Tag Archives: Bayern

Menang Secara Dramatis Melalui Perpanjangan Waktu, Bayern Raih Trofi Keempat

Menang Secara Dramatis Melalui Perpanjangan Waktu, Bayern Raih Trofi Keempat

JawaPos.com-Bayern Munich memenangkan Piala Super Eropa 2020 dalam pertandingan yang sangat dramatis di Puskas Arena, Budapest. Pemenang Liga Champions 2020 itu mengalahkan juara Liga Europa Sevilla dengan skor 2-1 dalam pertandingan yang berakhir dengan waktu tambahan.

Sevilla memimpin lewat penalti Lucas Ocampos saat pertandingan masih berjalan selama 13 menit. Penalti diberikan oleh wasit Anthony Taylor karena striker Sevilla Luuk De Jong dijatuhkan oleh bek Bayern David Alaba.

Alaba mendapat kartu kuning. Ocampos tak menyia-nyiakan peluang emas untuk membawa Sevilla unggul.

Di belakang, Bayern terus melakukan serangan intens ke jantung pertahanan Sevilla. Setidaknya ada tiga peluang emas yang tercipta. Masing-masing melalui Thomas Muller di menit ke-22, kemudian Benjamin Pavard (26 & # 39;), dan Robert Lewandowski (30 & # 39;).

Terus menghajar pertahanan Sevilla, usaha Bayern membuahkan hasil saat Leon Goretzka mencetak gol penyeimbang di menit ke-34. Goretzka memanfaatkan umpan Lewandowski dengan baik.

Kedua tim kemudian gagal mencetak gol hingga babak normal usai. Di perpanjangan waktu, Bayern mengamankan kemenangan melalui sundulan Javi Martinez pada menit ke-104.

  • Baca Juga: Bandit dari Bilbao Akhirnya Kembali ke Bilbao

Ia melanjutkan bola muntah dari tendangan voli keras David Alaba. Kiper Sevilla, Bono, memblok tendangan Alaba. Namun, bola justru mengarah ke Martinez. Ia langsung mengarahkan bola ke sudut kiri gawang.

Martinez adalah pengganti. Ia baru masuk pada menit ke-99 untuk menggantikan Lucas Hernandez.

Bagi Martinez, gelar Piala Super Eropa kali ini sangat spesial. Pasalnya, Bayern sudah mengumumkan bahwa Martinez setuju mengakhiri delapan tahun kebersamaannya. Pada musim panas 2012, Martinez menjadi pemain Spanyol pertama yang membela Bayern.

Bild mengatakan bahwa Martinez akan mengembalikan kucing tersebut ke klub lamanya, Athletic Bilbao. Biaya transfernya adalah EUR 10 juta (Rp 173,1 miliar). Martinez menghabiskan enam tahun bersama Athletic Bilbao sebelum bergabung dengan Bayern.

Dengan kemenangan ini, Bayern berhasil meraih empat trofi sepanjang musim 2019-2020. Hebatnya, Bayern mencatat 23 kemenangan berturut-turut dan 32 pertandingan tak terkalahkan.

Thiago berangkat ke Liverpool, Bayern berharap Alaba tidak pergi

Thiago berangkat ke Liverpool, Bayern berharap Alaba tidak pergi

JawaPos.com-Bayern Munich kehilangan pemain andalan mereka di depan kickoff Bundesliga. Gelandang Thiago Alcantara resmi pindah ke juara Liga Inggris Liverpool FC setelah kedua klub sepakat biaya GBP 20 juta (Rp 383,3 miliar).

Thiago, 29, telah menandatangani kontrak empat musim dan akan memakai nomor punggung 6. Awal tahun ini Thiago telah dikaitkan dengan kepergian dari Bayern dan LFC juga klub yang paling dikaitkan dengan gelandang Spanyol itu.

Meskipun dia sudah tahu Thiago ingin pergi, der trainer Bayern Hans-Dieter Flick tidak percaya kehilangan pemain yang sudah membela Die Roten sejak 2013. "Hari ini (kemarin, Red) sangat emosional saat pamit," ucap pelatih yang akrab disapa Hansi itu kepada Pekerjaan Sepak Bola Bavaria.

  • Baca juga: Kalahkan Manchester United, Liverpool Dapatkan Thiago Alcantara

Hansi tak menyangka kepergian Thiago menyebar ke David Alaba. Bek Bayern tersebut masih dalam proses negosiasi perpanjangan kontrak yang sedang berlangsung. Kontrak lama Alaba berakhir pada 30 Juni 2021.

Keinginan berlebihan agen Alaba, Pini Zahivi, disebut-sebut menjadi penyebab utamanya. Pasalnya, Zahivi meminta komisi hingga EUR 20 juta (Rp 350,46 miliar). Sampai-sampai mantan presiden Bayern Uli Hoeness menyebut Zahivi sebagai piranha yang rakus. Hoeness & # 39; Pernyataan itu pun membuat ayah Alaba, George, geram.

Untuk Sky Deutschland, Zahavi membantah meminta komisi besar. "Belum ada penyebutan angkanya dan tidak mungkin saya meminta komisi lebih besar dari agen lain," kata Zahavi.

Di samping itu, Ketua Karl Heinz-Rummenigge dari Bayern kecewa dengan Hoeness & # 39; pernyataan yang bisa mempersulit pembicaraan dengan Zahivi. "Saya kira klub bisa menyelesaikannya tanpa ada campur tangan dari luar klub," ujar pria yang akrab disapa Kalle ini kepada DAZN.

"Saya masih ingat pertama kali David (Alaba) datang ke klub dan saya yang menemaninya di klub," tambahnya.

Bayern sangat merugi jika kehilangan Alaba. Pasalnya, bek asal Austria berusia 28 tahun itu bisa bermain sama baiknya di lini tengah maupun di sisi kiri pertahanan.

Musim lalu, Alaba bermain dalam 42 pertandingan. Lebih banyak dari bek tengah lainnya seperti Jerome Boateng (38 pertandingan), Lucas Hernandez (25 pertandingan) dan Nicklas Suele (16 pertandingan).

Kabar terbaru, Alaba telah masuk nominasi Bek Terbaik Liga Champions 2019-2020. Namun, ia harus bersaing dengan dua rekan setimnya, bek kiri Alphonso Davies dan bek kanan Joshua Kimmich.

Bagi Kimmich, sebenarnya ia banyak bermain sebagai gelandang musim lalu dan dipastikan terus berlanjut musim ini akibat hengkangnya Thiago.

11 pertandingan, 11 kemenangan, Bayern Munich memenangkan Liga Champions 2020

JawaPos.com-Bayern Munchen menjuarai Liga Champions 2020 dengan rekor sempurna. Dalam 11 pertandingan di ajang ini, Bayern menang 11 kali.

Pada laga puncak di Estadio da Luz pagi ini (24/8), Bayern mengalahkan Paris Saint-Germain (PSG) dengan skor 1-0.

Ini adalah gelar keenam Bayern di Liga Champions. Raksasa Jerman berhasil mencapai 11 kali final. Sedangkan PSG belum berhasil mendobrak sejarah. Yakni menjadi debutan final ketujuh berturut-turut yang gagal menjadi juara.

Satu-satunya gol Bayern tercipta pada menit ke-59. Salib yang cantik dari punggung penuh Joshua Kimmich diselesaikan oleh sundulan Kingsley Coman. Skema tujuan yang sangat sederhana namun mematikan.

Striker Bayern Kingsley Coman merayakan gol yang dia cetak bersama Thomas Mueller di final Liga Champions 2020. Gol Coman mengantarkan Bayern meraih kemenangan. (Miguel A. Lopes / POOL / AFP).

Usai gol itu, PSG meningkatkan intensitas serangan. Terhitung, dua kali gawang Bayern Manuel Neuer tampil gemilang menyelamatkan gawangnya. Pertama dari Marquinhos di menit ke-69 dan Kylian Mbappe di menit ke-72.

  • Baca juga: Laga PSG Lawan Bayern Penghapusan Stigma Liga Tani

Menjadi juara Liga Champions 2020 membuat Bayern sukses pemenang treble. Bayern sebelumnya memenangkan gelar Bundesliga dan DFB-Pokal. Di sisi lain, PSG gagal meraihnya pemenang treble. Sebelumnya, Thiago Silva dkk berhasil meraih gelar Ligue 1 dan Coupe de France.

Penyerang Paris Saint-Germain Neymar berbaring di penghujung pertandingan. (Matthew Child / POOL / AFP)

Paruh pertama pertandingan final ini berlangsung dengan intensitas yang sangat tinggi. Skor masih imbang 0-0. Namun pertandingan yang berlangsung di Estadio da Luz, Lisbon berlangsung sangat seru.

Pada menit ke-18, PSG punya peluang untuk unggul lebih dulu. Bintang mereka, Neymar, berpeluang emas mencetak gol. Dia lolos dari serangan bek Bayern David Alaba. Neymar tinggal menghadapi kiper Bayern Manuel Neuer. Namun, sepakannya masih bisa ditahan oleh penjaga gawang timnas Jerman.

Pada menit ke-22, giliran Bayern mendapatkan peluang emas. Di kotak penalti, striker Robert Lewandowski berbalik dan melakukan tendangan. Namun, sepakannya masih membentur tiang kiri gawang.

Satu menit kemudian, melalui skema serangan balik cepat yang dimotori Neymar, PSG kembali punya peluang besar. Namun, tembakan Angel Di Maria di kotak penalti terlalu keras dan melayang di atas mistar gawang Neuer.

Di Maria berada dalam posisi sempurna setelah menerima umpan dari Ander Herrera.

Lewandowski kembali mendapatkan peluang emas di menit ke-30. Namun, sundulannya saat meleset di depan gawang PSG masih dengan gemilang diselamatkan kiper Keylor Navas.

Di menit-menit terakhir babak pertama, kedua tim terus melancarkan serangannya secara intens. Namun, skor tersebut masih sekuat 0-0.

Di penghujung babak pertama, Bayern mendominasi penguasaan bola di posisi 62 persen. Namun, PSG berhasil mencatatkan lebih banyak tendangan. Yakni enam berbanding lima milik Bayern.

Secara keseluruhan, Bayern mendominasi penguasaan bola dengan 62 persen. Bayern juga mencatatkan 12 tendangan dengan dua mengarah ke gawang. Sedangkan PSG memperoleh 10 tendangan (tiga mengarah ke gawang).

10 pertandingan, 10 kemenangan, Bayern memburu Pemenang Treble yang sempurna

10 pertandingan, 10 kemenangan, Bayern memburu Pemenang Treble yang sempurna

JawaPos.com-Bayern Munich akan menantang Paris Saint-Germain di final Liga Champions, Senin (24/8).

Bagi Bayern, final di Estadio da Luz, Lisbon, bukan hanya soal mengejar supremasi Eropa. Namun, jika mampu memenangkan edisi musim ini, Bayern akan menyelesaikannya pemenang treble mereka. Atau yang kedua setelah musim 2012-2013.

Tapi, tiga kali lipat musim ini akan istimewa. Pasalnya, tim asuhan Hans-Dieter Flick akan mengukir sejarah sebagai tim pertama yang menyapu bersih semua pertandingan di Liga Champions. Ya, kemenangan kemarin atas Olympique Lyon merupakan yang kesepuluh dari sepuluh pertandingan.

Sebelumnya, juga musim ini, Manuel Neuer dkk pernah melakukannya di DFB-Pokal. Mereka menghapus enam pertandingan yang ada. Bayern baru saja "gagal" di Bundesliga. Di kompetisi kasta tertinggi Jerman, Bayern gagal menang dalam delapan spieltag.dll

Jika berhasil mengalahkan PSG, Bayern juga akan mengalahkan rekor mereka sendiri saat ini tiga kali lipat Musim 2012–2013. Saat itu, DFB-Pokal berhasil dilenyapkan. Namun, di Liga Champions, tim asuhan Jupp Heynckes kala itu gagal menang dalam tiga pertandingan.

Sedangkan di Bundesliga mereka gagal menang lima kali spieltag.dll

  • Baca juga: Petisi Ballon d'Or lahir untuk menjadikan Lewandowski sebagai pemenang

"Bayern saat ini lebih baik (dari tiga kali lipat 2013, Merah). Kami selalu memiliki strategi (menghadapi berbagai lawan) dengan kedalaman skuad yang hebat, ”ujar Manuel Neuer yang juga bagian dari skuad saat itu. tiga kali lipat tujuh tahun lalu seperti dilansir Bild.

Pernyataan penjaga gawang yang juga kapten timnas Jerman itu tidak berlebihan. Bahkan, tiga kali lipat Musim ini bisa ditambah dengan gelar tim tersubur dalam sejarah Liga Champions.

Syaratnya, Bayern harus mencetak setidaknya empat gol ke gawang Les Parisiens nanti.

Itu akan membuat nominal gol rival abadi Borussia Dortmund di Liga Champions menjadi 46.

Satu gol lebih baik dari FC Barcelona pada musim 1999-2000. Namun perlu dicatat bahwa FCB saat itu melakukannya dalam 16 pertandingan. Sementara itu, Bayern memiliki lima pertandingan lebih sedikit.

Jawapos

Gulingkan Lyon, Bayern Munchen Bertemu PSG di Final Liga Champions

JawaPos.com – Kepindahan Bayern Munich di Liga Champions belum juga dihentikan. Kali ini giliran Olympique Lyon yang merasakan keganasan FC Hollywood – julukan Munich – di semifinal Liga Champions, Kamis (20/8). Laga di Estadio José Alvalade dimenangkan oleh Munich dengan tiga gol tanpa balas.

Wakil Jerman itu melaju ke final Liga Champions untuk bertemu Paris Saint-Jerman (PSG) yang menang atas RB Leipzig pada Rabu (19/8). Munich berhasil melaju ke final berkat gol yang dicetak oleh Serge Gnabry di menit ke-18 dan ke-33 serta satu gol dari Robert Lewandowski di menit ke-88.

Sejak pertandingan dimulai, Munchen berinisiatif membangun serangan. Di menit keempat, Munich mengincar sisi kiri Lyon yang diisi oleh Maxwel Cornet dan Marcal. Namun, masih bisa dimentahkan oleh lawan. Sementara itu, Lyon mencoba melakukan serangan balik melalui Memphis, namun tembakannya melebar dari Manuel Neuer.

Munchen tetap fleksibel membuka pertahanan Lyon. Melalui umpan-umpan pendek, umpan-umpan panjang, pergantian ke sisi lapangan. Tidak terpaku pada satu pemain atau sisi.

Pada menit ke-11, Lyon kembali mendapat peluang melalui serangan balik cepat, namun Toko Ekambi gagal mengubahnya menjadi gol. Setelah kegagalan itu, Lyon semakin menekan Munich. Les Gones -julukan Lyon- berhasil membuat ketidaknyamanan pertahanan Munich lewat permainan cepat.

Munich, yang terus di bawah tekanan, memimpin dalam 18 menit. Diawali dengan assist Joshua Kimmich, Serge Gnabry menyapanya dengan tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti. Bola bersarang di pojok kiri atas gawang Olympique Lyon. Munich sekaligus unggul 1-0.

Munich menggandakan keunggulan pada menit ke-33. Gol tersebut berawal dari cheat lambat Gnabry yang memanfaatkan bola muntahan dari tembakan Robert Lewandowski. Munich semakin nyaman dalam bermain setelah unggul dua gol. Sebaliknya, Lyon tidak bisa tampil sebaik awal pertandingan hingga babak pertama berakhir dengan skor 2-0.

Di babak kedua, performa Lyon meningkat pesat setelah Dembele dan Thiago Mendes masuk menggantikan Depay dan Bruno Guimaraes. Lyon mendapatkan peluang pertama melalui Marcelo. Bek Lyon berhasil mencapai sudut tetapi sundulannya dapat ditahan oleh Neuer di menit ke-55.

Lagi-lagi Lyon punya peluang bagus untuk memperkecil defisit di menit ke-58. Ketika Niklas Sule melakukan kesalahan, Aouar berhasil mengirimkan umpan ke Ekambi. Sayangnya, Ekambi gagal mengalahkan Neuer dalam duel satu lawan satu.

  • Baca Juga: Tanpa Ballon d'Or, Lewandowski Bisa Menangkan Pemain Pria Terbaik FIFA

Selama pertandingan, Lyon tidak bermain terlalu buruk. Mereka lebih sering menguasai bola ketimbang babak pertama. Namun Munich bermain lebih konservatif dengan menurunkan garis pertahanan mereka. Itu membuat Lyon tak bisa berbuat banyak.

Pada menit ke-79, Coutinho mencetak gol ke gawang Lyon, sayangnya gol tersebut dianulir wasit setelah Goretzka dianggap dalam posisi offside. Namun, petaka bagi Lyon benar-benar datang pada menit ke-88. Munich akhirnya mencetak gol ketiga. Tendangan bebas Kimmich dari sudut kiri kotak penalti Lyon disambar oleh sundulan keras Lewandowski.

Hingga pertandingan berakhir, skor tidak berubah. Munich unggul tiga gol tanpa balas dari Lyon. Di final, Bayern Munich akan bertemu PSG. Laga akan berlangsung di Estadio da Luz, Lisbon, Senin pagi (24/8).

Tonton video menariknya di bawah ini:

Jawapos

Man City dan Bayern Favorit Utama, Hati-Hati Kuda Hitam di Lisbon

JawaPos.com – Tidak salah apabila format baru knockout mulai perempat final di Liga Champions 2019– 2020 berlabel Final Eight. Sebab, selain dihelat di venue netral (Lisbon), tidak ada lagi dua leg dalam persaingan menuju partai puncak.

Perubahan format sebagai imbas pandemi Covid-19 itu diyakini membuat peluang kedua tim untuk memenangi pertandingan sama kuat. Tidak ada waktu untuk melakukan kesalahan karena sekali saja melakukannya, tereliminasi jadi ganjarannya.

Manchester City yang saat ini menjadi tim favorit juara pilihan rumah bursa termasuk yang tidak suka dengan format single leg. Musim ini City tiga kali melakoni pertandingan kompetitif di tempat netral. Yakni, Community Shield, final Piala EFL, dan semifinal Piala FA. Semuanya di Stadion Wembley.

Hasilnya, klub berjuluk The Citizens itu sejatinya lebih banyak menang atau hanya gagal saat kalah oleh Arsenal di semifinal Piala FA. Meski demikian, gelandang City Kevin De Bruyne menganggap lawan mereka di perempat final, Olympique Lyon (OL), punya kans menang yang sama dengan klubnya. ”Kami tidak favorit. Apalagi, mereka (OL) berhasil melewati klub tangguh seperti Juventus (di babak 16 besar, Red),” kata KDB –inisial nama De Bruyne– kepada Manchester Evening News.

Bayern yang menjadi favorit juara rumah bursa setelah City pun memilih berhati-hati terhadap peluang mereka berjaya di Lisbon. Apalagi, klub yang di babak 16 besar kemarin (9/8) menyingkirkan Chelsea dengan agregat 7-1 itu bakal menghadapi raksasa Spanyol Barca.

”Kami harus menunjukkan antusiasme yang sama (seperti saat menyingkirkan Chelsea di babak 16 besar, Red) ketika menghadapi Barca,” kata der trainer Bayern Hans-Dieter Flick kepada Bild. ”Dengan sistem seperti saat ini (single leg, Red), semua tim tidak ada yang suka menjadi favorit karena bisa membuat terlena,” imbuh pelatih yang musim ini sudah memenangi Bundesliga dan DFB-Pokal tersebut.

Seperti Bayern, Barca baru memastikan tiket ke perempat final kemarin. Klub asal Catalan mencatatkan fase delapan besar kali ke-13 setelah menang 3-1 atas SSC Napoli di Camp Nou. Barca pun menang agregat 4-2. Barca yang dalam dua musim terakhir menjadi korban epic comeback dalam second leg perempat final tentu berbahagia dengan format saat ini.

”Kami tidak berpikir single leg akan lebih berpihak kepada kami karena apa pun bisa terjadi dalam 90 menit,” ucap striker Barca Luis Suarez yang mencetak gol penalti pertamanya di Liga Champions saat melawan Napoli kemarin seperti dilansir Mundo Deportivo.

Di sisi lain, perempat final Liga Champions musim ini memang layak menjadi arena kuda hitam. Sebab, ada Atalanta BC dan RB Leipzig sebagai debutan di fase delapan besar. Bahkan, musim ini adalah partisipasi pertama Atalanta di Liga Champions.

Juga, jangan lupakan OL yang menjadikan Liga Champions musim ini sebagai ajang tersisa untuk bisa tetap berkiprah di Eropa musim depan. Hal itu lantaran Les Gones –sebutan OL– mengakhiri Ligue 1 dengan posisi di luar zona Eropa plus gagal memenangi Coupe de la Ligue untuk tiket ke Liga Europa.