Category Archives: ole gunnar solskjaer

3 Pemain Muda Manchester United Yang Patut Dipantau Musim Depan

Sepakbola.com, Manchester – Selain mendatangkan pemain baru, Ole Gunnar Solskjaer bisa memanfaatkan talenta para pemain muda Manchester United untuk bersaing musim 2019-20.

Meskipun mengalami kesulitan di musim 2018-19, ada harapan bagi Manchester United dengan pemain-pemain mudanya. Peningkatan yang dibutuhkan tim utama bisa memberikan jalan bagi para pemain ini untuk menjadi andalan tim utama.  Berikut 3 pemain muda Manchester United yang patut dipantau musim depan.

1. Axel Tuanzebe

Pesepakbola Inggris kelahiran Kongo bergabung dengan akademi Manchester United pada usia 8 tahun dan menonjol di antara jajaran pemain muda seangkatannya. Dia debut pada tahun 2017 pada putaran keempat Piala FA melawan Wigan dan saat itu manajer masih Jose Mourinho. Dia menjadi pemain pengganti pada saat itu.

Dia kemudian dipinjamkan ke Aston Villa untuk kedua kalinya pada tahun 2018. Dia bek serbaguna yang juga bisa bermain sebagai bek tengah dan juga kanan. Walau dia absen selama tiga bulan karena patah jari pada bulan Desember, Tuanzebe bangkit kembali masuk ke line-up Aston Villa dan membantu tim ini mencapai final playoff.

Manajer United Ole Gunar Solskjaer mengatakan kegembiraannya bekerja dengan Tuanzebe di tur para-musim mengingat buruknya pertahanan United beberapa musim terakhir.

2. Mason Greenwood

Pada usia 17 tahun 156 hari, Greenwood menjadi pemain termuda Manchester United yang tampil di Liga Champions. Greenwood dianggap sebagai salah satu talenta terbaik dari akademi United dalam beberapa dekade terakhir. Dia punya potensi menjadi pemain hebat mereka.

Pelatih tim muda mereka memberikan pujian untuk pemain yang mencetak 30 gol di 29 pertandingan di tingkat pemuda musim ini. Momen terbaiknya adalah hattrick pertandingan melawan Chelsea di Youth FA Cup.

Start Premier League pertamanya, Greenwood melepas tujuh tembakan ke gawang, tapi gagal mencetak gol. Secara keseluruhan penampilannya dinilai bagus karena satu-satunya titik terang bagi United pada pertandingan tersebut.

Greenwood punya potensi untuk duet dengan Marcus Rashford musim depan apa lagi status Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez tak jelas musim depan sedangkan Anthony Martial rentan cedera. Dia tentu saja mendapat kepercayaan dari Ole Gunnar Solskjaer.

3. Tahit Cong

Cong pindah ke Manchester United dari klub Eredivisie Feyenoord pada April 2016. Posisi alami pesepakbola Belanda ini adalah sayap kanan. Setelah bergabung dengan Manchester United dia mulai bermain untuk tim U-18 dan merupakan satu-satunya pemain tim United yang terkenal di Youth FA Cup, ketika skuat muda Setan Merah tersingkir lebih awal. Musimnya kemudian terpotong karena cedera ACL.

Setelah pemulihan 10 bulan dia kembali mencetak gol dan menunjukkan tajinya. Bermain di tim junior musim lalu, Chong mencetak delapan gol dan tiga assist. Dia dipanggil ke tim utama untuk pertandingan Liga Champions melawan Juventus, tetapi dia menjadi pemain ganti yang tidak digunakan. Dia kemudian debut sebagai pemain pengganti melawan Reading di FA Cup.

Sebagai winger dia punya kecepatan untuk menaklukkan lawan. Tipuan dan kecepatannya adalah gabungan yang membuatnya jadi pemain mematikan. Salah satu kemampuan lainnya adalah memasukkan bola ke kotak penalti. Dia juga sering memotong pertahanan lawan dan melepaskan tembakan dengan kaki kiri. Chong bisa menjadi pemain nomor 10 di Manchester United.

 

Penulis: Ricky Sulastomo
Editor: Avandi Wiradinata

The post 3 Pemain Muda Manchester United Yang Patut Dipantau Musim Depan appeared first on Berita Bola, Livescore, Jadwal & Cuplikan GOL!.

Kalau Manchester United Disebut Penalti FC, Memangnya Kenapa?

Kalau Manchester United Disebut Penalti FC, Memangnya Kenapa?

JawaPos.com – Penalti FC. Begitu ramai netizen di media sosial menyoroti penalti yang didapatkan Manchester United ketika mengalahkan Copenhagen 1-0. Apalagi, gol tunggal Bruno Fernandes itu jadi penentu lolos ke semifinal Europa League.

Pertanyaannya, apakah layak musim ini Manchester United disebut sebagai penalti FC? kalau melihat fakta yang ada, mereka layak. Masalahnya, kenapa mereka bisa mendapatkan begitu banyak penalti pada musim ini?

Ya, musim ini, ada 21 kali Manchester United mendapatkan penalti di semua ajang yang mereka ikuti. Paling banyak di antara seluruh klub di liga elite Eropa. Selain itu, mereka mencatat sekitar 15 persen gol penalti dari total 110 gol musim ini.

Di Premier League, Manchester United memimpin dalam jumlah perolehan penalti dengan 14 kali dan 10 di antaranya menghasilkan gol. Tetangganya yang berisik, Manchester City, berada di posisi kedua dengan 11 kali penalti.

Bruno Fernandes menjadi sang eksekutor utama. Sejak bergabung ke Manchester United pada Januari lalu, dia telah mencetak 11 gol. Nah, tujuh di antaranya dicetak bintang asal Portugal tersebut dari titik penalti.

Apabila situasi itu ini terjadi sebelum era VAR, bisa jadi kontroversinya akan lebih sengit terjadi. Perdebatan akan sah atau tidaknya penalti-penalti yang didapatkan tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu bakal sangat ramai.

Kenyataannya, sekarang ada VAR. Insiden yang terjadi di lapangan sudah melalui proses cek. Sehingga bisa dibilang, penalti itu layak mereka dapatkan. Ini kasus yang berbeda dengan penalti di Liga 2 Indonesia, Bung.

Jauh sebelum sebutan Penalti FC ini diberikan ke Manchester City. Jauh sebelum media sosial begitu riuh. Saya jadi ingat akan tim di Liga Indonesia yang disebut sebagai penalti FC. Raja penalti, Raja kandang. Klub itu adalah: Deltras Sidoarjo.

Pada 2010, saya sudah lupa jumlah pastinya. Namun, bagi para penonton dan peliput pertandingan Deltras di Gelora Delta, Sidoarjo, biasanya paham. Deltras tidak bisa dikalahkan di kandang. Dan, pada akhirnya akan ada penalti yang dihadiahkan kepada Deltras.

Fakta yang saya tulis di atas bukan membandingkan. Hanya menjelaskan soal ada klub di Indonesia yang pernah dapat julukan serupa, tapi dengan cara yang berbeda. Tentu berbeda dengan kualitas wasit dan teknologi VAR.

Terlepas dari jumlah, kenapa kok Manchester United begitu sering mendapatkan penalti pada musim ini? Tidak mudah menjelaskan fenomena ini. Namun, gaya bermain dan pergerakan dari para pemain depan Manchester United bisa jadi menentukan.

Manchester United memilih Marcus Rashford dan Anthony Martial yang mengandalkan kecepatan. Jadi, tidak serta-merta dituding mereka doyan diving. Gaya mereka tentu saja berbeda dengan Filippo Inzaghi di masa silam, yang bikin geregetan lawan.

Pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer dalam wawancaranya mengatakan bahwa tipe pemain yang dimilikinya memang membuat rentan dilanggar. ”Mereka memiliki kaki yang cepat dan skill yang bagus,” katanya sebagaimana dikutip Independent.

Bahkan, Solskjaer mengatakan, dari sebagian besar penalti yang mereka dapatkan, tidak perlu diperdebatkan lagi. Sebab, memang begitu kenyataannya. Taktik yang diterapkan mantan striker Manchester United itu juga bisa menjadi penyebab banyaknya penalti yang didapatkan.

Ulasan dari koresponden Independent, Mark Critchley, menghadirkan fakta yang menarik soal bagaimana gaya bermain Manchester United sejak era Solskjaer dan hadiah penalti. Perbandingannya dengan era Jose Mourinho.

Pada musim lalu, 15 kali Manchester United mendapatkan penalti. Pada awal musim ditangani Jose Mourinho, klub berjuluk Setan Merah itu mendapatkan enam kali penalti. Begitu di tangan Solskjaer, bertambah sembilan kali penalti.

Jadi, menurut saya, kalau ada yang menyebut Manchester United sebagai penalti FC pada musim ini, tidak keliru. Kenyataannya, angka penalti yang mereka dapatkan memang paling tinggi. Lagipula penalti bagian dari permainan, apa salahnya?