Tag Archives: dari

Setelah Thiago, Liverpool membajak Diogo Jota dari Wolverhampton

Setelah Thiago, Liverpool membajak Diogo Jota dari Wolverhampton

JawaPos.com – Liverpool tampak ramai di bursa transfer setelah mengumumkan kedatangan Thiago Alcantara yang sebelumnya bermain bersama Bayern Munich. Tak hanya itu, media Inggris mengabarkan bahwa The Reds mencapai kesepakatan untuk membeli Diogo Jota dari Wolverhampton.

Berbagai media Inggris seperti Waktu Sabtu (19/9) dini hari diberitakan Liverpool menyepakati harga 41 juta poundsterling dengan Wolverhampton sebagai nilai transfer Jota. Angka ini bisa meningkat menjadi 45 juta poundsterling jika klausulnya dipenuhi.

Kemungkinan besar, penyerang asal Portugal itu akan menjadi cover Roberto Firmino di lini depan Liverpool. Prospeknya tentu panjang, mengingat Jota baru berusia 24 tahun pada 4 Desember.

Beberapa nilai transfer Jota kemungkinan akan dipotong karena Liverpool juga dikabarkan telah setuju untuk menjual bek muda Ki-Jana Hoever ke Wolverhampton dengan nilai transfer £ 9 juta beserta klausul tambahan senilai £ 4,5 juta.

Jika Jota resmi diumumkan Liverpool, pemain yang hanya bertahan dua musim oleh Wolverhampton dari Atletico Madrid itu akan menjadi rekrutan ketiga pada bursa transfer 2020/21 setelah Kostas Tsimikas dan Thiago Alcantara.

Jota awalnya dipinjamkan ke Wolverhampton pada musim 2017/18 dengan koleksi 18 gol dalam 44 pertandingan di Divisi Championship. Penampilan itu menjadikan Wolverhampton permanen Jota sejak musim panas 2018. Dalam dua musim terakhir Jota tampil 85 kali dengan 26 gol di semua kompetisi.

Pelatih Memberikan Instruksi dari Rumah, Estudiantes Merida Mengalahkan Alianza

Pelatih Memberikan Instruksi dari Rumah, Estudiantes Merida Mengalahkan Alianza

JawaPos.com – Estudiantes Merida meraih kemenangan unik saat menjamu lawan Peru Alianza Lima di ajang Copa Libertadores 2020, Rabu (16/9) waktu setempat. Klub Venezuela tersebut sempat tertinggal 0-2 dan mampu mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 3-2.

Menariknya, pelatih utama tidak bisa langsung menemaninya. Pelatih Martin Brignani, yang berasal dari Argentina, memberikan instruksi dari rumahnya. Brignani memberi arahan untuk pertandingan dari jarak 8.000 km melalui telepon.

Brignani telah kembali ke Argentina karena pandemi Covid-19. Karena bandara di Venezuela ditutup untuk penerbangan internasional berjadwal, Brignani tidak dapat kembali ke markas klub asuhannya di Merida, Venezuela.

Tak pelak, Brignani pun terpaksa menonton pertandingan klub asuhannya itu di televisi dan berbicara dengan asistennya yang berada di pinggir lapangan lewat WhatsApp dan telepon. Brignani melihat timnya kebobolan dua gol di 10 menit pertama babak kedua. Dia terus memberikan instruksi kepada asistennya melalui WA dan telepon. Akhirnya Estudiantes bangkit dan mencetak tiga gol dan akhirnya mendapatkan kemenangan.

Instruksi substitusi yang diberikan Brignani kepada asistennya membuahkan hasil yang manis. Salah satu pemain pengganti mencetak gol penyeimbang. Estudiantes & # 39; Kemenangan ditentukan di menit terakhir melalui titik putih.

Kemenangan itu adalah Estudiantes & # 39; pertama di Grup F. Mereka berada di posisi ketiga dengan tiga poin, di belakang Racing dan Nacional. Sedangkan Alianza Lima ada di posisi keempat.

Copa Libertadores, Liga Champions Amerika Selatan, akan dimulai kembali minggu ini. Acara ini sempat terhenti selama enam bulan akibat pandemi Covid-19. Pertandingan berlangsung diam tanpa penonton.

Jawapos

Memutuskan hengkang, Messi ingin hengkang dari Barcelona sebanyak tiga kali

JawaPos.com – Nampaknya keinginan Lionel Messi hengkang dari Barcelona bukan kali ini saja. Pada 2014 dan 2016, Messi juga berniat meninggalkan Camp Nou. Itu setelah La Pulga – panggilan Messi, tersangkut masalah pajak. Namun, dia menyerah pada niat itu. Artinya, ini ketiga kalinya Messi berniat hengkang. Lantas, bagaimana nasibnya hari ini?

Selain itu, Messi juga mengumumkan pengunduran dirinya dari timnas Argentina pada tahun 2016 setelah gagal mengantarkan Tim Tango menjuarai Copa America. Ketiga kalinya berturut-turut Messi gagal di final bersama Tim Tango, yakni di final Piala Dunia 2014, final Copa America 2015, dan final Copa America 2016. Namun, Messi berubah pikiran dan tetap menjadi andalan Tim Tango.

  • Baca juga: Alasan Lionel Messi ingin hengkang dari Barcelona

Pada musim 2013-2014, Barcelona dilatih oleh Gerardo "Tata" Martino setelah menggantikan Tito Vilanona karena sakit. Itu adalah musim yang buruk bagi Messi. Dia sering mengalami cedera dan permainan tim tidak menentu. Satu minggu sebelum akhir musim, Messi mengunjungi Vilanova di rumah sakit dan menyatakan keinginannya untuk pergi. Namun Vilanova meyakinkan Messi untuk bertahan di Camp Nou.

“Itu adalah masa ketika Tito Vilanova berada di titik lemah dan sakit. "Messi bertemu Tito, meski saya tidak ada di sana, saya tahu mereka berbicara berjam-jam," kata asisten Tito Vilanova saat itu, Jordi Rouran, dikutip dari Marca.

“Setelah bertemu Tito, Messi berubah pikiran dan melihat segalanya dengan lebih jelas. Saya tidak tahu apa yang mereka bicarakan, tapi Messi memutuskan untuk bertahan dan kami berharap dia melakukannya selama bertahun-tahun, "jelas Jordi.

Pada September 2015, pejabat pajak meminta hakim untuk menyelidiki kejahatan dan masalah fiskal di Spanyol. Saat itu Messi tengah ketakutan karena disinyalir tidak pernah membayar pajak.

"Saat itu saya berpikir untuk pergi, bukan karena saya ingin meninggalkan Barcelona, ​​tapi saya ingin meninggalkan Spanyol," kata Messi kepada media RAC1.

“Saya merasa diperlakukan buruk dan saya tidak ingin berada di Spanyol lagi. Banyak tim yang ingin saya bergabung, tetapi saya tidak. Meski ada tawaran resmi dari klub lain, mereka tahu bahwa saya ingin bertahan di Barcelona, ​​”kata Messi.

Barcelona kemudian diperkuat oleh Luiz Suarez dan Neymar, kemudian menjadi juara La Liga, akhirnya Messi memutuskan untuk tidak hengkang.

Keraguan Messi berlanjut, kali ini di timnas Argentina. Setelah Argentina kalah dari Cile di final Copa America 2016, banyak yang berspekulasi bahwa ini akan menjadi akhir dari petualangan Messi di Tim Tango.

“Di ruang ganti saya pikir waktu saya bersama tim nasional sudah berakhir, itu bukan untuk saya dan itulah yang saya rasakan sekarang. Kami tidak puas untuk mencapai final dan tidak memenangkannya, "kata Messi.

"Saya sudah berusaha menjadi juara bersama Argentina, tapi itu tidak terjadi, saya tidak bisa meraihnya," tambah Messi.

Pada September 2016, hanya beberapa bulan setelah Messi ingin pensiun dari timnas, Messi terlihat kembali ke tempat latihan. "Saya percaya pada tim Argentina. Kami telah melakukan banyak hal dengan sangat baik meski absen di final. Saat itu, kami sangat sedih. Itu pukulan yang sangat keras, pukulan lain, tetapi setelah itu saya pulih," katanya .

Atas dasar kejadian tersebut, Presiden Barcelona Jose Maria Bartomeu meyakini bahwa Messi tetap ingin bermain untuk Barcelona, ​​meski telah mengirimkan surat kepada jajaran direksi terkait masa depannya di Barcelona.

Messi juga mengatakan akan berpartisipasi dalam pelatihan untuk musim baru. Klub juga menegaskan bahwa mereka masih punya waktu untuk mengubah keadaan. Sekarang, fans Barcelona mengharapkan pembatalan keempat dari pahlawan mereka.