Category Archives: manchester united

Istana Dipermalukan Man United, Tampil di Old Trafford Kalah 1-3

Istana Dipermalukan Man United, Tampil di Old Trafford Kalah 1-3

JawaPos.com – Manchester United memulai musim 2020-2021 dengan kekalahan yang memalukan. Bermain di Old Trafford, Sabtu (19/9), Man United mengalahkan tamu Crystal Palace dengan skor 1-3.

Di awal babak pertama kedua tim memainkan yang terbaik. Namun, Istana lebih dominan dalam penguasaan bola. Pressing Palace dan koordinasi pertahanan buruk Man United membuahkan gol ke gawang David De Gea di menit ketujuh. Umpan Jeffrey Schlupp dari kiri tidak disia-siakan oleh Andros Townsend.

Hingga turun minum skor tidak berubah. Di awal babak kedua, Palace sebenarnya punya beberapa peluang yang membahayakan gawang Man United, hanya saja penyelesaian akhir Ayew jauh dari ekspektasi.

Palace tak mengendurkan serangan, sebaliknya Setan Merah masih mendapat tekanan dari lawannya. Sebenarnya di menit ke-66, Palace bisa menggandakan posisi, serangan balik Palace membuahkan gol Wilfried Zaha, tetapi offside menyelamatkan Man United dari kebobolan satu detik.

Peluang Palace di menit ke-69 terbuang percuma karena operan Ayew tidak mengarah dengan baik ke Zaha, namun melalui Video Assistant Referee (VAR) terlihat handsball Victor Lindelof. Wasit memberikan penalti.

Sayang, penalti yang dilakukan Ayew tak mampu menambah keunggulan Palace. Bola yang diarahkan ke sudut kanan gawang diblok oleh De Gea. Namun, sepakan 12 pas diulang kembali saat De Gea seolah bergerak sebelum bola ditendang.

Zaha memanfaatkan peluang penalti kedua untuk membobol gawang Man United. Palace memimpin 2-0 pada menit ke-74.

Enam menit kemudian, Man United memperkecil jarak melalui Donny van de Beek. Pemain baru itu memanfaatkan rebound yang tidak sempurna dari pemain Crystal Palace yang ingin memblok umpan Timothy Fosu-Mensah.

Upaya Man United untuk bangkit dibendung oleh gol kedua Zaha pada menit ke-85. Meski dibayang-bayangi Lindelof dan Harry Maguire, Zaha mampu melepaskan tembakan mendatar yang tak bisa diantisipasi De Gea. Skor 3-1 untuk Crystal Palace tidak berubah hingga pertandingan usai.

Hasil tersebut membuat Crystal Palace mampu meraih dua kemenangan tandang berturut-turut melawan Man United untuk pertama kalinya. Sebelumnya pada musim lalu, Palace juga menang di kandang Setan Merah.

Sementara bagi Man United, ini adalah ketiga kalinya mereka kalah di pertandingan pertama di musim baru Liga Inggris saat menjadi tuan rumah. Man United sebelumnya kalah di kandang sendiri dari Everton pada pertandingan pertama musim 1992-1993 dan di kandang Swansea City pada pertandingan pertama musim 2014-2015.

Man United 1-3 Crystal Palace

(Van de Beek 80 – Townsend 7, Zaha 74-p, 85)

Susunan Pemain
Manchester United: De Gea, Lindelof, Maguire, Shaw, Fosu-Mensah (Ighalo 81), Pogba (Van de Beek 67), Bruno Fernandes, Daniel James (Greenwood 46), McTominay, Martial, Rashford

Crystal Palace: Guaita, Sakho, Lingkungan, Schlupp (Eze 75), Mitchell, McArthur, McCarthy (Milivojevic 90), Kouyate, Townsend, Ayew (Batshuayi 81), Zaha

Malu, Busuk, Rusak: Reaksi Netizen terhadap New Jersey United

Malu, Busuk, Rusak: Reaksi Netizen terhadap New Jersey United

JawaPos.com-Jersey ketiga Manchester United pada musim 2020-2021 benar-benar menuai reaksi keras dari netizen.

Seragam yang disponsori oleh Adidas ini memiliki & # 39; zebra & # 39; pola. Dan jersey itu menerima olok-olok yang sangat kejam. Jersey tersebut dianggap sebagai jersey United paling jelek dalam sejarah.

Surat kabar olahraga Spanyol AS mengklaim bahwa di bulan ini, hanya ada satu topik di media sosial yang bisa menyaingi pemberitaan Lionel Messi yang ingin hengkang dari Barcelona. Dan itulah tadi peluncuran jersey ketiga terbaru Manchester United.

Mayoritas netizen yang merupakan fans United di seluruh dunia, tulis AS, mengatakan bahwa jersey bermotif zebra itu konyol.

  • Baca juga: Jika Depay Masuk, Dia Bakal Lengkapi Messi dan Griezmann yang kidal

Internet, terutama suara dari Twitter, terdengar begitu bengis saat melakukan pembantaian di akun resmi Manchester United. "Sungguh memalukan," "Ini hal yang busuk, jersey terburuk dalam sejarah United," "Ini adalah jersey compang-camping," "Adidas harus memecat tim desain mereka," "Itu & # 39; seperti menonton zebra bermain sepak bola. "

Meme Harry Maguire. (Indonesia)

Kalimat-kalimat ini hanyalah beberapa contoh kemarahan Twitter. Hanya sedikit netizen yang memberikan suara positif di akun resmi United.

Beberapa dari mereka bahkan melontarkan komentar sarkastik. Misalnya, jersey tersebut sebenarnya merupakan persembahan untuk Harry Maguire. Bek tengah utama United sempat tersandung hukum akibat perkelahian di Yunani. Motif jersey terbaru United menyerupai kemeja penjara berupa strip hitam putih.

Manchester United dinilai menjadi orang yang tepat untuk merekrut bintang yang tidak pernah dilirik

Manchester United dinilai menjadi orang yang tepat untuk merekrut bintang yang tidak pernah dilirik

JawaPos.com – "Donny menjadi Dennis". Demikian unggahan dari akun Twitter Ajax Amsterdam saat mengunggah sebuah gol indah dari tembakan jarak jauh gelandang Donny van de Beek di De Toekomst (markas latihan tim) pada 11 Juli lalu.

Gol tersebut dinilai mirip dengan gaya Dennis Bergkamp, ​​mantan striker legendaris Ajax. "Ayah mertua Anda harus bangga," klub penguasa Eredivisie tweeted.

Ya, Bergkamp tidak hanya mendatangkan Van de Beek dari Jong Ajax (tim yunior Ajax) saat menjadi asisten pelatih De Godenzonen – sebutan Ajax – untuk periode 2011 hingga 2017. Mereka juga menjalin hubungan di luar lapangan karena Bergkamp. tak lain adalah ayah kekasih Van de Beek, Estelle Deborah.

Soccernews menulis, ada peran Estelle di balik keputusan Van de Beek bergabung dengan Manchester United. Kemarin (31/8) Ajax dan United menyepakati transfer fee sebesar GBP 39,3 juta (Rp 762,4 miliar) yang sekaligus membuat Van de Beek menyetujui kontrak berdurasi lima tahun di The Red Devils, United. nama panggilan.

  • Baca Juga: Bergabung dengan Rival, & # 39; Paksa & # 39; Untuk Menghapus Cintanya Untuk Arsenal

Musim ini ada rumor Bergkamp juga kembali ke Liga Inggris. Atau lebih tepatnya ke mantan klubnya, Arsenal (1995-2006). Bergkamp ditawari menjadi asisten Mikel Arteta.

Namun, sejauh ini hanya Van de Beek yang yakin. Gelandang berusia 23 tahun itu "menghilang" dari skuad Ajax saat mengalahkan Eintracht Frankfurt 2-1 dalam uji coba pramusim di Johan Cruijff Arena, akhir pekan lalu (29/8) karena fokus pindah ke United.

“Perkembangan (transfer ke United, Red) memang menjadi alasan kenapa kami tidak memasukkan dia (Van de Beek) ke dalam skuad,” tandasnya. taktik Ajax Erik ten Hag ke Ziggo Sport.

Di sisi lain, satu persatu pemain United memberikan "salam" kepada Van de Beek di media sosial masing-masing.

Itu wajar untuk mengingat di antara keduanya enam besar, hanya United yang paling lambat dalam merekrut pemain baru. Faktanya, The Red Devils pertama kali diasosiasikan dengan penyerang luas Borussia Dortmund Jadon Sancho. Namun, mahalnya harga yang dipatok BVB – sebutan Borussia Dortmund – membuat United beralih target.

Khas Van de Beek sebagai gelandang kotak ke kotak dan bisa bermain di semua posisi di lini tengah akan menambah kekuatan lini tengah United yang sudah memiliki Bruno Fernandes dan Paul Pogba.

"United sangat membutuhkan pemain seperti dia di tim mereka," klaim Rafael van der Vaart, mantan gelandang serang Ajax yang bermain di Liga Premier bersama Tottenham Hotspur, kepada Voetbal International.

& # 39; & # 39; Seorang bintang yang tidak pernah dilirik ". Itulah istilah yang diberikan Mauricio Pochettino saat bekerja bersama Tottenham Hotspur ketika dia menghentikan Ajax di semifinal Liga Champions 2018-2019.

& # 39; & # 39; Tidak ada yang membicarakannya. Namun, dia dinamis dalam pertandingan dan operasi serangan Ajax ada di tangannya, ”ujar Poche kepada El Pais.

Untuk Sky Sports, Mantan penjaga gawang United Mark Bosnich memahami keputusan pelatih United Ole Gunnar Solskjaer untuk menambah lineup gelandang kreatornya bersama Van de Beek.

& # 39; & # 39; Ole belajar dari pengalamannya saat berhasil menggendong tiga kali lipat untuk United (1998 –1999, Red). Saat itu United memiliki empat striker (Teddy Sheringham, Andy Cole, Dwight Yorke, dan Solskjaer) karena sangat penting untuk memiliki pemain. cadangan setara di setiap posisi, & # 39; & # 39; Bosnich menjelaskan.

Jawapos

Menggulingkan Manchester United, Sevilla ke Final Liga Europa

JawaPos.com – Sevilla mengamankan tiket ke final Liga Europa usai menumbangkan tim unggulan Manchester United 2-1. Gol Luuk de Jong pada menit ke-78 membubarkan Setan Merah ' perlawanan dalam pertandingan sengit di Stadion RheinEnergie, Koln, Jerman.

Meski tak disukai oleh bursa, Sevilla berinisiatif mengontrol pertandingan. Manchester United membalas perlawanan tersebut dan mendapat peluang melalui Marcus Rashford pada menit ketujuh. Namun, tembakan Rashford berhasil diblok oleh kiper Yassine Bounou.

Sayangnya, kaki Diego Carlos yang menghalangi cheat malah mengenai kaki Rashford dan menjatuhkannya. Wasit Felix Brych kemudian meniup peluit karena melakukan pelanggaran di kotak penalti Sevilla. Menit ke-9, Bruno Fernandes & # 39; Sepakan dari titik putih yang mengarah ke pojok atas membawa Manchester United unggul 1-0 atas wakil Spanyol itu.

Sevilla mencoba kembali mendominasi pertandingan. Upaya itu berhasil setelah Suso mencetak gol pada menit ke-26. Gol tersebut tak lepas dari pertahanan Mancheseter United yang gagal mengantisipasi umpan silang Sergio Reguilon.

  • Baca juga: Pulih dari Covid-19, gelandang Sevilla FC siap tampil maksimal

Peluang Manchester United untuk kembali unggul ada di menit ke-34. Namun, tembakan Anthony Martial dari luar kotak penalti gagal menjadi gol karena melesat tipis di atas mistar Sevilla. Babak pertama berakhir imbang 1-1 untuk kedua tim.

Di babak kedua, jual beli serangan semakin ketat. Pada menit ke-78, Sevilla berbalik unggul melalui Jesus Navas & # 39; salib yang dimanfaatkan Luuk De Jong dengan baik.

Hingga laga usai tak ada gol tambahan, dan Sevilla melesat ke final Liga Europa. Lawan Sevilla masih menunggu pemenang laga Inter Milan vs Shakhtar Donetsk yang akan dipertandingkan pada Selasa pagi (18/8).

Tonton video menariknya di bawah ini:

Ada Munir di Seville, di Manchester United ada Mase

Ada Munir di Seville, di Manchester United ada Mase

JawaPos.com – Belum ada pengakuan kepada bomber Manchester United Mason Greenwood atas musim sensasionalnya. Di usia 18 tahun 10 bulan 14 hari, Greenwood dan dua seniornya, Marcus Rashford dan Anthony Martial, menjadi mesin gol muda dengan koleksi 62 gol musim ini.

Mase, panggilan akrab Greenwood, menyumbang 17 gol dalam 48 penampilan di semua kompetisi. Tapi, rupanya belum cukup untuk memberinya penghargaan Pemain Muda Terbaik Premier League musim ini. Predikat pun didapat fullback Liverpool Trent Alexander-Arnold.

Baca juga: Jika Manchester United Disebut Penalti FC, Lantas Kenapa?

Karenanya, laga semifinal Europa League melawan Sevilla di RheinEnergieStadion, Koeln, dini hari WIB menjadi momen bagi Greenwood untuk membuktikan bahwa mereka juga bisa menjadi yang terbaik. "Saya pikir Mason akan mampu melakukan hal-hal luar biasa di masa depan," kata playmaker United Bruno Fernandes dalam wawancara dengan MUTV.

Satu hal yang ditunggu-tunggu di fase knockout setelah Liga Europa ini dimulai kembali. Ya, Greenwood belum menyumbang gol sejak leg kedua babak 16 besar melawan LASK (5/8).

Di antara trio M-M-M United, hanya Martial yang membuka kerannya. Terakhir kali, Greenwood mencatatkan namanya di papan skor saat leg pertama melawan LASK di Old Trafford, Manchester, 13 Maret lalu. Sebelumnya, pada 19 September, Greenwood tercatat sebagai pemain United termuda yang mencetak gol di kancah Eropa saat dia berumur 17 tahun 353 hari.

Baca juga: Sevilla vs AS Roma: Demi Reputasi Alumni Dragoes

Itu adalah rekor yang tidak diharapkan kapten Sevilla, Jesus Navas. Mantan bintang Manchester City itu yakin kecepatan Greenwood, Martial dan Rashford akan menjadi tantangan tersendiri baginya dan rekan satu timnya. "Yang perlu kami lakukan adalah fokus pada diri kami sendiri dan tahu apa yang harus dilakukan. Tetap tenang saat dibutuhkan lalu serang," jelas bek kanan berusia 34 tahun itu.

Jika United punya trio M-M-M, Sevilla punya Munir El Haddadi. Eks personel Barcelona tersebut sejauh ini mampu mengoleksi lima gol di Liga Europa, hanya terpaut dua gol dari Fernandes.

Tonton video menariknya di bawah ini:

5 Pembelian Terburuk Dalam Sejarah Liga Premier

Sepakbola.com – Liga Premier telah menjadi liga global selama bertahun-tahun karena jutaan pound telah diinvestasikan dalam klub-klub kompetisi untuk meraih kesuksesan. Klub menghabiskan banyak uang untuk mendapatkan talenta terbaik dari seluruh dunia untuk mencapai tujuan mereka. Ini menjadikan Premier League sebagai liga terbaik dan paling kompetitif di dunia.

Namun, menghabiskan banyak uang tidak selalu menjamin kesuksesan. Kami sudah melihat nama-nama besar dengan harga selangit tapi gagal memenuhi ekspektasi. Ada juga beberapa pemain yang muncul entah dari mana dan menjadi bintang dunia.

Berikut lima pemain yang gagal memenuhi ekspektasi untuk lolos sebagai rekrutan terburuk dalam sejarah Liga Inggris.

5. Angel Di Maria

Sungguh mengejutkan, pemain sekaliber Di Maria bisa gagal di Manchester United. Datang ke United dari Real Madrid dengan rekor transfer klub sekitar £ 58 juta pada tahun 2014, telah menaruh banyak harapan di pundaknya. Di Maria diharapkan bisa meningkatkan ketajaman United usai menjalani salah satu musim terburuknya.

Ia juga diberi nomor punggung 7 yang sebelumnya dipakai oleh David Beckham dan Ronaldo. Tanda-tanda positif untuk Di Maria saat dia memulai musimnya dengan baik. Dia memenangkan Player of the Month untuk September. Namun, setelah Oktober itu kinerja mulai menurun, November cedera dan absen hingga Januari. Dia kemudian berjuang hampir sepanjang musim dan akhirnya hanya mencetak tiga gol dalam 27 pertandingan. Di Maria kemudian pergi dan bergabung dengan PSG.

4. Rademal Falcao

Salah satu penyerang terbaik di generasinya, ia bergabung dengan Manchester United pada 2014 dengan status pinjaman dari Monaco dengan opsi permanen. United ingin mengangkat tim mereka dari peringkat ke-7 tahun sebelumnya dan Falcao tampaknya akan menjadi pembalap hebat.

Tapi, seperti Di Maria, Falcao gagal memenuhi klub Old Trafford dan ekspektasi publik, hanya mencetak empat gol dalam 26 pertandingan Liga Premier. United juga enggan menggunakan opsi tersebut untuk menjadikannya permanen.

Di musim Liga Premier keduanya, Falcao mengenakan kemeja Chelsea ketika Jose Mourinho mengontraknya dengan status pinjaman dan dengan opsi permanen dari Monaco di akhir musim. Sekali lagi mengalami musim yang mengecewakan karena gagal menampilkan level aslinya.

Mourinho kerap menjadikannya sebagai pemain penggantidi paruh pertama musim. Akibat hasil buruk Mourinho akhirnya dipecat, digantikan oleh Guus Hiddink namun Falcao malah mendapat cedera otot yang cukup serius dan akhirnya kembali ke Monaco.

3. Andy Carroll

Striker yang cukup tinggi, yang dikenal dengan kemampuan udara dan akrobatiknya. Liverpool tertarik dan mengontraknya seharga 35 juta pound untuk menggantikan Fernando Torres. Carroll telah dibandingkan dengan legenda seperti Alan Shearer dan Didier Drogba di awal karirnya.

Dia menandatangani kontrak dengan Liverpool pada musim 2010-2011, tetapi harus menunggu hingga Maret 2011 karena cedera di Newcastle. Dia memulai debutnya untuk Liverpool melawan Manchester United dan The Reds menang 3-1.

Dua musim di Liverpool dia berjuang untuk konsisten. Meski memperlihatkan sekilas bakatnya kepada penggemar, Carroll tetap sulit untuk konsisten. Dia hanya mencetak enam gol dalam 44 pertandingan. Sangat mengecewakan melihat harga yang sangat tinggi saat itu.

Carroll kemudian dipinjamkan ke West Ham pada 2012-2013 dan kemudian menjadi permanen di sana. Juga tidak berjalan dengan baik, dia hampir melewatkan semua pertandingan hingga akhirnya dibebaskan secara gratis pada musim panas ini.

2. Alexis Sanchez

Orang menyangka Alexis Sanchez akan menjadi senjata maut Manchester United saat keluar dari Arsenal. Namun, yang terjadi justru sebaliknya.

United menang melawan Manchester City dalam perburuan Sanchez dan kemudian menjadikannya sebagai salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di liga. Ia diharapkan bisa menambah dimensi ekstra pada serangan United, tapi tidak berhasil.

Musim berikutnya Sanchez masih berjuang untuk membuat dampak yang besar. Masalah mulai bermunculan, kecemburuan datang karena United membayar mahal untuk gaji pemain yang saat ini tidak bisa berbuat banyak. Itu rumor dan ruang ganti tidak harmonis. Solskjaer mungkin tidak akan membiarkannya pergi musim panas ini, untuk memberinya satu kesempatan terakhir.

1. Ali Dia

Peringkat tertinggi transfer terburuk oleh The Times dan banyak media, menempatkan Ali Dia dalam daftar pembelian terburuk. Dibandingkan dengan pemain lain di daftar ini, dia bahkan tidak pantas menjadi pesepakbola profesional. Diyakini dia menipu manajer Southampton pada saat Graeme Sounness untuk mengontraknya.

Sounness mengatakan legenda Milan George Weah meneleponnya secara pribadi dan mengatakan Ali Dia adalah sepupunya dan pernah bermain untuk PSG dan tim nasional Liberia. Ternyata yang menelepon Sounness itu adalah muridnya, bukan Weah.

Beberapa hari kemudian Ali Dia direkrut dan dimainkan melawan Leeds United. Ia menjadi pemain pengganti Le Tissier di menit 32. Namun, performanya sangat buruk sehingga ia diusir keluar lapangan pada menit 85 dan mengakhiri debut singkatnya. Tidak lama kemudian kontraknya diputus. Ali He terus bermain sepak bola, tapi di level amatir sampai akhirnya dia menyerah dan gantung sepatu.

Pos 5 Pembelian Terburuk Dalam Sejarah Liga Premier muncul pertama kali di Berita Sepak Bola, livescore, jadwal & sorotan GOL!.

Asal Mula Tiang Sudut Lapangan

Sepakbola.com – Secara kasat mata, tiang bendera kecil di keempat penjuru lapangan tampak seperti hiasan. Tapi tahukah kamu? Tiang bendera ini bukan sekedar pelengkap, tapi sudah diatur dalam undang-undang permainan FIFA.

Pertandingan tidak akan dimulai jika empat tiang di sudut hilang atau tidak lengkap. Inilah yang terjadi saat Manchester United menghadapi Huddersfield Town pada pekan ke-37 Liga Inggris 2018-19.

Tiang sepak pojok tampak remuk usai dihajar Isaac Mbenza, pencetak gol Huddersfield yang menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Wasit Lee Mason enggan memulai pertandingan sebelum panitia pertandingan menggantinya dengan yang baru. Setelah 11 menit permainan kembali ke jalurnya pada menit 71 setelah staf tuan rumah mengganti tiang sudut baru. Tidak ada yang salah dengan apa yang dilakukan Lee Mason, karena itu tertulis dalam undang-undang permainan FIFA dan FA.

Mengacu pada UU 17 dalam dokumen UU Permainan FIFA – poin kedua dari prosedur tendangan sudut, disebutkan bahwa tiang bendera tidak boleh dilepas. Dokumen tersebut juga mengatur posisi, tinggi dan material tiang pancang.

Dalam UU 9 – tiang bendera berfungsi untuk menentukan keputusan wasit apakah bola keluar lapangan untuk lemparan ke dalam atau untuk tendangan gawang. Sederhananya, dengan hanya melihat tiang, juri bisa mengetahui bola melewati garis belakang atau garis samping ketika posisi wasit terlalu jauh dari sudut lapangan. Permainan juga berlanjut jika bola memantul setelah membentur tiang.

Sejarah awal

Berdasarkan Football-Stadium.co.ukMunculnya empat tiang bendera ini sebenarnya sudah ada sebelum penggunaan sudut melalui Aturan Sheffield. Sebelumnya ada sistem yang dikenal sebagai & # 39; Rouges & # 39 ;, di mana empat tiang berfungsi untuk memberikan poin kepada tim lawan. Poin diberikan jika bola melewati sisi antara tiang gawang dan tiang sudut.

Aturan Sheffield diperkenalkan serta menggantikan sistem Rouge pada tahun 1868. Dalam sistem baru ini, tendangan sudut dan gawang diperkenalkan. Federasi Sepak Bola Inggris (FA) adalah yang pertama mengadopsi aturan tersebut dan menerapkannya pada musim perdana Piala FA 1871-72.

(Sumber: FIFA / Football-Stadium)

Posting The Origin of Field Corner Pole muncul pertama kali di Berita Sepak Bola, livescore, jadwal & sorotan GOL!.

5 Klub Besar Eropa Yang Akan Sangat Aktif Di Bursa Transfer

Sepakbola.com – Bursa transfer musim panas telah mendatangi sepakbola Eropa, dan klub-klub besar akan memberikan usaha terbaik mereka untuk memperbaiki tim dan menghabiskan dana transfer dengan optimal. Berikut adalah lima klub yang akan sangat sibuk di bursa transfer kali ini.

Manchester United

Ole Gunnar Solksjaer mengambil peran manajer di Manchester United setelah Jose Mourinho gagal membangun timnya untuk menantang Manchester City di klasemen. Namun kesalahan tidak semuanya berada di tangan Mourinho, karena Solskjaer pun kesulitan untuk membuat perubahan dengan skuat yang ada saat ini. Untuk mengembalikan kejayaan mereka, Manchester United sangat membutuhkan kesepakatan transfer yang brilian.

Banyak bintang tim utama yang diperkirakan akan pergi musim panas ini. Dan untuk transfer masuk, Manchester United membutuhkan striker yang produktif dan bek sayap yang dinamis. Ed Woodward pasti akan sangat sibuk selama proses pembangunan kembali tim Manchester United musim panas ini.

PSG

PSG gagal memenangkan Liga Champions musim ini dan gagal untuk memanfaatkan bakat terbaik mereka di tim untuk meraih kesuksesan di Eropa. Neymar dan kawan-kawan gagal memperkuat posisi PSG di sepak bola Eropa, meski memiliki modal yang sangat baik dari sisi kualitas tim dan keuangan klub.

Perombakan tim dikabarkan akan terjadi dan tidak akan mengejutkan jika PSG melakukan banyak kegiatan transfer musim panas ini. Tujuan utama mereka adalah mengangkat trofi Liga Champions, dan PSG belum akan berhenti mendapatkan pemain bintang hingga itu berhasil mereka wujudkan.

Ajax

Ajax menunjukkan performa luar biasa di sepanjang musim. Dan melihat tim Ajax ini, jumlah pemain berkualitas yang mereka miliki terlalu banyak. Para pemain muda seperti Donny van de Beek, Matthijis de Ligt dan banyak lagi akan menjadi incaran banyak klub terkenal.

Klub-klub top Eropa akan secara ketat memonitor situasi pemain di Ajax, karena kelompok pemain di klub itu telah menunjukkan kepada dunia apa yang mampu mereka lakukan.  Dan Ajax pasti akan mengalami kesulitan mempertahankan pemain mereka ketika tawaran menggiurkan datang.

Bayern Munich

Bayern memiliki skuat yang sudah tua yang sekarang, dan itu merefleksikan penampilan mereka. Para pemain seperti Frank Ribery, Arjen Robben dan banyak lagi telah menjadi sosok hebat bagi klub, tetapi dengan usia rata-rata pasukan Niko Kovac saat ini berada di atas 27 tahun.

Mungkin sudah waktunya bagi Bayern Munich untuk merombak tim mereka dengan signifikan. Bayern akan berusaha untuk mendapatkan kesepakatan krusial musim panas ini karena mereka ingin membentuk kembali skuat mereka dan mencapai puncak sepak bola Eropa sekali lagi.

Real Madrid

Zinedine Zidane telah kembali dan pelatih itu akan berusaha meniru kesuksesan yang telah diraih di masa lalu, di mana mereka memenangkan 3 gelar Liga Champions secara berturut-turut. Nama-nama besar dikabarkan akan pergi, sementara itu talenta kelas dunia diperkirakan akan tiba.

Nama-nama besar seperti Eden Hazard dan Paul Pogba dikabarkan berada di daftar target transfer mereka, dan itu memberi kita alasan besar untuk bersemangat pada bursa transfer pertengahan tahun ini.

 

Penulis: Andrie Widyantoro/Editor: Setyo Bagus

The post 5 Klub Besar Eropa Yang Akan Sangat Aktif Di Bursa Transfer appeared first on Berita Bola, Livescore, Jadwal & Cuplikan GOL!.

Manchester United vs Kobenhavn: Solskjaer Melawan Teman Seperjuangan

Manchester United vs Kobenhavn: Solskjaer Melawan Teman Seperjuangan

JawaPos.com – Sepanjang perjalanan Manchester United di kompetisi Eropa, sudah delapan klub asal Skandinavia yang dihadapi. Dan, klub-klub Denmark paling sering jadi lawan United. Detailnya ada empat klub. Yakni, Brondby IF, Aalborg BK, FC Midtjylland, dan FC Kobenhavn.

Dari keempat nama tersebut, cuma FC Midtjylland dan FC Kobenhavn yang punya rekam jejak mengalahkan United. FC Midtjyland mengalahkan United pada first leg babak 32 besar Liga Europa 2015–2016 dengan skor 2-1. Lalu, FC Kobenhavn bertemu United di fase grup Liga Champions 2006–2007 dan menang 1-0.

Dini hari nanti (11/8) di RheinEnergie Stadion, United bertemu FC Kobenhavn dalam perempat final Liga Europa 2019–2020 (siaran langsung SCTV pukul 02.00 WIB). Pertemuan pelatih United Ole Gunnar Solskjaer dengan pelatih FC Kobenhavn Stale Solbakken pun menjadi highlight karena mereka merupakan ”teman seperjuangan”.

”Bukan hanya karena kami sama-sama orang Norwegia, melainkan juga karena kami mengambil lisensi kepelatihan di tahun yang sama, di Kopenhagen sekitar 13 tahun lalu,” kata Solbakken seperti dikutip di laman resmi UEFA. ”Kami masih saling bertegur sapa, bahkan berkirim pesan beberapa hari terakhir,” imbuh pelatih Wolverhampton Wanderers pada 2012–2013 tersebut.

Solbakken mengakui bahwa Solskjaer telah menemukan kenyamanan di United setelah 1,5 tahun menangani klub berjuluk The Red Devils tersebut. ”Bersama Ole (Solskjaer, Red), United mulai menemukan formasi dan susunan pemain terbaiknya,” tandas Solbakken.

Perkiraan Pemain

Manchester United (4-2-3-1): 1-De Gea (g); 29-Wan-Bissaka, 2-Lindelof, 5-Maguire (c), 53-Williams; 31-Matic, 6-Pogba; 26-Greenwood, 18-Fernandes, 10-Rashford; 9-Martial
Pelatih: Ole Gunnar Solskjaer

FC Kobenhavn (4-2-3-1): 21-Johnsson (g); 2-Varela, 25-Nelsson, 5-Bjelland, 20-Boilesen; 10-Zeca (c), 24-Mudrazija; 16-Biel, 23-Wind, 33-Jensen; 18-Santos
Pelatih: Stale Solbakken
Asian handicap 0:1 ½

3 Pemain Muda Manchester United Yang Patut Dipantau Musim Depan

Sepakbola.com, Manchester – Selain mendatangkan pemain baru, Ole Gunnar Solskjaer bisa memanfaatkan talenta para pemain muda Manchester United untuk bersaing musim 2019-20.

Meskipun mengalami kesulitan di musim 2018-19, ada harapan bagi Manchester United dengan pemain-pemain mudanya. Peningkatan yang dibutuhkan tim utama bisa memberikan jalan bagi para pemain ini untuk menjadi andalan tim utama.  Berikut 3 pemain muda Manchester United yang patut dipantau musim depan.

1. Axel Tuanzebe

Pesepakbola Inggris kelahiran Kongo bergabung dengan akademi Manchester United pada usia 8 tahun dan menonjol di antara jajaran pemain muda seangkatannya. Dia debut pada tahun 2017 pada putaran keempat Piala FA melawan Wigan dan saat itu manajer masih Jose Mourinho. Dia menjadi pemain pengganti pada saat itu.

Dia kemudian dipinjamkan ke Aston Villa untuk kedua kalinya pada tahun 2018. Dia bek serbaguna yang juga bisa bermain sebagai bek tengah dan juga kanan. Walau dia absen selama tiga bulan karena patah jari pada bulan Desember, Tuanzebe bangkit kembali masuk ke line-up Aston Villa dan membantu tim ini mencapai final playoff.

Manajer United Ole Gunar Solskjaer mengatakan kegembiraannya bekerja dengan Tuanzebe di tur para-musim mengingat buruknya pertahanan United beberapa musim terakhir.

2. Mason Greenwood

Pada usia 17 tahun 156 hari, Greenwood menjadi pemain termuda Manchester United yang tampil di Liga Champions. Greenwood dianggap sebagai salah satu talenta terbaik dari akademi United dalam beberapa dekade terakhir. Dia punya potensi menjadi pemain hebat mereka.

Pelatih tim muda mereka memberikan pujian untuk pemain yang mencetak 30 gol di 29 pertandingan di tingkat pemuda musim ini. Momen terbaiknya adalah hattrick pertandingan melawan Chelsea di Youth FA Cup.

Start Premier League pertamanya, Greenwood melepas tujuh tembakan ke gawang, tapi gagal mencetak gol. Secara keseluruhan penampilannya dinilai bagus karena satu-satunya titik terang bagi United pada pertandingan tersebut.

Greenwood punya potensi untuk duet dengan Marcus Rashford musim depan apa lagi status Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez tak jelas musim depan sedangkan Anthony Martial rentan cedera. Dia tentu saja mendapat kepercayaan dari Ole Gunnar Solskjaer.

3. Tahit Cong

Cong pindah ke Manchester United dari klub Eredivisie Feyenoord pada April 2016. Posisi alami pesepakbola Belanda ini adalah sayap kanan. Setelah bergabung dengan Manchester United dia mulai bermain untuk tim U-18 dan merupakan satu-satunya pemain tim United yang terkenal di Youth FA Cup, ketika skuat muda Setan Merah tersingkir lebih awal. Musimnya kemudian terpotong karena cedera ACL.

Setelah pemulihan 10 bulan dia kembali mencetak gol dan menunjukkan tajinya. Bermain di tim junior musim lalu, Chong mencetak delapan gol dan tiga assist. Dia dipanggil ke tim utama untuk pertandingan Liga Champions melawan Juventus, tetapi dia menjadi pemain ganti yang tidak digunakan. Dia kemudian debut sebagai pemain pengganti melawan Reading di FA Cup.

Sebagai winger dia punya kecepatan untuk menaklukkan lawan. Tipuan dan kecepatannya adalah gabungan yang membuatnya jadi pemain mematikan. Salah satu kemampuan lainnya adalah memasukkan bola ke kotak penalti. Dia juga sering memotong pertahanan lawan dan melepaskan tembakan dengan kaki kiri. Chong bisa menjadi pemain nomor 10 di Manchester United.

 

Penulis: Ricky Sulastomo
Editor: Avandi Wiradinata

The post 3 Pemain Muda Manchester United Yang Patut Dipantau Musim Depan appeared first on Berita Bola, Livescore, Jadwal & Cuplikan GOL!.