Tag Archives: Barcelona

Jawapos

Philippe Coutinho dipastikan bertahan dengan Barcelona

JawaPos.com – Gelandang Brasil Philippe Coutinho dipastikan akan tetap berada di skuad Barcelona untuk musim terbaru, menurut laporan Marca pada Senin (7/9).

Pelatih baru Barca Ronald Koeman mengatakan kepada klub bahwa dia ingin mempertahankan juara Liga Champions, yang berada di tim raksasa Catalan & # 39; daftar jual beberapa bulan yang lalu.

Saat ini, Barcelona mengesampingkan kemungkinan menjual atau meminjamkan pemain berusia 28 tahun tersebut. Satu-satunya cara bagi Coutinho untuk meninggalkan Camp Nou musim panas ini adalah jika sebuah klub datang dengan tawaran besar dan mengontraknya secara permanen.

Namun, dalam iklim ekonomi saat ini, kemungkinan hal itu terjadi hampir mustahil.

Sebelumnya, Bayern Munchen menolak membayar opsi 120 juta euro (sekitar Rp2,09 triliun) untuk mengaktifkan opsi menjadikan Coutinho permanen ketika masa pinjamannya habis pada akhir musim lalu.

Koeman kini telah menambah kekuatan pada skuadnya dan kali ini berencana menggunakan Coutinho sebagai gelandang tengah.

Di bawah Ernesto Valverde, mantan pemain Liverpool itu lebih sering ditempatkan sebagai pemain sayap dan terbukti di bawah standar. (*)

Messi menegaskan, musim depan akan banyak masalah di Barcelona

Messi menegaskan, musim depan akan banyak masalah di Barcelona

JawaPos.com – Bintang mega Lionel Messi dipastikan bertahan di Barcelona hingga kompetisi musim depan. Messi memilih bertahan meski kecewa dengan manajemen klub.

Namun, dengan bertahannya La Pulga, tim yang bermarkas di Camp Nou itu harus menghadapi sejumlah masalah musim ini. Dilansir dari Marca, setidaknya ada empat masalah besar yang harus dihadapi Barcelona musim ini setelah Messi memilih bertahan.

Pertama, masalah keuangan. Di tengah pandemi Covid-19, klub-klub di seluruh dunia harus berhemat. Dan Barcelona tentunya harus mengeluarkan banyak uang lagi untuk membayar gaji Messi. Barcelona harus merogoh kocek minimal EUR 100 juta atau setara Rp 1,75 triliun untuk membayar gaji Messi.

Rencana Barcelona mendatangkan Lautaro Martinez, Georginio Wijnaldum dan Memphis Depay terancam batal. Pasalnya, Barcelona tidak menjual Messi, rencananya dari uang penjualan Messi akan dibelanjakan oleh beberapa pemain yang berhubungan dengan Barcelona.

Kedua, akan ada konflik internal. Messi terang-terangan menilai manajemen Barcelona, ​​terutama Presiden Josep Maria Bartomeu, yang dianggapnya tak menepati janji. Dengan hubungan yang kurang harmonis ini bisa mengganggu persiapan Barcelona.

Ketiga, pendukung bisa terpecah. Drama Messi bersama Barcelona memecah belah pendukung Azulgrana. Sebagian mendukung Messi dan sebagian lagi membela klub. Situasi itu juga bisa menjadi masalah bagi klub.

Berikutnya adalah suasana di ruang ganti. Konflik di ruang ganti Barcelona juga bisa terjadi musim ini. Apalagi setelah pelatih baru Ronald Koeman sebelumnya mengatakan, kekuatan Messi di skuat Barcelona sudah berakhir.

Hubungan antara pelatih dan kapten akan menjadi kunci untuk menentukan bagaimana musim 2020/21 berjalan dengan baik untuk Barcelona.

BREAKING: Lionel Messi Tetap di Barcelona

BREAKING: Lionel Messi Tetap di Barcelona

JawaPos.com – "Drama" superstar FC Barcelona Lionel Messi berakhir secara antiklimaks. Keinginan Messi hengkang dari Barca, klub yang dibelanya sejak awal karier profesionalnya 16 tahun silam, tak terwujud pada musim panas ini.

Kabar dari televisi Argentina yang dekat dengan keluarga Messi, TyC Sports mengungkap bahwa Messi belum beranjak. Dia tinggal di Barcelona. Setidaknya sampai musim panas mendatang.

Situasi kontrak yang rumit memaksa pemilik julukan La Pulga atau The Fleas itu bertahan satu musim lagi. Alias ​​menyelesaikan kontraknya dengan Barca yang habis pada 30 Juni 2021. Dengan begitu, Messi benar-benar bisa hengkang dengan gratis di akhir musim.

Sebelumnya, pihak Messi meyakini penyerang asal Argentina berusia 33 tahun itu bisa hengkang secara gratis pada musim panas ini. Pasalnya, ada klausul dalam kontrak yang menetapkan bahwa Messi bisa meninggalkan klub saat usianya 32 tahun, pergi atas kemauannya sendiri, dan meninggalkan kontraknya dengan semusim.

Namun, pemikiran Barca berbeda. Messi masih terikat klausul pelepasan kontrak senilai 700 juta euro (Rp 12,2 triliun). Otoritas La Liga (LFP) pun mendukung Barca bahwa memang harus ada klub yang menebus klausul kontrak Messi jika La Pulga ingin hengkang dari Blaugrana – istilah Barca lainnya.

Manchester City, yang paling siap menerima Messi, memang punya pundi-pundi kekayaan untuk menebus klausul ini. Tapi, belakangan ini City juga memikirkan ulang karena bisa tersandung aturan Financial Fair Play (FFP) jika bertekad menebus Messi.

Apalagi, City baru saja terbebas dari sanksi berlaga di kancah Eropa selama dua musim yang diputuskan UEFA karena dituding memanipulasi dana sponsorship dalam laporan FFP.

Termasuk rencana City mengakali FFP dengan memberikan kontrak lima musim kepada Messi namun terselubung. Yakni, tiga musim bersama City dan dua musim berikutnya bersama klub MLS New York City FC yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh CFG (City Football Group), pemilik City.

Titik terang yang dipilih Messi untuk dipertahankan sebenarnya muncul tadi malam. Wartawan Italia yang tweetnya kerap dijadikan acuan bursa transfer, Tancredi Palmeri, menuliskan bahwa Messi setuju menyelesaikan kontraknya di Barca.

"BOOM! Jorge Messi (ayah dan agen Messi, Red) berkata kepada Cuatro (salah satu media di Spanyol, Red)" ya "untuk pertanyaan tentang (Messi) bertahan satu musim lagi di Barcelona," tweet Palmeri seperti yang dilaporkan Bintang Harian.

Hal itu diungkapkan Jorge saat berkendara ke tempat parkir sebelum bertemu dengan pengacara biasa keluarganya. Pertemuan itu disinyalir membahas langkah-langkah yang harus segera diambil pihak Messi usai kebuntuan perundingan saat Jorge bertemu dengan Presiden Barca Josep Maria Bartomeu, Rabu (3/9).

Kebuntuan negosiasi menyiratkan bahwa Messi sulit meninggalkan Barca. TyC Sports sendiri sebelumnya menulis bahwa 90 persen Messi akan selamat dari kebuntuan.

  • Baca juga: Kabar Terbaru dari Argentina: Lionel Messi 90 Persen Bertahan di Barca

Radio Cadena SER memperkuatnya dengan menulis, pihak Messi menarik diri dari rencana hengkang enam kali Pemain Terbaik Dunia FIFA karena tak ada celah untuk bisa keluar secara gratis.

Sebelumnya, Bartomeu juga mengeluarkan pernyataan bahwa dirinya hanya ingin berbicara dengan perwakilan Messi asalkan terkait perpanjangan kontrak. Atau setidaknya pembicaraan yang membuat Messi bertahan dengan Barca.

Meski skenario Messi adalah hengkang gratis di akhir musim, masih ada peluang bagi Bartomeu untuk menggoda La Pulga agar bertahan lebih lama di Catalan.

“Barca punya proposal perpanjangan kontrak dua tahun untuk Messi dan masih bisa dimunculkan lagi. Apalagi ada pemilihan presiden Barca pada Maret 2021 yang bisa mengubah rencana Messi. Salah satunya opsi pensiun. di Camp Nou, "tulis Mundo Deportivo.

Sergio Ramos, kapten klub rival Barca, Real Madrid, termasuk yang berharap Messi betah di Barca dan tentunya La Liga. "Bagi kami (Real) yang senang mendapatkan yang terbaik, kami tentu mengharapkan dia (Messi) bertahan," katanya kepada Marca.

Untuk Membentuk Poros Tangguh, Barcelona Mengincar Bintang Liverpool

Untuk Membentuk Poros Tangguh, Barcelona Mengincar Bintang Liverpool

JawaPos.com-James Rodriguez, Georginio Wijnaldum dan Ivan Rakitic adalah trio gelandang yang menghiasi berita bursa transfer musim panas pekan ini.

Kecuali Rakitic yang resmi hengkang dari FC Barcelona dan diperkenalkan sebagai pemain Sevilla, James (Real Madrid) dan Wijnaldum (Liverpool FC) masih sebatas memiliki kesepakatan pribadi masing-masing dengan Everton dan Barca.

Sevilla adalah klub yang dibela Rakitic (2011-2014) sebelum membela Barca. Kepulangannya ke juara Liga Europa 2019-2020 berjalan mulus karena Sevilla hanya perlu membayar biaya transfer sebesar EUR 1,5 juta (Rp 26,2 miliar) untuk gelandang berusia 32 tahun tersebut.

Bagi Rakitic, kembali ke Seville sangat membahagiakan. Pasalnya, di klub yang bermarkas di Kota Seville itu, pemain Kroasia itu menemukan jodohnya. Rakitic menikah dengan Raquel Mauri pada April 2013. Menariknya, Rakitic bertemu Raquel pada malam pertamanya di Seville. Pasangan itu memiliki dua anak hari ini.

  • Baca juga: Legenda Juventus menyebut Juve beruntung jika bisa merekrut Luis Suarez

Rakitic pun merasa memiliki DNA Sevillano – sebutan untuk masyarakat Seville – karena cerita sang kakek saat dirawat di rumah sakit. Saat hendak menjalani operasi, kakek Rakitic sempat meminta agar jam tangan bermotif Sevilla yang diberikan cucunya itu tetap terjaga.

"Rakitic juga memiliki bar di sana (Seville) dan memorabilia yang paling dia kagumi adalah ban kapten saat Sevilla menjuarai Liga Europa 2013-2014," tulis The Guardian.

Kapten Sevilla Jesus Navas juga menyambut mantan kapten klub Andalusia itu dengan gembira. & # 39; & # 39; Kembalinya dia akan menjadi kabar baik. Saya yakin dia masih sama seperti saat di sini, ”lanjut Navas yang bermain bersama Rakitic periode 2011-2013.

Jika Rakitic tetap bertahan di La Liga, James harus hengkang dari kompetisi kasta teratas Spanyol karena ia pergi ke Everton. Klub Liga Premier siap untuk mengakhiri James & # 39; "Penderitaan" yang sulit mendapatkan kesempatan bermain reguler di era tersebut entrenador Zinedine Zidane.

Di Everton, James akan bertemu kembali entrenador Nyata 2013–2015, Carlo Ancelotti. Faktor Ancelotti inilah yang membuat James Bond dari Banfield – julukan James – percaya dengan masa depannya. Ancelotti yang membawa James ke Bayern Munich pada musim panas 2017.

Saat Ancelotti menangani SSC Napoli dua musim lalu (2018-2019), James juga dikabarkan mengikuti pelatih yang akrab disapa Carletto tersebut. Sayangnya, Napoli dihadang oleh James & # 39; label harga mahal.

Seperti James, Wijnaldum rela hengkang dari Liverpool ke Barca gara-gara Ronald Koeman. Entrenador Barca menginginkan Gini – julukan Georginio Wijnaldum – karena koneksi Belandanya.

Berkat Koeman, Gini berhasil mendapatkan tempat reguler di timnas berjuluk Oranje selama dua tahun terakhir.

Tawaran Barca sebesar EUR 20 juta (Rp 349,2 miliar) dan kontrak tiga musim sudah disepakati oleh Gini dan tinggal menunggu persetujuan Liverpool. "Koeman ingin Gini memainkan peran poros dengan Frenkie de Jong di Barca dan itu sama seperti di tim nasional Belanda," tulisnya. Sky Sports.

Lionel Messi semakin menunjukkan sikap memberontak terhadap Barcelona

Lionel Messi semakin menunjukkan sikap memberontak terhadap Barcelona

JawaPos.com – FC Barcelona sepertinya harus lega menerima kenyataan bahwa Lionel Messi tidak akan diperkuat lagi. Pasalnya, superstar Argentina tersebut telah menunjukkan keseriusannya untuk berhenti menjadikan Barca sebagai klub pilihan setelah 16 tahun terakhir bersama.

Pada Selasa waktu setempat (25/8), Messi mengirimkan faksimile kepada Presiden Barca Josep Maria Bartomeu yang ingin hengkang. Dan, Minggu (30/8) Messi masih dijadwalkan menjalani tes usap Di markas latihan klub, Ciutat Esportiva Joan Gamper, di Sant Joan Despi tidak memperlihatkan batang hidungnya.

Ujian Covid-19 menjadi agenda penting karena hasilnya dijadikan pedoman mengikuti latihan perdana Barca di era tersebut. entrenador Ronald Koeman hari ini (31/8).

Sebagai perbandingan, striker Luis Suarez yang jelas tidak dibutuhkan Koeman lagi hadir pada tes kemarin. & # 39; & # 39; Leo (julukan Messi, Red) resmi menunjukkan perlawanannya dengan melakukan skipping tes usap itu, & # 39; & # 39; tulis Ole.

Menurut Clarin, sikap Messi mungkin akan bermakna mbalela untuk Barca. Namun, La Pulga alias The Flea juga ingin menunjukkan sikap bahwa dirinya merasa sudah tidak diperlakukan sebagai pemain Barca lagi. Permintaan striker 33 tahun itu hengkang gratis musim panas ini pun ditolak mentah-mentah.

Messi kemudian berinisiatif menjadwalkan mediasi. Namun, Bartomeu hanya bersedia berbicara secara pribadi dengan peraih enam kali pemain terbaik dunia itu saat membahas perpanjangan kontrak La Pulga yang habis pada 30 Juni 2021. Bukan tentang hal lain.

Kondisi kedua pihak semakin kisruh karena Barca mengakhiri kerja sama dengan kuasa hukum Messi, Cuatrecasas. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan kans Messi hengkang dari Barca. Setidaknya sampai ada klub yang mampu memenuhi klausul pelepasan La Pulga senilai EUR 700 juta (Rp 12,2 triliun).

Versi Messi, dia bisa meninggalkan Barca dengan gratis karena memenuhi klausul bahwa dia berusia 32 tahun, pergi atas kemauannya sendiri, dan di akhir musim sebelum musim terakhir kontraknya.

Namun, dalam versi Barca, klausul ini sudah disahkan pada 10 Juni atau sepuluh hari setelah final Liga Champions 2019-2020 sebelum sempat tertunda dan berganti formatnya akibat pandemi Covid-19.

Pendapat Barca sempat diperdebatkan Messi yang menilai klausul tersebut masih berlaku karena penundaan akhir musim ini. Final Liga Champions antara Paris Saint-Germain versus Bayern Munich berlangsung pekan lalu (24/8) dan Messi mengajukan keinginannya untuk hengkang hanya sehari kemudian.

Soal konflik Messi versus Barca, otoritas La Liga lebih mendukung Barca. Dalam rilis resminya semalam yang diberitakan Marca, La Liga mengacu pada pasal 16 Ketetapan Kerajaan Spanyol Nomor 1.006 yang disahkan pada 26 Juni 1985.

Yakni, pemutusan kerja sama kedua belah pihak (antara Messi dan Barca) hanya bisa terjadi jika klausul rilis ditebus. Jika Messi terus mengomel, La Liga tidak akan mengeluarkan visa kerja untuknya ke klub barunya. Apalagi, Manchester City yang banyak disebut sebagai klub tujuan Messi ada di Inggris. Negara tersebut sangat ketat dalam mengeluarkan izin visa kerja bagi para atlet.

& # 39; & # 39; Messi adalah pemain setia dan terbaik di Barca. Sungguh menyedihkan jika semuanya berakhir dengan perseteruan, ”komentar mantan striker Barca dan Inggris Gary Lineker kepada Mundo Deportivo.

Kabarnya, Messi akan menggelar konferensi pers terkait situasinya saat ini. Namun, belum diketahui kapan. Mendapatkan info darinya juga tidak mudah karena privasinya sangat terlindungi.

Seperti ditulis Sport Bible, rumah besar Messi di Castelldefels, Barcelona yang hanya berjarak sekitar 15 km dari Camp Nou sangat eksklusif. Sampai-sampai pesawat niaga tidak boleh lewat di atas tempat tinggalnya meski hanya berjarak 13 km dari bandara setempat.

"Itu (larangan pesawat melintasi tempat tinggal pribadi, Red) tidak ditemukan di dunia selain Messi," kata presiden maskapai penerbangan Spanyol, Vueling, Javier Sanchez-Prieto.

FIFA Akan Turun Tangan Menyelesaikan Polemik Messi dan Barcelona

FIFA Akan Turun Tangan Menyelesaikan Polemik Messi dan Barcelona

JawaPos.com – Keinginan Lionel Messi untuk meninggalkan Barcelona akan berujung pada pertarungan hukum yang berat. Dan ini adalah situasi yang semakin tak terhindarkan.

Pada Sabtu (29/8), Barcelona memecat tim legal mereka. Pasalnya, mereka bahkan memberi nasehat kepada Messi bagaimana cara hengkang dari Barcelona. Sementara itu, Messi tidak tampil untuk Barcelona saat tes PCR, Minggu (30/8).

Namun, keinginan Messi untuk meninggalkan Camp Nou berbenturan dengan peraturan pelepasan sang pemain. Barcelona menegaskan, klub yang menginginkan Messi harus membayar klausul kontrak sebesar EUR 700 juta atau sekitar Rp. 12 triliun.

Padahal, dalam hal ini, La Liga mendukung Barcelona. Menurut media dari Barcelona, ​​Sport, saat ini FIFA dan Badan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS) sudah mulai turun tangan untuk menyelesaikan polemik antara Messi dan Barcelona.

  • Baca juga: La Liga Dukung Barcelona dalam Pertarungan Hukum versus Lionel Messi

FIFA mewajibkan klub untuk memenuhi keinginan transfer pesepakbola tersebut jika ada klub lain yang menginginkan pemain tersebut. Jika Manchester City dan Paris Saint-Germain menginginkan Messi, maka Barcelona harus merealisasikan transfer sang pemain tanpa membayar EUR 700 juta.

Pihak Messi masih yakin bisa meninggalkan Barcelona dengan status bebas transfer meski kesepakatan transfer bebas sudah berakhir pada Juni 2020. Pihak Messi yakin klausul tersebut telah diperpanjang. Akhir musim 2020, menurut Messi, terjadi setelah selesainya final Liga Champions antara Bayern Munich dan PSG, 24 Agustus lalu.

Di sisi lain, Presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu beserta jajaran direksi akan berusaha keras mempertahankan Messi. Menurut sumber, manajemen Messi dan Barcelona dijadwalkan bertemu pada Rabu (2/9) sore waktu setempat.

La Liga Mendukung Barcelona dalam Pertempuran Hukum melawan Lionel Messi

La Liga Mendukung Barcelona dalam Pertempuran Hukum melawan Lionel Messi

JawaPos.com – Keinginan Lionel Messi hengkang dari Barcelona mengalami babak baru. Kali ini, otoritas La Liga mengeluarkan pernyataan resmi bahwa mereka mendukung keputusan Barcelona dalam adu kontrak melawan Messi.

"Perjanjian saat ini masih berlaku. (Tim yang berminat) harus membayar klausul pelepasan senilai 700 juta EUR. Dan itu satu-satunya jalan keluar," tulis pernyataan resmi La Liga.

Presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu dan dewan direksi telah menyatakan bahwa mereka tidak akan membiarkan Messi pergi dengan status bebas transfer. Mereka siap bertemu Messi jika La Pulga ingin membahas kontrak baru.

La Liga mengatakan jika Messi ingin hengkang, maka ia harus menjunjung tinggi aturan klub.

Messi tidak bisa pergi begitu saja hanya dengan putus kontrak.

  • Baca juga: Messi hengkang, Spanyol bakal rugi pendapatan pajak Rp 868,1 miliar

Pada Sabtu (29/8), Barcelona memecat tim legal mereka. Pasalnya, salah satu alasan Messi mengajukan cuti dengan status bebas transfer ternyata berasal dari saran firma hukum Cuatrecasas.

Barcelona tahu ini. Mereka dilaporkan sangat marah. Para direktur Barcelona menganggap Cuatrecasas & # 39; keterlibatan menjadi tidak bisa diterima.

Munculnya sengketa hukum antara pemain dan klub tersebut membuat FIFA dan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) kemungkinan akan terlibat.

Jika Messi hengkang, efeknya tidak hanya akan dirasakan Barcelona. Tapi juga pesta di luar La Blaugrana.

Tanpa Messi, Barca bisa menghemat anggaran belanja untuk pos gaji sang pemain. Padahal, dari gaji pemain Barca EUR 391 juta (Rp 6,78 triliun) tiap musimnya, ada EUR 70,7 juta (Rp 1,22 triliun) yang atau hampir 20 persennya dihabiskan hanya untuk membayar Messi.

Pemerintah Spanyol, Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) dan Liga Sepak Bola Spanyol (LFP) juga merasakan dampaknya. Terutama otoritas pajak Spanyol.

Laporan surat kabar Spanyol Sport menyebutkan bahwa keuangan Spanyol per tahun akan kehilangan potensi pendapatan hingga EUR 50 juta (Rp. 868,1 miliar). Itulah jumlah pemotongan pajak yang dibayarkan Messi setiap tahun.

Dengan pandemi Covid-19 saja, nilai penawaran hak siar televisi yang semula ditargetkan mencapai EUR 2.111 juta (Rp36,6 triliun), hanya mampu mencapai EUR 1.915 juta (Rp33,2 triliun). Jika Messi pergi, jumlah itu akan sangat berkurang.

Jawapos

Memutuskan hengkang, Messi ingin hengkang dari Barcelona sebanyak tiga kali

JawaPos.com – Nampaknya keinginan Lionel Messi hengkang dari Barcelona bukan kali ini saja. Pada 2014 dan 2016, Messi juga berniat meninggalkan Camp Nou. Itu setelah La Pulga – panggilan Messi, tersangkut masalah pajak. Namun, dia menyerah pada niat itu. Artinya, ini ketiga kalinya Messi berniat hengkang. Lantas, bagaimana nasibnya hari ini?

Selain itu, Messi juga mengumumkan pengunduran dirinya dari timnas Argentina pada tahun 2016 setelah gagal mengantarkan Tim Tango menjuarai Copa America. Ketiga kalinya berturut-turut Messi gagal di final bersama Tim Tango, yakni di final Piala Dunia 2014, final Copa America 2015, dan final Copa America 2016. Namun, Messi berubah pikiran dan tetap menjadi andalan Tim Tango.

  • Baca juga: Alasan Lionel Messi ingin hengkang dari Barcelona

Pada musim 2013-2014, Barcelona dilatih oleh Gerardo "Tata" Martino setelah menggantikan Tito Vilanona karena sakit. Itu adalah musim yang buruk bagi Messi. Dia sering mengalami cedera dan permainan tim tidak menentu. Satu minggu sebelum akhir musim, Messi mengunjungi Vilanova di rumah sakit dan menyatakan keinginannya untuk pergi. Namun Vilanova meyakinkan Messi untuk bertahan di Camp Nou.

“Itu adalah masa ketika Tito Vilanova berada di titik lemah dan sakit. "Messi bertemu Tito, meski saya tidak ada di sana, saya tahu mereka berbicara berjam-jam," kata asisten Tito Vilanova saat itu, Jordi Rouran, dikutip dari Marca.

“Setelah bertemu Tito, Messi berubah pikiran dan melihat segalanya dengan lebih jelas. Saya tidak tahu apa yang mereka bicarakan, tapi Messi memutuskan untuk bertahan dan kami berharap dia melakukannya selama bertahun-tahun, "jelas Jordi.

Pada September 2015, pejabat pajak meminta hakim untuk menyelidiki kejahatan dan masalah fiskal di Spanyol. Saat itu Messi tengah ketakutan karena disinyalir tidak pernah membayar pajak.

"Saat itu saya berpikir untuk pergi, bukan karena saya ingin meninggalkan Barcelona, ​​tapi saya ingin meninggalkan Spanyol," kata Messi kepada media RAC1.

“Saya merasa diperlakukan buruk dan saya tidak ingin berada di Spanyol lagi. Banyak tim yang ingin saya bergabung, tetapi saya tidak. Meski ada tawaran resmi dari klub lain, mereka tahu bahwa saya ingin bertahan di Barcelona, ​​”kata Messi.

Barcelona kemudian diperkuat oleh Luiz Suarez dan Neymar, kemudian menjadi juara La Liga, akhirnya Messi memutuskan untuk tidak hengkang.

Keraguan Messi berlanjut, kali ini di timnas Argentina. Setelah Argentina kalah dari Cile di final Copa America 2016, banyak yang berspekulasi bahwa ini akan menjadi akhir dari petualangan Messi di Tim Tango.

“Di ruang ganti saya pikir waktu saya bersama tim nasional sudah berakhir, itu bukan untuk saya dan itulah yang saya rasakan sekarang. Kami tidak puas untuk mencapai final dan tidak memenangkannya, "kata Messi.

"Saya sudah berusaha menjadi juara bersama Argentina, tapi itu tidak terjadi, saya tidak bisa meraihnya," tambah Messi.

Pada September 2016, hanya beberapa bulan setelah Messi ingin pensiun dari timnas, Messi terlihat kembali ke tempat latihan. "Saya percaya pada tim Argentina. Kami telah melakukan banyak hal dengan sangat baik meski absen di final. Saat itu, kami sangat sedih. Itu pukulan yang sangat keras, pukulan lain, tetapi setelah itu saya pulih," katanya .

Atas dasar kejadian tersebut, Presiden Barcelona Jose Maria Bartomeu meyakini bahwa Messi tetap ingin bermain untuk Barcelona, ​​meski telah mengirimkan surat kepada jajaran direksi terkait masa depannya di Barcelona.

Messi juga mengatakan akan berpartisipasi dalam pelatihan untuk musim baru. Klub juga menegaskan bahwa mereka masih punya waktu untuk mengubah keadaan. Sekarang, fans Barcelona mengharapkan pembatalan keempat dari pahlawan mereka.

Jurnalis Barcelona mengatakan Messi ingin pergi dan menjangkar kedua tim ini

Jurnalis Barcelona mengatakan Messi ingin pergi dan menjangkar kedua tim ini

JawaPos.com – Tragedi kekalahan 2-8 FC Barcelona dari Bayern Munchen di Estadio da Luz pada babak perempat final Liga Champions (15/8) tak hanya membuat mereka kehilangan gelar musim ini.

Kekalahan tersebut juga menjadi pintu masuk perubahan besar dan cepat di tubuh Barcelona.

Beberapa saat setelah pertandingan usai, Sky Sports mengabarkan bahwa entrenador Quique Setien akan dipecat. Presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu telah mengisyaratkan pelatih berjuluk El Maestro itu akan didepak.

Mantan ahli taktik Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino dan pelatih Al Sadd Xavi Hernandez disebutkan sebagai nama yang diharapkan menggantikan Setien.

Genting. Suasana klub sangat suram dan bukan hanya pelatih yang berpotensi untuk ditendang, tapi juga beberapa nama direksi dan pemain yang dinilai minim kontribusinya, ”tulis RAC1.

Semua petinggi Barcelona panik. Pasalnya, musim ini merupakan yang pertama bagi Barcelona sejak musim 2007-2008 mereka mengakhiri musim tanpa gelar. Dan, jika Anda melihat ke belakang, revolusi yang terjadi 12 tahun lalu sangat mungkin terjadi.

Pada musim 2006-07, entrenador Barcelona Frank Rijkaard "hanya" memenangkan Supercopa Espana. Namun, dia masih diampuni. Musim berikutnya, 2007-2008, Rijkaard tidak memiliki trofi dan dipecat.

Jika revolusi musim panas 2008 berdampak pada Rijkaard dan bahkan pemain bintang seperti Ronaldinho dan Deco, muncul pertanyaan siapa yang akan terseret oleh revolusi musim panas 2020? Tulis Marca, Luis Suarez, Ivan Rakitic, Arturo Vidal, bahkan Lionel Messi bisa saja pergi.

Sepakbola Italia menulis bahwa impian Inter Milan mendatangkan Messi bisa terwujud. Apalagi, media Italia menyebut pemain berjuluk La Pulga itu sudah memiliki tempat tinggal di Milan.

Menurut jurnalis Esporte Interativo yang berbasis di Barcelona, ​​Marcelo Bechler, Messi hampir hengkang. Messi merasa frustasi dengan apa yang terjadi di klubnya. Dan inilah yang memperkuatnya untuk segera pergi.

Messi memang berpikir untuk meninggalkan Barcelona saat kontraknya habis. Namun, ia merasa petinggi klub tidak becus menjalankan mesin Barcelona.

Jika Messi pergi, ada dua klub yang sejauh ini disebut-sebut sebagai tempat berlabuh. Salah satunya adalah Inter. Satu lagi adalah Manchester City. Di City, Messi bisa bersatu kembali dengan mantan pelatihnya Pep Guardiola.

& # 39; & # 39; Tim ini membutuhkan pembenahan dari segala aspek. Jika pemain baru datang kemudian dan perubahan total dilakukan, saya akan menjadi yang pertama pergi. Sebab, menurut saya, kondisi tim sedang buruk, ”kata Pique kepada Marca.

Sedangkan pemain Bayern Thomas Mueller tersenyum paling lebar. Sepanjang karir bermainnya, kemenangan 8-2 atas FCB melampaui kebahagiaannya ketika ia membawa Jerman menang 7-1 atas Brasil di semifinal Piala Dunia 2014.