuntuan.

  • Baca juga: Kabar Terbaru dari Argentina: Lionel Messi 90 Persen Bertahan di Barca

Radio Cadena SER memperkuatnya dengan menulis, pihak Messi menarik diri dari rencana hengkang enam kali Pemain Terbaik Dunia FIFA karena tak ada celah untuk bisa keluar secara gratis.

Sebelumnya, Bartomeu juga mengeluarkan pernyataan bahwa dirinya hanya ingin berbicara dengan perwakilan Messi asalkan terkait perpanjangan kontrak. Atau setidaknya pembicaraan yang membuat Messi bertahan dengan Barca.

Meski skenario Messi adalah hengkang gratis di akhir musim, masih ada peluang bagi Bartomeu untuk menggoda La Pulga agar bertahan lebih lama di Catalan.

“Barca punya proposal perpanjangan kontrak dua tahun untuk Messi dan masih bisa dimunculkan lagi. Apalagi ada pemilihan presiden Barca pada Maret 2021 yang bisa mengubah rencana Messi. Salah satunya opsi pensiun. di Camp Nou, "tulis Mundo Deportivo.

Sergio Ramos, kapten klub rival Barca, Real Madrid, termasuk yang berharap Messi betah di Barca dan tentunya La Liga. "Bagi kami (Real) yang senang mendapatkan yang terbaik, kami tentu mengharapkan dia (Messi) bertahan," katanya kepada Marca.

Ingin terus berduel di lapangan, kapten Madrid itu meminta Messi bertahan

Ingin terus berduel di lapangan, kapten Madrid itu meminta Messi bertahan

JawaPos.com – Lionel Messi adalah salah satu penyerang yang kerap merepotkan kapten Real Madrid Sergio Ramos. Dua pemain yang memiliki posisi berbeda, Messi sebagai striker dan Ramos sebagai bek, jelas kerap berduel saat Barcelona dan Madrid bertemu dalam laga bertajuk El Clasico. Bahkan, Ramos kerap dibodohi Messi di lapangan hijau.

Meski menjadi rival di lapangan, Ramos tetap peduli dengan kondisi Messi saat ini. Bahkan, dia meminta kapten timnas Argentina itu bertahan bersama Blaugrana. Salah satu alasannya adalah Ramos ingin terus bisa berduel dengan Messi di laga panas yang menyita perhatian publik sepakbola dunia, El Clasico.

Tentu itu alasan pribadi Ramos. Jelas, Ramos punya alasan yang lebih kuat. Dengan bertahannya Messi, pamor Liga Spanyol akan terus meningkat. Ramos menyadari, bila Messi benar-benar pindah, daya tarik Liga Spanyol bakal merosot. Maklum, Liga Spanyol juga sudah ditinggalkan Cristiano Ronaldo.

Meski begitu, Ramos juga tak memungkiri bahwa setiap pemain berhak menentukan masa depannya sendiri. Artinya, keinginannya bukanlah alasan utama Messi jika akhirnya memutuskan bertahan.

Seperti diketahui, kans Messi hengkang pun semakin besar. Sang ayah, Jorge Messi, mengaku akan sulit bagi putranya bertahan di klub yang ia sebut rumah selama 20 tahun itu.

"Bahwa (Messi pergi) adalah sesuatu yang tidak kami fokuskan, tapi pemain berhak menentukan masa depannya," kata Ramos seperti dikutip dari Goal.

"Oleh karena itu, untuk kompetisi Spanyol dan untuk Barcelona dan untuk kami semua, kami ingin Messi bertahan karena kami selalu menginginkan pemain terbaik di sini," tambah Ramos.

Ramos kemudian membahas masa depannya sendiri saat kontraknya memasuki tahun terakhirnya bersama Madrid. Meskipun belum ada pembicaraan tentang perpanjangan kontrak, Ramos menegaskan dia tetap tenang tentang masa depannya dan yakin dia pada akhirnya akan mencapai kesepakatan untuk kontrak baru.

"Itu sesuatu yang belum kami bahas, tapi itu bukan sesuatu yang saya atau klub khawatirkan," jelas Ramos.

“Saya telah menghabiskan bertahun-tahun bersama Madrid dan tidak pernah benar-benar berpikir untuk pergi dan saya yakin bahwa kami akan mencapai kesepakatan yang cocok satu sama lain. Fokus saya sekarang adalah mempersiapkan diri untuk musim baru, ”pungkas Ramos.

Setelah berlibur di Pulau Ibiza, Neymar dinyatakan positif Covid-19

Setelah berlibur di Pulau Ibiza, Neymar dinyatakan positif Covid-19

JawaPos.com – Pulau Ibiza, yang masih menjadi bagian dari wilayah Spanyol, merupakan tujuan wisata utama bagi orang kaya. Tak terkecuali bintang lapangan hijau. Saat musim panas tiba, para bintang sepak bola dunia menghabiskan liburannya di Ibiza.

Setelah ditutup akibat pandemi Covid-19, pemerintah Spanyol mulai mengendurkan tempat wisata, salah satunya di Ibiza. Tak pelak, Ibiza pun langsung didatangi wisatawan, termasuk sejumlah bintang sepak bola. Yang terbaru adalah tiga bintang Paris Saint-Germain, yakni Neymar, Angel Di Maria, dan Leandro Paredes.

Meski musim Ligue 1 2020-2021 sudah bergulir, para pemain PSG sudah mendapat dispensasi untuk bisa berlibur usai bertarung di final Liga Champions 2019-2020. Kesempatan ini dimanfaatkan Neymar, Di Maria dan Paredes untuk berlibur di Ibiza. Mereka membawa keluarga dan teman-teman mereka.

Hanya saja, ketiga pemain tersebut & # 39; liburan berantakan karena mereka tertular Covid-19. Ketika mereka kembali ke Paris dan diperiksa untuk bergabung dengan tim, ketiganya dinyatakan positif Covid-19. Hal tersebut diumumkan oleh PSG melalui akun Twitter resmi mereka.

“Tiga dari pemain kami dipastikan positif setelah tes Sars CoV2 dan telah menjalani protokol medis yang tepat. "Semua pemain dan staf akan terus diuji selama beberapa hari ke depan," cuit akun Twitter resmi PSG.

Neymar, Di Maria dan Paredes diisolasi selama 14 hari. Setelah itu, mereka akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kondisinya. Jika hasil tes mereka negatif pada dua tes, mereka diizinkan untuk bergabung dengan tim untuk pelatihan.

Real Madrid akan berstatus sebagai tim dengan kandang terkecil di La Liga

Real Madrid akan berstatus sebagai tim dengan kandang terkecil di La Liga

JawaPos.com – SD Huesca gagal menjadi klub La Liga 2020-2021 yang memiliki kapasitas stadion paling kecil. Klub promosi berjuluk Oscar ini bertempat di El Alcoraz yang hanya mampu menampung 7.638 penonton.

Hanya, saat Real Madrid kembali menggunakan Estadio Alfredo Di Stefano untuk memulai musim ini, gelar tersebut menjadi milik juara bertahan La Liga.

Pasalnya, Estadio Di Stefano hanya berkapasitas 6 ribu penonton.

Real memutuskan untuk tinggal di Estadio Di Stefano karena rumah utama mereka, Estadio Santiago Bernabeu, belum selesai direnovasi. Minggu (30/8), misalnya, stadion berkapasitas 81 ribu penonton itu memasuki instalasi rumput baru.

Awalnya, renovasi yang dimulai awal April sudah bisa dimanfaatkan Mulailah La Liga musim ini pada 12 September.

“Saya pikir bermain di sini (Estadio Di Stefano, Red) juga bisa memberikan keberuntungan lebih bagi kami,” tandasnya entrenador Real Zinedine Zidane di situs resmi klub.

Sejak menjadi rumah sementara Real mengulang kembali Musim lalu di La Liga, Sergio Ramos dkk sukses menyapu bersih enam kali jornada dan lima di antaranya seprai bersih. Ini juga membantu Los Merengues memenangkan gelar La Liga ke-34.

Bukan tidak mungkin dewi Fortuna Estadio Di Stefano melebarkan sayap ke dua ajang lainnya, Copa del Rey dan Liga Champions. Kebetulan, penyebab utama Los Merengues & # 39; Kegagalan dalam dua event tersebut musim lalu kalah di Estadio Bernabeu.

Yakni, dikalahkan 3-4 oleh Real Sociedad di perempat final Copa del Rey (7/2), lalu dikalahkan Manchester City 1-2 di leg pertama 16 besar Liga Champions (27/2).