Category Archives: liga champions

Jawapos

Gulingkan Lyon, Bayern Munchen Bertemu PSG di Final Liga Champions

JawaPos.com – Kepindahan Bayern Munich di Liga Champions belum juga dihentikan. Kali ini giliran Olympique Lyon yang merasakan keganasan FC Hollywood – julukan Munich – di semifinal Liga Champions, Kamis (20/8). Laga di Estadio José Alvalade dimenangkan oleh Munich dengan tiga gol tanpa balas.

Wakil Jerman itu melaju ke final Liga Champions untuk bertemu Paris Saint-Jerman (PSG) yang menang atas RB Leipzig pada Rabu (19/8). Munich berhasil melaju ke final berkat gol yang dicetak oleh Serge Gnabry di menit ke-18 dan ke-33 serta satu gol dari Robert Lewandowski di menit ke-88.

Sejak pertandingan dimulai, Munchen berinisiatif membangun serangan. Di menit keempat, Munich mengincar sisi kiri Lyon yang diisi oleh Maxwel Cornet dan Marcal. Namun, masih bisa dimentahkan oleh lawan. Sementara itu, Lyon mencoba melakukan serangan balik melalui Memphis, namun tembakannya melebar dari Manuel Neuer.

Munchen tetap fleksibel membuka pertahanan Lyon. Melalui umpan-umpan pendek, umpan-umpan panjang, pergantian ke sisi lapangan. Tidak terpaku pada satu pemain atau sisi.

Pada menit ke-11, Lyon kembali mendapat peluang melalui serangan balik cepat, namun Toko Ekambi gagal mengubahnya menjadi gol. Setelah kegagalan itu, Lyon semakin menekan Munich. Les Gones -julukan Lyon- berhasil membuat ketidaknyamanan pertahanan Munich lewat permainan cepat.

Munich, yang terus di bawah tekanan, memimpin dalam 18 menit. Diawali dengan assist Joshua Kimmich, Serge Gnabry menyapanya dengan tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti. Bola bersarang di pojok kiri atas gawang Olympique Lyon. Munich sekaligus unggul 1-0.

Munich menggandakan keunggulan pada menit ke-33. Gol tersebut berawal dari cheat lambat Gnabry yang memanfaatkan bola muntahan dari tembakan Robert Lewandowski. Munich semakin nyaman dalam bermain setelah unggul dua gol. Sebaliknya, Lyon tidak bisa tampil sebaik awal pertandingan hingga babak pertama berakhir dengan skor 2-0.

Di babak kedua, performa Lyon meningkat pesat setelah Dembele dan Thiago Mendes masuk menggantikan Depay dan Bruno Guimaraes. Lyon mendapatkan peluang pertama melalui Marcelo. Bek Lyon berhasil mencapai sudut tetapi sundulannya dapat ditahan oleh Neuer di menit ke-55.

Lagi-lagi Lyon punya peluang bagus untuk memperkecil defisit di menit ke-58. Ketika Niklas Sule melakukan kesalahan, Aouar berhasil mengirimkan umpan ke Ekambi. Sayangnya, Ekambi gagal mengalahkan Neuer dalam duel satu lawan satu.

  • Baca Juga: Tanpa Ballon d'Or, Lewandowski Bisa Menangkan Pemain Pria Terbaik FIFA

Selama pertandingan, Lyon tidak bermain terlalu buruk. Mereka lebih sering menguasai bola ketimbang babak pertama. Namun Munich bermain lebih konservatif dengan menurunkan garis pertahanan mereka. Itu membuat Lyon tak bisa berbuat banyak.

Pada menit ke-79, Coutinho mencetak gol ke gawang Lyon, sayangnya gol tersebut dianulir wasit setelah Goretzka dianggap dalam posisi offside. Namun, petaka bagi Lyon benar-benar datang pada menit ke-88. Munich akhirnya mencetak gol ketiga. Tendangan bebas Kimmich dari sudut kiri kotak penalti Lyon disambar oleh sundulan keras Lewandowski.

Hingga pertandingan berakhir, skor tidak berubah. Munich unggul tiga gol tanpa balas dari Lyon. Di final, Bayern Munich akan bertemu PSG. Laga akan berlangsung di Estadio da Luz, Lisbon, Senin pagi (24/8).

Tonton video menariknya di bawah ini:

Ditolak, Buktikan Diri, dan Mampu Bawa Tim Ke Semifinal

Ditolak, Buktikan Diri, dan Mampu Bawa Tim Ke Semifinal

JawaPos.com-"" Bukan untuk Rudi Garcia ". Begitu tulisan itu terbaca spanduk yang disebarluaskan fans Olympique Lyon (OL) pada 14 Oktober 2019. Saat itulah OL mengumumkan Rudi Garcia sebagai penerus Sylvinho.

Spanduk itu disertai dengan 7.000 tanda tangan yang menolak Garcia.

Latar belakangnya sebagai mantan entraineur Olympique Marseille (OM) adalah alasannya. OL dan OM terlibat dalam persaingan yang disebut Choc des Olympiques. Persaingan yang tidak kalah bergema di Prancis daripada Le Classique (antara OM versus Paris Saint-Germain).

Sebelum Garcia, hanya Alain Perrin dan Lucien Troupe yang pernah menangani OL dan OM. Perrin mengalami final Piala UEFA 2003-2004. Prestasi yang diraih Garcia bersama OM di tahun 2017–2018.

Di musim keduanya bersama OM, Garcia mengantarkan klub berjuluk Les Phoceens itu ke final Liga Europa sebelum dikalahkan oleh Atletico Madrid.

“Dengan OL kali ini, dia (Garcia) akan belajar dari kekalahannya di Eropa dua musim lalu,” tulis La Gazzetta dello Sport, Senin (17/8).

Garcia yang pernah menangani AS Roma memiliki kunci sukses dalam pencapaian OL di Liga Champions musim ini. Yakni, selalu menyulut semangat klub underdog saat melawan Memphis Depay dkk.

"Kami perlu melakukan sesuatu yang besar lagi seperti ketika kami mampu mengalahkan Juventus dan (Manchester) City," kata Garcia di situs resmi klub.

Jawapos

Kalahkan Leipzig, PSG Buat Sejarah ke Final Liga Champions

JawaPos.com – Sejarah itu akhirnya dicatat. Untuk pertama kalinya, Paris Saint-German (PSG) akhirnya merasakan final Liga Champions sejak berdirinya pada 12 Agustus 1970. Torehan sejarah ini didapat setelah membuang wakil Jerman, RB Leipzig dengan tiga gol tanpa balas di Estadio da Luz, Portugal. .

Di awal pertandingan, kedua tim berinisiatif menyerang satu sama lain. Di menit ketujuh, PSG nyaris membuka keunggulan lewat aksi Neymar. Berawal dari pergerakan Mbappe dari sisi kiri, ia melepaskan umpan terobosan manis kepada Neymar yang tampil dari lini kedua.

Hanya saja Neymar gagal mengonversi peluang emas menjadi sebuah gol dan hanya membentur tiang. Sambil menendang tepat sasaran pertama dari RB Leipzig dilepaskan oleh Sabitzer dari luar kotak penalti pada menit kesembilan. Namun, tembakan itu terlalu lemah untuk diamankan Sergio Rico.

Serangan PSG akhirnya membuahkan hasil. Pada menit ke-13, Marquinhos & # 39; Sundulan yang memanfaatkan tendangan bebas Angel Di Maria berhasil membawa PSG unggul sekaligus unggul satu gol atas RB Leipzig.

Tertinggal satu gol dan diserang berkali-kali, para pemain RB Leipzig berusaha keluar dari tekanan. RB Leipzig mendapat peluang emas saat mendapat tendangan bebas, namun tembakan Sabitzer masih membentur pagar pemain PSG.

Tak berselang lama, giliran Poulsen yang memiliki peluang emas untuk menyamakan kedudukan. Hanya saja penyerang RB Leipzig tersebut melepaskan tembakan yang masih tipis di sisi kiri gawang Sergio Rico.

Neymar mengalami nasib sial. Lagi-lagi, sepakannya di menit ke-34 dari jarak jauh kembali dibendung oleh tiang gawang. Menjelang akhir babak pertama, kualitas individu kedua tim terlihat jauh berbeda. Hal itu terlihat ketika aksi Angel Di Maria pada menit ke-42 melepaskan tembakan kerasnya dan menggandakan kedudukan menjadi 2-0 untuk keunggulan PSG.

Hampir sepanjang babak pertama, tim asuhan Julian Nagelsmann dibuat tak berdaya oleh Neymar cs. Skor babak pertama, RB Leipzig 0 vs 2 PSG.

  • Baca juga: Melawan RB Leipzig Bisa Bikin Neymar Benci

Babak kedua, PSG tak mengendurkan serangannya. Di sisi lain, RB Leipzig masih belum bisa lepas dari tekanan para pemain PSG. Mimpi buruk Leipzig bertambah saat memasuki menit ke-54. Sundulan Juan Bernat merobek gawang Leipzig untuk ketiga kalinya. Meski wasit sempat mengecek VAR, gol itu akhirnya disetujui dan membuat keunggulan PSG dari Leipzig semakin menjauh.

Wasit memeriksa VAER karena pada awalnya Bernat tampak berada di posisinya offside saat mencetak gol ketiga PSG. Namun, VAR menyatakan dirinya dalam posisi yang tepat di sisi karena ada Upamecano yang terjatuh di sisi paling kanan pertahanan Leipzig.

Pada menit ke-70, Mbappe hampir saja menambah gol untuk PSG. Namun sundulannya yang memanfaatkan perut Di Maria masih menyamping dari gawang Gulacsi. Skor 0-3 bertahan hingga pertandingan usai. Di final, Senin 24 Agustus, PSG akan menghadapi pemenang pertandingan Lyon vs Bayern Munich.

Tonton video menariknya di bawah ini:

Jawapos

Jadwal TV Langsung Man City vs Lyon Champions League Perempat Final

JawaPos.com – Partai final perempat final Liga Champions 2019-2020 mempertemukan Manchester City dan Olympique Lyonnais. Laga seru digelar di Stadion Jose Alvalade, Lisbon, Portugal, Sabtu (15/8) atau Minggu (16/8) dini hari WIB. Seperti diketahui, karena dunia masih mengalami pandemi, UEFA telah memutuskan pertandingan akan digelar dalam satu pertandingan dan di tempat netral. Sistem ini sampai final.

Pemenang pertandingan ini akan bertemu Bayern Munich di semifinal. Seperti diketahui, Bayern menghancurkan Barcelona di babak perempat final, Sabtu (15/8) dini hari WIB. Bayern menang dengan skor telak 8-2.

Berdasarkan sejarah pertemuan, Man City dan Lyon sudah dua kali bertemu dan terjadi pada fase grup Liga Champions 2018-2019. Dari dua pertemuan tersebut, Lyon unggul karena mampu menang di Man City. Saat bertemu di kandang sendiri, Lyon mampu menahan imbang Man City dengan skor 2-2.

Bagaimanapun, itu bukanlah ukuran yang akan ditakuti Man City. Nyatanya, tim asuhan Josep Guardiola tengah bersemangat tinggi usai mampu menyingkirkan penguasa Liga Champions, Real Madrid di babak 16 besar. Apalagi, Guardiola sudah mengingatkan Gabriel Jesus cs untuk mati keras di laga tersebut dan tidak. 39; tidak ingin timnya melewatkan kesempatan untuk melaju ke babak berikutnya. Dengan format pertandingan tunggal, peluang untuk melaju ke final dan memenangkan kejuaraan cukup besar, apalagi jika diadakan di tempat netral.

"Tidak ada kesempatan kedua. Saya meminta anak-anak bekerja keras dalam pertandingan," kata Guardiola seperti dilansir Worldfootball.

Hanya saja, Man City masih harus mewaspadai Lyon. Maklum, Lyon juga dalam kepercayaan diri tinggi usai menyingkirkan raksasa Italia Juventus di babak 16 besar. Laga seru antara Man City melawan Lyon itu disiarkan langsung oleh SCTV, Minggu (16/8) pukul 02.00 WIB.

Jadwal TV langsung untuk Man City vs Olympique Lyon

  • Man City vs Olympique Lyon, perempat final Liga Champions 2019-2020, Minggu (16/8), pukul 02.00 WIB – SCTV langsung
Jawapos

Persaingan Neuer dan Ter Stegen tidak mengganggu kebiasaan ngopi bersama

JawaPos.com – Manuel Neuer dan Marc-Andre ter Stegen manakah yang pantas menjadi kiper nomor satu timnas Jerman telah menjadi pro dan kontra selama tiga tahun terakhir. Berawal dari keberhasilan Ter Stegen mengawal gawang Die Mannschaft – timnas Jerman – saat menjuarai Piala Konfederasi 2017.

Namun, Neuer yang performanya sedang merosot dan mengalami cedera metatarsal, malah absen sepanjang tahun, malah menjadi pilihan Die Mannschaft di Piala Dunia 2018. Keputusan ini berlanjut hingga sekarang ketika Neuer ditunjuk sebagai kapten Die Mannschaft.

Saat klub Neuer, Bayern Munich, bertemu FC Barca yang dibela Ter Stegen, rivalitas kedua penjaga gawang itu kembali mengemuka oleh media.

Memang musim ini Manu – julukan Neuer – berjaya dengan menyapu bersih Bundesliga dan DFB-Pokal. Sebaliknya, Ter Stegen gagal di La Liga dan Copa del Rey. Namun jika merujuk pada statistik individu, Ter Stegen lebih baik dari Neuer musim ini.

Dari 45 pertandingan di semua kompetisi, Ter Stegen kebobolan 42 gol. Lebih banyak Neuer kebobolan 47 gol dalam 48 pertandingan. "Karakter bermain Neuer dan Ter Stegen memang mirip dan sangat sulit menemukan siapa yang lebih baik di antara mereka," kata pelatih kiper Die Mannschaft Andreas Koepke kepada Bild.

Kiper Die Mannschaft saat menjuarai Piala Dunia 1990 menambahkan, selain pandai menggunakan kaki kanan dan kirinya, refleksnya untuk memblok tendangan jarak dekat Neuer dan Ter Stegen juga brilian.

Menariknya, dari penuturan Koepke, rivalitas tidak menghalangi hubungan baik antara Neuer dan Ter Stegen. Duduk bersama dan mengobrol sambil minum kopi bukanlah hal yang aneh bagi kiper dengan perbedaan usia 6 tahun (Neuer 34, Ter Stegen 28). Ini menjadi bukti bahwa persaingan sebagai penjaga gawang utama Die Mannschfat murni atas nama profesionalisme.

"Saya dan Loew (Joachim Loew, der trainer Die Mannschaft, Red) tidak pernah terlibat dalam masalah ini (kompetisi, red). Mereka menyelesaikannya sendiri tergantung situasinya. Memang berat bagi Ter Stegen. Namun, waktu karena dia akan datang, "kata Koepke.

Jawapos

Man City dan Bayern Favorit Utama, Hati-Hati Kuda Hitam di Lisbon

JawaPos.com – Tidak salah apabila format baru knockout mulai perempat final di Liga Champions 2019– 2020 berlabel Final Eight. Sebab, selain dihelat di venue netral (Lisbon), tidak ada lagi dua leg dalam persaingan menuju partai puncak.

Perubahan format sebagai imbas pandemi Covid-19 itu diyakini membuat peluang kedua tim untuk memenangi pertandingan sama kuat. Tidak ada waktu untuk melakukan kesalahan karena sekali saja melakukannya, tereliminasi jadi ganjarannya.

Manchester City yang saat ini menjadi tim favorit juara pilihan rumah bursa termasuk yang tidak suka dengan format single leg. Musim ini City tiga kali melakoni pertandingan kompetitif di tempat netral. Yakni, Community Shield, final Piala EFL, dan semifinal Piala FA. Semuanya di Stadion Wembley.

Hasilnya, klub berjuluk The Citizens itu sejatinya lebih banyak menang atau hanya gagal saat kalah oleh Arsenal di semifinal Piala FA. Meski demikian, gelandang City Kevin De Bruyne menganggap lawan mereka di perempat final, Olympique Lyon (OL), punya kans menang yang sama dengan klubnya. ”Kami tidak favorit. Apalagi, mereka (OL) berhasil melewati klub tangguh seperti Juventus (di babak 16 besar, Red),” kata KDB –inisial nama De Bruyne– kepada Manchester Evening News.

Bayern yang menjadi favorit juara rumah bursa setelah City pun memilih berhati-hati terhadap peluang mereka berjaya di Lisbon. Apalagi, klub yang di babak 16 besar kemarin (9/8) menyingkirkan Chelsea dengan agregat 7-1 itu bakal menghadapi raksasa Spanyol Barca.

”Kami harus menunjukkan antusiasme yang sama (seperti saat menyingkirkan Chelsea di babak 16 besar, Red) ketika menghadapi Barca,” kata der trainer Bayern Hans-Dieter Flick kepada Bild. ”Dengan sistem seperti saat ini (single leg, Red), semua tim tidak ada yang suka menjadi favorit karena bisa membuat terlena,” imbuh pelatih yang musim ini sudah memenangi Bundesliga dan DFB-Pokal tersebut.

Seperti Bayern, Barca baru memastikan tiket ke perempat final kemarin. Klub asal Catalan mencatatkan fase delapan besar kali ke-13 setelah menang 3-1 atas SSC Napoli di Camp Nou. Barca pun menang agregat 4-2. Barca yang dalam dua musim terakhir menjadi korban epic comeback dalam second leg perempat final tentu berbahagia dengan format saat ini.

”Kami tidak berpikir single leg akan lebih berpihak kepada kami karena apa pun bisa terjadi dalam 90 menit,” ucap striker Barca Luis Suarez yang mencetak gol penalti pertamanya di Liga Champions saat melawan Napoli kemarin seperti dilansir Mundo Deportivo.

Di sisi lain, perempat final Liga Champions musim ini memang layak menjadi arena kuda hitam. Sebab, ada Atalanta BC dan RB Leipzig sebagai debutan di fase delapan besar. Bahkan, musim ini adalah partisipasi pertama Atalanta di Liga Champions.

Juga, jangan lupakan OL yang menjadikan Liga Champions musim ini sebagai ajang tersisa untuk bisa tetap berkiprah di Eropa musim depan. Hal itu lantaran Les Gones –sebutan OL– mengakhiri Ligue 1 dengan posisi di luar zona Eropa plus gagal memenangi Coupe de la Ligue untuk tiket ke Liga Europa.

4 Nama Favorit Untuk Menangkan Ballon d’Or 2019

Sepakbola.com – Ballon d’Or merupakan penghargaan individual tertinggi pesepakbola dan tentunya banyak pemain yang mengidam-idamkannya. Dalam satu dekade terakhir penghargaan ini terus didominasi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, masing-masing memenangkan lima dan dihentikan Luca Modric tahun lalu usai gelandang Real Madrid ini juara Liga Champions tiga kali berturut-turut serta menjadi pemain terbaik Piala Dunia 2018.

Tahun ini kemungkinan akan ada wajah baru yang akan mengangkat penghargaan Ballon d’Or. Terdapat beberapa pemain yang menonjol ketimbang Messi dan Ronaldo. Berikut kandidat peraih Ballon d’Or 2019.

Lionel Messi

Bintang Argentina ini kembali konsisten dan secara individu ini adalah musim terbaiknya. Dia mencetak 36 gol dan 13 assist di La Liga, 12 gol dan tiga assist di Liga Champions serta tiga gol di Copa del Rey. Ini pencapaian yang luar biasa, tetapi itu hanya membantu Barca memenangkan LaLiga, mereka kalah di semifinal Liga Champions secara mengejutkan dari Liverpool dan juga kalah di final Copa del Rey melawan Valencia.

Barcelona bergantung pada Messi, selain Suarez tidak ada pemain lain yang cukup menonjol di Barcelona. Suarez juga tidak apik di Liga Champions, dia hanya mencetak 1 gol dari 10 pertandingan. Artinya, musim 2018-2019 Barcelona adalah Messi, untuk perjuangannya tersebut dia layak dinominasikan.

Eden Hazard

Hazard menjadi bintang utama saat final Liga Europa melawan Arsenal, performaya pada pertandingan itu sangat luar biasa dan ditambah dengan dua gol yang memastikan kemenangan Chelsea.

Hazard salah satu penyerang paling komplit di dunia, dan dia membawa permainan Chelsea ke level yang lebih baru. Mirip dengan Messi, Hazard sering sendirian untuk memberikan kemenangan pada timnya dan berjuang mati-matian saat rekan-rekannya buruk. Dia selalu menonjol di Chelsea.

Kylian Mbappe

Pemain muda yang membuat semua orang terkagum-kagum, dia adalah penerus bintang baru dunia sepakbola. Di Perancis dia mencetak 39 gol dan 17 assist dari semua kompetisi yang menunjukkan dia salah satu yang terbaik di dunia.

Mbappe urutan kedua dalam perebutan Sepatu Emas Eropa dengan 33 gol, dia hanya kalah dari Lionel Messi. Jelas dia punya peran yang sangat besar untuk PSG musi 2018-2019 apalagi di musim ini PSG harus kehilangan Neymar untuk sebagian besar pertandingan. Mbappe membuat absennya Neymar tdak begitu berarti untuk PSG.

Hanya saja pencapaian PSG di Liga Champions agak buruk, mereka tereliminasi di babak 16 besar di tangan tim yang sedang susah payah, Manchester United.

Virgil van Dijk

 

Virgil Van Dijk Bek Terbaik Di Dunia virgil van dijk liverpool liga inggris premier league

Bintang Liverpool ini kandidat terkuat memenangkan Ballon d’Or 2019 setelah Liverpool memenangkan final Liga Champions dengan skor 2-0 melawan Tottenham Hotspur. Van Dijk punya peran sangat penting di pertahanan Liverpool, mengubah lini belakang The Reds menjadi paling kuat di Premier League karena paling sedikit kebobolan. The Reds hanya kebobolan 22 gol musim 2018-2019 padahal musim sebelumnya pertahanan mereka termasuk yang terburuk.

Bukan karena kuat sebagai bek, tetapi van Dijk mengorganisir rekan-rekannya untuk bertahan, kepemimpinannya untuk pemain-pemain muda Liverpool seperti Alexander-Arnold dan Robertson sangat penting. Dia juga pandai membangkitkan semangat timnya, tenang dan jarang membuat keputusan yang salah. Dia bek pertama yang memenangkan Pemain Terbaik PFA setelah John Terry pada tahun 2005.

Banyak yang beranggapan pemenang Liga Champions akan memenangkan Ballon d’Or juga dan itu mungkin akan menjadi kenyataan. Van Dijk akan menjadi bek keempat yang meraih Ballon d’Or?

 

Penulis: Ricky Sulastomo
Editor: Avandi Wiradinata

The post 4 Nama Favorit Untuk Menangkan Ballon d’Or 2019 appeared first on Berita Bola, Livescore, Jadwal & Cuplikan GOL!.

Jawapos

Positif COVID-19, Correa dan Vrsaljko Tak Perkuat Atletico di Lisbon

JawaPos.com – Atletico Madrid tidak bisa berangkat ke Lisbon untuk menjalani perempat final Liga Champions dengan kekuatan terbaiknya. Ada beberapa pemainnya yang ditemukan positif COVID-19.

Nah, dari daftar yang tidak bisa berangkat itu antara lain gelandang serang Angel Correa dan bek Sime Vrsaljko. Mereka tidak ikut dalam rombongan yang berangkat ke Lisbon besok jelang menghadapi RB Leipzig.

”Pemain dan staf skuad utama mengikuti tes lagi kemarin, hasilnya semua negatif, di luar dua temuan positif Sabtu (8/8) lalu,” demikian pernyataan laman resmi Atletico.

Para pemain tim utama Atletico pada Senin siang waktu setempat dijadwalkan kembali menjalani latihan tanpa Correa, yang diinstruksikan menjalani swakarantina di rumahnya karena ia positif tapi tanpa gejala.

Demikian juga Vrsaljko yang memang sudah beberapa waktu terakhir tak terlibat latihan bersama rekan-rekannya karena tengah menjalani pemulihan cedera.

Hanya, kasus Vrsaljko dihitung sebagai kasus sembuh oleh otoritas kesehatan Spanyol sebab dia diketahui telah memiliki antibodi COVID-19 di dalam dirinya beberapa bulan lalu.

Baik Correa maupun Vrsaljko akan tetap berada di bawah pengawasan dokter tim sesuai pedoman yang berlaku.

Dengan demikian, selain 21 anggota skuad tim utama rombongan Atletico yang bertolak ke Lisbon juga terdapat sejumlah pemain akademi yakni Alex Dos Santos, Manu Sanchez, Riquelme, dan Toni Moya.

Atletico dijadwalkan menghadapi wakil Jerman, RB Leipzig, dalam babak perempat final di Stadion Jose Alvalade pada Kamis (13/8) waktu setempat (Jumat WIB).

Jawapos

Atalanta vs PSG: Langkah demi Langkah Menuju Debut Hebat

JawaPos.com – Hanya bisa menginjakkan kaki di perempat final Liga Champions itu bagus. Apalagi melangkah ke semifinal dan sebagainya. Hal itulah yang dialami Atalanta BC dan Paris Saint-Germain (PSG) dalam duel di Estadio da Luz dini hari tadi (siaran langsung SCTV / Champions TV 1 pukul 02.00 WIB).

Maklum, selama dua dekade terakhir, tidak sekali pun dalam sejarah semifinal Liga Champions termasuk kedua klub tersebut. La Dea –julukan Atalanta BC– bahkan tinggal selangkah lagi menyusul rekor bersejarah Villarreal CF sebagai klub debutan di Liga Champions yang mampu melangkah ke empat besar.

Padahal, ada semangat yang diusung Atalanta seiring lolosnya Inter Milan ke babak semifinal Europa League kemarin (11/8). Ya, menempatkan Atalanta-Inter di semifinal Kejuaraan Klub Eropa berarti mengulangi kesuksesan klub-klub Wilayah Lombard pada 2002-2003. Saat itu Inter dan AC Milan saling berhadapan di semifinal Liga Champions.

Yang lebih membanggakan, Atalanta saat ini menjadi satu-satunya wakil Italia yang tersisa di Liga Champions 2019-2020. "Sekarang seluruh Italia mendukung Atalanta," tulis surat kabar lokal Bergamo L & # 39; Eco di Bergamo.

Allenatore Timnas Italia Roberto Mancini bangga dengan prestasi Atalanta dan meyakini klub Gian Piero Gasperini bisa sehebat CF Valencia milik Hector Cuper di musim 1999–2000. Yakni, saat Valencia CF bisa langsung menembus final di musim pertamanya di Liga Champions. Sebagai catatan, Los Murcelagos – julukan Valencia CF – menjadi korban Atalanta di babak 16 besar (kalah agregat 4-8). "Mereka (Atalanta) juga bisa menyingkirkan PSG dan akan terus melangkah di Liga Champions (musim ini)," kata Mancio, sapaan akrab Mancini, kepada La Gazzetta dello Sport.

Gelandang Atalanta Marten De Roon mengatakan kepada Sky Italia bahwa tidak ada yang tidak bisa dilakukan timnya saat ini. "Kami telah membuktikan bahwa jika kami menemukan hari yang baik, kami bisa mengalahkan klub mana pun," klaim De Roon.

Namun, musim ini PSG tak kalah percaya diri karena lolos ke perempat final berarti mengakhiri kesialan di babak 16 besar pada tiga edisi sebelumnya. Selama musim 2012–2013–2016–2016, klub penguasa Ligue 1 tersebut juga tertahan di perempat final.

Karenanya, sekaligus momentum Les Parisiens – sebutan PSG – mengakhiri penantian empat besar Liga Champions yang diraih terakhir kali pada 1994–1995. Uniknya, yang menghalangi PSG melaju ke final saat itu adalah klub dari wilayah Lombardia lain, AC Milan. PSG kalah agregat 0-3.

Pengusaha PSG Thomas Tuchel mengatakan kepada L & # 39; Equipe bahwa duel di Da Luz dini hari nanti akan menjadi adu produktivitas antara dua tim produktif di Eropa hari ini. Musim ini Atalanta telah mencetak 115 gol dalam 47 pertandingan. Artinya Papu Gomez dkk menghasilkan rata-rata 2,4 gol per pertandingan. Namun, PSG lebih beringas dengan 131 gol dalam 46 pertandingan (2,8 gol per pertandingan!).

Fans pantas berharap banyak (tentang jumlah gol) dalam pertandingan, kata Tuchel.

Ditambah format single leg, winger PSG Pablo Sarabia pun yakin laga bisa berakhir dengan banyak gol. Apalagi, pencetak gol terbanyak PSG musim ini, Kylian Mbappe, berpeluang dimainkan kembali meski harus memulai pertandingan dari bangku cadangan. Mbappe sudah mencetak 30 gol di berbagai kompetisi musim ini. Jauh meninggalkan rekan-rekannya dalam penyerangan untuk Les Parisiens seperti Mauro Icardi (20 gol) dan Neymar Jr (19 gol). Sarabia kemungkinan diproyeksikan akan mengisi tempat Mbappe atau berdampingan dengan Icardi dan Neymar.

Estimasi Pemain

Atalanta BC (3-4-2-1): 57-Sportiello (g); 2-Toloi, 3-Caldara, 19-Djimsiti; 33-Hateboer, 15-De Roon, 11-Freuler, 8-Gosens; 10-Gomez (c), 18-Malinovskyi; 91-Duvan
Pelatih: Gian Piero Gasperini

Paris Saint-Germain (4-3-3): 1-Navas (g); 4-Kehrer, 2-Silva (c), 3-Kimpembe, 14-Bernat; 27-Gueye, 5-Marquinhos, 21-Herrera; 19-Sarabia, 18-Icardi, 10-Neymar Jr
Pelatih: Thomas Tuchel

Wasit: Anthony Taylor (Inggris)
Stadion: Da Luz, Lisbon
Live Streaming: SCTV / Champions TV 1 pukul 02.00 WIB

Handicap Asia: ½: 0