Category Archives: europa league

Manchester United vs Kobenhavn: Solskjaer Melawan Teman Seperjuangan

Manchester United vs Kobenhavn: Solskjaer Melawan Teman Seperjuangan

JawaPos.com – Sepanjang perjalanan Manchester United di kompetisi Eropa, sudah delapan klub asal Skandinavia yang dihadapi. Dan, klub-klub Denmark paling sering jadi lawan United. Detailnya ada empat klub. Yakni, Brondby IF, Aalborg BK, FC Midtjylland, dan FC Kobenhavn.

Dari keempat nama tersebut, cuma FC Midtjylland dan FC Kobenhavn yang punya rekam jejak mengalahkan United. FC Midtjyland mengalahkan United pada first leg babak 32 besar Liga Europa 2015–2016 dengan skor 2-1. Lalu, FC Kobenhavn bertemu United di fase grup Liga Champions 2006–2007 dan menang 1-0.

Dini hari nanti (11/8) di RheinEnergie Stadion, United bertemu FC Kobenhavn dalam perempat final Liga Europa 2019–2020 (siaran langsung SCTV pukul 02.00 WIB). Pertemuan pelatih United Ole Gunnar Solskjaer dengan pelatih FC Kobenhavn Stale Solbakken pun menjadi highlight karena mereka merupakan ”teman seperjuangan”.

”Bukan hanya karena kami sama-sama orang Norwegia, melainkan juga karena kami mengambil lisensi kepelatihan di tahun yang sama, di Kopenhagen sekitar 13 tahun lalu,” kata Solbakken seperti dikutip di laman resmi UEFA. ”Kami masih saling bertegur sapa, bahkan berkirim pesan beberapa hari terakhir,” imbuh pelatih Wolverhampton Wanderers pada 2012–2013 tersebut.

Solbakken mengakui bahwa Solskjaer telah menemukan kenyamanan di United setelah 1,5 tahun menangani klub berjuluk The Red Devils tersebut. ”Bersama Ole (Solskjaer, Red), United mulai menemukan formasi dan susunan pemain terbaiknya,” tandas Solbakken.

Perkiraan Pemain

Manchester United (4-2-3-1): 1-De Gea (g); 29-Wan-Bissaka, 2-Lindelof, 5-Maguire (c), 53-Williams; 31-Matic, 6-Pogba; 26-Greenwood, 18-Fernandes, 10-Rashford; 9-Martial
Pelatih: Ole Gunnar Solskjaer

FC Kobenhavn (4-2-3-1): 21-Johnsson (g); 2-Varela, 25-Nelsson, 5-Bjelland, 20-Boilesen; 10-Zeca (c), 24-Mudrazija; 16-Biel, 23-Wind, 33-Jensen; 18-Santos
Pelatih: Stale Solbakken
Asian handicap 0:1 ½

Jawapos

Inter Milan vs Bayer Leverkusen: Streak Lukaku Belum Mau Berhenti

JawaPos.com – Dalam tiga laga di Liga Europa bersama Inter Milan, Romelu Lukaku selalu mencetak gol atau total 3 gol. Lima musim lalu, Lukaku yang masih membela Everton juga mengakhiri lima laga terakhirnya di Liga Europa dengan streak gol (total 8 gol).

Nah, streak gol Lukaku di Liga Europa tersebut sudah menyamai rekor milik mantan striker Newcastle United Alan Shearer pada 2005. Yakni, dalam urusan jumlah gol (11 gol). Hanya, Lukaku lebih baik karena top scorer sepanjang masa timnas Belgia itu melakukannya dalam delapan laga. Shearer? Sembilan laga.

Menghadapi Bayer Leverkusen di Merkur-Spiel Arena dalam perempat final Liga Europa dini hari nanti (siaran langsung Champions TV 2 pukul 02.00 WIB), Lukaku dijagokan bisa menyalip jumlah streak gol Shearer. ”Tidak ada hal lain yang saya inginkan saat ini selain kembali mempersembahkan gol untuk Inter (saat menghadapi Bayer Leverkusen, Red),” kata Lukaku seperti dilansir Sky Italia.

Perkiraan Pemain

Inter Milan (3-5-2): 1-Handanovic (g/c); 2-Godin, 6-De Vrij, 95-Bastoni; 33-D’Ambrosio, 5-Gagliardini, 24-Eriksen, 77-Brozovic, 15-Young; 10-Lautaro, 9-Lukaku
Pelatih: Antonio Conte

Bayer Leverkusen (4-2-3-1): 1-Hradecky (g); 8-Lars Bender ©, 12-Tapsoba, 5-Sven Bender, 18-Wendell; 20-Aranguiz, 25-Palacios; 29-Havertz, 19-Diaby, 9-Bailey; 31-Volland
Pelatih: Peter Bosz

Asian Handicap 0 : 1/4

Kalau Manchester United Disebut Penalti FC, Memangnya Kenapa?

Kalau Manchester United Disebut Penalti FC, Memangnya Kenapa?

JawaPos.com – Penalti FC. Begitu ramai netizen di media sosial menyoroti penalti yang didapatkan Manchester United ketika mengalahkan Copenhagen 1-0. Apalagi, gol tunggal Bruno Fernandes itu jadi penentu lolos ke semifinal Europa League.

Pertanyaannya, apakah layak musim ini Manchester United disebut sebagai penalti FC? kalau melihat fakta yang ada, mereka layak. Masalahnya, kenapa mereka bisa mendapatkan begitu banyak penalti pada musim ini?

Ya, musim ini, ada 21 kali Manchester United mendapatkan penalti di semua ajang yang mereka ikuti. Paling banyak di antara seluruh klub di liga elite Eropa. Selain itu, mereka mencatat sekitar 15 persen gol penalti dari total 110 gol musim ini.

Di Premier League, Manchester United memimpin dalam jumlah perolehan penalti dengan 14 kali dan 10 di antaranya menghasilkan gol. Tetangganya yang berisik, Manchester City, berada di posisi kedua dengan 11 kali penalti.

Bruno Fernandes menjadi sang eksekutor utama. Sejak bergabung ke Manchester United pada Januari lalu, dia telah mencetak 11 gol. Nah, tujuh di antaranya dicetak bintang asal Portugal tersebut dari titik penalti.

Apabila situasi itu ini terjadi sebelum era VAR, bisa jadi kontroversinya akan lebih sengit terjadi. Perdebatan akan sah atau tidaknya penalti-penalti yang didapatkan tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu bakal sangat ramai.

Kenyataannya, sekarang ada VAR. Insiden yang terjadi di lapangan sudah melalui proses cek. Sehingga bisa dibilang, penalti itu layak mereka dapatkan. Ini kasus yang berbeda dengan penalti di Liga 2 Indonesia, Bung.

Jauh sebelum sebutan Penalti FC ini diberikan ke Manchester City. Jauh sebelum media sosial begitu riuh. Saya jadi ingat akan tim di Liga Indonesia yang disebut sebagai penalti FC. Raja penalti, Raja kandang. Klub itu adalah: Deltras Sidoarjo.

Pada 2010, saya sudah lupa jumlah pastinya. Namun, bagi para penonton dan peliput pertandingan Deltras di Gelora Delta, Sidoarjo, biasanya paham. Deltras tidak bisa dikalahkan di kandang. Dan, pada akhirnya akan ada penalti yang dihadiahkan kepada Deltras.

Fakta yang saya tulis di atas bukan membandingkan. Hanya menjelaskan soal ada klub di Indonesia yang pernah dapat julukan serupa, tapi dengan cara yang berbeda. Tentu berbeda dengan kualitas wasit dan teknologi VAR.

Terlepas dari jumlah, kenapa kok Manchester United begitu sering mendapatkan penalti pada musim ini? Tidak mudah menjelaskan fenomena ini. Namun, gaya bermain dan pergerakan dari para pemain depan Manchester United bisa jadi menentukan.

Manchester United memilih Marcus Rashford dan Anthony Martial yang mengandalkan kecepatan. Jadi, tidak serta-merta dituding mereka doyan diving. Gaya mereka tentu saja berbeda dengan Filippo Inzaghi di masa silam, yang bikin geregetan lawan.

Pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer dalam wawancaranya mengatakan bahwa tipe pemain yang dimilikinya memang membuat rentan dilanggar. ”Mereka memiliki kaki yang cepat dan skill yang bagus,” katanya sebagaimana dikutip Independent.

Bahkan, Solskjaer mengatakan, dari sebagian besar penalti yang mereka dapatkan, tidak perlu diperdebatkan lagi. Sebab, memang begitu kenyataannya. Taktik yang diterapkan mantan striker Manchester United itu juga bisa menjadi penyebab banyaknya penalti yang didapatkan.

Ulasan dari koresponden Independent, Mark Critchley, menghadirkan fakta yang menarik soal bagaimana gaya bermain Manchester United sejak era Solskjaer dan hadiah penalti. Perbandingannya dengan era Jose Mourinho.

Pada musim lalu, 15 kali Manchester United mendapatkan penalti. Pada awal musim ditangani Jose Mourinho, klub berjuluk Setan Merah itu mendapatkan enam kali penalti. Begitu di tangan Solskjaer, bertambah sembilan kali penalti.

Jadi, menurut saya, kalau ada yang menyebut Manchester United sebagai penalti FC pada musim ini, tidak keliru. Kenyataannya, angka penalti yang mereka dapatkan memang paling tinggi. Lagipula penalti bagian dari permainan, apa salahnya?

Wolverhampton Wanderers vs Sevilla: Menghidupkan Spirit Basel

Wolverhampton Wanderers vs Sevilla: Menghidupkan Spirit Basel

JawaPos.com – Sukses mengatasi AS Roma di babak 16 besar membuat Sevilla mulai diunggulkan sebagai kandidat juara di Liga Europa 2019–2020. Wolverhampton Wanderers yang menjadi hadangan di perempat final pun diyakini bisa dilewati Los Nervionenses, julukan Sevilla. Benarkah?

Rekam jejak Sevilla saat bertemu klub Inggris menjadi acuan untuk laga di MSV-Arena dini hari nanti (siaran langsung SCTV/Champions TV 1 pukul 02.00 WIB). Klub asal Andalusia itu lebih banyak menang (6 kali) ketimbang kalah (4 kali) dalam 15 pertemuan di kompetisi antarklub Eropa.

Sebagaimana diberitakan Sevilla ABC kemarin (10/8), entrenador Sevilla Julen Lopetegui membangkitkan spirit di St Jakob Park empat tahun silam sebagai persiapan melawan Wolves. Spirit yang dimaksud adalah kesuksesan Los Nervionenses mengalahkan Liverpool FC 3-1 dalam final Liga Europa di Basel. Itu sekaligus menjadi gelar Eropa kali terakhir Los Nervionenses.

’’Memori pada musim panas 2016 di Basel sangat manis dan Sevilla bisa mengulangnya di Jerman (perempat final hingga final Liga Europa dimainkan di empat stadion di Jerman, Red),’’ tulis Sevilla ABC mengutip pernyataan Lopetegui kepada Jesus Navas dkk.

Ada dua pemain dari skuad Sevilla 2016 yang masih bertahan di skuad musim ini. Yakni, wakil kapten sekaligus bek kiri Sergio Escudero dan gelandang Ever Banega. ’’Musim ini grafik prestasi kami naik dan sayang sekali jika kami tidak meraih sesuatu pada akhir musim,’’ ucap Banega yang dipercaya sebagai wakil kapten ketiga Sevilla kepada Mundo Deportivo.

Bersama Lopetegui musim ini, Sevilla meraih tiket ke Liga Champions musim depan seiring finis keempat di La Liga. Musim lalu Jesus Navas dkk mengakhiri La Liga di peringkat keenam. Lalu, di ajang Eropa, menembus perempat final Liga Europa berarti satu fase lebih jauh ketimbang musim lalu yang dihentikan Slavia Praha di babak 16 besar.

’’Julen (Lopetegui) memiliki ambisi besar di ajang ini (Liga Europa) dan semua orang di klub mendukungnya,’’ ungkap Direktur Olahraga Sevilla Ramon Rodriguez Verdejo alias Monchi sebagaimana dikutip Marca.

Kemenangan atas AS Roma di babak 16 besar turut membahagiakan Monchi yang sempat dua tahun (2017–2018) menjabat direktur olahraga AS Roma.

Sebaliknya, bagi pelatih Wolves Nuno Espirito Santo, prestasi (baca: juara) di Liga Europa bukan hanya tentang kepentingan klub bisa tampil di Eropa musim depan. Tetapi juga menyelamatkan posisi Nuno. Chairman Wolves Jeff Shi dikabarkan masih menunggu hasil Liga Europa untuk menawarkan kontrak baru kepada pelatih 46 tahun tersebut. Kontrak Nuno yang sekarang habis per 30 Juni 2021.

’’Dua musim berturut-turut membawa Wolves finis di posisi ketujuh di Premier League belum dianggap sebagai capaian besar bagi Nuno. Shi menginginkan trofi atau bisa konsisten tampil di Eropa,’’ tulis Birmingham Mail.

Kalaupun lolos ke Eropa musim depan, perjuangan Wolves sejatinya bertambah berat. Sebab, UEFA telah menjatuhkan sanksi kepada Wolves. Yaitu, hanya bisa menyertakan 23 pemain dalam skuad (bukan 25 pemain seperti pada umumnya) plus denda EUR 200 ribu (Rp 3,43 miliar). Sebab, Wolves melanggar aturan Financial Fair Play.

Perkiraan Pemain

Wolverhampton Wanderers (3-5-2): 11-Patricio (g); 15-Boly, 16-Coady (c), 27-Saiss; 2-Doherty, 32-Dendoncker, 8-Neves, 28-Moutinho, 29-Vinagre; 37-Traore, 9-Jimenez
Pelatih: Nuno Espirito Santo

Sevilla (4-3-3): 13-Bono (g); 16-Navas (c), 20-Diego Carlos, 12-Kounde, 23-Reguilon; 24-Jordan, 25-Fernando, 10-Banega; 41-Suso, 51-En-Neysri, 5-Ocampos
Pelatih: Julen Lopetegui

Wasit: Daniele Orsato (Italia)
Stadion: MSV-Arena, Duisburg
Siaran Langsung: SCTV/Champions TV 1 pukul 02.00 WIB

Asian Handicap 1/4:0