Category Archives: son heung min

Son Heung-min dianggap layak dibayar minimal Rp. 3,8 miliar per minggu

Son Heung-min dianggap layak dibayar minimal Rp. 3,8 miliar per minggu

JawaPos.com – Hanya ada tiga pemain di Tottenham Hotspur yang memiliki gaji minimal GBP 200 ribu (Rp 3,8 miliar) per minggu. Ketiganya adalah Harry Kane (GBP 250 ribu / Rp 4,8 miliar), Gareth Bale (GBP 220 ribu / Rp 4,22 miliar), dan Tanguy Ndombele (GBP 200 ribu / Rp 3,8 miliar).

Dilihat dari kontribusinya sejauh ini, hanya Kane yang terbukti layak dibayar dengan gaji tinggi. Bale baru saja bergabung, sedangkan Ndombele masih inkonsisten. Karena itu, rencana memasukkan Son Heung-min dalam daftar gaji GBP 200 ribu dianggap tepat.

Musim ini Son mulai semangat. Dia telah mencetak 7 gol di Liga Premier dan berada di daftar teratas bersama striker Everton Dominic Calvert-Lewin. London Evening Standard mengklaim kenaikan gaji Son dari GBP 175 ribu (Rp 3,36 miliar) menjadi GBP 200 ribu per minggu sudah bisa ditandatangani pekan ini.

  • Baca Juga: Dibantai 0-13 oleh Ajax, Pelatih VVV Venlo: Kepala Kami Tetap Tegak

Karena itu, Spurs & # 39; bertandang ke Turf Moor untuk menantang tuan rumah Burnley FC di dini hari (Siaran langsung Mola TV pukul 03.00 WIB) Jadi momentum Sonaldo – panggilan Putranya – unjuk gigi layak mendapat kenaikan gaji.

"Dia (Putra) selalu berusaha setiap musim untuk menjadi bagian terpenting klub ini. Kami semua mencintainya," ujar pelatih Spurs Jose Mourinho.

Sepanjang kariernya di Liga Inggris, hanya musim ini bintang asal negeri K-pop itu bisa mendominasi Spurs & # 39; tujuan. Kolaborasinya dengan Kane menjadi salah satu duet paling mematikan di Premier League, yakni 12 gol dari total 15 gol Spurs saat ini.

Spurs, yang telah mencetak 19 gol dalam empat pertandingan bulan ini (rata-rata 4,75 gol per pertandingan) diprediksi akan merayakan gol melawan Burnley, yang musim ini belum pernah menang di Liga Inggris.

Dibantai 1-6, Manchester United Legenda: Banyak Orang Perlu Ditampar

Dibantai 1-6, Manchester United Legenda: Banyak Orang Perlu Ditampar

JawaPos.com-Manchester United mengalami pembantaian yang mengerikan di pertandingan ketiganya di Liga Premier. Bermain di kandang sendiri, Old Trafford, United tersingkir 1-6 oleh Tottenham Hotspur.

Berdasarkan data Opta Joe, sepanjang sejarah Liga Inggris, United hanya kebobolan enam gol dalam satu pertandingan. Sebelum subuh hari ini (5/10), hal yang sama terjadi pada tahun 1996 saat United melawan Southampton dan pada tahun 2011 melawan Manchester City.

United justru memimpin di menit ke-2 lewat eksekusi penalti dari Bruno Fernandes. Penalti diberikan untuk Anthony Martial yang dijatuhkan oleh bek tengah Spurs Davinson Sanchez.

Namun Spurs berhasil menyamakan kedudukan 1-1 pada menit ke-4 melalui tembakan keras Tanguy Ndombele. Ndombele memanfaatkan pertahanan United yang buruk yang dibesarkan oleh Harry Maguire.

Bek termahal dunia itu gagal memblok bola. Sebaliknya, ia menyundul bola melalui sundulannya ke belakang, mengacaukan pertahanannya sendiri dan menjatuhkan rekan setimnya Luke Shaw. Semua itu bermuara pada ruang bagi Ndombele, yang akhirnya bebas mencetak gol.

Spurs unggul 2-1 melalui pemain Korea Selatan Sing Heung-min pada menit ke-7. Situasi United semakin memburuk setelah Anthony Martial langsung mendapat kartu merah. Dia diusir keluar lapangan karena menarik dagu striker Spurs Erik Lamela.

Bermain dengan 10 orang, United semakin hancur. Pasalnya, Spurs mampu mencetak empat gol tambahan melalui Son (37 '), Harry Kane (30' dan 79 '(pen)), dan Serge Aurier pada menit ke-51.

Legenda United Partice Evra sangat marah dengan fakta pembantaian mantan timnya. Dia mengatakan manajer United Ole Gunnar Solskjaer seharusnya tidak harus memainkan Maguire lagi.

Game yang berantakan, kata Evra saat mengomentari Sky Sports. “Saya tidak pernah mengkritik pemain karena saya berada di posisi itu. Tapi hari ini tidak ada alasan lagi. Dia (Harry Maguire) telah mengecewakan fans, "tambahnya.

“Bukan hanya kekalahan 1-6, tapi setiap musim endingnya selalu sama. Saya tidak mengharapkan apapun dari United musim ini. Saya tidak suka kekerasan. Tapi, sekarang ini banyak orang yang perlu ditampar, ”ujarnya sambil menggerutu.