Category Archives: Lionel Messi hengkang

BREAKING: Lionel Messi Tetap di Barcelona

BREAKING: Lionel Messi Tetap di Barcelona

JawaPos.com – "Drama" superstar FC Barcelona Lionel Messi berakhir secara antiklimaks. Keinginan Messi hengkang dari Barca, klub yang dibelanya sejak awal karier profesionalnya 16 tahun silam, tak terwujud pada musim panas ini.

Kabar dari televisi Argentina yang dekat dengan keluarga Messi, TyC Sports mengungkap bahwa Messi belum beranjak. Dia tinggal di Barcelona. Setidaknya sampai musim panas mendatang.

Situasi kontrak yang rumit memaksa pemilik julukan La Pulga atau The Fleas itu bertahan satu musim lagi. Alias ​​menyelesaikan kontraknya dengan Barca yang habis pada 30 Juni 2021. Dengan begitu, Messi benar-benar bisa hengkang dengan gratis di akhir musim.

Sebelumnya, pihak Messi meyakini penyerang asal Argentina berusia 33 tahun itu bisa hengkang secara gratis pada musim panas ini. Pasalnya, ada klausul dalam kontrak yang menetapkan bahwa Messi bisa meninggalkan klub saat usianya 32 tahun, pergi atas kemauannya sendiri, dan meninggalkan kontraknya dengan semusim.

Namun, pemikiran Barca berbeda. Messi masih terikat klausul pelepasan kontrak senilai 700 juta euro (Rp 12,2 triliun). Otoritas La Liga (LFP) pun mendukung Barca bahwa memang harus ada klub yang menebus klausul kontrak Messi jika La Pulga ingin hengkang dari Blaugrana – istilah Barca lainnya.

Manchester City, yang paling siap menerima Messi, memang punya pundi-pundi kekayaan untuk menebus klausul ini. Tapi, belakangan ini City juga memikirkan ulang karena bisa tersandung aturan Financial Fair Play (FFP) jika bertekad menebus Messi.

Apalagi, City baru saja terbebas dari sanksi berlaga di kancah Eropa selama dua musim yang diputuskan UEFA karena dituding memanipulasi dana sponsorship dalam laporan FFP.

Termasuk rencana City mengakali FFP dengan memberikan kontrak lima musim kepada Messi namun terselubung. Yakni, tiga musim bersama City dan dua musim berikutnya bersama klub MLS New York City FC yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh CFG (City Football Group), pemilik City.

Titik terang yang dipilih Messi untuk dipertahankan sebenarnya muncul tadi malam. Wartawan Italia yang tweetnya kerap dijadikan acuan bursa transfer, Tancredi Palmeri, menuliskan bahwa Messi setuju menyelesaikan kontraknya di Barca.

"BOOM! Jorge Messi (ayah dan agen Messi, Red) berkata kepada Cuatro (salah satu media di Spanyol, Red)" ya "untuk pertanyaan tentang (Messi) bertahan satu musim lagi di Barcelona," tweet Palmeri seperti yang dilaporkan Bintang Harian.

Hal itu diungkapkan Jorge saat berkendara ke tempat parkir sebelum bertemu dengan pengacara biasa keluarganya. Pertemuan itu disinyalir membahas langkah-langkah yang harus segera diambil pihak Messi usai kebuntuan perundingan saat Jorge bertemu dengan Presiden Barca Josep Maria Bartomeu, Rabu (3/9).

Kebuntuan negosiasi menyiratkan bahwa Messi sulit meninggalkan Barca. TyC Sports sendiri sebelumnya menulis bahwa 90 persen Messi akan selamat dari kebuntuan.

  • Baca juga: Kabar Terbaru dari Argentina: Lionel Messi 90 Persen Bertahan di Barca

Radio Cadena SER memperkuatnya dengan menulis, pihak Messi menarik diri dari rencana hengkang enam kali Pemain Terbaik Dunia FIFA karena tak ada celah untuk bisa keluar secara gratis.

Sebelumnya, Bartomeu juga mengeluarkan pernyataan bahwa dirinya hanya ingin berbicara dengan perwakilan Messi asalkan terkait perpanjangan kontrak. Atau setidaknya pembicaraan yang membuat Messi bertahan dengan Barca.

Meski skenario Messi adalah hengkang gratis di akhir musim, masih ada peluang bagi Bartomeu untuk menggoda La Pulga agar bertahan lebih lama di Catalan.

“Barca punya proposal perpanjangan kontrak dua tahun untuk Messi dan masih bisa dimunculkan lagi. Apalagi ada pemilihan presiden Barca pada Maret 2021 yang bisa mengubah rencana Messi. Salah satunya opsi pensiun. di Camp Nou, "tulis Mundo Deportivo.

Sergio Ramos, kapten klub rival Barca, Real Madrid, termasuk yang berharap Messi betah di Barca dan tentunya La Liga. "Bagi kami (Real) yang senang mendapatkan yang terbaik, kami tentu mengharapkan dia (Messi) bertahan," katanya kepada Marca.

Lionel Messi semakin menunjukkan sikap memberontak terhadap Barcelona

Lionel Messi semakin menunjukkan sikap memberontak terhadap Barcelona

JawaPos.com – FC Barcelona sepertinya harus lega menerima kenyataan bahwa Lionel Messi tidak akan diperkuat lagi. Pasalnya, superstar Argentina tersebut telah menunjukkan keseriusannya untuk berhenti menjadikan Barca sebagai klub pilihan setelah 16 tahun terakhir bersama.

Pada Selasa waktu setempat (25/8), Messi mengirimkan faksimile kepada Presiden Barca Josep Maria Bartomeu yang ingin hengkang. Dan, Minggu (30/8) Messi masih dijadwalkan menjalani tes usap Di markas latihan klub, Ciutat Esportiva Joan Gamper, di Sant Joan Despi tidak memperlihatkan batang hidungnya.

Ujian Covid-19 menjadi agenda penting karena hasilnya dijadikan pedoman mengikuti latihan perdana Barca di era tersebut. entrenador Ronald Koeman hari ini (31/8).

Sebagai perbandingan, striker Luis Suarez yang jelas tidak dibutuhkan Koeman lagi hadir pada tes kemarin. & # 39; & # 39; Leo (julukan Messi, Red) resmi menunjukkan perlawanannya dengan melakukan skipping tes usap itu, & # 39; & # 39; tulis Ole.

Menurut Clarin, sikap Messi mungkin akan bermakna mbalela untuk Barca. Namun, La Pulga alias The Flea juga ingin menunjukkan sikap bahwa dirinya merasa sudah tidak diperlakukan sebagai pemain Barca lagi. Permintaan striker 33 tahun itu hengkang gratis musim panas ini pun ditolak mentah-mentah.

Messi kemudian berinisiatif menjadwalkan mediasi. Namun, Bartomeu hanya bersedia berbicara secara pribadi dengan peraih enam kali pemain terbaik dunia itu saat membahas perpanjangan kontrak La Pulga yang habis pada 30 Juni 2021. Bukan tentang hal lain.

Kondisi kedua pihak semakin kisruh karena Barca mengakhiri kerja sama dengan kuasa hukum Messi, Cuatrecasas. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan kans Messi hengkang dari Barca. Setidaknya sampai ada klub yang mampu memenuhi klausul pelepasan La Pulga senilai EUR 700 juta (Rp 12,2 triliun).

Versi Messi, dia bisa meninggalkan Barca dengan gratis karena memenuhi klausul bahwa dia berusia 32 tahun, pergi atas kemauannya sendiri, dan di akhir musim sebelum musim terakhir kontraknya.

Namun, dalam versi Barca, klausul ini sudah disahkan pada 10 Juni atau sepuluh hari setelah final Liga Champions 2019-2020 sebelum sempat tertunda dan berganti formatnya akibat pandemi Covid-19.

Pendapat Barca sempat diperdebatkan Messi yang menilai klausul tersebut masih berlaku karena penundaan akhir musim ini. Final Liga Champions antara Paris Saint-Germain versus Bayern Munich berlangsung pekan lalu (24/8) dan Messi mengajukan keinginannya untuk hengkang hanya sehari kemudian.

Soal konflik Messi versus Barca, otoritas La Liga lebih mendukung Barca. Dalam rilis resminya semalam yang diberitakan Marca, La Liga mengacu pada pasal 16 Ketetapan Kerajaan Spanyol Nomor 1.006 yang disahkan pada 26 Juni 1985.

Yakni, pemutusan kerja sama kedua belah pihak (antara Messi dan Barca) hanya bisa terjadi jika klausul rilis ditebus. Jika Messi terus mengomel, La Liga tidak akan mengeluarkan visa kerja untuknya ke klub barunya. Apalagi, Manchester City yang banyak disebut sebagai klub tujuan Messi ada di Inggris. Negara tersebut sangat ketat dalam mengeluarkan izin visa kerja bagi para atlet.

& # 39; & # 39; Messi adalah pemain setia dan terbaik di Barca. Sungguh menyedihkan jika semuanya berakhir dengan perseteruan, ”komentar mantan striker Barca dan Inggris Gary Lineker kepada Mundo Deportivo.

Kabarnya, Messi akan menggelar konferensi pers terkait situasinya saat ini. Namun, belum diketahui kapan. Mendapatkan info darinya juga tidak mudah karena privasinya sangat terlindungi.

Seperti ditulis Sport Bible, rumah besar Messi di Castelldefels, Barcelona yang hanya berjarak sekitar 15 km dari Camp Nou sangat eksklusif. Sampai-sampai pesawat niaga tidak boleh lewat di atas tempat tinggalnya meski hanya berjarak 13 km dari bandara setempat.

"Itu (larangan pesawat melintasi tempat tinggal pribadi, Red) tidak ditemukan di dunia selain Messi," kata presiden maskapai penerbangan Spanyol, Vueling, Javier Sanchez-Prieto.

FIFA Akan Turun Tangan Menyelesaikan Polemik Messi dan Barcelona

FIFA Akan Turun Tangan Menyelesaikan Polemik Messi dan Barcelona

JawaPos.com – Keinginan Lionel Messi untuk meninggalkan Barcelona akan berujung pada pertarungan hukum yang berat. Dan ini adalah situasi yang semakin tak terhindarkan.

Pada Sabtu (29/8), Barcelona memecat tim legal mereka. Pasalnya, mereka bahkan memberi nasehat kepada Messi bagaimana cara hengkang dari Barcelona. Sementara itu, Messi tidak tampil untuk Barcelona saat tes PCR, Minggu (30/8).

Namun, keinginan Messi untuk meninggalkan Camp Nou berbenturan dengan peraturan pelepasan sang pemain. Barcelona menegaskan, klub yang menginginkan Messi harus membayar klausul kontrak sebesar EUR 700 juta atau sekitar Rp. 12 triliun.

Padahal, dalam hal ini, La Liga mendukung Barcelona. Menurut media dari Barcelona, ​​Sport, saat ini FIFA dan Badan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS) sudah mulai turun tangan untuk menyelesaikan polemik antara Messi dan Barcelona.

  • Baca juga: La Liga Dukung Barcelona dalam Pertarungan Hukum versus Lionel Messi

FIFA mewajibkan klub untuk memenuhi keinginan transfer pesepakbola tersebut jika ada klub lain yang menginginkan pemain tersebut. Jika Manchester City dan Paris Saint-Germain menginginkan Messi, maka Barcelona harus merealisasikan transfer sang pemain tanpa membayar EUR 700 juta.

Pihak Messi masih yakin bisa meninggalkan Barcelona dengan status bebas transfer meski kesepakatan transfer bebas sudah berakhir pada Juni 2020. Pihak Messi yakin klausul tersebut telah diperpanjang. Akhir musim 2020, menurut Messi, terjadi setelah selesainya final Liga Champions antara Bayern Munich dan PSG, 24 Agustus lalu.

Di sisi lain, Presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu beserta jajaran direksi akan berusaha keras mempertahankan Messi. Menurut sumber, manajemen Messi dan Barcelona dijadwalkan bertemu pada Rabu (2/9) sore waktu setempat.

La Liga Mendukung Barcelona dalam Pertempuran Hukum melawan Lionel Messi

La Liga Mendukung Barcelona dalam Pertempuran Hukum melawan Lionel Messi

JawaPos.com – Keinginan Lionel Messi hengkang dari Barcelona mengalami babak baru. Kali ini, otoritas La Liga mengeluarkan pernyataan resmi bahwa mereka mendukung keputusan Barcelona dalam adu kontrak melawan Messi.

"Perjanjian saat ini masih berlaku. (Tim yang berminat) harus membayar klausul pelepasan senilai 700 juta EUR. Dan itu satu-satunya jalan keluar," tulis pernyataan resmi La Liga.

Presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu dan dewan direksi telah menyatakan bahwa mereka tidak akan membiarkan Messi pergi dengan status bebas transfer. Mereka siap bertemu Messi jika La Pulga ingin membahas kontrak baru.

La Liga mengatakan jika Messi ingin hengkang, maka ia harus menjunjung tinggi aturan klub.

Messi tidak bisa pergi begitu saja hanya dengan putus kontrak.

  • Baca juga: Messi hengkang, Spanyol bakal rugi pendapatan pajak Rp 868,1 miliar

Pada Sabtu (29/8), Barcelona memecat tim legal mereka. Pasalnya, salah satu alasan Messi mengajukan cuti dengan status bebas transfer ternyata berasal dari saran firma hukum Cuatrecasas.

Barcelona tahu ini. Mereka dilaporkan sangat marah. Para direktur Barcelona menganggap Cuatrecasas & # 39; keterlibatan menjadi tidak bisa diterima.

Munculnya sengketa hukum antara pemain dan klub tersebut membuat FIFA dan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) kemungkinan akan terlibat.

Jika Messi hengkang, efeknya tidak hanya akan dirasakan Barcelona. Tapi juga pesta di luar La Blaugrana.

Tanpa Messi, Barca bisa menghemat anggaran belanja untuk pos gaji sang pemain. Padahal, dari gaji pemain Barca EUR 391 juta (Rp 6,78 triliun) tiap musimnya, ada EUR 70,7 juta (Rp 1,22 triliun) yang atau hampir 20 persennya dihabiskan hanya untuk membayar Messi.

Pemerintah Spanyol, Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) dan Liga Sepak Bola Spanyol (LFP) juga merasakan dampaknya. Terutama otoritas pajak Spanyol.

Laporan surat kabar Spanyol Sport menyebutkan bahwa keuangan Spanyol per tahun akan kehilangan potensi pendapatan hingga EUR 50 juta (Rp. 868,1 miliar). Itulah jumlah pemotongan pajak yang dibayarkan Messi setiap tahun.

Dengan pandemi Covid-19 saja, nilai penawaran hak siar televisi yang semula ditargetkan mencapai EUR 2.111 juta (Rp36,6 triliun), hanya mampu mencapai EUR 1.915 juta (Rp33,2 triliun). Jika Messi pergi, jumlah itu akan sangat berkurang.

Kabarnya, Manchester City menawari Messi kontrak tiga musim

Kabarnya, Manchester City menawari Messi kontrak tiga musim

JawaPos.com – Manchester City siap menawarkan kontrak tiga musim untuk Lionel Messi jika sang pemain memang hengkang dari Barcelona. Surat kabar olahraga yang berbasis di Madrid, Marca melaporkan.

Manchester City diklaim sebagai pelabuhan terbaik Messi. Pasalnya, hubungan La Pulga dengan manajer City Pep Guardiola sangat erat. Selain itu, City memiliki teman dekat Messi di timnas Argentina, Sergio Aguero.

  • Baca juga: Keinginan Messi Hengkang, Ibarat Gempa di Dunia Sepak Bola

Messi telah bersinar saat dilatih Guardiola saat berada di Barcelona pada periode 2008 hingga 2012. Mereka adalah sahabat yang sangat bersahabat baik di dalam maupun di luar lapangan.

Marca juga mengabarkan City bakal aktif di bursa transfer jika Messi bebas. Selain City, Messi juga dikaitkan dengan raksasa Serie A, Inter Milan. Namun, kabar yang beredar, Messi tidak tertarik dengan proyek yang dibangun Inter.

  • Baca juga: Alasan Lionel Messi Ingin Tinggalkan Barcelona

Sementara itu, klub kaya Prancis Paris Saint-Germain juga jadi pilihan menarik. Namun, PSG terkendala gaji Messi yang tinggi. Pasalnya, klub Paris tersebut sudah memiliki dua pemain dengan gaji selangit, yakni Neymar, Kylian Mbappe. Itu ditambahkan dengan Angel Di Maria.

Manchester United dan klub masa kecilnya di Argentina Newell's Old Boys juga disebut-sebut sebagai pelabuhan Messi. Namun, Marca mengatakan Messi tidak mungkin sampai di sana.

Keinginan Messi pergi, seperti gempa bumi di dunia sepakbola

Keinginan Messi pergi, seperti gempa bumi di dunia sepakbola

JawaPos.com – Seragam Fluminense FC dengan tulisan Messi dan nomor punggung 10 itu diposting di akun media sosial klub papan atas Brasil tersebut kemarin (26/8). Klub divisi tiga Spanyol Burgos FC juga tiba-tiba "menghiasi" halaman mereka dengan bendera Argentina dan foto Messi beserta tagar Bienvenido Messi alias Selamat Datang Messi.

Ya, hampir semua klub di dunia memperhatikan permintaan kejutan Lionel Messi kemarin. Melalui pengacaranya, bintang Argentina berusia 33 tahun itu mengirim faksimile kepada Presiden Barca Josep Maria Bartomeu agar diizinkan meninggalkan klub Catalan tersebut.

Messi ya Barca dan Barca memang identik dengan Messi. Jadi, ketika pemain berjuluk La Pulga atau The Fleas itu memilih hengkang dari klub yang sudah dibelanya sejak awal karir profesionalnya (2004), termasuk bergabung dengan La Masia Academy di usia 14 (2001), rasanya aneh. Ibarat "Gempa di Dunia Sepakbola", demikian judul yang ditulis oleh media Jerman, Bild.

  • Baca juga: Jika Presiden Barcelona Mundur, Lionel Messi Bisa Bertahan

Presiden Catalan Quim Torra menulis pesan khusus untuk melepaskan Messi. “Catalan akan selalu menjadi rumah Anda. Kami telah cukup beruntung selama beberapa tahun untuk berbagi kehidupan dengan pemain terbaik di dunia dan atlet yang mulia,” tulisnya di akun Twitter-nya.

Meski sebetulnya belum resmi "bercerai", klub masa depan Messi itu sudah melayang di media dunia. Manchester City menjadi favorit bukan hanya berdasarkan prediksi bursa.

Namun, juga karena Messi melakukan kontak dengan pelatih Pep Guardiola pekan lalu. Bahkan, ESPN dan RAC 1 menulis, CEO City, mantan Wakil Presiden Barca Ferran Soriano, sudah membuka negosiasi dengan ayah dan agen Messi, Jorge.

City dikabarkan menawarkan kontrak tiga musim plus dua musim untuk bergabung dengan New York City FC, klub yang saham terbesarnya juga dimiliki oleh pemilik City, City Football Group. City juga siap merelakan Gabriel Jesus (striker) dan Eric Garcia (bek tengah), yang merupakan pemain yang memenuhi kriteria Barca sebagai paket transaksi Messi, ”tulis TyC.

  • Baca juga: Barcelona Diprediksi Tak Bisa Menahan Kepergian Lionel Messi

Pertanyaannya apakah Messi akan pergi dengan gratis atau Barca meminta biaya transfer masih belum jelas. Dalam kontrak Messi yang berakhir pada 30 Juni 2021, terdapat klausul yang menyatakan bahwa peraih enam kali penghargaan pemain terbaik dunia itu bisa pergi tanpa klausul pengabaian kontrak hingga EUR 700 juta. (Rp 12 triliun) saat berusia 32 tahun dan atas kemauannya sendiri.

Versi Barca, klausulnya sudah habis akhir Juni lalu sebagai tenggat waktu semusim di Eropa. Namun, menurut kuasa hukum Messi, klausul ini tetap berlaku karena gara-gara pandemi Covid-19, akhir musim di Eropa bergeser hingga akhir bulan ini.

Jika Messi akhirnya bisa hengkang dengan gratis, klub Argentina Newell's Old Boys yang notabene klub paling awal dalam karier sepak bola Messi punya peluang besar. Newell sebenarnya disebut mencuri Mulailah Seperti yang sudah menggelar pertemuan dengan Messi dan Jorge di Hotel Sofia, Barcelona, ​​Maret lalu.

Seperti dilansir Mundo Deportivo, Vice President Newell's Old Boys, Cristian D & # 39; Amico, yang hadir di Hotel Sofia saat itu, menyebut pertemuan itu sebagai kesepakatan.

Menariknya, di bulan yang sama, eks pelatih Tottenham Hotspur asal Argentina yang saat ini tengah bertugas, Mauricio Pochettino, ingin mengajak Messi bersatu kembali di Newell.

Berbicara hanya satu menit, Ronald Koeman meminta Luis Suarez pergi

Berbicara hanya satu menit, Ronald Koeman meminta Luis Suarez pergi

JawaPos.com – Junior Firpo mungkin lebih baik mematikan perangkat di pagi hari dalam beberapa hari ke depan. Jika tidak, bek kiri FC Barcelona itu akan mendapat perlakuan yang sama seperti keempat rekannya.

Yakni di telepon entrenador Barca baru Ronald Koeman, yang isinya soal jasa yang sudah tidak dibutuhkan lagi di tim alias diminta hengkang.

Teror pagi Koemanian telah menelan empat korban. Striker Luis Suarez, duet lini tengah Arturo Vidal dan Ivan Rakitic dan bek tengah Samuel Umtiti. Suarez; seperti dilansir surat kabar terbitan Barcelona, ​​Sport; malah menerima perlakuan ironis.

Striker berusia 33 tahun berjuluk El Pistolero itu diminta hengkang oleh Koeman dalam percakapan yang hanya berlangsung 1 menit!

  • Baca juga: Kecewa Dengan Kata-Kata Koeman, Messi Putuskan Tinggalkan Barcelona

"Untuk pemain yang telah membela Barca selama enam tahun, menang tiga kali lipat di musim pertamanya (2014-2015, Red), dan mencetak hampir 200 gol (198 gol dalam 283 penampilan, Red), perlakuan (Koeman) sangat brutal, "tulis Sport.

Meski masih memiliki sisa kontrak hingga 30 Juni 2021, Presiden Barca Josep Maria Bartomeu disebut tak keberatan memutus kontrak Suarez lebih awal. Hal itu dilakukan untuk memudahkan penyerang Uruguay berusia 33 tahun itu mencari klub baru.

Striker Barcelona Luis Suarez tiba di hotel setelah kalah dari Bayern Munich di perempat final Liga Champions 2020 (Lluis Gene / AFP)

Pasalnya, dengan gaji EUR 450 ribu (Rp 7,85 miliar) per minggu, akan sulit bagi kebanyakan klub untuk meminangnya.

Media Argentina dan Spanyol pun menyatakan bahwa salah satu alasan Lionel Messi ingin hengkang adalah karena panggilan Koeman. Dia memberi tahu Messi bahwa hak istimewanya sudah berakhir.

Cara Koeman menyebut pemain yang akan dia tendang mengingatkan kita pada cara Antonio Conte menyingkirkan striker Diego Costa di Chelsea pada musim panas 2017. Padahal, di musim sebelumnya, Costa menjadi andalan Conte, yang menjalani musim pertamanya. dengan Chelsea.

"Saya lebih suka berkomunikasi langsung dengan pemain saya. Itu bisa membangun kimia mana yang bagus di antara kami, ”ucap Koeman kepada Mundo Deportivo terkait gaya manajerialnya saat perkenalannya di Camp Nou, pekan lalu (20/8).

Pernyataan Koeman tidak selaras dengan kesaksian Gerard Deulofeu.
Striker yang saat ini membela Watford FC pernah diperlakukan "dingin" oleh Koeman saat bersama-sama di Everton pada 2016-2017.

“Selama enam bulan, dia cuekin saya. Itulah alasan saya pergi ke AC Milan (pada bursa transfer Januari 2017, Red),” ucap alumnus La Masia yang membela tim utama Barca selama dua musim (2011-2012 itu). dan 2012-2013) ke Marca.