Tag Archives: dengan

Pewaris nomor 7 Cristiano Ronaldo di Real Madrid akrab dengan nasib buruk

Pewaris nomor 7 Cristiano Ronaldo di Real Madrid akrab dengan nasib buruk

JawaPos.com – Sejak Cristiano Ronaldo meninggalkan ikon nomor 7 di Real Madrid tiga musim lalu, pewarisnya akrab dengan nasib buruk. Terutama luka-luka.

Mariano Diaz pada 2018-2019 hanya mampu mencatatkan 4 gol dalam 19 penampilan dan absen dalam 28 pertandingan lainnya akibat cedera tendonitis pada otot adduktor paha kanan.

"Kutukan" terus berlanjut ke Eden Hazard sejak musim lalu. Sang Galactico yang didatangkan dari Chelsea kini dijuluki sebagai pemain berkaki kaca karena sering mengalami cedera. Musim ini, Hazard melewatkan lebih banyak pertandingan karena cedera (7 pertandingan) daripada yang dia mainkan (6).

  • Baca juga: Sembilan kali keputusan VAR tak berpihak pada Liverpool

Kemarin (29/11) di jornada kesebelas La Liga, Hazard hanya bermain 28 menit saat Real ditahan imbang 1-1 oleh Deportivo Alaves di Stadion Alfredo Di Stefano. Kapten timnas Belgia tersebut mengalami masalah pada otot paha depan kanan.

Itu merupakan cedera ketujuh selama bergabung dengan Los Merengues. Yang paling parah adalah ketika Hazard mengalami retak pada fibula kanannya pada akhir Februari. Cedera yang membuat The Snake absen selama 76 hari (dari 23 Februari hingga 9 Mei).

"Yang membuat saya tidak terlalu khawatir, kali ini tidak terlalu serius (cedera)," ucapnya entrenador Real Zinedine Zidane seperti dilansir Marca.

Sebelum cedera kemarin, Hazard harus absen sejak 1 September hingga 28 September karena fisiknya belum siap 100 persen usai pulih dari cedera fibula. Rupanya, dua hari setelah dia siap secara fisik, Hazard mengalami cedera otot kaki kanan yang membuatnya absen hingga 27 Oktober.

Lalu, setelah sembuh, giliran Covid-19 yang menghantamnya dan kembali hiatus pada 7 November hingga pekan lalu. Padahal, musim ini Hazard ingin dijadikan sebagai upaya membalas performa buruknya musim lalu yang hanya mencetak 1 gol dan 7 assist dalam 22 pertandingan. Musim ini, dari enam penampilannya, dia sudah membukukan 2 gol.

Surat kabar olahraga terkenal Spanyol Diario AS bahkan mengaitkan para pemain Liga Inggris tersebut & # 39; kutukan untuk Real masih berlaku. Sebelum Hazard, Jonathan Woodgate, Arjen Robben, dan Gareth Bale yang berasal dari Liga Inggris menjadi pasien reguler di ruang medis.

Di sisi lain, sejak hengkang dari Real, kontribusi Ronaldo kepada Juventus dalam tiga musim terakhir semakin signifikan.

Bukti terakhir, keputusan allenatore.dll Juve Andrea Pirlo mengistirahatkan CR7 dengan hasil imbang 1-1 melawan klub promosi Benevento Calcio di Stadio Ciro Vigotto di giornata kesembilan Serie A. "(Juve) sepertinya tidak waras dalam menyerang," Tutto Juve mengkritik performa La Vecchia Signora tanpa Ronaldo.

Pernyataan Pirlo di awal musim yang kerap mengistirahatkan Ronaldo juga menyedot sorotan dari Juventini di media sosial. Apalagi, performa Alvaro Morata dan Paulo Dybala di lini depan La Vecchia Signora tidak konsisten.

Morata memang mencetak gol kemarin, tapi bomber timnas Spanyol itu dikeluarkan dari lapangan karena mendapat kartu merah menjelang akhir pertandingan. Dybala? Ban kapten yang melingkari lengannya secara non teknis masih belum bisa mengangkat wujudnya.

Musim ini, dalam lima pertandingan tanpa Ronaldo, Juve hanya menang sekali. Yakni, melawan Dynamo Kyiv di matchday pembukaan fase grup Liga Champions (21/10). Empat pertandingan lainnya menghasilkan 3 kali seri dan 1 kekalahan.

Statistik pun membuktikan bahwa Ronaldo terlibat dalam 10 gol hanya dalam tujuh pertandingan. Rinciannya, sembilan gol dan satu assist.

Berdamai dengan Trauma La Furia Roja dan Kutukan Krasnodar

Berdamai dengan Trauma La Furia Roja dan Kutukan Krasnodar

JawaPos.com-Lolosnya Sevilla ke babak 16 besar Liga Champions kemarin (25/11) menambah catatan sukses Julen Lopetegui. Musim lalu atau musim pertama Lopetegui bersama Sevilla, eks entrenador Timnas Spanyol sukses mempersembahkan gelar Liga Europa.

Kesuksesan Los Nervionenses kemarin juga menjadi kemenangan "psikis" Lopetegui. Bagaimana tidak, menghadapi FC Krasnodar di Krasnodar Stadium, pelatih berusia 54 tahun itu harus membuka lembaran buruk dalam karier kepelatihannya.

Yakni, saat Lopetegui dipecat sebagai pelatih timnas Spanyol hanya dua hari sebelumnya Hari pertandingan fase grup pertama Piala Dunia 2018 melawan Portugal (13/7/2018).

  • Baca juga: Alasan Bruno Fernandes ketinggalan dua hat-trick di depan matanya

Pasalnya, ia tengah bernegosiasi untuk menangani Real Madrid pada musim 2018-2019. Saat dipecat, markas La Furia Roja – sebutan timnas Spanyol – berada di Krasnodar.

Bersama Real, Lopetegui hanya bertahan tiga bulan karena hanya meraih 6 kemenangan dalam 14 pertandingan. Durasi terpendek dalam karirnya sebagai pelatih. Saat menangani Rayo Vallecano pada 2003, klub pertamanya, Lopetegui masih bertahan hingga bulan keempat.

Banyak orang mengaitkan kesialan kisah Lopetegui dengan Los Merengues dengan kutukan kotak pandora La Furia Roja. Pasalnya, saat menangani La Furia Roja, Lopetegui tak terkalahkan dalam 20 pertandingan selama dua tahun.

Karenanya, saat Sevilla menang 2-1 atas FC Krasnodar dan mengunci tiket fase knockout, Lopetegui sepertinya sudah berdamai dengan masa kelamnya. "Saya hanya fokus pada pertandingan meski ada cerita dari masa lalu saya di tempat ini (Krasnodar, Red)," ucap Lopetegui seperti dilansir RT.

Kesuksesan Lopetegui kemarin dibarengi dengan dua catatan berkesan lainnya untuk Sevilla. Yakni, gol yang dicetak oleh gelandang Ivan Rakitic pada menit ketiga dan 52 detik serta striker Munir El Haddadi (94 menit lebih dari 10 detik) menjadi yang paling awal dan terakhir bagi Sevilla dalam sejarah keikutsertaan mereka di Liga Champions.

Tindakannya sama konyolnya dengan Luis Suarez, bedanya Lionel Messi tidak dihukum

Tindakannya sama konyolnya dengan Luis Suarez, bedanya Lionel Messi tidak dihukum

JawaPos.com – Masih ingat tingkah konyol Luis Suarez yang mengintip ke monitor VAR (wasit asisten video) pertengahan minggu lalu (5/11). Karena itu, Suarez mendapat kartu kuning saat membela klubnya, Atletico Madrid, melawan Lokomotiv Moskva di Liga Champions.

Perilaku tersebut diulangi oleh tandem Suarez di FC Barcelona, ​​Lionel Messi. Yakni, saat Messi membela Argentina di kualifikasi Piala Dunia Conmebol melawan Paraguay kemarin (13/11).

Pertandingan yang digelar di La Bombonera, kandang Boca Juniors, berakhir imbang 1-1. Semua gol dicetak di babak pertama. Paraguay memimpin dengan penalti dari Angel Romero (22 & # 39;) dan Nicolas Gonzalez menyamakan kedudukan di menit ke-41.

  • Baca juga: Juara Jiangsu Suning, Mewakili Tuan Rumah di Kejuaraan Klub Dunia

Nah, kejadian Messi mengintip ke monitor VAR terjadi pada menit ke-56. Intinya, gol kapten Argentina itu dianulir VAR karena diawali pelanggaran Gonzalez terhadap Romero. Pelanggaran berada sekitar 50 meter di belakang Messi dan itu sudah 27 detik sebelum gol La Pulga.

Wasit Raphael Claus dari Brazil kemudian melakukan peninjauan melalui monitor VAR di pinggir lapangan. Messi mengikuti, lalu ada momen mengintip ke monitor VAR.

Berbeda dengan Suarez yang dikartu kuning karena mengintip monitor VAR, Messi tidak dihukum apa-apa.

Seperti Suarez, posisi Messi berada di luar garis lapangan. Berdasarkan peraturan VAR dan IFAB (badan sepak bola), ini termasuk dalam kategori mengganggu proses. ulasan VAR.

“Jika Suarez mendapat kartu (kuning) karena dianggap mengganggu prosesnya ulasan VAR, Messi seharusnya mendapat sanksi serupa, ”tulis Mundo Deportivo.

Gagal Bergabung dengan Real, Arturo Vidal Benci Real

Gagal Bergabung dengan Real, Arturo Vidal Benci Real

JawaPos.com-Pepatah bahwa benci dan cinta sedikit berbeda, terasa pas, menggambarkan perasaan Arturo Vidal kepada Real Madrid. Hal ini terungkap dalam sebuah bab dalam biografi Vidal yang ditulis oleh Nicolas Olea.

Sejak kecil, Vidal adalah seorang Madridista. Poster striker legendaris Chili Ivan Zamorano saat membela Real ada di kamar Vidal saat remaja. Ibu Vidal, Jacquelin Pardo, Victor Hugo Albornoz (paman Vidal), hingga kitman Colo-Colo (klub pertama dalam karir Vidal di Chile) Nelson Pizarro menjadi saksinya.

“Keinginannya bermain di Eropa adalah untuk membela Real Madrid,” kata Jacquelin seperti dilansir El Mundo Deportivo.

Namun, cinta Vidal berubah menjadi kebencian saat kesempatan bergabung dengan Real tak kunjung terwujud. Pada 2011, setelah bersinar selama empat musim bersama klub Eropa pertamanya, Bayer Leverkusen, Juventus menjadi pelabuhannya.

  • Baca juga: PRATINJAU Real vs Inter Milan: Proyeksi Trio Asensio-Benzema-Hazard

Empat tahun kemudian, meski dikaitkan dengan Los Merengues, Vidal mendarat di Bayern Munich. Entah karena kebencian yang memuncak, Vidal mendadak bergabung dengan rival abadi Real, FC Barcelona, ​​dua tahun lalu dalam sebuah kesepakatan misterius.

"Final Liga Champions di Stadion Millennium pada 2017 adalah saat Arturo Vidal Madridista menjadi anti-Madridista," tulis surat kabar Chili En Chanca.

Saat itu Vidal mendukung mantan klubnya, Juve, yang menantang Real pada laga puncak di Cardiff. Dukungan pemain berjuluk Il Guerriero itu juga karena Real menyingkirkan klubnya, Bayern, di babak perempat final.

Tindakan roller coaster untuk Vidal karena dia mencetak gol pada leg pertama di Allianz Arena, tetapi menerima kartu merah (84 & # 39;) kaki kedua di Estadio Santiago Bernabeu.

Hari ini akan menjadi pertemuan ke-13 Vidal melawan Real dengan empat klub berbeda. Statistiknya adalah 4 kemenangan, 4 seri dan 4 kekalahan. Total tiga gol yang dicetak. Bagaimana dengan pertemuan dini hari (4/11)? & # 39; & # 39; Bagi saya, klub yang saya benci adalah klub yang saya lawan. Jadi, ini bukan hanya Nyata, & # 39; & # 39; menyimpulkan Il Guerriero.

Messi bingung dengan kapten Bolivia, noda di balik kemenangan Argentina

Messi bingung dengan kapten Bolivia, noda di balik kemenangan Argentina

JawaPos.com – Timnas Argentina meraih kemenangan 2-1 atas Bolivia di La Paz pada Rabu (14/10) pagi WIB di babak kedua kualifikasi Piala Dunia 2022. Sempat tertinggal lebih awal melalui gol Marcelo Martins Moreno di menit ke-24, Tim Tango melakukan comeback gemilang. Lautaro Martinez membawa Argentina menyamakan kedudukan pada menit ke-45 atau sesaat sebelum turun minum. Kemudian pemain pengganti Joaquin Correa mencetak gol pada menit ke-79 sekaligus membantu Argentina mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 2-1.

Namun, kemenangan Tim Tango itu ternoda setelah kapten Lionel Messi terlibat keributan dengan kapten Bolivia, Marcelo Martins Moreno, sang pencetak gol, di penghujung pertandingan. Messi sendiri dalam pertandingan tersebut tidak mencetak gol dan ia sangat emosional terhadap Moreno setelah dianggap menghina para pemain Tim Tango.

Seperti dilansir dari MarcaBeberapa saat setelah pertandingan usai, Messi sempat bertengkar dengan Moreno saat kedua tim masih berada di lapangan. Berawal dari ucapan Moreno yang dianggap menghina Tim Tango. Moreno berkata "Makan adalah enam". Kalimat tersebut merujuk pada kekalahan 1-6 Argentina dari Bolivia di tempat yang sama pada 2009. Moreno tampak kecewa karena kali ini Bolivia kalah sehingga mengeluarkan hukuman seperti itu.

Messi sendiri tak terima dengan ucapan Moreno yang dianggapnya menghina timnas Argentina. Dia lalu berteriak "Ada apa denganmu?". Bahkan, Messi mengutuk Moreno dengan kutukan khas Amerika Selatan, yakni "cangkang ibumu".

Kata-kata Messi membuat Moreno semakin emosional. Namun, sebelum pertarungan fisik pecah, para pemain lain serta ofisial pertandingan dan ofisial dari kedua tim berhasil turun tangan. Pemain kedua kemudian masuk ke ruang ganti.

Terkait keributan tersebut, wasit pada pertandingan tersebut yakni Diego Haro dari Peru akan membuat laporan. Apakah akan ada penalti untuk Messi dan Moreno dan kedua tim atau tidak, akan segera diputuskan.

Selain itu, Argentina meraih hasil sempurna dari dua laga pertama kualifikasi Piala Dunia 2022 di zona Conmebol. Sebelumnya, Tim Tango berhasil menang melawan Ekuador. Sedangkan Bolivia selalu kalah setelah kalah 0-5 dari Brasil di babak pertama.

Bolivia 1-2 Argentina

(Moreno 24 – Martinez 45, Correa 79)

Komposisi Pemain:
Bolivia: Carlos Lampe; Saul Torres, Jose Carrasco, Gabriel Valverde, Jose Sagredo; Alejandro Chumacero, Raul Casto, Diego Wayar, Rudy Cardozo; Marcelo Martins Moreno, Carlos Saucedo

Argentina: Franco Armani; Gonzalo Montiel, Lucas Martinez, Nicolas Otamendi, Nicolas Tagliafico; Rodrigo De Paul, Leandro Paredes, Ezequiel Palacios; Lionel Messi, Lautaro Martinez, Lucas Ocampos

Duo Milan semakin kental dengan aroma Manchester United

Duo Milan semakin kental dengan aroma Manchester United

JawaPos.com-Sejak musim lalu, rekrutan Inter Milan memang identik dengan Manchester United. Pasalnya, kedatangan tiga pemain alumnus Setan Merah, yakni striker Romelu Lukaku. penyerang luas Alexis Sanchez, dan bek kanan Ashley Young.

Musim ini, jelang penutupan bursa transfer musim panas, aroma United semakin terasa dengan kehadiran bek kanan Matteo Darmian. Memang, Darmian didatangkan oleh Nerazzurri dari Parma Calcio. Namun bek berusia 30 tahun itu sempat empat musim (2015-2019) bersama United.

Sky Italia mengabarkan bahwa Darmian dikontrak Inter selama empat musim berikutnya dengan gaji sebesar EUR 2,5 juta (Rp.45 miliar) per musim. "Proses (pindah, Red) ke Inter hampir selesai," ucapnya allenatore.dll Parma Fabio Liverani tadi malam.

Karena ada jeda internasional selama dua minggu ke depan, sangat mungkin debut Darmian akan terjadi di Derby della Madonnina melawan AC Milan di giornata keempat di Serie A (18/10).

Ironisnya, ia adalah alumnus akademi Rossoneri dan melakoni pertandingan profesional pertamanya bersama AC Milan pada musim 2006–2007.

Aroma United terhadap derby Milan dalam dua pekan ini semakin terasa karena AC Milan juga mendatangkan mantan rekan setim Darmian itu. Yakni Diogo Dalot. Dalot juga berposisi sebagai bek kanan.

Warga negara Portugal berusia 21 tahun itu datang dengan status pinjaman. Tidak akan ada opsi pembelian dan obligasi musim depan karena Rossoneri enggan membayar biaya transfer sebesar EUR 30 juta (Rp 522 miliar) yang diminta United.

Daftar pemain United ke Serie A kemungkinan besar akan bertambah menjelang penutupan bursa transfer. Bek tengah Chris Smalling, yang dipinjamkan AS Roma musim lalu, dikabarkan dijadikan permanen oleh Giallorossi. Sebelumnya, SS Lazio mendapatkan Andreas Pereira dari The Red Devils.

Betapa Sulitnya Menyingkirkan Pemain Senior Dengan Gaji Melambung Tinggi

Betapa Sulitnya Menyingkirkan Pemain Senior Dengan Gaji Melambung Tinggi

JawaPos.com-Hal tersulit yang dilakukan di bursa transfer adalah melepas pemain senior yang memiliki gaji tinggi. Tanya saja Arsenal dan Juventus. Meski tidak lagi secara implisit dibutuhkan, Mesut Oezil (Arsenal) dan Sami Khedira (Juventus) tetap bertahan musim ini.

Oezil masih menjalani musim kedelapan bersama The Gunners, meski pemilik nomor 10 itu tak lagi masuk dalam rencana manajer Mikel Arteta. Tidak sekali pun gelandang berdarah Turki itu bermain meski Arsenal sudah enam kali berlaga di musim ini di tiga ajang berbeda.

Arsenal makin geram dengan kehadiran Oezil karena gaji pemain yang per 15 Oktober genap 32 tahun itu paling tinggi atau GBP 350 ribu (Rp 6,7 miliar) per pekan. Kondisi tersebut membuat Arsenal kesulitan untuk mendatangkan gelandang Olympique Lyon Houssem Aouar dan gelandang Atletico Madrid Thomas Partey.

"Selama Arsenal tidak bisa mengurangi beban gaji di skuad saat ini, sulit bagi mereka untuk mendapatkan rekrutan baru," tulis London Football.

Penembak memang sulit menemukan klub baru untuk Oezil. Surat harian Seperti dilansir Fenerbahce, sebagai klub terakhir yang menghubungi Oezil, ia keberatan harus memberikan gaji yang sama kepada mantan pemain Real Madrid itu dengan gaji Arsenal saat ini.

Situasi Khedira di Juve mirip dengan Oezil. Namun, berbeda dengan Blaise Matuidi dan Gonzalo Higuain yang sukses "ditendang", Juve kehabisan waktu untuk melepas Khedira musim panas ini.

Karena itu, gelandang berusia 33 tahun itu tidak mau menerima gaji yang lebih rendah dari gaji yang diterimanya saat ini di Juve. Yakni, EUR 214 ribu (Rp 3,7 miliar) per minggu.

PRATINJAU Leeds vs Man City: Bielsa dan Pep Guardiola dengan cerdik

PRATINJAU Leeds vs Man City: Bielsa dan Pep Guardiola dengan cerdik

JawaPos.com – Ibarat murid, Pep Guardiola hampir selalu mendapat nilai "A" dari gurunya, Marcelo Bielsa. Tiga pertemuan melawan El Loco, julukan Marcelo Bielsa, Pep membukukan dua kemenangan dan satu hasil imbang.

Semuanya terjadi di Spanyol pada musim 2011-2012. Yakni, saat Pep menjalani musim terakhirnya bersama FC Barcelona dan masih berstatus Bielsa entrenador Athletic Bilbao. Pep menang di babak ke-31 La Liga di Camp Nou (2-0) dan di final Copa del Rey (3-0). Satu hasil imbang (2-2) di putaran ke-12 La Liga terjadi di San Mames.

Malamnya, Pep punya kesempatan lagi untuk bersaing secara taktis dengan mentornya. Di tim yang berbeda dan kompetisi yang berbeda. Di Elland Road, Pep bersama Manchester City akan menantang Leeds United dari Bielsa (Siaran langsung Mola TV / NET TV pukul 23.30 WIB).

Sama seperti di Spanyol, skuad Pep di atas kertas lebih baik dari tim yang dimiliki Bielsa. Namun, performa Si Putih – sebutan Leeds United – sedang naik daun dengan meraih dua kemenangan matchweek terakhir setelah kalah dari juara bertahan Liverpool FC di pertandingan pertama (12/9).

Berbeda dengan Pep, kelemahan City justru dieksploitasi setelah dihancurkan Leicester City 2-5 di kandang sendiri, Stadion Etihad, pekan lalu (27/9).

Namun, untuk Sky Sports, Bielsa mengatakan bahwa Pep akan menunjukkan permainan City yang sesungguhnya malam ini. & # 39; & # 39; Dia (Pep) adalah pelatih yang imajinatif. Dia pelatih yang selalu bisa langsung menciptakan solusi atas setiap masalah yang dihadapinya, ”ucap pelatih dengan ciri khas duduk di ember sambil mendampingi timnya.

Pria 65 tahun asal Rosario, Argentina itu menambahkan, Pep sudah menyiapkan antisipasi untuk Si Putih. gaya permainan. Yakni, kecepatan dan build-up serangan dari belakang. Bola-bola panjang yang langsung dilemparkan ke pertahanan lawan dalam skema serangan balik cepat telah menghasilkan 8 gol.

Sebuah langkah yang bisa merepotkan City meski The Citizens punya bek baru, Ruben Dias. Bek asal Portugal berusia 23 tahun yang berasal dari SL Benfica dengan nilai transfer GBP 62,1 juta (Rp 1,19 triliun) itu berpeluang melakukan debutnya. BBC Sport Pandit Ian Wright berpendapat tentang hal ini.

“Jika melihat pertandingan sebelumnya, City berada dalam situasi rapuh dan Leeds bergerak seperti Godzilla. Saya ingin tahu tentang apa yang akan dilakukan Pep, "kata Wright.

Di konferensi pers pra-pertandingan di Etihad Stadium tadi malam, Pep mengatakan bahwa setiap pelatih yang menghadapi Bielsa akan sangat diuntungkan dari segi pemahaman taktis.

"Levelnya (Bielsa) jauh (di atas)." Dia seperti hadiah terbesar untuk sepak bola Liga Premier, "kata pelatih yang telah menjalani musim kelimanya bersama City. Berita Malam Manchester.

Bingung dengan Lewandowski, gelandang Bayern dilepas ke Leeds?

Bingung dengan Lewandowski, gelandang Bayern dilepas ke Leeds?

JawaPos.com-1–4 kekalahan telak pada 1899 Hoffenheim spieltag.dll Bundesliga Kedua Minggu lalu (27/9) bukan satu-satunya noda bagi Bayern Munich yang memulai pekan ini.

Sehari setelah pertandingan di Rhein-Neckar-Arena, skuad Bayern diguncang pertarungan dua pemain saat sesi latihan di Saebener Strasse. Mereka adalah striker Robert Lewandowski dan gelandang muda Michael Cuisance.

Tulis Bild, Lewy – sapaan Lewandowski – siapa yang memulai kejadian itu. Dia menangani Cuisance untuk membuat pemain Prancis itu jatuh. Pemain berusia 21 tahun itu emosional dan segera datang ke Lewy.

Memang tidak terjadi baku hantam. Tapi, Cuisance semakin kesal karena Lewy mengabaikannya. Setidaknya melangkah untuk meminta maaf.

Insiden tersebut membuat der trainer Hans-Dieter "Hansi" Flick turun tangan. Hansi segera berpelukan dan berbicara dengan Cuisance.

Bavarian Football Works melaporkan bahwa Lewy akhirnya berbicara dengan Cuisance setelah sesi latihan. Pencetak gol terbanyak Bundesliga, DFB-Pokal, dan Liga Champions dikatakan memberi tahu Cuisance bahwa persaingan di Bayern begitu keras sehingga insiden dalam latihan seperti itu biasa terjadi.

Sebelum Lewy dan Cuisance, gelandang Leon Goretzka dan bek tengah Jerome Boateng bertengkar di akhir Januari. Sebelumnya, Lewy juga sempat berkonfrontasi dengan pemain sayap Kingsley Coman tahun lalu dan bertengkar dengan bek Mats Hummels dua tahun lalu.

Hummels saat ini membela Borussia Dortmund setelah meninggalkan Bayern musim panas lalu.

Entah karena ribut dengan Lewy atau bukan, masa depan Cuisance dengan Bayern disebut-sebut tak akan lama. Pasalnya, Bayern diklaim tergiur melepas eks gelandang Borussia Moenchengladbach (2017-2019) itu ke klub Liga Inggris Leeds United. Apalagi, The Whites –julukan Leeds – berani membayar cukup mahal atau sekitar EUR 20 juta (Rp 348,5 miliar).

Perpisahan dengan El Pistolero dan Kurangnya Turis

Perpisahan dengan El Pistolero dan Kurangnya Turis

JawaPos.com-Kemarin (24/9) seharusnya menjadi hari paling membahagiakan bagi kandang FC Barcelona, ​​Camp Nou. Stadion dengan kapasitas 99.354 tempat duduk (stadion terbesar khusus sepak bola di dunia) ini merayakan hari jadinya yang ke-63.

Namun suasana haru justru lebih dominan. Pasalnya, ada konferensi pers perpisahan untuk striker Luis Suarez tadi malam. Suarez mengakhiri lima musim bersama Barca untuk menyeberang ke Atletico Madrid.

Suasana haru tak hanya dipicu kepergian Suarez, tapi juga pandemi Covid-19 yang membuat Camp Nou sepi. Tidak ada lagi penonton sejak pertandingan Barca melawan Real Sociedad pada 8 Maret. Saat itu, Camp Nou dipenuhi 77.035 penonton.

Sejauh ini, otoritas La Liga musim 2020-2021 juga belum berencana mendatangkan penonton ke dalam stadion alias tetap tanpa penonton seperti saat restart musim lalu.
Pandemi Covid-19 juga memengaruhi rencana renovasi Camp Nou.

Renovasi yang semestinya dilakukan akhir Mei lalu, ditunda setidaknya hingga pertengahan tahun depan. Kondisi ekonomi klub yang memburuk akibat pandemi Covid-19 menjadi faktor lain dalam penundaan renovasi.

“Kesepian Camp Nou juga terasa pada tur stadion. Sebelum wabah Covid-19, jumlah pengunjung Camp Nou dalam sehari bisa mencapai 10.000 orang. Sekarang hanya sekitar 300 pengunjung per hari,” tulis El Mundo Deportivo. .

Untuk fans Barca, ulang tahun Warna abu-abu Camp Nou tahun ini bisa terulang tahun depan. Pasalnya, kontrak superstar Lionel Messi akan habis pada akhir Juni 2021. Artinya, La Pulga (Si Kutu) – julukan Messi – bakal merindukan peringatan 64 tahun stadion yang dibuka pertama kali pada September itu. 24 tahun 1957.

Segalanya mungkin berubah jika Messi memutuskan untuk memperpanjang kontraknya dengan Barca. Pemilihan presiden baru Barca tahun depan akan memungkinkan La Pulga tetap setia dengan kostum Blaugrana.