Category Archives: Real Madrid

Berdamai dengan Trauma La Furia Roja dan Kutukan Krasnodar

Berdamai dengan Trauma La Furia Roja dan Kutukan Krasnodar

JawaPos.com-Lolosnya Sevilla ke babak 16 besar Liga Champions kemarin (25/11) menambah catatan sukses Julen Lopetegui. Musim lalu atau musim pertama Lopetegui bersama Sevilla, eks entrenador Timnas Spanyol sukses mempersembahkan gelar Liga Europa.

Kesuksesan Los Nervionenses kemarin juga menjadi kemenangan "psikis" Lopetegui. Bagaimana tidak, menghadapi FC Krasnodar di Krasnodar Stadium, pelatih berusia 54 tahun itu harus membuka lembaran buruk dalam karier kepelatihannya.

Yakni, saat Lopetegui dipecat sebagai pelatih timnas Spanyol hanya dua hari sebelumnya Hari pertandingan fase grup pertama Piala Dunia 2018 melawan Portugal (13/7/2018).

  • Baca juga: Alasan Bruno Fernandes ketinggalan dua hat-trick di depan matanya

Pasalnya, ia tengah bernegosiasi untuk menangani Real Madrid pada musim 2018-2019. Saat dipecat, markas La Furia Roja – sebutan timnas Spanyol – berada di Krasnodar.

Bersama Real, Lopetegui hanya bertahan tiga bulan karena hanya meraih 6 kemenangan dalam 14 pertandingan. Durasi terpendek dalam karirnya sebagai pelatih. Saat menangani Rayo Vallecano pada 2003, klub pertamanya, Lopetegui masih bertahan hingga bulan keempat.

Banyak orang mengaitkan kesialan kisah Lopetegui dengan Los Merengues dengan kutukan kotak pandora La Furia Roja. Pasalnya, saat menangani La Furia Roja, Lopetegui tak terkalahkan dalam 20 pertandingan selama dua tahun.

Karenanya, saat Sevilla menang 2-1 atas FC Krasnodar dan mengunci tiket fase knockout, Lopetegui sepertinya sudah berdamai dengan masa kelamnya. "Saya hanya fokus pada pertandingan meski ada cerita dari masa lalu saya di tempat ini (Krasnodar, Red)," ucap Lopetegui seperti dilansir RT.

Kesuksesan Lopetegui kemarin dibarengi dengan dua catatan berkesan lainnya untuk Sevilla. Yakni, gol yang dicetak oleh gelandang Ivan Rakitic pada menit ketiga dan 52 detik serta striker Munir El Haddadi (94 menit lebih dari 10 detik) menjadi yang paling awal dan terakhir bagi Sevilla dalam sejarah keikutsertaan mereka di Liga Champions.

Tiga Resep Conte Kalahkan Real Madrid

Tiga Resep Conte Kalahkan Real Madrid

JawaPos.com – Inter Milan membutuhkan kombinasi konsentrasi, rasa lapar dan kecerdasan saat bertemu Real Madrid pada laga Liga Champions besok (26/11) besok. Pelatih Inter Antonio Conte mengatakan bahwa ketiga hal tersebut akan menjadi harga tetap jika timnya ingin menang dari Madrid.

"Setelah beberapa hasil kami sebelumnya, kami tidak benar-benar punya jalan keluar, jadi ini final," kata Conte, yang timnya menempati posisi terbawah Grup B setelah hanya meraih dua poin dari tiga pertandingan. Antara.

"Kami membutuhkan tujuh poin, mungkin sembilan poin untuk lolos. Ini grup tersulit dan kami pantas berada di posisi yang lebih baik saat ini. Namun meski begitu, jika kami belum menuai hasil, maka pantas untuk melihat ke dalam. dan mencoba memahami mengapa demikian, "lanjutnya.

“Dengan tetap fokus kami bisa memenangkan pertandingan ini,” lanjutnya.

Conte mengakui bahwa Inter yang sedang mengalami musim yang tidak menentu di Serie A dan Liga Champions perlu meningkatkan kualitas.

"Ini soal konsentrasi, lapar, pintar," ujarnya. Cukup banyak yang telah dibicarakan, faktanya ada. Setiap orang harus bertanggung jawab: diri saya sendiri, para pemain, semua orang di klub ini. Tetapi jika Anda ingin bertahan di Inter maka satu-satunya cara adalah menjawab di lapangan. Jika tidak, pergilah ke klub yang lebih kecil di mana Anda bisa hidup lebih tenang, "katanya.

Mantap di Real, Sergio Ramos tidak melibatkan agen dalam negosiasi

Mantap di Real, Sergio Ramos tidak melibatkan agen dalam negosiasi

JawaPos.com-Kabar positif dan negatif bersahabat dengan kapten Spanyol Sergio Ramos dalam dua pertandingan terakhir di Liga A UEFA Nations League 2020-2021. Saat menghadapi Swiss (15/11), Ramos menahbiskan dirinya sebagai pemain bersama topi paling banyak di Eropa (177). Sayangnya, bek Real Madrid yang biasa disapa Cuqui itu gagal melakukan dua tendangan penalti.

Kemarin (18/11), menghadapi Jerman, Ramos kembali disambut dengan kabar menyenangkan dan mengecewakan. Yang mengecewakan tak lain adalah Ramos yang gagal menuntaskan pertandingan di Estadio La Cartuja. Cedera melumpuhkan Sisi kanan memaksa bek berusia 34 tahun itu ditarik lepas dua menit sebelum turun minum untuk digantikan oleh Eric Garcia.

  • Baca Juga: Tampil Spektakuler, Bantai Jerman 6-0, Spanyol Lolos ke Fase Final

Meski demikian, cedera tersebut mungkin tidak membuat Ramos khawatir karena klaim dari Mundo Deportivo tentang kepastian masa depan Cuqui di Real. Presiden Real Florentino Perez disebut-sebut telah secara lisan menyetujui perpanjangan kontrak dua musim untuk pemain yang sudah 15 tahun untuk Los Merengues itu.

Meski banyak yang berspekulasi akan hengkang dari Real, Ramos sebenarnya sudah memutuskan untuk bertahan bersama Los Merengues. Buktinya, dia memilih tidak melibatkan agen untuk bernegosiasi dengan Perez. "Karena Ramos yakin dia dan Real seperti keluarga," tulis Mundo Deportivo.

Yang masih menjadi kendala dalam draf kontrak baru adalah kesepakatan penyesuaian gaji, yang merupakan kebijakan umum dilakukan klub sepak bola karena pandemi Covid-19. Real berharap memangkas 15 hingga 20 persen saham Ramos & # 39; gaji per tahun yang mencapai EUR 20 juta atau setara dengan Rp. 334 miliar.

Marca menulis, jika Ramos menyetujui tawaran penyesuaian gaji yang dibuat Real, kesepakatan kontrak baru bisa ditandatangani oleh Cuqui sebelum akhir pekan. Atau sebelum Real mengunjungi Villarreal CF di dalamnya jornada La Liga kesepuluh pada Sabtu malam (21/11).

Dari data statistik, Thibaut Courtois memang bukan ahli adu penalti

Dari data statistik, Thibaut Courtois memang bukan ahli adu penalti

JawaPos.com – Hanya FC Barcelona yang menemukan kiper Real Madrid Thibaut Courtois & # 39; mencetak gol hingga lima kali di La Liga selama dua tahun terakhir. Itu juga terjadi di Courtois & # 39; El Clasico pertama dan berlangsung di Camp Nou (28/10/2018).

Kini Valencia CF mengikutinya saat ia mencetak empat gol ke gawang Courtois di Mestalla kemarin (9/11). Tiga di antaranya datang dari titik penalti dan semuanya berhasil dieksekusi oleh gelandang Carlos Soler (35 & # 39 ;, 54 & # 39 ;, 63 & # 39;).

Bagi Kiper Terbaik Piala Dunia 2018, gagal memblokir setidaknya satu dari tiga tendangan penalti oleh pemain yang sama sudah pasti memalukan. Nyatanya, nasib buruk Octopus terlihat di penalti pertama.

Penalti pertama sebenarnya diberikan oleh wasit Jesus Gil pada menit ke-29 karena bola tangan Lucas Vazquez.

Namun penalti yang dieksekusi Soler harus diulangi karena video assistant referee (VAR) melihat posisinya pemain sayap Valencia Yunus Musah masuk ke kotak sebelum tendangan dilakukan. Bahkan, Courtois sukses menepis tembakan Soler atau menyelamatkan penalti pertamanya dalam dua musim terakhir.

  • Baca juga: Demi Laga Laga Lawan Liverpool, Kasper Schmeichel Memilih Absen ke Timnas

Dari semua penalti Soler, Courtois sebenarnya tepat menebak arah tendangannya. Namun, kiper nomor satu timnas Belgia itu memang kalah cepat. & # 39; & # 39; Saya tidak tahu (sial, red). Saya belum pernah menghadapi (penalti hingga tiga kali, bahkan empat kali, termasuk yang berulang, dalam satu pertandingan, Red), ”kata Courtois kepada Marca.

Berdasarkan statistik, penjaga gawang berusia 28 tahun tersebut bukanlah spesialis penakluk penalti. Dari 40 kali yang dihadapkan dengan 12 tendangan pas, hanya 7 yang berhasil dimentahkan. Atau, keberhasilannya hanya 17,5 persen.

& # 39; & # 39; Kami seharusnya tidak dihukum (penalti) sebanyak itu. Penalti kedua, misalnya. Saya pikir itu Maxi (Gomez, striker Valencia CF) yang benar-benar melanggar Marcelo (bek kiri Real, Red), ”kata Courtois, yang telah kebobolan 96 gol dalam 89 pertandingan bersama Real.

Entrenador Real Zinedine Zidane kehilangan kata-kata tentang tiga penalti yang diterima timnya. & # 39; & # 39; Tiga penalti dan satu gol bunuh diri (oleh bek Real Raphael Varane, Red). Sangat sulit untuk dipahami, "ujarnya seperti dilansir Diario AS.

Bagi Zizou, situasi seperti itu baru sepanjang karier kepelatihannya. Karena itu, dia tidak mau mempertimbangkan Los Murcielagos & # 39; Kemenangan karena klub Javi Gracia bermain lebih baik dari timnya.

& # 39; & # 39; Padahal, kami mengawali pertandingan dengan lebih baik (menang lebih dulu lewat gol Karim Benzema di menit ke-23, Red). Kemudian, semuanya berubah setelah penalti, ”tambahnya.

Kekalahan kedua hanya dalam delapan pertandingan membuat Real merosot dua garis ke urutan keempat. Menariknya, kekalahan pertama di La Liga musim ini (0-1) oleh Cadiz CF (18/10) justru dialami Los Merengues saat mengenakan kostum pink. Meski sebenarnya bermain di kandang sendiri melawan Cadiz CF, Sergio Ramos dkk memilih mengenakan kostum berwarna pink.

Real sebenarnya mengenakan jersey pink musim lalu atau saat dia debut. Yakni, di leg kedua babak 16 besar Liga Champions di kandang Manchester City (8/8). Hasilnya, Real Cluck 1-2.

"Real tidak boleh memakainya saat mereka mengunjungi Sevilla," tulis sejumlah Madridistas di Twitter.

Laga melawan Sevilla (6/12) merupakan laga terdekat Real dengan kemungkinan Ramos dkk mengenakan jersey pink. Ini karena Sevilla memiliki warna jersey kandang putih atau sama dengan warna jersey kandang Real.

Kehilangan 3 penalti dan 1 gol bunuh diri, Real Madrid kalah

Kehilangan 3 penalti dan 1 gol bunuh diri, Real Madrid kalah

JawaPos.com – Tiga tendangan penalti dan satu gol bunuh diri membuat Real Madrid kalah 1-4 dari Valencia pada pekan kesembilan Liga Spanyol di Stadion Mestalla, Minggu waktu setempat (Senin WIB). Nyatanya, Los Blancos unggul lebih dulu berkat tembakan keras Karim Benzema yang mampu mengalahkan kiper Jaume Domenech pada menit ke-23, demikian catatan laman resmi Liga Spanyol.

Tim asuhan Zinedine Zidane juga tampil mendominasi dengan 64 persen penguasaan bola dan melepaskan tak kurang dari 16 percobaan tembakan sepanjang pertandingan. Sayangnya, dominasi mereka tidak berbanding lurus dengan hasil akhir.

Pada menit ke-29, Valencia mendapatkan hadiah penalti setelah Lucas Vazquez memblok umpan silang Jose Gaya dengan tangannya. Eksekusi penalti Carlos Soler awalnya ditepis oleh kiper Thibaut Courtois. Soler menangkap bola muntah namun membentur mistar gawang dan kemudian Yunus Musah memanfaatkan bola tersebut untuk mencetak gol.

Namun gol tersebut dianulir karena Musah terlalu cepat masuk ke kotak penalti sebelum ia menendang bola, sehingga eksekusi diulangi dan kali ini Courtois tak bisa menghentikan sepakannya untuk membuka keunggulan Valencia pada menit ke-33.

Dua menit jelang turun minum, Raphael Varane mencetak gol bunuh diri saat mencoba memotong umpan Maxi Gomez. Varane sebenarnya berhasil menendang bola dari dalam gawang, tetapi VAR dan wasit Jesus Gil Manzano memutuskan bola telah melewati garis sebelum disapu oleh Varane, memberi Valencia keunggulan.

Valencia memasuki babak kedua dengan lebih percaya diri, namun tembakan Lee Kang In berhasil ditepis Courtois sebelum membentur tiang. Di menit ke-51, Marcelo menjegal Gomez dengan keras sehingga wasit kembali menunjuk titik putih. Kali ini Soler lebih tenang dan memperbesar keunggulan Valencia menjadi 3-1.

Real Madrid mencoba membalas tetapi tembakan Federico Valverde dan Marco Asensio berhasil diselamatkan oleh kiper Jaume Domenech.

Kemudian VAR dan wasit kembali menghadiahkan penalti untuk Valencia di menit ke-62, setelah tiga menit meninjau insiden tersebut Sergio Ramos dianggap telah menyentuh bola dengan tangannya di area terlarang.

Soler dengan dingin kembali menceploskan bola dari titik penalti untuk melengkapi hat-tricknya dalam pertandingan tersebut sambil membawa Valencia tandang 4-1.

Kerja keras Real Madrid tak kunjung membuahkan hasil dan mereka harus rela pulang dengan tangan hampa dan tertahan di peringkat empat klasemen dengan 16 poin, sedangkan Valencia (11) naik ke peringkat sembilan.

Liga Spanyol membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk jeda internasional, sebelum Valencia mengunjungi Alaves & # 39; markas dan Real Madrid mengunjungi Villarreal.

Gagal Bergabung dengan Real, Arturo Vidal Benci Real

Gagal Bergabung dengan Real, Arturo Vidal Benci Real

JawaPos.com-Pepatah bahwa benci dan cinta sedikit berbeda, terasa pas, menggambarkan perasaan Arturo Vidal kepada Real Madrid. Hal ini terungkap dalam sebuah bab dalam biografi Vidal yang ditulis oleh Nicolas Olea.

Sejak kecil, Vidal adalah seorang Madridista. Poster striker legendaris Chili Ivan Zamorano saat membela Real ada di kamar Vidal saat remaja. Ibu Vidal, Jacquelin Pardo, Victor Hugo Albornoz (paman Vidal), hingga kitman Colo-Colo (klub pertama dalam karir Vidal di Chile) Nelson Pizarro menjadi saksinya.

“Keinginannya bermain di Eropa adalah untuk membela Real Madrid,” kata Jacquelin seperti dilansir El Mundo Deportivo.

Namun, cinta Vidal berubah menjadi kebencian saat kesempatan bergabung dengan Real tak kunjung terwujud. Pada 2011, setelah bersinar selama empat musim bersama klub Eropa pertamanya, Bayer Leverkusen, Juventus menjadi pelabuhannya.

  • Baca juga: PRATINJAU Real vs Inter Milan: Proyeksi Trio Asensio-Benzema-Hazard

Empat tahun kemudian, meski dikaitkan dengan Los Merengues, Vidal mendarat di Bayern Munich. Entah karena kebencian yang memuncak, Vidal mendadak bergabung dengan rival abadi Real, FC Barcelona, ​​dua tahun lalu dalam sebuah kesepakatan misterius.

"Final Liga Champions di Stadion Millennium pada 2017 adalah saat Arturo Vidal Madridista menjadi anti-Madridista," tulis surat kabar Chili En Chanca.

Saat itu Vidal mendukung mantan klubnya, Juve, yang menantang Real pada laga puncak di Cardiff. Dukungan pemain berjuluk Il Guerriero itu juga karena Real menyingkirkan klubnya, Bayern, di babak perempat final.

Tindakan roller coaster untuk Vidal karena dia mencetak gol pada leg pertama di Allianz Arena, tetapi menerima kartu merah (84 & # 39;) kaki kedua di Estadio Santiago Bernabeu.

Hari ini akan menjadi pertemuan ke-13 Vidal melawan Real dengan empat klub berbeda. Statistiknya adalah 4 kemenangan, 4 seri dan 4 kekalahan. Total tiga gol yang dicetak. Bagaimana dengan pertemuan dini hari (4/11)? & # 39; & # 39; Bagi saya, klub yang saya benci adalah klub yang saya lawan. Jadi, ini bukan hanya Nyata, & # 39; & # 39; menyimpulkan Il Guerriero.

Setelah lebih dari setahun, Hazard kembali mencetak gol, Madrid membungkam Huesca

Setelah lebih dari setahun, Hazard kembali mencetak gol, Madrid membungkam Huesca

JawaPos.com – Eden Hazard akhirnya mencetak gol lagi untuk Real Madrid setelah tidak melakukannya selama lebih dari setahun. Hazard melakukannya saat Real Madrid menjamu Huesca pada jornada 8, Sabtu (31/10). Hazard mencetak gol pembuka Madrid dalam kemenangan 4-1 atas Huesca.

Hazard mengalami masa-masa sulit akibat cedera sejak bergabung dengan Madrid seharga EUR 100 juta dari Chelsea pada 2019. Musim lalu, Hazard hanya bermain 16 kali di La Liga. Kemudian di Liga Champuons sebanyak 6 kali. Hazard juga hanya mencetak 1 gol musim lalu, yakni di pentas La Liga. Gol Hazard tercipta pada 5 Oktober 2019 dalam kemenangan 4-2 Madrid atas Granada.

Setelah itu, Hazard mandul baik di La Liga maupun di Liga Champions. Selain itu, Hazard juga kerap minggir akibat cedera. Artinya, sejak memperkuat Madrid, Hazard baru mencetak 2 gol. Tentu saja kondisinya kurang dari yang diharapkan karena harganya yang mahal dan ia mewarisi angka keramat 7 yang sebelumnya dikenakan para pemain yang haus gol seperti Raul Gonzalez dan Cristiano Ronaldo.

Bagi Hazard, laga melawan Huesca pada Sabtu (31/10) juga merupakan yang pertama di musim ini. Diangkat sebagai starter, Hazard mampu menjawab kepercayaan pelatih Zinedine Zidane dengan mencetak satu gol.

Hazard melakukannya pada menit ke-40 dan itu adalah gol yang fenomenal. Menerima umpan dari Federico Valverde, pemain timnas Belgia itu melepaskan tembakan keras dengan kaki kirinya dari luar kotak penalti. Bola meluncur ke gawang Huesca tanpa bisa dibendung oleh kiper Andreas Fernandez.

Sementara gol-gol Karim Benzema lainnya di Madrid dicetak (2 gol) pada menit ke-45 dan ke-90. Gol lainnya dicetak oleh Valverde pada menit ke-54. Sedangkan, satu-satunya gol David Ferreiro dicetak oleh David Ferreiro pada menit ke-74.

Real Madrid 4-1 Huesca

(Hazard 40, Benzema 45, 90, Valverde 54 – Ferreiro 74)

PESANAN PEMAIN
Real Madrid (4-3-3): Thibaut Courtois; Lucas Vaszquez (Ferland Mendy 52), Eder Militao, Sergio Ramos, Marcelo; Federico Valverde (Isco 61), Casemiro (Toni Kroos 69), Luka Modric; Marco Asensio (Rodrygo Goes 61), Karim Benzema, Eden Hazard (Vinicius Junior 60)
Pelatih: Zinedine Zidane

Huesca (4-4-2): Andres Fernandez; Pablo Maffeo, Jorge Pulido, Dimitrios Siovas, Luisinho (Gaston Silva 84); Sergio Gomez (David Ferreiro 46), Kelechi Nwakali (Sandro Ramirez 57), Pedro Mosquera, Javi Ontiveros (Javier Galan 46); Rafa Mir, Borja Garcia (Eugeni Valderrama 57)
Pelatih: Michel

Anehnya, para pemain muda Real Madrid malah terkesan sengaja ingin masuk penjara

Anehnya, para pemain muda Real Madrid malah terkesan sengaja ingin masuk penjara

JawaPos.com-Meski seharusnya mendapat kesempatan mencicipi El Clasico pertamanya malam ini, striker Real Madrid Luka Jovic justru disibukkan dengan masalah hukum di negaranya.

Yakni, terkait pelanggaran aturan karantina yang dilakukan penyerang Serbia berusia 22 tahun itu.

Pada Maret lalu, Jovic yang seharusnya mengisolasi diri di Madrid, terbang ke Beograd untuk merayakan ulang tahun pacarnya, Sofija Milosevic.

Berdasarkan persidangan April lalu, Jovic didakwa dengan hukuman penjara enam bulan. Sanksi itu akhirnya kena palu kemarin (23/10).

  • Baca juga: PRATINJAU El Clasico: Gol Ansu Fati Lebih Diantisipasi Daripada Gol Messi

Padahal, Jovic memiliki celah untuk menghindari hukuman penjara. Yakni dengan membayar denda sebesar EUR 30 ribu (Rp 521,4 juta) untuk beramal. Namun, menurut Novosti AD versi media Serbia, Jovic malah enggan membayar denda tersebut.

Padahal, maksud pemberian opsi penalti itu untuk mempertimbangkan status Jovic sebagai pemain timnas Serbia. Juga tokoh masyarakat yang diharapkan bisa menjadi panutan di negaranya.

"Untuk pemain dengan gaji EUR 183 ribu (Rp 3,18 miliar) per minggu (di Real Madrid, Red), membayar denda seperti itu seharusnya tidak menjadi masalah besar," tulis kantor berita Serbia Tanjug tentang Jovic.

Tanpa Sergio Ramos, pertahanan Real Madrid bagai cracker

Tanpa Sergio Ramos, pertahanan Real Madrid bagai cracker

JawaPos.com-Real Madrid tanpa bek dan kapten Sergio Ramos seperti tim dengan pertahanan yang luar biasa. Kalah tujuh dari delapan pertandingan di Liga Champions sejak 2017-18 saat Cuqui absen adalah buktinya.

Kekalahan ketujuh dialami saat Real mempermalukan Shakhtar Donetsk 2-3 di Estadio Alfredo Di Stefano (22/10).

Tanpa Ramos yang masih belum pulih dari cedera lutut kiri, tiga kali pertahanan Real dibobol Shakhtar pada 42 menit pertama. Yang terparah adalah buruknya koordinasi dua bek Brasil, Eder Militao dan Marcelo.

Militao menggantikan Ramos, sementara Marcelo mundur sebagai bek kiri reguler Ferland Meny dikirim sebagai bek kanan saat Dani Carvajal cedera hingga bulan depan.

  • Baca juga: Aneh, Pemain Muda Real Madrid Malah Terkesima Sengaja Ingin Masuk Penjara

Gol pertama (29 & # 39;) oleh Tete misalnya. Militao hanya melakukan jogging santai sebagai upaya untuk memblok penetrasi bek kiri Viktor Kornienko ke dalam kotak penalti. Dengan mudah, Korniienko mengirimkan assist kepada Tete yang berdiri bebas saat Marcelo ditarik ke tengah kotak.

Gol kedua (33 & # 39;) lahir berkat bunuh diri bek tengah Real Raphael Varane. Namun, hal itu tak mungkin terjadi jika kawalan Militao untuk striker Shakhtar Dentinho tak luput.

Sebelumnya, Militao dan Marcelo gagal memblok kaki kiri Tete yang dimentahkan kiper Thibuat Courtois. Sial, bola rebound ke arah kaki kanan Varane sehingga melambung ke gawang.

Komunikasi hantu Militao-Marcelo semakin diperkuat dengan gol ketiga Shakhtar (42 & # 39;). Kedua pemain asal Negeri Samba itu kompak tak bisa mematikan winger Manor Solomon, yang kemudian memperdaya Courtois. Lagi-lagi, Marcelo tertarik ke tengah kotak penalti karena ukuran Militao terlalu besar.

"Kami akan memperbaikinya (pertahanan buruk, Red) dan bersiap untuk El Clasico nanti," ucapnya entrenador Zinedine Zidane asli.

El Clasico ke-278 berlangsung malam ini (24/10) dengan Los Merengues menantang FC Barcelona di Camp Nou dalam jornada ketujuh La Liga.

Real, Barcelona Compact Kalah, Atletico adalah satu-satunya yang belum kalah

Real, Barcelona Compact Kalah, Atletico adalah satu-satunya yang belum kalah

JawaPos.com – Atletico Madrid sekarang menjadi satu-satunya tim yang tidak terkalahkan di La Liga setelah hanya enam pertandingan jornada. Pasalnya, dua tim raksasa lainnya, Real Madrid dan FC Barcelona, ​​sama-sama memecahkan telur kemarin (18/10).

Real dikalahkan 0-1 oleh Cadiz CF di Estadio Alfredo Di Stefano, sementara Barca kalah dengan skor yang sama di kandang sendiri dari Getafe CF, Coliseum Alfonso Perez.

Kekalahan tersebut membuat Real berada di posisi ketiga dengan 10 poin dari 5 pertandingan. Barca yang kurang bermain satu pertandingan berada di urutan ke-9 dengan 7 poin.

Kekalahan tersebut tentunya menjadi modal buruk bagi Real-Barca di awal fase grup Liga Champions pertengahan minggu kemudian. Belum lagi jadwal El Clasico pertama musim ini akan digelar akhir pekan ini di Camp Nou (24/10).

Rotasi dan kelelahan setelah jeda internasional menjadi alasan utama kekalahan Los Merengues dan Blaugrana. Contohnya, dua pemain berusia Real, Sergio Ramos dan Luka Modric.

Mereka tidak adil keluar dari kinerja, tetapi juga harus diganti setelah babak pertama karena kelelahan. "Ini risiko memiliki jadwal yang padat," kata Zinedine Zidane, entrenador Real, yang melakukan empat pergantian pemain pada babak pertama untuk Marca.

Dari Barca, akurasi passing kapten tim Lionel Messi menjadi yang terburuk di antara starting XI. Seakan berbuah "memaksa" Messi bermain penuh usai membela Argentina di kualifikasi Piala Dunia 2022.

Sebaliknya, gelandang serang Philippe Coutinho yang baru kembali dari membela Brasil justru lebih efektif ketika ia baru turun dalam setengah jam terakhir.