Category Archives: sergio ramos

Mantap di Real, Sergio Ramos tidak melibatkan agen dalam negosiasi

Mantap di Real, Sergio Ramos tidak melibatkan agen dalam negosiasi

JawaPos.com-Kabar positif dan negatif bersahabat dengan kapten Spanyol Sergio Ramos dalam dua pertandingan terakhir di Liga A UEFA Nations League 2020-2021. Saat menghadapi Swiss (15/11), Ramos menahbiskan dirinya sebagai pemain bersama topi paling banyak di Eropa (177). Sayangnya, bek Real Madrid yang biasa disapa Cuqui itu gagal melakukan dua tendangan penalti.

Kemarin (18/11), menghadapi Jerman, Ramos kembali disambut dengan kabar menyenangkan dan mengecewakan. Yang mengecewakan tak lain adalah Ramos yang gagal menuntaskan pertandingan di Estadio La Cartuja. Cedera melumpuhkan Sisi kanan memaksa bek berusia 34 tahun itu ditarik lepas dua menit sebelum turun minum untuk digantikan oleh Eric Garcia.

  • Baca Juga: Tampil Spektakuler, Bantai Jerman 6-0, Spanyol Lolos ke Fase Final

Meski demikian, cedera tersebut mungkin tidak membuat Ramos khawatir karena klaim dari Mundo Deportivo tentang kepastian masa depan Cuqui di Real. Presiden Real Florentino Perez disebut-sebut telah secara lisan menyetujui perpanjangan kontrak dua musim untuk pemain yang sudah 15 tahun untuk Los Merengues itu.

Meski banyak yang berspekulasi akan hengkang dari Real, Ramos sebenarnya sudah memutuskan untuk bertahan bersama Los Merengues. Buktinya, dia memilih tidak melibatkan agen untuk bernegosiasi dengan Perez. "Karena Ramos yakin dia dan Real seperti keluarga," tulis Mundo Deportivo.

Yang masih menjadi kendala dalam draf kontrak baru adalah kesepakatan penyesuaian gaji, yang merupakan kebijakan umum dilakukan klub sepak bola karena pandemi Covid-19. Real berharap memangkas 15 hingga 20 persen saham Ramos & # 39; gaji per tahun yang mencapai EUR 20 juta atau setara dengan Rp. 334 miliar.

Marca menulis, jika Ramos menyetujui tawaran penyesuaian gaji yang dibuat Real, kesepakatan kontrak baru bisa ditandatangani oleh Cuqui sebelum akhir pekan. Atau sebelum Real mengunjungi Villarreal CF di dalamnya jornada La Liga kesepuluh pada Sabtu malam (21/11).

Tanpa Sergio Ramos, pertahanan Real Madrid bagai cracker

Gagal Penalti 2 Kali Melawan Swiss, Dibela Pelatih Ramos

JawaPos.com – Pelatih timnas Spanyol (timnas) Luis Enrique membela kapten timnya Sergio Ramos yang gagal dalam dua adu penalti dalam pertandingan melawan Swiss, Minggu (15/11). Ramos & # 39; kegagalan membuat Tim Matador hanya bisa bermain imbang 1-1.

Ramos dalam laga tersebut berhasil memecahkan rekor Gianluigi Buffon sebagai pemain dengan penampilan terbanyak dalam sejarah sepak bola internasional Eropa. Namun, rekor itu harus diwarnai kegagalan karena dua penalti Ramos di babak kedua berhasil diselamatkan kiper Swiss Yann Sommer.

Remo Freuler membuka skor untuk Swiss pada menit ke-26, sebelum Gerard Moreno menyelamatkan wajah Ramos dengan menyamakan kedudukan pada menit ke-89 dalam pertandingan UEFA Nations League di St. Petersburg. Jakob-Park, Basel.

Meski gagal, Enrique menegaskan dengan tegas bahwa Ramos akan selalu ditunjuk sebagai eksekutor penalti di laga-laga berikutnya. Pasalnya, di mata Enrique, Ramos masih menjadi eksekutor penalti yang baik. Kegagalan menghasilkan gol dari titik penalti juga lumrah.

"Akan sangat tidak adil untuk membiarkan dia pergi (sebagai eksekutor penalti) karena dia gagal satu, dua, tiga kali. Jika ada penalti lain, dia akan mengambilnya. Ketika dia gagal, melepaskannya dari tugas penalti adalah a lelucon, "kata Enrique.

Senada dengan Enrique, Moreno pun sependapat dengan ucapan pelatihnya.

“Sergio lahir sebagai pemenang. Hari ini dia tidak bisa mencetak dua penalti tapi dia memainkan banyak pertandingan, banyak kekalahan dan banyak kemenangan. Dia punya banyak pengalaman, "kata Moreno.

“Hari ini penalti tidak masuk, tapi saya tidak tahu berapa banyak yang dia hasilkan sebelumnya. Ini bukan sesuatu yang perlu kita khawatirkan. Saya yakin jika ada penalti lagi dia akan mengambilnya dan akan mencetak gol, ”kata Moreno.

Keok di El Clasico, Pelatih Barcelona Menyalahkan VAR

Keok di El Clasico, Pelatih Barcelona Menyalahkan VAR

JawaPos.com-Pelatih Barcelona Ronald Koeman mengatakan sistem VAR tampaknya "hanya digunakan untuk membuat keputusan yang merugikan Barca".

Koeman mengatakan itu mengacu pada Sergio Ramos & # 39; penalti yang menjadi salah satu penentu kemenangan Real Madrid di El Clasico pertama musim ini.

Federico Valverde membawa Real Madrid unggul pada menit ke-5 berkat umpan Karim Benzema. Tiga menit kemudian, pemain Barcelona berusia 17 tahun Ansu Fati berhasil menyamakan kedudukan usai menerima umpan silang Jordi Alba.

Hal tersebut menjadikan Fati sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah El Clasico.

Ramos mencetak gol dari titik penalti pada menit ke-63. Gelandang Luka Modric memastikan kemenangan Real dengan gol di menit-menit terakhir.

Titik balik Real Madrid adalah keputusan VAR untuk Ramos & # 39; penalti. Wasit Juan Martinez Munuera awalnya tidak melihat bek Barcelona Clement Lenglet menarik Sergio Ramos & # 39; kemeja. Namun pada akhirnya, wasit memberikan penalti setelah memeriksa kejadian tersebut melalui VAR.

Sementara itu, dua permintaan penalti Barca ditolak wasit. Yakni saat Raphael Varane menjatuhkan Lionel Messi. Ada juga kemungkinan bola tangan dari Varane.

"Saya tidak mengerti VAR, saya kira itu hanya digunakan untuk mengambil keputusan melawan Barca," kata Koeman usai pertandingan seperti dikutip dari BBC.

“Anda selalu mendapatkan kemeja itu ditarik di area penalti dan saya pikir Ramos melanggar Lenglet lebih dulu. Ada tarikan seragam, tapi tidak cukup untuk membuatnya jatuh. Bagi saya itu bukan penalti, ”kata Koeman lagi.

“Kami telah menjalani lima pertandingan dan (VAR) hanya digunakan melawan Barca. Itu tidak pernah berjalan sesuai keinginan kami, ”tambah pria Belanda itu. “Keputusan itu berdampak besar pada hasil akhir, karena kami bermain bagus hingga penalti datang,” kata Komen lagi.

Ramos sendiri menyebut keputusan wasit memberikan penalti kepada timnya sudah sangat tepat.

“Saya pikir itu adalah penalti yang sangat jelas. Dia meraih jersey saya ketika saya melompat untuk mengambil bola dan itu jelas. "Tidak adil mengkritik wasit karena keputusan yang begitu jelas," kata Ramos.

Tambahan tiga poin membawa Real ke puncak klasemen La Liga dengan 13 poin dari enam pertandingan. Real unggul enam poin dari Barcelona yang berada di urutan ke-12.

Tanpa Sergio Ramos, pertahanan Real Madrid bagai cracker

Tanpa Sergio Ramos, pertahanan Real Madrid bagai cracker

JawaPos.com-Real Madrid tanpa bek dan kapten Sergio Ramos seperti tim dengan pertahanan yang luar biasa. Kalah tujuh dari delapan pertandingan di Liga Champions sejak 2017-18 saat Cuqui absen adalah buktinya.

Kekalahan ketujuh dialami saat Real mempermalukan Shakhtar Donetsk 2-3 di Estadio Alfredo Di Stefano (22/10).

Tanpa Ramos yang masih belum pulih dari cedera lutut kiri, tiga kali pertahanan Real dibobol Shakhtar pada 42 menit pertama. Yang terparah adalah buruknya koordinasi dua bek Brasil, Eder Militao dan Marcelo.

Militao menggantikan Ramos, sementara Marcelo mundur sebagai bek kiri reguler Ferland Meny dikirim sebagai bek kanan saat Dani Carvajal cedera hingga bulan depan.

  • Baca juga: Aneh, Pemain Muda Real Madrid Malah Terkesima Sengaja Ingin Masuk Penjara

Gol pertama (29 & # 39;) oleh Tete misalnya. Militao hanya melakukan jogging santai sebagai upaya untuk memblok penetrasi bek kiri Viktor Kornienko ke dalam kotak penalti. Dengan mudah, Korniienko mengirimkan assist kepada Tete yang berdiri bebas saat Marcelo ditarik ke tengah kotak.

Gol kedua (33 & # 39;) lahir berkat bunuh diri bek tengah Real Raphael Varane. Namun, hal itu tak mungkin terjadi jika kawalan Militao untuk striker Shakhtar Dentinho tak luput.

Sebelumnya, Militao dan Marcelo gagal memblok kaki kiri Tete yang dimentahkan kiper Thibuat Courtois. Sial, bola rebound ke arah kaki kanan Varane sehingga melambung ke gawang.

Komunikasi hantu Militao-Marcelo semakin diperkuat dengan gol ketiga Shakhtar (42 & # 39;). Kedua pemain asal Negeri Samba itu kompak tak bisa mematikan winger Manor Solomon, yang kemudian memperdaya Courtois. Lagi-lagi, Marcelo tertarik ke tengah kotak penalti karena ukuran Militao terlalu besar.

"Kami akan memperbaikinya (pertahanan buruk, Red) dan bersiap untuk El Clasico nanti," ucapnya entrenador Zinedine Zidane asli.

El Clasico ke-278 berlangsung malam ini (24/10) dengan Los Merengues menantang FC Barcelona di Camp Nou dalam jornada ketujuh La Liga.

Akhirnya Mendapat Ban Kapten karena Orang Yang Salah

Akhirnya Mendapat Ban Kapten karena Orang Yang Salah

JawaPos.com – Dua Hari pertandingan Start Spanyol di UEFA Nations League 2020-2021 benar-benar berpihak pada David de Gea. Setelah tujuh penyelamatan gemilang melawan Jerman (4/9), kiper Spanyol ini diuntungkan dengan kemenangan 4-0 atas Ukraina (7/9).

De Gea dipercaya mengenakan ban kapten pada menit ke-61 atau setelah Sergio Ramos ditarik keluar. Adalah bek tengah Real Madrid yang memasang ban kapten di lengan kiri De Gea.

Penjaga gawang Manchester United itu merupakan pemain kelima yang mengenakan ban kapten untuk La Furia Roja selama masa jabatan Ramos sebagai kapten dalam empat tahun terakhir.

Sebelumnya hanya Raul Albiol, Isco, Andres Iniesta, dan Sergio Busquets. Lucunya, De Gea berkesempatan memakai ban kapten karena Ramos '. kesalahan.

Seperti yang dilaporkan Marca, Ramos seharusnya memberikan ban kapten kepada bek kanan dan kapten Sevilla, Jesus Navas. "Berdasarkan kode internal timnas Spanyol, ban kapten hanya boleh disebar di lengan pemain yang memiliki caps terbanyak di lapangan," tulis Marca.

Navas telah mencatatkan 44 caps, sementara De Gea memiliki satu caps lebih sedikit dari mantan pemain Manchester City itu. Dalam sesi jumpa pers, Navas sempat kaget karena tidak diberi ban kapten oleh Ramos.

& # 39; & # 39; Saya sudah berteriak (Ramos, Red). Dia mungkin tidak mendengarnya, ”kata Navas.

Ingin terus berduel di lapangan, kapten Madrid itu meminta Messi bertahan

Ingin terus berduel di lapangan, kapten Madrid itu meminta Messi bertahan

JawaPos.com – Lionel Messi adalah salah satu penyerang yang kerap merepotkan kapten Real Madrid Sergio Ramos. Dua pemain yang memiliki posisi berbeda, Messi sebagai striker dan Ramos sebagai bek, jelas kerap berduel saat Barcelona dan Madrid bertemu dalam laga bertajuk El Clasico. Bahkan, Ramos kerap dibodohi Messi di lapangan hijau.

Meski menjadi rival di lapangan, Ramos tetap peduli dengan kondisi Messi saat ini. Bahkan, dia meminta kapten timnas Argentina itu bertahan bersama Blaugrana. Salah satu alasannya adalah Ramos ingin terus bisa berduel dengan Messi di laga panas yang menyita perhatian publik sepakbola dunia, El Clasico.

Tentu itu alasan pribadi Ramos. Jelas, Ramos punya alasan yang lebih kuat. Dengan bertahannya Messi, pamor Liga Spanyol akan terus meningkat. Ramos menyadari, bila Messi benar-benar pindah, daya tarik Liga Spanyol bakal merosot. Maklum, Liga Spanyol juga sudah ditinggalkan Cristiano Ronaldo.

Meski begitu, Ramos juga tak memungkiri bahwa setiap pemain berhak menentukan masa depannya sendiri. Artinya, keinginannya bukanlah alasan utama Messi jika akhirnya memutuskan bertahan.

Seperti diketahui, kans Messi hengkang pun semakin besar. Sang ayah, Jorge Messi, mengaku akan sulit bagi putranya bertahan di klub yang ia sebut rumah selama 20 tahun itu.

"Bahwa (Messi pergi) adalah sesuatu yang tidak kami fokuskan, tapi pemain berhak menentukan masa depannya," kata Ramos seperti dikutip dari Goal.

"Oleh karena itu, untuk kompetisi Spanyol dan untuk Barcelona dan untuk kami semua, kami ingin Messi bertahan karena kami selalu menginginkan pemain terbaik di sini," tambah Ramos.

Ramos kemudian membahas masa depannya sendiri saat kontraknya memasuki tahun terakhirnya bersama Madrid. Meskipun belum ada pembicaraan tentang perpanjangan kontrak, Ramos menegaskan dia tetap tenang tentang masa depannya dan yakin dia pada akhirnya akan mencapai kesepakatan untuk kontrak baru.

"Itu sesuatu yang belum kami bahas, tapi itu bukan sesuatu yang saya atau klub khawatirkan," jelas Ramos.

“Saya telah menghabiskan bertahun-tahun bersama Madrid dan tidak pernah benar-benar berpikir untuk pergi dan saya yakin bahwa kami akan mencapai kesepakatan yang cocok satu sama lain. Fokus saya sekarang adalah mempersiapkan diri untuk musim baru, ”pungkas Ramos.

Real Madrid akan berstatus sebagai tim dengan kandang terkecil di La Liga

Real Madrid akan berstatus sebagai tim dengan kandang terkecil di La Liga

JawaPos.com – SD Huesca gagal menjadi klub La Liga 2020-2021 yang memiliki kapasitas stadion paling kecil. Klub promosi berjuluk Oscar ini bertempat di El Alcoraz yang hanya mampu menampung 7.638 penonton.

Hanya, saat Real Madrid kembali menggunakan Estadio Alfredo Di Stefano untuk memulai musim ini, gelar tersebut menjadi milik juara bertahan La Liga.

Pasalnya, Estadio Di Stefano hanya berkapasitas 6 ribu penonton.

Real memutuskan untuk tinggal di Estadio Di Stefano karena rumah utama mereka, Estadio Santiago Bernabeu, belum selesai direnovasi. Minggu (30/8), misalnya, stadion berkapasitas 81 ribu penonton itu memasuki instalasi rumput baru.

Awalnya, renovasi yang dimulai awal April sudah bisa dimanfaatkan Mulailah La Liga musim ini pada 12 September.

“Saya pikir bermain di sini (Estadio Di Stefano, Red) juga bisa memberikan keberuntungan lebih bagi kami,” tandasnya entrenador Real Zinedine Zidane di situs resmi klub.

Sejak menjadi rumah sementara Real mengulang kembali Musim lalu di La Liga, Sergio Ramos dkk sukses menyapu bersih enam kali jornada dan lima di antaranya seprai bersih. Ini juga membantu Los Merengues memenangkan gelar La Liga ke-34.

Bukan tidak mungkin dewi Fortuna Estadio Di Stefano melebarkan sayap ke dua ajang lainnya, Copa del Rey dan Liga Champions. Kebetulan, penyebab utama Los Merengues & # 39; Kegagalan dalam dua event tersebut musim lalu kalah di Estadio Bernabeu.

Yakni, dikalahkan 3-4 oleh Real Sociedad di perempat final Copa del Rey (7/2), lalu dikalahkan Manchester City 1-2 di leg pertama 16 besar Liga Champions (27/2).