Category Archives: roberto mancini

Persaingan ketat dari Italia, Belanda dan Polandia menuju babak final

Momen yang sangat langka ketika Italia dipimpin oleh dua bintang Sassuolo

JawaPos.com – Lolos ke putaran final Euro 2020 setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2018 telah direalisasikan oleh allenatore.dll Roberto Mancini dari Italia. Karenanya, Mancini menganggap UEFA Nations League (UNL) baik edisi pertama (2018-2019) maupun musim ini (2020-2021), bukan prioritas baginya.

Hal itu terlihat dari kebijakan Mancini yang selalu mengutak-atik komposisi pemain dan bereksperimen dengan skema berbeda dalam pertandingan di Liga A UNL. Seolah tidak ada standar yang diusung oleh pelatih yang akrab disapa Mancio ini.

Namun, melihat performa tak terkalahkan Italia dalam sepuluh pertandingan di dua edisi UNL atau hanya sekali dikalahkan oleh Portugal (yang notabene juara 2018-2019), Italia jelas tidak main-main. Apalagi setelah timnas berjuluk Gli Azzurri itu meraih satu tiket ke putaran final UNL musim ini.

Lorenzo Insigne dkk meraihnya setelah mengalahkan Belanda dan Polandia hingga finis sebagai juara grup 1 kemarin (19/11). Kemenangan 2-0 Azzurri di kandang sendiri atas Bosnia-Herzegovina membuat hasil Polandia versus Belanda (Belanda menang 2-0) tidak ada artinya.

Tidak hanya lolos ke final yang akan digelar pada 7-11 Oktober tahun depan, Italia memiliki peluang lebih besar untuk menang dibanding Belgia (juara grup 2), Prancis (juara grup 3), dan Spanyol (juara grup 4) sebagai tuan rumah. judul.

  • Baca juga: Luis Suarez Positif Corona, Bisa Dituding Minta Kontrak 4 Tahun

Mengacu pada UNL edisi sebelumnya, keuntungan menjadi tuan rumah sangatlah penting. Portugal berhasil menggunakannya tahun lalu. "Itu (Italia sebagai tuan rumah final UNL 2020-2021, Red) adalah peluang bagus (coba menang, Red)," kata Mancini kepada Sky Italia.

Mantan pelatih Inter Milan dan Manchester City itu yakin semua pemain yang terlibat di skuad Italia dalam dua tahun terakhir akan semakin matang tahun depan. Mereka semua hebat. Mereka tidak terkalahkan di kualifikasi Euro (2020, menyapu bersih sepuluh pertandingan, Red) dan kini juga tak terkalahkan di sini (fase grup UNL 2020-2021, Red), jelas Mancini.

Yang patut mendapat pujian dari Mancini dalam pemilihan skuad Italia adalah keberaniannya memasukkan banyak pemain muda dan tidak hanya dari klub papan atas. Dari 63 pemain, hanya ada 15 pemain berusia 30 tahun ke atas.

Klub-klub seperti Cagliari Calcio, US Sassuolo, Bologna FC, Torino, hingga Genoa CFC bersanding dengan Juventus, Inter Milan, AC Milan, SSC Napoli, SS Lazio, dan AS Roma dalam memberikan kontribusi bagi para pemain timnas era Mancini.

Dengan komposisi tersebut, Mancini hanya kalah dua kali dari 27 laga bersama Italia sejak 14 Mei 2018. Hebatnya, Azzurri tak terkalahkan dalam 22 laga terakhir. Mendekati rekor tak terkalahkan dari 25 pertandingan beruntun Italia sebagai juara Piala Dunia 2006 saat di bawah asuhan Marcello Lippi.

"Suatu momen langka untuk melihat tim nasional Italia saat ini dimotori oleh dua pemain dari AS Sassuolo (gelandang Manuel Locatelli dan penyerang luas Domenico Berardi, Red), ”tulis La Gazzetta dello Sport menanggapi kemenangan atas Bosnia kemarin.

Namun, bukan hanya Italia yang bisa mengklaim memiliki skuat genap dan tidak mengandalkan pemain berpengalaman. Tacticus Belgium Roberto Martinez juga mengatakan timnya pada fase grup UNL 2020-2021 tetap bermain bagus meski sejumlah pemain pilar absen.

"Dulu, kami selalu mengalami kesulitan ketika kami bermain tanpa mereka. Sekarang kami bisa melakukannya dengan siapa pun pemainnya," kata Martinez kepada Sporza.

Pelatih Positif Covid, Hajar Bosnia, Italia Lolos ke Babak Final

Pelatih Positif Covid, Hajar Bosnia, Italia Lolos ke Babak Final

JawaPos.com-Tim Nasional Italia berhasil lolos ke putaran final UEFA Nations League 2020-2021. Dalam laga yang harus dimenangkan di Sarajevo dini hari ini WIB (19/11), Gli Azzurri membungkam Bosnia dan Herzegovia dengan skor 2-0.

Gol-gol dari Andrea Belotti di menit ke-22 dan Domenico Berardi di menit ke-68 memastikan posisi Italia di puncak klasemen Grup A1. Italia memiliki total 12 poin.

Di laga yang hampir sama, Belanda yang juga menang 2-1 saat menjamu Polandia terpaksa gigit jari. Mereka hanya finis di posisi kedua dengan koleksi 11 poin.

  • Baca juga: Persaingan Italia, Belanda, dan Polandia menuju babak final

Tanpa pelatih Roberto Mancini yang tak bisa mendampingi tim karena positif Covid-19, Italia tampil sangat solid. Mereka mampu mempertahankan penampilan yang kokoh.

Belotti membuka kemenangan Italia dengan tendangan voli di kotak penalti. Ia memanfaatkan umpan lambung Lorenzo Insigne yang berakselerasi dan mendorong ke sisi kanan pertahanan Bosnia.

Gol kedua Berardi di Italia juga tak kalah indah. Umpan lambung pendek dari Manuel Locatelli dimanfaatkan dengan baik oleh Berardi, yang notabene merupakan rekan setimnya dari Sassuolo.

Bagi Bosnia, kekalahan ini telah membenamkan mereka di dasar klasemen Grup A1. Ini berarti Bosnia terdegradasi ke Grup B di UEFA Nations League berikutnya.

Dengan hasil ini, Italia mengikuti tren besarnya. Italia tidak terkalahkan dalam 22 pertandingan terakhir.

Persaingan ketat dari Italia, Belanda dan Polandia menuju babak final

Persaingan ketat dari Italia, Belanda dan Polandia menuju babak final

JawaPos.com – Belanda tanpa Ronald Koeman berbeda. Saat masih ditangani pria yang kini menangani FC Barcelona, ​​Oranje sukses menembus babak final (pemenang kedua) UEFA Nations League 2018−2019. Juga lolos ke putaran final Euro 2020.

Kini, bersama Frank de Boer, Oranje hanya menang sekali dalam lima pertandingan. Kans kembali lolos ke putaran final UEFA Nations League 2020-2021 juga tidak mudah karena Oranje harus menghadapi tuan rumah Polandia di Silesian Stadium, Chorzow, dini hari nanti. (Siaran langsung Mola TV pukul 02.45 WIB).

Itu pun masih tergantung hasil Italia melawan tuan rumah Bosnia-Herzegovina di Stadion Grbavicam, Sarajevo, pada waktu yang sama. (Siaran langsung Mola TV pukul 02.45 WIB).

  • Baca Juga: Tampil Spektakuler, Bantai Jerman 6-0, Spanyol Lolos ke Fase Final

Italia (9 poin), Belanda (8 poin), dan Polandia (7 poin) masih berpeluang lolos ke putaran final sebagai juara Grup 1 Liga A.

"Kami tidak berpikir untuk lolos (ke final, Red), tapi hanya menampilkan yang terbaik," kata De Boer dalam persiapan menghadapi Polandia seperti dilansir Voetbal International.

Pernyataan saudara kembar Ronald de Boer ini dikecam oleh fans Belanda di media sosial karena dinilai melemahkan semangat Georginio Wijnaldum dkk. Sejak menggantikan Dwight Lodeweges & # 39; per tanggal 22 September, De Boer belum banyak mendapat dukungan dari masyarakat di negaranya.

"Dia tidak akan lama-lama melatih timnas Belanda," demikian prediksi media Belanda ketika De Boer memulai pekerjaannya sebagai arsitek Oranje.

Maklum, track record kepelatihan De Boer memang buruk, kerap dipecat lebih awal. Apa yang mungkin terjadi seandainya Oranje gagal lolos ke final atau mencatat hasil negatif di Chorzow.

Bukan hanya De Boer. Ahli taktik Polandia Jerzy Brzeczek juga menjadi sorotan jika dia mengulangi kegagalan di UEFA Nations League sebelumnya. Saat itu, timnas berjuluk Orly atau Si Elang bahkan tak pernah menang sekali pun dalam empat pertandingan.

Dilaporkan oleh Sport, mantan paman pemain sayap Borussia Dortmund, yang kini membela Wisla Krakow, Jakub "Cuba" Blaszczykowski, terancam dikeluarkan dari jabatannya jika gagal lagi di pagi hari. "Selain Brzeczek mampu meloloskan tim nasional ke Euro 2020," tulis Sport.

Rumor bahwa dirinya terlibat konflik dengan sang kapten dan mesin gol utama Polandia Robert Lewandowski turut memperumit posisinya. Hanya, presiden Federasi Sepak Bola Polandia Zbigniew Boniek memilih bungkam. & # 39; & # 39; Kami tidak ingin mengalihkan fokus tim. Biar tim ini yang menentukan jalannya dulu, "kata Boniek kepada Onet.

Dari pada De Boer dan Brzeczek, allenatore.dll Roberto Mancini dari Italia mungkin yang paling aman dari posisinya. Posisinya dijamin aman hingga penyelenggaraan Euro 2020 (kontrak hingga Piala Dunia 2022).

Meski begitu, Mancini tentu tak menyangka Gli Azzurri gagal memanfaatkan peluang lolos ke final UEFA Nations League lagi. Pada edisi 2018-2019, Azzurri kalah bersaing dengan Portugal yang kemudian menang.

Mancini menunjukkan bahwa dirinya cukup panik menghadapi laga menentukan besok dengan memanggil 41 pemain. Mancini beralasan membutuhkan banyak pemain karena Italia menghadapi tiga pertandingan hanya dalam waktu seminggu.

Ujian melawan Estonia (12/11) dengan kemenangan 4-0 dan matchday kelima UEFA Nations League melawan Polandia juga dengan kemenangan (2-0, 16/11, Red).

Jumlah 41 pemain mengalami penurunan karena hanya 18 nama yang bisa masuk daftar pemain untuk pertandingan di UEFA Nations League. "Kondisi kesehatan saat ini (ancaman Covid-19, red) dan padatnya agenda membuat saya memiliki skuad yang besar," kata Mancini kepada Sky Sport Italia.