Category Archives: Premier League

Tahun lalu dibantai 0-9, kini Southampton sudah memuncaki klasemen

Tahun lalu dibantai 0-9, kini Southampton sudah memuncaki klasemen

JawaPos.com – Arsenal aktif matchweek pertama, Leicester City (matchweek 2–3), lalu Everton (matchweek 4–6) dan Liverpool FC (matchweek 7). Itulah konfigurasi puncak klasemen Liga Inggris 2020-2021.

Undian kompetisi disajikan pada matchweek kedelapan. Pergantian berubah dalam hitungan jam. Sebelum Leicester City meraih posisi puncak hingga tadi malam (8/11), Southampton FC merasakannya lebih dulu.

Bukan sebentar, tapi selama 40 jam. Kemenangan 2-0 atas Newcastle United (7/11) memberi Soton rasa di puncak klasemen untuk pertama kalinya dalam sejarah Liga Inggris.

Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa Ralph Hasenhuettl masih pantas menangani Soton. Musim lalu (26/10/2019) pelatih asal Austria itu nyaris dipecat saat The Saints mengalami kekalahan paling memalukan dalam sejarah klub, yakni kekalahan 0-9 dari Leicester City di St Mary's.

Hasenhuettl mengatakan kepada Chronicle Live bahwa pertandingan yang digelar tanpa penonton akibat pandemi Covid-19 itu sedikit banyak menjadi penyebab utama klub tersebut. yang tertindas seperti Soton bisa menampilkan performa yang bagus.

"Kami mampu mengembangkan permainan yang mungkin tidak akan terjadi jika para pemain bermain dengan tekanan dari suporternya sendiri," kata Hasenhuettl, yang menangani Soton per 5 Desember 2018.

FA dan Operator Liga Mendesak Pemerintah Memberi Izin kepada Penonton di Stadion

FA dan Operator Liga Mendesak Pemerintah Memberi Izin kepada Penonton di Stadion

JawaPos.com – Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dan operator liga terus berupaya mendesak pemerintah agar segera mengizinkan penonton untuk hadir langsung ke stadion. Selain itu, mereka juga meminta jaminan dari para pendukung untuk berkomitmen penuh pada protokol pencegahan wabah Covid-19.

Hal itu tertuang dalam surat terbuka FA, Premier League dan EFL yang disiarkan di situs resmi FA pada Selasa (6/10) malam.

Kepala Eksekutif Utama Leagie Richard Masters, Kepala Eksekutif EFL David Baldwin, Kepala Eksekutif FA Mark Bullingham, dan Direktur Sepak Bola Profesional FA Wanita Kelly Simmons, mengatakan dalam surat itu bahwa mereka terus berusaha untuk menjadikan stadion sebagai lokasi teraman di di tengah pandemi Covid-19.

Mereka mengapresiasi pergerakan klub dan pendukungnya yang terus membuat perubahan di komunitasnya masing-masing, seperti membagikan makanan dan memberikan bantuan kepada orang-orang yang rentan terkena pandemi.

“Semua orang tahu sepakbola tidak sama tanpa suporter. "Semua pemain dan pelatih tidak menyembunyikan kerinduan akan hubungan langsung dengan suporter dan dampak yang Anda timbulkan pada pertandingan," tulis surat terbuka itu.

"Dengan EFL, Liga Premier, Liga Super Wanita dan Kejuaraan Wanita telah berhasil menyelenggarakan 11 acara uji coba baru-baru ini, kami semua telah terbukti memiliki pertandingan yang aman dengan penonton," lanjut surat itu.

"Semakin cepat kami kembali, semakin cepat kami dapat memperkuat kembali masyarakat dan mendukung pekerjaan, mata pencaharian, bisnis daerah, dan ekonomi nasional," tambahnya.

“Kami akan terus mendesak pemerintah untuk memperbolehkan penonton ke stadion. Kemajuan di sejumlah event seni dan pentas musik diperbolehkan untuk mengadakan event indoor dengan latihan menjaga jarak. Sekarang saatnya sepak bola diberikan a izin serupa, dengan regulasi ketat dan lingkungan luar yang terjaga, "tanya mereka dalam surat tersebut.

Sebelumnya, pemerintah Inggris sempat mengeluarkan wacana untuk mengizinkan penonton mengisi kembali 25-33 persen kapasitas stadion per 1 Oktober. Namun, Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan rencana itu harus ditunda karena peraturan baru mengenai lonjakan kasus Covid-19.

Man City Kalah 2-5 di Etihad, Guardiola: Leicester enggan main sepakbola

Man City Kalah 2-5 di Etihad, Guardiola: Leicester enggan main sepakbola

JawaPos.com – Hasil mengejutkan terjadi pada pekan ke-3 Liga Inggris 2020-2021 di Stadion Etihad. Tuan rumah Manchester City kalah 2-5 dari tamunya, Leicester City, Minggu (27/9). Untuk pertama kalinya di era Josep Guardiola, gawang Man City dibobol lima kali oleh tim lawan.

Guardiola membeberkan penyebab kekalahan timnya. Selain itu, manajer asal Spanyol tersebut juga mengkritik Leicester City karena bermain terlalu defensif. Bahkan, julukan Pep – Guardiola, menyebut Leicester seolah tak mau bertanding, atau tak mau main sepak bola.

“Mereka (Leicester) tidak ingin bermain. Mereka bertahan jauh ke dalam dan hanya menginginkan serangan balik, ”ujar Guardiola seperti dilansir BBC.

Pep menilai tak hanya faktor pertahanan Leicester yang membuat timnya gagal menambah gol. Menurutnya, para pemainnya mulai kehilangan konsentrasi dan tidak sabar ketika Leicester mampu menyamakan kedudukan setelah timnya sempat unggul cepat pada menit ke-4 melalui kaki Riyad Mahrez.

"Gagal menciptakan peluang membuat kami gelisah dan cemas," tambah Guardiola.

Di laga ini, Man City justru tampil dominan. Namun, permainan mereka berantakan setelah striker Leicester Jamie Vardy menyamakan kedudukan dari titik penalti pada menit ke-37. Setelah itu, Vardy menambah dua gol untuk melengkapi hat-tricknya pada menit ke-54 dan 58. Dua gol Leicester lainnya dicetak oleh James Maddison dan Youri Tielemans. Total, Leicester mendapat 3 penalti di pertandingan itu.

Sementara itu, gol tambahan Man City dicetak oleh Nathan Ake pada menit ke-84, usai menerima asis dari Mahrez.

Absennya dua penyerang Sergio Aguero dan Gabriel Jesus akibat cedera membuat Man City tampak seperti macan ompong meski mendominasi penguasaan bola. Pertahanan mereka rapuh sehingga setiap kali Leicester melakukan serangan balik, gawang Man City yang selalu dijaga Ederson selalu terancam.

"Ini hasil yang sulit, tapi saya tidak akan menyerah. Saya akan mencari solusi agar tim ini stabil. Para pemain saya mungkin mengira mereka tidak bermain cukup bagus setelah kebobolan, tapi kami pada tahap itu mendominasi," kata Pep .

“Masalahnya kami memberikan tekanan ekstra pada diri kami sendiri untuk mencetak gol tambahan. Kami harus lebih tenang. Kami harus lebih sabar,” kata Pep.

Tonton video menariknya di bawah ini:

Istana Dipermalukan Man United, Tampil di Old Trafford Kalah 1-3

Istana Dipermalukan Man United, Tampil di Old Trafford Kalah 1-3

JawaPos.com – Manchester United memulai musim 2020-2021 dengan kekalahan yang memalukan. Bermain di Old Trafford, Sabtu (19/9), Man United mengalahkan tamu Crystal Palace dengan skor 1-3.

Di awal babak pertama kedua tim memainkan yang terbaik. Namun, Istana lebih dominan dalam penguasaan bola. Pressing Palace dan koordinasi pertahanan buruk Man United membuahkan gol ke gawang David De Gea di menit ketujuh. Umpan Jeffrey Schlupp dari kiri tidak disia-siakan oleh Andros Townsend.

Hingga turun minum skor tidak berubah. Di awal babak kedua, Palace sebenarnya punya beberapa peluang yang membahayakan gawang Man United, hanya saja penyelesaian akhir Ayew jauh dari ekspektasi.

Palace tak mengendurkan serangan, sebaliknya Setan Merah masih mendapat tekanan dari lawannya. Sebenarnya di menit ke-66, Palace bisa menggandakan posisi, serangan balik Palace membuahkan gol Wilfried Zaha, tetapi offside menyelamatkan Man United dari kebobolan satu detik.

Peluang Palace di menit ke-69 terbuang percuma karena operan Ayew tidak mengarah dengan baik ke Zaha, namun melalui Video Assistant Referee (VAR) terlihat handsball Victor Lindelof. Wasit memberikan penalti.

Sayang, penalti yang dilakukan Ayew tak mampu menambah keunggulan Palace. Bola yang diarahkan ke sudut kanan gawang diblok oleh De Gea. Namun, sepakan 12 pas diulang kembali saat De Gea seolah bergerak sebelum bola ditendang.

Zaha memanfaatkan peluang penalti kedua untuk membobol gawang Man United. Palace memimpin 2-0 pada menit ke-74.

Enam menit kemudian, Man United memperkecil jarak melalui Donny van de Beek. Pemain baru itu memanfaatkan rebound yang tidak sempurna dari pemain Crystal Palace yang ingin memblok umpan Timothy Fosu-Mensah.

Upaya Man United untuk bangkit dibendung oleh gol kedua Zaha pada menit ke-85. Meski dibayang-bayangi Lindelof dan Harry Maguire, Zaha mampu melepaskan tembakan mendatar yang tak bisa diantisipasi De Gea. Skor 3-1 untuk Crystal Palace tidak berubah hingga pertandingan usai.

Hasil tersebut membuat Crystal Palace mampu meraih dua kemenangan tandang berturut-turut melawan Man United untuk pertama kalinya. Sebelumnya pada musim lalu, Palace juga menang di kandang Setan Merah.

Sementara bagi Man United, ini adalah ketiga kalinya mereka kalah di pertandingan pertama di musim baru Liga Inggris saat menjadi tuan rumah. Man United sebelumnya kalah di kandang sendiri dari Everton pada pertandingan pertama musim 1992-1993 dan di kandang Swansea City pada pertandingan pertama musim 2014-2015.

Man United 1-3 Crystal Palace

(Van de Beek 80 – Townsend 7, Zaha 74-p, 85)

Susunan Pemain
Manchester United: De Gea, Lindelof, Maguire, Shaw, Fosu-Mensah (Ighalo 81), Pogba (Van de Beek 67), Bruno Fernandes, Daniel James (Greenwood 46), McTominay, Martial, Rashford

Crystal Palace: Guaita, Sakho, Lingkungan, Schlupp (Eze 75), Mitchell, McArthur, McCarthy (Milivojevic 90), Kouyate, Townsend, Ayew (Batshuayi 81), Zaha

PRATINJAU: Liverpool vs Leeds United, Misi Bielsa untuk Menaklukkan Anfield

PRATINJAU: Liverpool vs Leeds United, Misi Bielsa untuk Menaklukkan Anfield

JawaPos.com – Pepatah bertahan lebih sulit daripada menang seperti yang dirasakan Liverpool FC di Premier League 2020-2021. Apalagi, ada motivasi yang akan dibawa lawan-lawan Liverpool musim ini. Yakni, mengalahkan The Reds. Terutama di Anfield.

"Kami dan 18 klub lain harus memiliki misi yang sama saat menghadapi mereka (Liverpool). Mengalahkan mereka, terutama di Anfield," kata Liam Cooper, kapten dan bek tengah Leeds United, di situs resmi klub.

Cooper dan klubnya sudah memiliki kesempatan di pekan pertandingan perdana musim ini. Leeds United akan menghadapi Liverpool di Anfield malam ini (Siaran langsung Mola TV pukul 23.30 WIB). Meski sempat dipromosikan, Si Putih bersama pelatih ternama dan berpengalaman seperti Marcelo Bielsa menjadi kandidat yang cukup menyulitkan The Reds.

"Mentalitas (Leeds) mereka akan meningkat 10 persen untuk mempermalukan kami," katanya fullback Hak Liverpool atas Trent Alexander-Arnold Sky Sports.

Pemain yang biasanya tertulis namanya TAA ini paham karena itulah mentalitas klub di awal setiap musim. Yakni, mengalahkan sang juara bertahan.

"Sama seperti saat kami menganggap (Manchester) City sebagai tim yang harus dikalahkan dalam dua musim terakhir," imbuh Pemain Muda Terbaik Premier League 2019-2020.

Terakhir kali Liverpool kalah di Anfield adalah tiga musim lalu. Yakni, ketika Crystal Palace mencuri tiga poin berkat kemenangan 2-1 pada 24 April 2017. Dan, hanya dua tim lain yang mampu melakukannya di era pelatih Juergen Klopp. Swansea City (3-2 pada 21 Januari 2017) dan Manchester United (1-0 pada 17 Januari 2016).

Dalam sejarah Liga Inggris, Liverpool tidak pernah kehilangan tiga poin di awal pekan pertandingan. Terakhir kali ini terjadi pada era Divisi Satu 1984–1985. Liverpool ditahan 3-3 oleh tuan rumah Norwich City.

Meski begitu, ada memori yang harus diperhatikan Liverpool. Yakni, on matchweek yang pertama di musim 2016-2017 ketika juara bertahan Leicester City dikalahkan 1-2 oleh juara Championship Hull City. Hanya, pertandingan berlangsung di kandang Hull City.

Salah satu keunggulan yang tercermin dari performa Leeds United musim lalu adalah mentalitas selalu ingin menang di kandang lawan. Dari 23 laga tandang, los blancos menang 13 kali dan jumlah kekalahan hanya 6 kali.

Pernyataan Bielsa seolah menegaskan bahwa Leeds United tak takut bermain di Anfield. "Anfield hanyalah Anfield. Tentang itu (ajaib Anfield, Red) hanya terjadi saat stadion penuh," kata Bielsa. Sky Sports.

Saat masih dalam pandemi Covid-19, pertandingan Liga Inggris musim ini masih berjalan tanpa penonton seperti saat ini. mengulang kembali musim terakhir.

Taktik bentrok dengan Bielsa yang merupakan debutan Premier League menarik perhatian Klopp. Kepada BBC Radio 5 Live, Klopp mengantisipasi "ledakan" The Whites kembali ke Liga Premier setelah 16 tahun.

"Mereka memiliki pelatih kelas dunia dan saya pikir ini akan menjadi pertandingan bersejarah bagi mereka yang akan sulit kami selesaikan," kata pelatih terbaik di dunia (Pelatih Pria Terbaik FIFA 2019).

Cara Jauh untuk Melihat Penggemar di Tribune

Cara Jauh untuk Melihat Penggemar di Tribune

JawaPos.com – Liga Utama Inggris dan La Liga Spanyol kembali bergulir hari ini. Menyusul Ligue 1 Prancis yang berjalan lebih dulu.

Menyenangkan tentunya bagi para penggemar sepak bola. Namun, tampaknya hal ini tidak sepenuhnya melegakan.

Pasalnya, masih belum ada penonton di tribun Craven Cottage (markas Fulham), Selhurst Park (kandang Crystal Palace), dan Anfield (stadion Liverpool FC) malam nanti WIB. Tetap sepi saat kompetisi musim 2019-2020 diulang dua bulan lalu.

Atas nama pandemi Covid-19, Inggris hanya berencana mengizinkan penonton memasuki stadion mulai 1 Oktober. Itu dibatasi hanya 1.000. Orang Spanyol? Padahal, baru lakukan pada Januari tahun depan.

Bagi yang biasanya mendukung langsung ke stadion atau yang rutin menonton di televisi karena berada di belahan dunia lain, kenyataan ini jelas mengecewakan. Pasalnya, suasana pertandingan tanpa penonton jelas sangat berbeda dengan yang dimainkan langsung di depan sorak-sorai puluhan ribu pasang mata di tribun.

Tapi, apa yang bisa saya lakukan, pandemi yang tidak pernah berakhir memang menuntut kehati-hatian. & # 39; & # 39; Kami akan meninjau rencana pembukaan stadion. Tapi, bukan berarti kami akan membatalkannya, ”ujar Perdana Menteri Inggris Boris Johnson seperti dilansir BBC Sport.

Penggemar sepak bola di Prancis sedikit lebih beruntung. Ligue 1 memulai musim 2020-2021 pada 22 Agustus dengan penonton.

Baca juga: Penonton Dapat Hadir di Stadion untuk Menonton Liga Ukraina

Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) dan operator Liga Prancis (LFP) mengizinkan penonton ke stadion lima kali lebih banyak daripada yang diizinkan Inggris per 1 Oktober.

Bahkan, dua klub elite Liga Inggris, Tottenham Hotspur dan Manchester United, sama-sama sudah mengajukan proposal untuk bisa mendatangkan penonton di laga kandang pertamanya masing-masing.

Spurs menginginkan pertandingan melawan Everton di Stadion Tottenham Hotspur, London, besok malam WIB disaksikan oleh 8 ribu pasang mata. United bahkan lebih besar. Klub berjuluk The Red Devils itu berharap bisa mendatangkan hingga 12 ribu fans di Old Trafford saat menjamu Crystal Palace pekan depan (19/9).

"Hanya pelajaran yang kami dapat," bantah Christian Purslow, CEO Aston Villa, kepada BBC Radio 4 tentang batas 1.000 penonton.

Baca juga: Bonek Legawa Liga 1 tanpa penonton, namun berharap kompetisi terhenti

Kerugian nominal diperkirakan lebih dari GBP 100 juta (Rp 1,9 triliun) setiap bulan. Karena itu, kata juru bicara Liga Inggris, klub-klub belum bersedia menjalani uji coba pertandingan dengan 1.000 suporter pada awal Oktober sesuai permintaan pemerintah Inggris. & # 39; & # 39; Kami memilih untuk menundanya sampai diizinkan untuk mengembalikan jumlah penuh. Apa yang bisa kita pelajari dari pertandingan yang ditonton oleh 1.000 orang? Kata Liga Inggris dalam rilis resminya tadi malam.

Tapi, di tengah berbagai kabar tidak menyenangkan terkait pandemi, setidaknya kini ada tontonan berkualitas di lapangan hijau. Jadi, nikmati saja pertandingannya dulu. Mudah-mudahan suasana segera diimbangi dengan kembalinya penonton ke tribun.

Tonton video menariknya di bawah ini:

Tolak 5 pemain pengganti, Liga Inggris dituding tidak peduli dengan kesehatan

Tolak 5 pemain pengganti, Liga Inggris dituding tidak peduli dengan kesehatan

JawaPos.com-Perselisihan muncul di antara liga-liga elit Eropa saat memutuskan aturan pengganti untuk musim 2020-2021. Tetap dengan lima pemain. Atau, kembali ke format lama tiga pemain 90 menit.

Ligue 1 dan Bundesliga mengambil posisi pertama. Ligue 1 bahkan sudah menerapkannya dalam 32 pertandingan dalam dua pertandingan jurnalis (minggu) awal musim ini. Sementara itu, Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) dan Badan Liga Jerman (DFL) pekan lalu telah memukul palu untuk terus menerapkan aturan tersebut.

Serie A dan La Liga, yang juga akan menggelar liga mereka bulan ini, belum membuat keputusan.

Liga Premier adalah satu-satunya liga elit Eropa yang tidak akan menerapkan aturan tersebut saat kompetisi dimulai minggu depan. Pasalnya, proposal untuk mempertahankan aturan musim ini ditolak mayoritas klub kontestan Liga Inggris. Di antara 20 klub, 13 telah menolak proposal tersebut.

Dari tujuh klub yang setuju, sebagian besar adalah klub besar di liga utama Inggris. Terutama klub asal empat besar Musim lalu yaitu Liverpool FC, Manchester City, Manchester United dan Chelsea. Pemenang Piala FA musim lalu, Arsenal, juga menolak aturan mengganti pemain kembali ke aturan lama, tiga pemain.

  • Baca Juga: Resmi: The Next Zidane adalah pemain Jerman termahal dalam sejarah

"Aturan (pergantian lima pemain, Red) hanya akan menguntungkan klub dengan kekuatan finansial besar yang memiliki banyak talenta bagus di bangku cadangan," ujar laman Daily Mail dalam analisisnya.

Juara bertahan Liverpool, misalnya. The Reds, panggilan akrabnya, memiliki 35 pemain di skuat utama. Bandingkan dengan klub promosi West Bromwich Albion yang hanya memiliki kurang dari 25 pemain.

Dengan mampu berganti pemain hingga lima kali dalam satu pertandingan, klub-klub besar masih memiliki banyak pilihan dari pemain mudanya yang mungkin diambil dari klub lain dari seluruh dunia.

Misalnya yang terjadi di The Citizens, julukan City. Alasan klub pendukungnya, sederhana: faktor kesehatan para pemain yang berlaga saat pandemi Covid-19.

& # 39; & # 39; Saya tidak membahasnya dari sudut pandang itu (keuntungan klub besar). Saya tidak ingin mendapatkan keuntungan dari persaingan. Kami akan melakukan 38 matchweek dalam empat minggu yang lebih pendek (musim ini). Liga lain mungkin kurang lebih sama. Artinya, hal-hal seperti ini bisa sangat membantu. Tapi, saya tidak tahu apa yang dilihat klub lain, "kata Juergen Klopp, manajer Liverpool, di situs resmi klub.

Klopp mencontohkan situasi yang terjadi saat Premier League restart musim lalu. & # 39; & # 39; Saat itu mengalahkan City (0-4 pukul matchweek 32, 2/7), kami kalah meski kami melakukan lima pergantian pemain. Itu tidak pernah sepenuhnya menguntungkan. Ini semua tentang bagaimana kita bisa melewati musim ini. Ini bukan tentang: Oh, ada manfaatnya, & # 39; & # 39; Klopp mencibir.

Sekretaris Jenderal FIFPRO Jonas Baer-Hoffmann bahkan menilai Premier League sebagai kompetisi yang paling tidak mempedulikan kesehatan pemain. & # 39; & # 39; Faktanya, itu adalah sesuatu yang layak dilakukan. Dari prinsip keolahragaan, hal ini tidak membahayakan nilai kompetitif sepakbola. Sejujurnya, masalah (kesehatan) itu jauh lebih besar daripada mengkhawatirkan keseimbangan persaingan, "kata Hoffmann.

Di Bundesliga, aturan ini berlaku di semua kompetisi yang melibatkan klub di dua level teratas Liga Jerman seperti Bundesliga, 2. Bundesliga, Bundesliga Frauen, 2. Bundesliga Frauen, dan DFB-Pokal. Meski tidak semua klub menyetujuinya, salah satunya adalah Werder Bremen.

Aturan tersebut hanya cocok untuk digunakan dalam situasi darurat, tidak untuk saat ini, kata juragan Werder Florian Kohfeldt, seperti dilansir laman Sport1.

Wakil Presiden DFB Peter Frymouth mengatakan lampu hijau untuk penggantian lima pemain musim ini lahir karena pihaknya ingin meringankan beban para pemain dan klub. "Kami hanya ingin melindungi kesehatan para pemain," kata Frymouth di situs resmi DFB.

Manchester United dinilai menjadi orang yang tepat untuk merekrut bintang yang tidak pernah dilirik

Manchester United dinilai menjadi orang yang tepat untuk merekrut bintang yang tidak pernah dilirik

JawaPos.com – "Donny menjadi Dennis". Demikian unggahan dari akun Twitter Ajax Amsterdam saat mengunggah sebuah gol indah dari tembakan jarak jauh gelandang Donny van de Beek di De Toekomst (markas latihan tim) pada 11 Juli lalu.

Gol tersebut dinilai mirip dengan gaya Dennis Bergkamp, ​​mantan striker legendaris Ajax. "Ayah mertua Anda harus bangga," klub penguasa Eredivisie tweeted.

Ya, Bergkamp tidak hanya mendatangkan Van de Beek dari Jong Ajax (tim yunior Ajax) saat menjadi asisten pelatih De Godenzonen – sebutan Ajax – untuk periode 2011 hingga 2017. Mereka juga menjalin hubungan di luar lapangan karena Bergkamp. tak lain adalah ayah kekasih Van de Beek, Estelle Deborah.

Soccernews menulis, ada peran Estelle di balik keputusan Van de Beek bergabung dengan Manchester United. Kemarin (31/8) Ajax dan United menyepakati transfer fee sebesar GBP 39,3 juta (Rp 762,4 miliar) yang sekaligus membuat Van de Beek menyetujui kontrak berdurasi lima tahun di The Red Devils, United. nama panggilan.

  • Baca Juga: Bergabung dengan Rival, & # 39; Paksa & # 39; Untuk Menghapus Cintanya Untuk Arsenal

Musim ini ada rumor Bergkamp juga kembali ke Liga Inggris. Atau lebih tepatnya ke mantan klubnya, Arsenal (1995-2006). Bergkamp ditawari menjadi asisten Mikel Arteta.

Namun, sejauh ini hanya Van de Beek yang yakin. Gelandang berusia 23 tahun itu "menghilang" dari skuad Ajax saat mengalahkan Eintracht Frankfurt 2-1 dalam uji coba pramusim di Johan Cruijff Arena, akhir pekan lalu (29/8) karena fokus pindah ke United.

“Perkembangan (transfer ke United, Red) memang menjadi alasan kenapa kami tidak memasukkan dia (Van de Beek) ke dalam skuad,” tandasnya. taktik Ajax Erik ten Hag ke Ziggo Sport.

Di sisi lain, satu persatu pemain United memberikan "salam" kepada Van de Beek di media sosial masing-masing.

Itu wajar untuk mengingat di antara keduanya enam besar, hanya United yang paling lambat dalam merekrut pemain baru. Faktanya, The Red Devils pertama kali diasosiasikan dengan penyerang luas Borussia Dortmund Jadon Sancho. Namun, mahalnya harga yang dipatok BVB – sebutan Borussia Dortmund – membuat United beralih target.

Khas Van de Beek sebagai gelandang kotak ke kotak dan bisa bermain di semua posisi di lini tengah akan menambah kekuatan lini tengah United yang sudah memiliki Bruno Fernandes dan Paul Pogba.

"United sangat membutuhkan pemain seperti dia di tim mereka," klaim Rafael van der Vaart, mantan gelandang serang Ajax yang bermain di Liga Premier bersama Tottenham Hotspur, kepada Voetbal International.

& # 39; & # 39; Seorang bintang yang tidak pernah dilirik ". Itulah istilah yang diberikan Mauricio Pochettino saat bekerja bersama Tottenham Hotspur ketika dia menghentikan Ajax di semifinal Liga Champions 2018-2019.

& # 39; & # 39; Tidak ada yang membicarakannya. Namun, dia dinamis dalam pertandingan dan operasi serangan Ajax ada di tangannya, ”ujar Poche kepada El Pais.

Untuk Sky Sports, Mantan penjaga gawang United Mark Bosnich memahami keputusan pelatih United Ole Gunnar Solskjaer untuk menambah lineup gelandang kreatornya bersama Van de Beek.

& # 39; & # 39; Ole belajar dari pengalamannya saat berhasil menggendong tiga kali lipat untuk United (1998 –1999, Red). Saat itu United memiliki empat striker (Teddy Sheringham, Andy Cole, Dwight Yorke, dan Solskjaer) karena sangat penting untuk memiliki pemain. cadangan setara di setiap posisi, & # 39; & # 39; Bosnich menjelaskan.

3 Pemain Muda Arsenal Yang Bisa Mencuri Panggung Musim Depan

Sepakbola.com – Musim ini tidak sesuai dengan harapan Arsenal dan penggemar mereka, terutama setelah pergantian manajemen dan tambahan beberapa pemain. Akhirnya yang mengecewakan, mereka finis di urutan kelima dan kalah di final Liga Europa. Berarti tidak ada Liga Champions untuk Arsenal musim depan.

Hasil musim 2018-2019 menunjukkan Arsenal butuh perombakan besar, sementara itu beberapa pemain sudah melewati masa jayanya dan yang lain tidak cocok dengan gaya bermain Emery. Ada banyak posisi yang perlu diperbaiki musim depan agar mengakhiri kesengsaraan Arsenal.

Di tengah situasi seperti ini, Gunners membutuhkan darah muda yang masih mudah untuk dibangun gaya permainannya. Arsenal tidak boleh hanya mendatangkan pemain baru, tetapi mereka juga harus memunculkan pemain mudanya musim depan. Itu salah satu tanggung jawab Arsenal yang memang dikenal sering menerbitkan bintang-bintang muda. Tiga pemain berikut berpotensi dapat menit bermain yang banyak di musim 2019-2010:

1. Joe Willock

Arsenal Rela Kehilangan Ramsey berita arsenal joe willock liga inggris premier league

Hanya sedikit hal positif dari Arsenal di laga final di Baku, salah satunya adalah pemain muda mereka Willock. Pada pertandingan yang nama-nama beken seperti Aubameyang dan Ozil tenggelam, dia malah menunjukkan sinarnya. Willock hanya bermain 15 menit, tetapi dia sudah menunjukkan apa yang dia punya, ketenangan, kecepatan dan pandangan yang tajam. Momen paling menarik ketika dia menarik  beberapa bek Chelsea akan menciptakan ruang untuk rekannya. Pergerakannya cerdas.

Masa jaya Ozil sudah lewat dan Aaron Ramsey pindah ke Juventus, sehingga ada peran di lini tengah yang kosong, posisi yang sangat penting dengan formasi 3-5-2 Unai Emery. Willock bisa mengisi kekosongan itu baik dari bangku cadangan maupun starter.

2. Eddie Nketiah

Eddie Nketiah Arsenal

Mencetak gol kemenangan di menit-menit akhir di kandang debut impian bagi setiap pemain bola, tetapi hanya sedikit yang bisa mewujudkannya, Nketiah salah satunya.

Penyerang muda ini masuk menit 85 dan mencetaj dua gol melawan Norwich City di Piala Carabao Cup yang secara instan langsung diingat penggemar Arsenal. Sejak saat itu striker muda Inggris ini tampil beberapa kali di tim utama dan berhasil mengesankan banyak orang dan dia juga apik bersama U23. Selam musim 2018-19 Nketiah mencetak 9 gol dan 4 assist dari 10 pertandingan. Dan dia sudah mencetak gol pertamanya di Premier League melawan Burnley.

Duet Aubameyang dan Lacazette memang bagus, mungkin Nketiah tidak akan rutin menjadi starter. Walau begitu dia bisa melihat Danny Welbeck yang bisa memberikan dampak besar dari bangku cadangan.

3. Reiss Nelson

Pemain Muda Arsenal Musim Depan reiss nelson sky sports

Sejak kepergian Alexis Sanchez winger menjadi perhatian Arsenal. Pemain seperti Henrikh Mkhitaryan dan Alex Iwobi diharapkan bisa menutup kekosongan itu, sayangnya mereka secara keseluruhan belum begitu baik.

Itu salah satu alasan mengapa Arsenal dikaitkan dengan pemain seperti Wilfried Zaha dan Nicolas Pepe

The post 3 Pemain Muda Arsenal Yang Bisa Mencuri Panggung Musim Depan appeared first on Berita Bola, Livescore, Jadwal & Cuplikan GOL!.

3 Pemain Muda Arsenal Yang Bisa Mencuri Panggung Musim Depan

Sepakbola.com – Musim ini tidak sesuai dengan harapan Arsenal dan penggemar mereka, terutama setelah pergantian manajemen dan tambahan beberapa pemain. Akhirnya yang mengecewakan, mereka finis di urutan kelima dan kalah di final Liga Europa. Berarti tidak ada Liga Champions untuk Arsenal musim depan.

Hasil musim 2018-2019 menunjukkan Arsenal butuh perombakan besar, sementara itu beberapa pemain sudah melewati masa jayanya dan yang lain tidak cocok dengan gaya bermain Emery. Ada banyak posisi yang perlu diperbaiki musim depan agar mengakhiri kesengsaraan Arsenal.

Di tengah situasi seperti ini, Gunners membutuhkan darah muda yang masih mudah untuk dibangun gaya permainannya. Arsenal tidak boleh hanya mendatangkan pemain baru, tetapi mereka juga harus memunculkan pemain mudanya musim depan. Itu salah satu tanggung jawab Arsenal yang memang dikenal sering menerbitkan bintang-bintang muda. Tiga pemain berikut berpotensi dapat menit bermain yang banyak di musim 2019-2010:

1. Joe Willock

Arsenal Rela Kehilangan Ramsey berita arsenal joe willock liga inggris premier league

Hanya sedikit hal positif dari Arsenal di laga final di Baku, salah satunya adalah pemain muda mereka Willock. Pada pertandingan yang nama-nama beken seperti Aubameyang dan Ozil tenggelam, dia malah menunjukkan sinarnya. Willock hanya bermain 15 menit, tetapi dia sudah menunjukkan apa yang dia punya, ketenangan, kecepatan dan pandangan yang tajam. Momen paling menarik ketika dia menarik  beberapa bek Chelsea akan menciptakan ruang untuk rekannya. Pergerakannya cerdas.

Masa jaya Ozil sudah lewat dan Aaron Ramsey pindah ke Juventus, sehingga ada peran di lini tengah yang kosong, posisi yang sangat penting dengan formasi 3-5-2 Unai Emery. Willock bisa mengisi kekosongan itu baik dari bangku cadangan maupun starter.

2. Eddie Nketiah

Eddie Nketiah Arsenal

Mencetak gol kemenangan di menit-menit akhir di kandang debut impian bagi setiap pemain bola, tetapi hanya sedikit yang bisa mewujudkannya, Nketiah salah satunya.

Penyerang muda ini masuk menit 85 dan mencetaj dua gol melawan Norwich City di Piala Carabao Cup yang secara instan langsung diingat penggemar Arsenal. Sejak saat itu striker muda Inggris ini tampil beberapa kali di tim utama dan berhasil mengesankan banyak orang dan dia juga apik bersama U23. Selam musim 2018-19 Nketiah mencetak 9 gol dan 4 assist dari 10 pertandingan. Dan dia sudah mencetak gol pertamanya di Premier League melawan Burnley.

Duet Aubameyang dan Lacazette memang bagus, mungkin Nketiah tidak akan rutin menjadi starter. Walau begitu dia bisa melihat Danny Welbeck yang bisa memberikan dampak besar dari bangku cadangan.

3. Reiss Nelson

Pemain Muda Arsenal Musim Depan reiss nelson sky sports

Sejak kepergian Alexis Sanchez winger menjadi perhatian Arsenal. Pemain seperti Henrikh Mkhitaryan dan Alex Iwobi diharapkan bisa menutup kekosongan itu, sayangnya mereka secara keseluruhan belum begitu baik.

Itu salah satu alasan mengapa Arsenal dikaitkan dengan pemain seperti Wilfried Zaha dan Nicolas Pepe

The post 3 Pemain Muda Arsenal Yang Bisa Mencuri Panggung Musim Depan appeared first on Berita Bola, Livescore, Jadwal & Cuplikan GOL!.