Cuma Jadi Penyerang Cadangan, United Bersedia Bayar Rp. 4,04 Miliar Per Minggu

Cuma Jadi Penyerang Cadangan, United Bersedia Bayar Rp. 4,04 Miliar Per Minggu

JawaPos.com-Malam ini (5/10) adalah penutupan bursa transfer musim panas 2020 di Eropa. Yang menjadi perhatian adalah transfer sejumlah striker. Bukan pilihan utama, tapi sebagai pelapis.

Ingin pemain sayap Jadon Sancho dari Borussia Dortmund, tetapi pada saat kedatangan striker menganggur Edinson Cavani. Ya, perburuan Manchester United terhadap Sancho selama musim panas hampir pasti tidak akan terealisasi karena selisihnya lebih dari setengah triliun rupiah (EUR 29 juta).

Cavani, yang terakhir menjadi pemain Paris Saint-Germain (PSG) per 29 Juni, bukanlah rekrutan yang buruk. Namun, jelas banyak kompromi yang dilakukan United saat menjadikan El Matador – julukan Cavani – rekrutan kedua setelah gelandang Donny van de Beek.

Yang paling jelas, usia Cavani sudah 33 tahun. Ini tak sesuai dengan "selera" transfer United di era kepelatihan Ole Gunnar Solskjaer yang mengutamakan bintang muda penuh talenta.

United memang membutuhkan striker berpengalaman dan Cavani dengan 3 musim di Serie A bersama SSC Napoli (2010-2013) dan 7 musim terakhir di Ligue dengan seragam PSG yang memenuhi kriteria tersebut. Tapi, seiring bertambahnya usia, kemampuan Cavani dinilai sudah mulai menurun.

  • Baca Juga: Dibantai 1-6, Legenda Manchester United: Banyak Orang Perlu Ditampar

Meski tidak ada nilai transfer, United juga tidak mengeluarkan biaya murah untuk Cavani. Penyerang berbayar yang menang sekali capocannoniere.dll dan dua kali meilleur buteur cukup mahal alias EUR 10 juta (Rp 174 miliar) per musim.

Gaji mingguan Cavani juga mencapai GBP 210 ribu (Rp 4,04 miliar). Nilai nominal tersebut menjadikan Cavani pemilik gaji termahal keempat di skuad The Red Devils setelah David de Gea (GBP 375 ribu per minggu), Paul Pogba (GBP 290 ribu per minggu), dan Anthony Martial (GBP 250 ribu per minggu) .

"(Gaji, Red) Cavani jelas berlebihan untuk striker cadangan," tulisnya Berita Malam Manchester. Bayangkan, melampaui Marcus Rashford (GBP 200 ribu per minggu, Red) dan Bruno Fernandes dan Harry Maguire (masing-masing GBP 180 ribu per minggu dan GBP 189,904 per minggu), tambah surat kabar tersebut.

Baca:  Cristiano Ronaldo Menguji Delapan Kali dalam Sepuluh Hari

Tadi malam, ditemani agen dan adiknya, Walter Guglielmone, Cavani sedang dalam proses menjalani tes kesehatan dan penandatanganan kontrak berdurasi dua musim.

Suporter United juga diyakini tak rela karena kabar menyebut Cavani akan mengenakan nomor punggung 7. Meski, ada opsi lain untuk nomor 19 sebagai nomor yang masih kosong di skuad United saat ini.

Cavani bukan satu-satunya eks striker PSG yang memburu klub baru di hari terakhir bursa transfer. Eric Maxim Choupo-Moting, yang perannya selama dua musim terakhir di PSG sebagai striker cadangan telah dikaitkan dengan raksasa lain.

Tak main-main, juara Liga Champions Bayern Munich disebut-sebut akan menjadi tujuan penyerang Kamerun berusia 31 tahun itu. Jelas bahwa Choupo-Moting diproyeksikan sebagai pelapis Robert Lewandowski. Sebelumnya, Bayern sempat dikaitkan dengan striker Hoffenheim 1899 Andrej Kamaric. Namun, sejauh ini belum ada kabar lebih lanjut.

Kehilangan Cavani dan Choupo-Moting membuat slot striker cadangan PSG kosong. Media Prancis melaporkan bahwa Les Parisiens kini mengincar striker Everton Moise Kean sebagai penyamaran untuk Mauro Icardi-Kylian Mbappe-Neymar Jr.

"Perjanjian pinjaman selama satu musim untuk Kean telah disepakati antara PSG dan Everton," klaimnya Sky Sports.

Di sisi lain, posisi Fernando Llorente di Everton bisa diduduki. Striker yang identik sebagai striker cadangan sejak bersama Tottenham Hotspur (2017-2019) hingga Napoli (2019 hingga sekarang).

Llorente adalah pilihan pelatih Everton Carlo Ancelotti. Striker berusia 35 tahun itu akan menambah daftar reuni Ancelotti dengan mantan anak asuhnya setelah Allan dan James Rodriguez.